CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
90 DATANG UNTUK MEMOHON MAAF


__ADS_3

90  DATANG UNTUK MEMOHON MAAF


“Serius dia pajang photo di ruang tamu?” tanya Anto ga percaya, dia pikir Dini akan meletakkan photo mereka di kamarnya, paling tidak di ruang keluarga, bukan di ruang tamu seperti sekarang. Kalau di ruang keluarga kan ga semua tamu bisa melihatnya, hanya yang masuk sampai kedalam yang akan tau. Dia sangat bahagia Dini berani memproklamirkan diri seperti itu, karena siapapun yag datang pasti akan langsung melihat photo itu


***


Harry menghubungi Dini sore ini, dia memberitahukan akan datang ke Jogja di week end besok. Dia memang bertanya dulu, karena takut pas datang, Dini tak ada dirumah.


“Datang aja, week end aku ada dirumah koq” kata Dini ramah pada mantan suaminya itu, aku juga mau ngobrol ama kamu” lanjut Dini


“Ok, insya Allah aku datang hari Sabtu pagi, see you” kata Harry menutup telponnya


Saat absent malam, Dini memberitahu Anto rencana kedatangan Harry ke Jogja. “Wah coba datangnya minggu depan ya, biar bisa barengan kan seru” kata Anto. Jadwal kedatangan Anto ke Jogja memang minggu depan saat long week end. Hari Selasa libur, sehingga di kantornya diberlakukan cuti bersama, maka dia libur sejak hari Sabtu hingga hari Selasa.


“Ga dapat tiket katanya maz” jawab Dini


“Iya sih, maz aja buat pulang hari Rabu nya ga dapat penerbangan yang pertama” kata Anto membenarkan perkataan Harry. Ga kerasa sekarang sudah bulan ke 8 sejak Dini berani membalas cintanya


Huk huk, Anto terbatuk saat sedang bicara dengan Dini “Kurangi rokokmu maz” pinta Dini


“Sejak kamu pindahkan bungkus rokokku di rumahmu. Maz mulai kurangi rokok koq de, dan sejak kamu berani menjawab pernyataan cinta maz, maz sudah berhenti total. Apa ga kerasa saat maz menciummu? Apa masih ada bau rokok seperti saat maz cium pertama di kamar depan?” tanya Anto


Dini yang ditanya hal itu malah gelagepan, dia hanya mengingat mendapat manis dari bibir Anto, ga pernah memperhatikan bau rokok atau tidak


“Koq diem de? Terlalu konsen ama kegiatan ciumannya jadi ga pernah perhatiin bau rokok ya de” goda Anto


“Au ah” kata Dini menghindari pembahasan itu lebih lanjut


“Harry ada maksud apa selain kangen dengan Amora?” tanya Anto, karena dia pertama kali datang saat ulang tahun Amora 9 bulan lalu, lalu baru akan berkunjung minggu depan.


“Ga tau maz, cuma bilang boleh datang ga” kata Dini


“Ya bolehlah, dia kan ayahnya Amora, masa ga boleh datang, bahkan kalau nanti kita sudah bersama, maz ga akan larang dia datang koq” lanjut Anto


“Dia belum tau tentang kita maz, karena selama ini ade ga pernah ngobrol ama dia sama sekali, dan dia juga jarang telpon Amora. Sejak kita jadian aja sepertinya dia baru telpon 5 atau 6 kali “ kata Dini menjelaskan

__ADS_1


“Kenapa gitu ya de? Padahal sepertinya dia sangat mencintai Amora. Steve cerita Harry sangat terharu waktu ngobrol dengan Amora di telpon saat di lapas” tanya Anto mempertanyakan sikap Harry.


“Mbuhlah, ade juga ga tau. Maz ade ngantuk, bobo dulu ya. Miss you maz ku” kata Dini


“Miss you too my sweet heart. Met bobo ya. Assalamu’alaykum cintaku” kata Anto mengakhiri pembicaraan mereka malam ini


***


“Assalamu’alaykum” salam Harry saat memasuki rumah Dini, rupanya dia naik pesawat pagi sehingga jam 7 sudah sampai Bumijo. Kalau naik kereta malam, subuh sudah sampai stasiun Tugu


“Wa alaykum salam, monggo pak langsung masuk kedalam saja, ibu dan mbak Amora sedang sarapan, bapak diminta ibu langsung ke dalam” sambut mbak Inah yang membukakan pintu


Harry memasuki ruang tamu, dia terhenyak melihat sambutan photo keluarga yang dipajang di ruang tamu. Terlihat senyum bahagia dari Anto, Dini dan Amora. Walau dia juga memiliki photo ber 3 dengan Dini dan Amora, namun berbeda auranya. Harry melanjutkan langkahnya, diruang keluarga dia melihat photo dengan pose yang sangat memukau, Anto dan Dini mencium pipi Amora secara bersama-sama.


