CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
48 TERTATIH


__ADS_3

“Masih sempat, kita punya waktu 5 minggu efektif sebelum pernikahanmu yang masih 8 minggu lagi. Kamu terima semua syaratnya, dan mulai besok kamu belajar ilmu dasar memasak dan mencuci baju. Nanti sisanya ibu yang atur, Anto ga akan sadar kalau itu adalah rencana ibu, kita akan menggenggam Anto pelan-pelan tanpa dia merasakan sudah terikat olehmu” kata Gita optimis.


Esoknya Shinta mulai belajar memasak nasi menggunakan rice cooker dan menggoreng tempe serta masakan sederhana lainnya. Dia juga mulai belajar menyalakan mesin cuci dan mensetrika bajunya sendiri. Begitu hari-hari yang Shinta lalui saat ini selain sibuk shopping dan mempersiapkan pernikahannya.


5 hari sejak pertunangannya, Shinta mendatangi Anto dan menyatakan menerima semua syarat dari Anto, dia juga menceritakan sudah mulai belajar memasak dan meminta Anto memaklumi bila masakannya belum terlalu enak.


Anto menerima kehadiran Shinta dengan santai, dia juga berjanji akan memaklumi kemampuan Shinta yang masih terbatas karena baru mulai belajar, beda dengan Dini yang bahkan sering bertukar resep masakan dengan mamanya sejak Dini masih SMP.


***


Dan disinilah mereka sekarang. Di gedung nan megah tempat resepsi pernikahan akbar anak pengusaha sukses. Akad nikah sudah terlaksana tadi pagi di kediaman pengantin putri. Pesta meriah yang sangat mewah dihadiri banyak pejabat dan pengusaha teman-teman ayah Shinta.


“Hai bro, selamet ya” sapa seseorang sambil menepuk bahu Anto.


“Hei, pa khabar loe, seneng gue ketemu lo” balas Anto tak menyangka ketemu dengan Steve temannya di lapangan basket dulu. Teman Dini, Robby dan Harry juga tentu saja.


“Lo tinggal dimana, kasih no HP lo, nanti kita ngobrol” sahut Steve.


“Ok, save nomor gue, 0818.. “jawab Anto menyebutkan nomor HP nya.


“Kita ngumpul yo, kita reunian” jawab Steve antusias.


“Siap, lo atur lah, gue ikut aja” balas Anto.


Steve memang tangan kanan bu Gita pada pelaksanaan pertunangan hingga pernikahan anak bossnya tersebut, namun dia ga mengetahui bahwa yang akan menjadi menantu bossnya adalah temannya. Steve ga habis pikir mengapa Anto bisa menikahi Shinta yang sangat bertolak belakang dengan Anto. Apa Anto tidak tau track record istrinya? pikir Steve. Dia segera meninggalkan panggung pengantin, ingin memeriksa masalah sound system untuk acara ramah tamah, saat dia sedang mundur untuk sedikit memandang panggung penyanyi dari jauh, tanpa sengaja dia menabrak gadis kecil berkebaya silver seperti keluarga pengantin laki-laki.


“Maaf dek, maaf, ada yang sakit?” tanya Steve pada gadis kecil tersebut.


“Ga papa om, maaf juga karena saya sedang mengejar keponakan saya. Sekali lagi maaf om” balas gadis kecil tersebut lalu kembali mengikuti gadis kecil yang berusia sekitar 5 tahunan dengan kebaya serupa dan sedang berlari menuju saung ice cream.


Apa aku setua itu ya sehingga dipanggil om oleh gadis tadi? pikir Steve mendengar panggilan gadis kecil itu.


***


Sabtu pagi, Anto baru saja santai sehabis sedikit beberes di rumahnya. 8 hari sudah dia menyandang status suami, sejak hari ke 4 memang dia memboyong istrinya untuk menempati rumah ini, namun sejak hari ke 2 pernikahan dia sudah mulai menata barang-barang pribadinya lebih dulu, berikut barang-barang dasar rumah tangga seperti alat dapur, mesin cuci dan kulkas, sehingga saat Shinta masuk rumah, tinggal bawa alat-alat pribadi Shinta saja. Itu sebabnya hari ini dia sudah santai.

__ADS_1


Ddrrrtttt ddrrt..HP nya berbunyi, terdapat nomor baru di panggilan masuknya, dia mengangkat panggilan tersebut. “Assalamu’alaykum” sapanya lebih dulu.


