CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
LOVE FOR AMOR


__ADS_3

Tak terasa sekarang usia Amora atau Moya sudah 17 tahun.


Moya sudah jadi gadis manis. Anto sejak Moya kecil mengharuskan putrinya bisa bela diri agar bisa untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.


Dava dosen terbang UGM, pengusaha sukses. Dava sudah bertunangan dengan Olivia seorang aktivis seni yang sangat berbakat.


Olivia selalu bisa terpilih menjadi wakil negara untuk kunjungan persahabatan ke mancanegara.


Ternyata Olivia penganut paham tabrak pagar yang penting tujuan tercapai.


Mengetahui bukti perselingkuhan Olivia,  Dava memutuskan hubungan pertunangannya langsung ke orang tua Olivia.


Olivia tak terima dibuang oleh Dava, dia menyalahkan Moya sebagai penyebab Dava berpaling. Di beberapa kesempatan memang Olivia melihat kedekatan Dava dengan Moya.


Olivia menculik Moya, dibawa ke luar negeri buat dijual sebagai pemuas nafsu. Rupanya selain pekerja seni, Olivia adalah penyalur tenaga kerja gelap ke manca negara.


Mungkinkah keluarga besar Moya dan Dava bisa menyelamatkan Amora si gadis polos itu?


Atau mereka terlambat sehingga Moya sudah terjual?


Bagaimana perang antara Dini dan ibu nya Olivia?

__ADS_1


Bagaimana reaksi papa Steve dan mama Sari ketika Moya 'putri' mereka terluka.


Bagaimana hubungan Moya dengan Tian yang seorang mahasiswa yang naksir, tp Moya enggak mau.


Ikutan keseruan konflik yang terjadi di novel yanktie terkini berjudul LOVE FOR AMOR ya



Yanktie kasih sedikit potongan bab saat Dava kenalan dengan Moya seperti ini :


Amora agak kesulitan memasukkan kopernya di cabin, karena ada ransel yang menghalanginya. “Maaf, saya keluarkan dulu ransel saya agar kopermu bisa masuk dengan mudah,” suara nan empuk terdengar persis di telinga Amora. 


Gadis itu mundur memberi ruang pada pemilik suara yang belum dia lihat sosoknya. 


Amora pun duduk di kursi sesuai dengan nomor tiketnya. Dia segera mengirim chat pada mommy dan daddy serta Farid kalau dirinya sudah duduk manis di pesawat dan sebentar lagi ponselnya akan off.


“Kamu beneran sendirian? Kamu masih terlalu kecil untuk pergi jauh sendirian,” sapa sosok di sebelah Amora. Pria itu yang tadi mengatur koper Amora agar mudah masuk ke cabin.


“Iya Om.” Amora masih sibuk berbalas pesan sebelum perintah untuk mematikan daya ponsel. 


“Berapa usiamu, mengapa memanggilku Om? Sepertinya selisih usia kita tak terpaut jauh!” protes sosok tampan disebelah Amora.

__ADS_1


“Tadi anda bilang saya terlalu kecil, jadi wajar kalau saya panggil anda Om. Karena hanya orang tua yang menganggap saya terlalu kecil!” ketus Amora menjawab protes pria itu. Usia Amora memang masih muda, tapi dia juga tak mudah dibodohi. 


“Fine, maaf saya salah. Tapi serius kamu terlalu muda untuk melakukan perjalanan jauh sendirian!” lanjut pria itu.


“Saya bahkan bukan anak SMP. Saya sudah kuliah. Jadi anda tak perlu khawatir. Dan saya tidak minta anda momong saya!” masih dengan nada ketus Amora menjawab pria usil yang meremehkan dirinya. 


Pengalaman pertama yang sangat tidak mengenakkan. Perdebatan mereka terhenti karena para pramugari meminta semua mematikan daya ponselnya serta menggunakan sabuk pengaman. 


“Kamu tinggal di Jogja atau di Jakarta?” tanya pria tampan itu. Usianya sepertinya belum terlalu tua. Bergaya santai dengan kaos pas body dan jacket kulit serta jeans dan topi kulit senada dengan jacketnya. Sneaker biru donker sewarna dengan jeans nya menambah sempurna penampilan pria itu. Di leher kaosnya digantung kaca mata hitam.


Amora malas membalas. Dia ingat nasehat sang mommy yang mengajarkan jangan terlalu ramah pada orang asing. Lama tak mendapat balasan, pria itu mengambil sebuah kartu nama dari dompetnya. 


“Orang tuamu pasti mengajarkanmu jangan mudah akrab dengan mahluk asing ya. Baik, kenalkan namaku DAVA AIRLANGGA PRABANDARU. Dan di kartu ini tertera kantorku serta tempat aku mengajar. Aku ke Jakarta rutin karena ibuku tinggal di daerah Duren sawit, jalan Belanak 5,” Dava mengajak Amora berkenalan sambil memberikan kartu namanya.


‘Belanak 5 Duren sawit? Itukan rumah mommy Kiran. Jadi pria ini dekat rumah mommy Kiran juga?’ Amora hanya membatin dan menerima uluran tangan Dava. “Amora.”


“Kamu kuliah di mana?” cecar Dava.


“UGM, fakultas kedokteran hewan.”


“Saya memberi kuliah di UGM, fakultas ekonomi. Hanya dosen terbang. Seminggu dua kali. Karena saya lebih fokus di usaha saya di Godean,” jelas Dava lagi.

__ADS_1


“Mau ke mana di Jakarta nanti? Ada perlu apa?” sekilas ini pertanyaan biasa. Dan Dava merasa itu tak terlalu mengganggu privasi. Tapi bagi Amora itu terlalu pribadi. Maka dia tak menjawab pertanyaan kenalan barunya itu. Dia lanjut membaca novel yang dia bawa untuk menemani penerbangan ini.


*** 


__ADS_2