CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
35 BUAT TUAN YANG JANTAN


__ADS_3

“Mama nyuruh Harry cerein Dini? Ga salah ma?” tanya Leo, “Mama ga tau pengorbanan Dini buat Harry seperti apa, laki-laki banci ini ngerebut Dini dari pacarnya juga dari orang yang sangat mencintainya. Dia ngemis ke Robby buat nyerahin Dini jadi pacarnya. Saat diputusin Dini dia coba bunuh diri dan yang paling fatal dia memperkosa Dini sampai Dini hamil dan bikin Dini berpisah ama Anto cinta sejatinya. Mama beneran gila.” keluh Leo tak sadar sudah kasar terhadap mamanya.


“Kamu mikir ga kalau kelak Vionne dapat perlakuan seperti ini dari mertuanya?” tanya Peter “Ingat ma, hukum karma itu ada” katanya lagi.


Harry yang sedang terlena akibat ganja yang tadi dihisapnya sebelum kedua ortunya datang, hanya nyengar nyengir ga jelas. “Hahaha, Vionne udah berkali-kali ditolak Anto, sekarang Vionne sering ngamar ama Ferry ceracau Harry membuat Leo, Sandra dan Peter kaget.


Sudah sebulan Harry tinggal di rumah orang tuanya, dia ga pernah berangkat kerja, keluar rumah hanya bila butuh barang haram saja, sesekali dia masih melongok ke rumahnya, hanya melihat dari jauh, atau mengawasi rumah mertuanya dan rumah kakak iparnya seharian, berharap melihat Amora atau Dini dirumah itu.


HP Dini masih tak pernah bisa dihubungi.


“Itu hasil karyamu” tunjuk Peter pada Sandra ketika sore itu melihat Harry sedang fly di kamarnya dan terlihat bekas lipstik di bibirnya. “Sekotor itu dia membuat rumahku jadi tempat maksiat” sesal Peter.


“Bi, siapa yang tadi datang bertamu?” tanya Sandra pada ART tua di rumahnya.


“Dari pagi sinyo Harry ga keluar kamar nyonya, siang cuma ada non Sarah cari sinyo, baru aja non Sarah pulang” jelas bibi.


Mendengar itu Sandra merasa dirinya lemas serasa ga bertulang. Dia ga menduga Sarah yang dia kira perempuan baik-baik dan dia jadikan menantu idamannya ternyata perempuan sangat ga bermoral, berani memasuki kamar laki-laki tanpa diundang. Apalagi melihat bekas lipstik di wajah dan leher Harry tadi.


Malam ini Peter dan Leo punya rencana mendatangi rumah orang tua Dini, dari diskusi mereka berdua, mereka yakin keluarga Dini mengetahui dimana posisi Dini saat ini. Dasar  pemikiran mereka adalah orang tua Dini tau Dini menghilang, tapi koq tenang-tenang aja ga ngejar-ngejar Harry? Ga mungkin kan? kalau mereka ga tau posisi Dini, mereka pasti akan terus mengejar Harry.


***


Disinilah mereka sekarang, Peter dan Leo berada di Rawasari, dirumah mami dan papinya Dini. Awalnya Peter meminta maaf atas keributan keluarga anaknya. Dia juga memohon agar kedua orang tua Dini memberi info akurat tentang keberadaan Dini saat ini.


Dyah, ibu Dini awalnya masih berkelit tidak tahu dimana anaknya berada, namun Peter mematahkan alibi Dyah dengan mengatakan ga mungkin mereka bisa tenang kalau tidak tau keberadaan anak mereka. Rahma beralasan Dini memberitahu ga perlu khawatir tentang dirinya karena dia aman di lokasi persembunyiannya.


“Maaf tante saya ikut bicara” pinta Leo, dia sadar dia anak kecil di forum itu. “Saya tahu sekali abang saya sangat salah, namun mama saya mensupportnya membuat abang saya makin tidak tau arah.” Lalu tanpa malu dan ragu Leo menceritakan awalnya Harry bisa dekat dengan Dini, Harry memperkosa Dini sampai Harry membuat pesta kelulusannya tanpa Dini tau dan terakhir adalah peristiwa mantan teman tidurnya Harry yang kembali datang untuk merusak rumah tangga abangnya atas permintaan Sandra, mamanya sendiri.


“Yang saya tau, Harry tidak pernah jatuh cinta pada siapapun selain dengan Dini. Walau banyak perempuan yang sudah tidur bersamanya. Namun begitu Harry dekat dengan Dini semua berubah 180 derajat. Tapi semua goyah karena mama mengancam akan mengambil hak asuh Amora bila Harry tidak mengadakan pesta kelulusannya, dan ternyata di pesta itu mama mengatur siasat agar Harry kembali dapat berkencan dengan Sarah. Harry melakukannya agar Amora tetap ditangan Dini” begitu jelas Leo panjang lebar.