“Hallo, nTo, ni gue Steve” sapa orang yang menghubunginya.


“Hallo bro, eh pa khabar lo, gue kira lo ga serius mau telpon gue” sahut Anto.


“Baiklah gue, makanya bisa telpon elo, kalo sakit gue ga telpon lah,” canda Steve. “Lo hebat ya, tau-tau nikah ma anak bos gue aja, padahal semua lajang di kantor ngarep banget nikah ma tambang emas itu” lanjut Steve lagi.


“Emang gue nikahin dia karena harta? ambil aja tu harta kalo lo mau” sarkas Anto, dia malah kecewa karena dugaan orang terhadap dirinya seperti itu, lebih-lebih kalau orang-orang pada tau dia tidak mencintai Shinta.


“Hahahaa, jangan panas gitu bro, gue cuma kasih tau kondisi di kantor gue doang” sahut Steve. “Udah ah, gue mau ngajak lo ketemuan buat bikin acara reuni, lo punya nomor siapa aja yang bisa kita ajak ngumpul buat bahas planning kita, biar gue yang hubungi mereka deh, by the way kita bisa ngobrol pertama besok siang ga, lokasi di café dekat kantor gue” kejar Steve, sepertinya dia sangat antusias akan reuni ini.


“Gue cuma ada beberapa nomor HP, tapi ada juga yang pakai nomor rumah karena gue belum punya nomor HP nya. Paling Rully, Hans, Tuti, Arie, Murni, Ita, Yanti, Samuel, Jaka, yang lain gue ga punya” jawab Anto, “Biar mereka gue yang hubungi gapapa, jam berapa kita mau ketemuan?”


“Jam 3 aja bro, sesudah makan siang. Gue punya no HP Sammy, Ivan, Leo, Gadis, Diah, Wies, Andy, Hamzah, Donald. Eh tunggu…tunggu..masa lo ga punya nomor Dini?” tanya Steve penasaran.


“Gue lost kontak sejak dia nikah, ada nomor rumah nyokapnya, tapi gue ga pernah berani telpon karena takut Harry salah paham. Udah kita hubungi yang ada dulu, nanti dari teman-teman lain kan kita akan dapat banyak nomor yang lain” jawab Anto. Jujur dia juga berharap Dini bisa hadir, namun kan ga akan dia beritahu pada Steve saat ini.


“Ok, see you tomorrow, gue mau langsung hubungi teman-teman yang ada di nomor gue, lo juga langsung hubungi yang ada di HP lo ya” putus Steve.


***


Karena acara dadakan, maka ga banyak yang bisa hadir, namun teman-teman yang ga bisa hadir hari ini bersedia membantu agar acara reuni yang akan diadakan nanti menjadi acara yang sukses.


Heboh temu kangen perdana mereka membawa kebahagian tersendiri bagi yang hadir, disela canda tawa mereka tetap sukses menyusun panitia kecil dan akan di kembangkan lagi dipertemuan berikutnya.


Beberapa diantara mereka juga sempat menyanyi untuk menghibur yang hadir. Anto pun mengajak Steve maju ke panggung buat nyanyi, suara Steve sangat bagus dan dia juga biasa nyanyi di gereja. Anto mengambil gitar dan mendekatkan mike pada gitarnya, dia memberitahu Steve untuk menyanyikan lagu tertatih dari kerispatih. Sambil memainkan piano, Steve pun bernyanyi :


aku berjalan di dalam kesendirian


aku mencoba tak mengingatmu dan mengenangmu


aku tlah hancur lebih dari berkeping-keping


karna cintaku karna rasaku

__ADS_1


yang tulus padamu


begitu dalamnya aku terjatuh


dalam kesalahan rasa ini


jujur aku tak sanggup, aku tak bisa


aku tak mampu dan aku tertatih


semua yang pernah kita lewati


tak mungkin dapat ku dustai


meskipun harus tertatih


begitu dalamnya aku terjatuh


dalam kesalahan rasa ini


aku tak sanggup, aku tak bisa


aku tak mampu dan aku tertatih


semua yang pernah kita lewati


tak mungkin dapat ku dustai


meskipun harus tertatih


 Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini, gimana ini pengantin barunya malah tertatih? Sedih amat sih?


Ikutin ceritanya di bab berikutnya yaa


Jangan lupa like dan vote serta komennya

__ADS_1


Inget pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  ya


__ADS_2