CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
94 AKHIRNYA SADAR


__ADS_3

94 AKHIRNYA SADAR


Selanjutnya Dini menghubungi Steve, belum sempat dia memberi salam Steve sudah bicara : “Hallo sayangku, sepertinya kita sehati ya, aku baru mau telpon kamu kalau besok jam 8 aku ngedadak berangkat ke Jakarta, tapi lusa sudah balik koq”


“Steve,” isak Dini


“Sayang kamu kenapa? Mau aku ke rumahmu sekarang?” tanya Steve panik


“Anto Steve, Anto” isak Dini


“Kamu tenang, dulu, gimana mau cerita kalau kamu ga tenang gini?” tanya Steve


“Anto dijebak si arsitek itu, dia sekarang di RS Persahabatan. Kamu bisa belikan aku tiket untuk 3 orang ga? Aku mau berangkat ke Jakarta, kalau bisa yang malam ini” pinta Dini


Steve kaget mendengar Anto sakit, dia menanyakan tiket yang akan dipesan atas nama siapa aja. Dia akan mencari tiket malam ini, paling tidak penerbangan pertama besok pagi. Dia menghubungi petugas tiketing kantornya untuk mencari tiket dan merubah penerbangannya bersamaan dengan Dini. Lalu dia langsung meluncur ke rumah Dini, jadi kalau mereka harus berangkat malam ini dia sudah bersama Dini, dan kalau harus berangkat besok pagipun mereka sudah bersama


***


Saat ini mereka didalam taxi menuju Rawasari, staff tiketing Steve ga bisa dapat tiket untuk tadi malam, jadi mereka terbang dengan jadwal pertama pagi ini. “Mbak sampai rumah eyang langsung bikinkan wedang jahe pakai gula merah, tempati di termos kecil yo” perintah Dini kepada ART nya


Sehabis menyerahkan Amora pada maminya, walau dijaga mbak Inah, Dini dan Steve langsung berangkat ke RS Persahabatan


“Assalamu’alaykum de” sapa Dini pada Sari yang sendirian standby di ruang rawat Anto


“Wa alaykum salam mbak” balas Sari sambil berdiri dan cipika cipiki pada calon kakak iparnya ini


“Assalamu’alaykum de” sapa Steve sambil memeluk Sari dan mencium keningnya

__ADS_1


“Wa alaykum salam bang” balas Sari sambil balas memeluk Steve


“Mama mana de?” tanya Dini ambil menghampiri Anto yang masih belum sadar sejak semalam. Dini mencium pipi dan kening Anto, lalu berbisik ditelinganya : “Assalamu’alaykum my man, bangun dong, ga kangen ama aku dan anakmu?”


“Mama tadi habis subuh aku suruh pulang mbak, biar bisa istirahat, semalam mama sama sekali ga tidur” jawab Sari


“Kamu kuliah kan hari ini, gapapa tinggal aja masmu, nanti kalau dia sadar akan aku telpon kalian. Steve kamu meeting jam berapa? Biar Sari pulang bareng kamu aja ya”


“Siap nyonya, aku meeting jam 10, ayo de kita pulang sekarang, Anto bakal aman kalau ditangan bininya” kata Steve


“Ya wis aku pamit yo mbak, aku yo kuliah jam 10 tapikan harus pulang dulu untuk mandi dan ambil buku” pamit Sari sambil mencium Dini kembali, kali ini dia memeluknya sangat erat. “Makasih yo mbak, sudah selalu ada buat mas Anto, walau sekarang kalian masih terpisah jarak, tapi kalian sangat dekat di hati”


***


“Jadi ke Jakarta karena emang ada meeting, bukan khusus antar mbak Dini njenguk mas Anto?” tanya Sari sinis begitu keluar dari ruang rawat Anto


“Bukan gitu, tanpa meetingpun kalau tau Anto sakit, pasti abang datang lah de. Jadi semalam itu saat Dini telpon ke abang, abang pas mau telpon dia ngasih tau abang akan berangkat ke Jakarta penerbangan jam 7 pagi karena ada meeting jam 10. Tapi pas tau Anto sakit abang langsung cari tiket buat tadi malam, hanya ga dapat. Akhirnya dapat penerbangan pertama, abang jadi ganti tiket biar bisa bareng ama Dini” jelas Steve pada Sari