“Sebaiknya kita bicara dengan Dini langsung aja, biar semua clear” kata papinya Dini. “Sudah terlalu malam pi, kasihan Dini, sekarang saja jam 11, sampai rumahnya bisa jam 1 dini hari” tolak mami Dini.


“Bagaimana bila besok pagi kita janjian?” tawar papi Dini pada Peter.


“Fine, dimana dan jam berapa” sahut Peter antusias.


“Jam 8 pagi di halte depan kampus Dini” jawab papi Dini, “Karena jam 7 saya mau ketemu rekanan untuk kasih berkas diVelodrome” lanjutnya.


2 buah mobil berhenti berbarengan di depan jalan rumah yang Dini tempati. Ga sabar seorang ibu yang cantik segera turun dan berlari mengetuk pintu.


Tok tok tok

__ADS_1


“Assalamu’alaykum” dengan lembut dia memberi salam.


“Wa alaykum salam” sahut mbak Yanti tergopoh membukakan pintu. “Eh ada Eyang putri rawuh, monggo Yang, dede lagi minum asi” jelasnya sebelum ditanya. “Nyuwun sewu saya matikan kompor dulu, sedang masak,” lanjutnya.


“De, udah bobo Amoranya” kata bu Dyah sambil mengetuk pintu kamar tidur anaknya. Mendengar suara eyangnya, Amora yang hampir terpejam langsung menyudahi aktifitasnya dan duduk ingin keluar kamar.


“Siapa yang ijinin kamu keluar kamar hmm?” goda Dini sambil mengkancingkan bajunya karena mendengar kedatangan maminya. Diciumnya tangan maminya dan menyuruh Amora melakukan hal sama  “Pintarnya anak bunda, salim eyang ya?” kata Dini sambil keluar kamar, karena sehabis salim Amora langsung digendong maminya. Diruang tamu Dini terkejut ketika mendapati Leo dan papa mertuanya juga selain ada papinya.


Setelah banyak basa basi akhirnya papanya Harry mengatakan tujuan kedatangan mereka.


“Din, papa datang mau kita terbuka untuk permasalahan rumah tanggamu. Kalau kamu sembunyi begini terus, mau sampai kapan persoalan kalian selesai? Semakin lama mengendap akan semakin tertumpuk dengan persoalan baru lagi. Jangan marah kalau papa dan Leo datang tanpa Harry, karena kami ingin tau lebih dulu sebelum membuka front kamu dan Harry, lebih-lebih semenjak kamu pergi kondisi Harry lebih parah dari sebelum Harry minta kamu ke Robby” jelas Peter.


Papa tau soal Harry meminta dirinya ke Robby, wah pasti Leo sudah menceritakan semuanya nih, pikir Dini. Trus papa juga bilang kondisi psikis Harry lebih parah daripada saat sebelum mereka dekat, wooow, secemen itukah nyalimu Harr, lanjut Dini lagi dalam lamunannya. Dini menjadi ingat ketika Harry mencoba bunuh diri dulu, dia dan Anto menghadiahkan lagu berjudul buat tuan yang jantan dari penyanyi Rita Rubby Hartland ( cari di youtube ya).


Atas nama cinta tuan berkata


Laut pun akan tuan sebrangi


Atas nama cinta tuan berkata


Gunung ku akan tuan daki


Wajah tuan pucat pasi


Dengan badan yang gemetaran


Tuan... cuci kaki mu lantas kau bobo


Tuan berceloteh pasti kan setia


Rela berkorban untuk diriku


Demi cinta tuan yang menggebu gebu


Sanggup menjadi pelindungku


Tapi baru dengar gonggong anjing kecil


Tuan ngibrit tinggalkan aku


Lari tunggang langgang sepatu dijinjing

__ADS_1


Tuan... cuci kakimu bobo saja


Badai kau bilang bukan halangan


Hujan salju pun ah.soal kecil


Tak peduli kota dilanda api


Tuan kan datang apel buatku


Tapi baru turun hujan gerimis


Tuan tak datang dimalam minggu


Dengan alasan ah.takut batuk ehm.


Tuan .cuci kakimu lantas kau bobo


Setiap wanita tuan bohongi


Dengan rayuan mu yang aduhai


Tuan jangan mimpi disiang bolong


Itu tak berlaku untukku


Pangeran cinta yang kesiangan


Teruskanlah dengan mimpimu


Selamat tinggal tuan yang jantan


Dan tuan... cuci kaki bobo saja


Simak terus lanjutan cerita ini di bab selanjutnya ya


Makasih yanktie ucapkan buat yang selalu setia baca kisah ini


Jangan lupa kasih like dan vote serta komen ya


Salam manis dari Jogja

__ADS_1


__ADS_2