“Sini Harr, langsung makan yok” ajak Dini sambil menghampirinya dan mereka bersalaman


“Ayah ayo maem bayeng Moya” ajak Amora yang tidak diperkenankan turun dari kursinya saat makanan belum habis dari piringnya


“Gimana khabar mama dan papa?” tanya Dini berbasa basi


“Alhamdulillah kalau mereka sehat” kata Dini


“Mom, udah abis” lapor Amora


Harry mendengar Amora memanggil Dini dengan sebutan mom, bukan bunda seperti saat dengan dirinya


“Good job” sahut Dini, langsung cuci tangan dan mulut ya, jangan basah bajunya” kata Dini mengingatkan Amora


“I will mom“ sahut Amora


“Nambah Harr, tadi tu aku ga keluar karena lagi suapin Amora makan. Dia ga boleh bangun bila makanan dipiring belum habis” jelas Dini


“Cukup lah”, kata Harry menyudahi sarapannya


“Mbok, kukuti ( beresin ) yo, sekalian bikinkan kopi untuk ayahnya Amora” pinta Dini pada simbok

__ADS_1


“Pahit seperti untuk den Steve atau pakai gula mbak?” tanya simbok


“Sama dengan Steve, sedikit gula aja mbok” kata Dini


Mengingat Steve, Harry langsung ingat kedekatan Dini dan Amora dengan Steve dan photo di ruang tamu. “Aku pikir kamu jadian ama Steve, koq yang dipajang photonya beda”  kata Harry


“Hehehe, kamu kan tau aku dan Steve seperti apa, masa ga tau sih” kilah Dini. “Kalau ama Anto baru jadian 8 bulan lalu”


“Kapan kalian akan menikah?” tanya Harry


“Belum siap, masih banyak yang harus kami pikirkan, masih banyak yang aku rencanakan untuk disesuaikan dengan keinginan Anto, kami ga mau memasuki pintu rumah tangga masih banyak PR masa lalu. Selain itu juga aku mau selesaikan S2 dulu” kata Dini


“Kamu lagi kuliah?” tanya Harry


“iya, 2 semester lagi rampung, semoga aja lancar” kata Dini memberitahu harapannya pada Harry


“Aaamiiiiin, semoga lancar” kata Harry


“Minum kopinya Harr, kata Dini menawarkan kopi yang sejak tadi sudah dibikinkan oleh simbok. “Kamu tumben kesini, ada apa? Karena aku rasa bukan kangen Amora kan tujuan utama mu?” tembak Dini.


Dini tidak melihat Harry menampilkan rasa kangen pada Amora, sejak kedatangannya dia hanya selintas mencium puncak kepala Amora lalu membelainya, tak ada tanya jawab apalagi hendak menemaninya bermain seperti yang selalu Anto lakukan bila dia datang. Anto tau waktu Amora terbatas karena akan terpotong dengan jadwal tidur siang atau tidur malamnya, maka ketika Amora masih melek, waktunya akan terfocus pada Amora, Dini berada diurutan kedua. Anto bisa panas dingin merindukan Amora, lalu pernah sengaja terbang ke Jogja hari Rabu siang hanya untuk mendekap Amora dan hari Kamis pagi langsung berangkat meeting ke Bali


“Aku sebenarnya kesini diutus papa memohon ampun padamu. Papa terpukul saat ini. Leo ga mau membantu, harus aku yang menyelesaikan sendiri” desah Harry lirih


“Ada masalah apa Harr? Kamu koq nakutin gitu ceritanya” kata Dini


Ddrrrt ..drrtt.. HP Dini berbunyi “Sebentar ya Harr, jadwal absen Sabtu pagi” kata Dini meminta ijin mengangkat telpon yang masuk


“Assalamu’alaykum maz” salam Dini bagi Anto yang menghubunginya.


“Moya sudah free kan?” tanya Anto


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini


Jangan lupa like dan vote nya ya

__ADS_1


jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya


__ADS_2