“Awalnya kalau meeting selesai hari ini, abang langsung pulang, tapi kalau meeting dilanjut besok ya abang balik ke Jogja besok. Tapi sekarang ya berubah, abang liat kondisi Anto dulu, walau ga bareng Dini juga, karena yakin Dini ga bakal langsung pulang sebelum Anto sembuh total” jawab Steve


“Abang ga mampir ya, takut telat, salam buat mama, nanti pulang kantor abang telpon kamu” kata Steve saat sampai depan rumah Anto, dia mengecup kening Sari dan mengucap salam “Assalamu’alaykum de” Steve langsung melajukan mobil Anto yang dia gunakan menuju ke kantor Steve setelah Sari turun. Awalnya Steve ingin Sari saja yang membawa mobil Anto dan dia akan melanjutkan dengan taxi ke kantornya namun Sari bersikeras Steve saja yang bawa mobil itu


***


Jam 9 dokter datang visite, Dini menanyakan mengapa Anto belum juga sadar. Dokter bilang obatnya agak keras sehingga reaksinya cepat pingsan dan sadarnya lama, namun dokter memperkirakan Anto akan sadar siang ini, saat dokter akan keluar ruangan pak Irhan dan 2 orang polisi masuk, sehingga polisi sekalian mewawancarai dokter tentang kondisi Anto.


Dini duduk dikursi sebelah tempat tidur Anto, tangannya menggenggam tangan Anto. karena semalaman dia tidak dapat tidur, maka tanpa disadarinya dia tertidur di kursi itu dengan kepala di kasur Anto

__ADS_1


Jam 11.40 suster datang mengantarkan makan siang pasien dan mengecek cairan infus, Dini tetap tidak tau, dan susternya pun bekerja dalam senyap, karena dia tau keluarga pasien pasti juga kurang istirahat


Anto tersadar, dia merasakan tangan kanannya berada dalam genggaman seseorang dan tangan kirinya terpasang infus. Koq ada infus? pikirnya. Dia mengamati ruangan dimana dia berada, baru dia sadar ini seperti kamar rawat rumah sakit, dilihatnya Dini tertidur di kursi dan menggenggam tangannya. Dia ingin membelai kepala Dini, dicobanya melepaskan genggaman Dini secara perlahan. Dini yang merasa ada pergerakan tangan Anto segera bangun, dilihatnya Anto sedang memandanginya


“Maz sudah bangun” kata Dini langsung berdiri lalu memeluk Anto, dia menciumi pipi dan kening Anto lalu mengecup bibir Anto dengan lembut


“Maz kenapa de? Kamu kapan datang? Moya mana?” tanya Anto beruntun


“Maz ga inget kemaren selingkuh kencan ama perempuan lain?” tanya Dini berapi-api


Anto berupaya mengingat kejadian sepulang kantor kemaren saat diajak ngopi oleh Puspita, dia teringat feelingnya sehingga sebelum berangkat minta bantuan Yadi. Dia juga ingat dia ngopi, namun sesudah itu dia ga ingat lagi


“Apa yang terjadi de? Maz cuma inget ngopi bareng, habis itu ga tau lagi” Anto menerangkan kejadian kemaren, dia juga bilang ga punya niat apapun maka ga langsung lapor ke Dini, dia pikir akan cerita saat mereka ngobrol malam seperti biasa.


Dini pun menceritakan keresahannya saat Anto belum menghubunginya saat jam 19.20. dia langsung telpon dan yang angkat Yadi, dari Yadi Dini tau kondisi Anto, Dini juga cerita bagaimana dia menghubungi Sari dan Steve, serta usahanya mencari tiket malam tadi.


“Maz, tadi pak Irhan dan 2 polisi datang, ketemu dokter juga” kata Dini melaporkan kejadian tadi pagi


“Astagfirullaaah, ade belum lapor dokter kalau maz sudah bangun dan belum telpon mama serta mami” kata Dini. Dia lalu memencet bel khusus di ruangan itu. Lalu menghubungi Steve, Sari, bu Rahma serta maminya. Memberi tahu Anto sudah sadar dan sekarang sedang diperiksa dokter


“Terlalu seneng maz bangun ya sampai lupa lapor dokter?” goda Anto saat dokter sudah keluar ruangan


“Maz tau, semalam aku ga bisa tidur blas mikirin kamu” rajuk Dini


“Ya wis, sekarang sini baring disebelahku” kata Anto sambil dia menggeser sedikit badannya


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini, gimana nasib Puspita ya? apa nanti pengacaranya bakal bisa bebasin dia?

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya ya


jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  ya


__ADS_2