
Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan? Bagaimana puasa kalian sampai hari ini?
Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.
Cie cie, mommy anda daddy lagi nostalgia masa SMA mereka di Jakarta nih. Sekarang kita ikutin terus keseruan bab ini. Selamat membaca!
Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
--------
“Sedih ya Momm. Enggak nyangka pertemuan di rumah sakit itu pertemuan terakhir kita dengan Robby.” Jawab Anto.
“Iya, mana dia sengaja bertemu hanya untuk meng clear kan persoalan yang sudah Mommy lupakan. Dia bilang enggak ingin Mommy mengenang dia sebagai pria yang pernah nyakitin hati Mommy. Dan sebagai orang yang tidak memegang komitmen. Dia ingin dikenang sebagai pria yang selalu mencintai Mommy sampai saat terakhir kami bertemu.” cerita Dini sambil menyuapi udang yang sudah dia kupas dan dioles bumbu ke mulut Anto. Kalau makan udang dan kerang rebus, Anto tidak akan makan udangnya bila tak dikupasi oleh Dini. Selalu seperti itu sejak mereka SMA.
***
Risye tak bisa tidur, padahal sudah cukup larut. Besok pagi dia harus mandi lalu sarapan cepat agar kuat berdiri mengikuti prosesi pernikahannya di gereja. Sampai saat ini Risye masih tak percaya bisa sangat cepat menikah. Bertemu langsung mengatur penikahan. Namun tak pernah da rasa ragu terhadap Leo calon suaminya. Dia sangat yakin, lebih yakin dari pada dengan mantan tunangannya dulu. Dia hanya berharap bisa bahagia hingga hari tua nanti. Dia sadar akan banyak penyesuaian yang akan dia dan Leo hadapi, tapi dia yakin bisa melaluinya berdua Leo nanti.
“Mengapa belum tidur?” tanya ibu, saat melihat kamar Risye masih terang.
“Entah Bu, enggak bisa tidur,” jawab Risye.
__ADS_1
“Tak perlu takut, semua pasti lancar. Kamu harus yakin dan sekarang kamu tidur agar besok bisa fresh,” nasehat ibu sambil mematikan lampu kamar dan dia keluar.
***
Risye bangun pagi seperti biasa, dia segera mandi dan bersiap mengenakan kemeja longgar agar mudah saat ganti kebaya nanti. Di meja makan sudah ada opa, oma, nenek serta ayah dan ibunya. Juga beberapa orang tante dan om yang menginap di rumahnya. Dia harus banyak makan agar kuat.
MUA yang di minta mendandani Risye adalah yang biasa dia gunakan saat hendak shooting iklan. Sehingga tentu saja bisa memperjelas aura kecantikan wajah Risye dengan optimal. Semua takjub melihat aura yang memancar dari wajah Risye. Setelah semua siap, mereka berangkat ke gereja. Sejak tadi Risye sudah mendapat info Leo sudah berada di sana.
***
Dini dan keluarga langsung datang di gereja saat Leo memberi info rombongannya berangkat dari rumah mereka. Di halaman gereja Dini memberi salam pada mantan papa mertuanya yang masih sangat menyayanginya. Dini juga memberi salam pada mama mertuanya yang tak mengenali dirinya.
“Ayo salim Opa dan Oma juga Ayah dan Om Yo serta tante Vionne ya?” perintah Dini pada Arya dan Amora, sedang Anto menggendong Abbhie dan mengajarinya memberi salam pada keluarga mantan mertua Dini.
“Sehat Yah,” balas Amora singkat, lalu dia sembunyi di belakang tubuh Daddynya.
Beberapa kerabat Harry masih banyak yang mengenali Dini. Mereka memberi salam sambil cipika cipiki sesuai adat mereka. “Ini anak Harry ‘kan?” tanya beberapa tante tanpa peduli bagaimana perasaan Amora.
“Dia putriku, tapi lebih tepatnya, dia anak Daddynya,” jawab Harry. Dia tak ingin Amora kembali terluka seperti saat sebelum ulang tahunnya dulu. Dia juga tak ingin Dini merasa bingung harus menjawab apa.
“Jadi dia tahu?” malah ada yang bertanya seperti itu!
“Mommy dan Daddynya tidak menutupi semua fakta, dia tahu semuanya,” jawab Harry sambil menarik Amora menjauh dari rombongan itu.
__ADS_1
Dini bersyukur, sebelum berangkat dia dan Anto sudah memberi pembekalan pada Amora. Karena sesuai prediksi mereka, pasti saja akan mulut nyinyir di sana. Beberapa ada yang kagum, Dini dan Harry masih bisa akrab bahkan keluarga Harry sangat terlihat menyayangi Dini dan semua anaknya.
“Nto, duduk sana aja. Ajak Arya juga,” pesan Harry, agar Anto duduk di teras gereja yang teduh. Dia tahu keluarga Anto tidak akan mengikuti acara di dalam gereja. Mereka datang saja sudah berkah untuk Leo. Karena itu Harry mengajak Anto ke lokasi bagi yang beragama lain di luar gereja. Ada tenda khusus tersedia di sana.
Leo dan papa sudah duduk di dalam gereja, mereka menunggu kedatangan mempelai wanita. Harry sudah meninggalkan Anto dan keluarga, karena dia bertugas menjaga mama dan Vionne di dalam gereja. Tak lama kemudia terlihat iring-iringan mobil pengantin wanita memasuki halaman gereja. Risye turun persis di ujung karpet merah yang akan dia lewati bersama ayahnya. Semua kagum akan kecantikan Risye yang sangat memukau. Selintas Risye melihat sosok Dini, dia memberi senyum. Tanpa Dini, dia tak akan menikah dengan Leo hari ini.
------------------------
Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Salam manis dari Jogja
Sambil nunggu yanktie update bab baru esok hari, coba deh mampir ke karya teman yanktie yang super keren ini, ga bakal nyesel baca ceritanya, judulnya GADIS PEMIMPI karya BHEBZ
Terlahir miskin dengan penampilan yang jauh dari kata cantik membuatnya rendah diri. Dia membatasi pergaulan dengan orang-orang di sekitarnya walaupun dia mempunyai banyak mimpi.
Perasaan takut dicemooh dan dirundung membuatnya menjadi anak rumahan. Hanya ibu dan ayah yang menjadi teman sekaligus sahabatnya, tempat berbagi cerita dan mimpi.
Hingga suatu peristiwa menyedihkan membuatnya meninggalkan istana dan sarangnya. Cangkang yang paling nyaman yang dia rasakan. Apakah mimpi-mimpinya akan menjadi nyata di luar sana?
Akankah dia berhasil mengubah takdirnya?
__ADS_1