
81 PERTEMUAN TAK DISENGAJA
Anto merapihkan kopernya yang penuh sesak ditambah ranselnya, padahal saat berangkat, isi kopernyanya hanya 1/3 saja. Perjalanan kali ini dia mulai beli oleh-oleh untuk Dini dan Amora. Tidak seperti kunjungan tahun-tahun lalu, oleh-olehnya hanya untuk keluarganya saja.
***
Di tanah air Dini baru saja merampungkan urusan administrasi di IKIP Jakarta, berkaitan dengan keperluannya di UGM. Dia berangkat ke Jakarta hari Selasa malam, dan akan pulang ke Jogja hari Sabtu siang
Saat ini dia sedang packing barang bawaanya yang memang hanya sedikit, dia ga mau repot, semua keperluannya dia kirim via ekspedisi herona, yang dia bawa hanya baju ganti Amora serta sedikit jajan untuk Amora diperjalanan dan surat-surat yang dia urus. Ke Jakarta pun dia tidak mengajak pengasuh, selama dia mengurus surat-surat, Amora dijaga mami nya
***
”Udah siap Din? Ga tunda besok aja pulangnya?” bujuk bu Dyah, “Eyang kan masih kangen Amora” katanya lagi
“Udah mi, siap berangkat, kalau kangen tu gampang, tinggal yangkung dan yangti berangkat Jogja, beres kan?” sahut Dini lugas
Pak Iman menjalankan mobilnya menuju bandara. “Tiket sudah kebawa Din, cek dulu, dompet dan HP” tanya pak Iman
Dini langsung kembali membuka tasnya memastikan sekali lagi surat-surat yang dibutuhkan untuk pulang ke Jogja. “Sudah pi, ada semua” jawabnya
***
Pesawat yang Anto tumpangi baru saja mendarat, diluar pesawat Anto langsung menyalakan HP nya, terlihat beberapa panggilan dari driver kantor yang bertugas menjemput kedatangan mereka
Anto menghubungi driver tersebut. “Kenapa pak?” tanyanya begitu terhubung
“Maaf pak Anto, ini saya sekalian mengantar pak Direktur, pak Anto diminta bertemu beliau di area keberangkatan domestik, karena beliau ingin bertemu sebelum terbang ke Bali” sahut seseorang yang di hubungi Anto by phone
“Ok pak, kami semua kesana sesuai perintah” kata Anto
Dini baru saja turun dari mobil, dia mengambil tas ransel berisi surat-surat dan baju ganti Amora serta sedikit snack. Dituntunnya Amora, berjalan pelan sambil menunggu papinya memarkir mobil
Koq mirip dia ya? Apa aku berhalusinasi saking rindu padanya? Pikir Anto melihat sosok seseorang yang mirip Dini dan Amora. Perempuan muda dengan celana jeans dan kaos tangan panjang dengan krah turtle neck berwarna ungu muda, dengan tas punggung menggandeng anak kecil. Berjalan agak jauh didepannya. Perempuan itu berjongkok, membetulkan sepatu anak kecil tersebut, sementara jarak mereka menjadi semakin dekat karena perempuan tersebut berhenti. Saat perempuan itu menyibakan rambutnya dan melihat kebelakang mencari seseorang, Anto melihat jelas kalau perempuan tersebut memang Dini
“Assalammu’alaykum” salamnya
__ADS_1
Dini berdiri dan melihat yang memberi salam. “Wa alaykum salam” jawabnya lirih. Anto berjongkok dan menyapa Amora “Anak daddy, sehat kamu nak?” kata Anto menciumi pipi Amora dan keningnya
“Daddy” kata Amora sambil memeluk Anto erat. Anto mengangkatnya dan menggendongnya. Dia memeluk Dini dan memberi kecupan di puncak kepala wanita idamannya
“Mau pulang ke Jogja?” tanya Anto memastikan
“Iya, sejak hari Selasa disini, urus surat-surat ke kampus” jawab Dini
“Kamu kenapa menghindar de, maz salah apa?” tanya Anto lirih
“Jangan dibahas maz, tu mami dan papi sudah datang” kata Dini
“Assalamu’alaykum om, tante, apa khabar? Anto menyapa kedua orang tua Dini dengan sangat sopan
“Wa alaykum salam, kamu dari mana Nto,” kata bu Dyah yang melihat koper Anto masih ada stiker kedatangannya
“Tugas tante, 8 hari di India” jawab Anto
“Lho, baru datang dari luar negeri koq disini?” tanya bu Dyah bingung
“Direktur minta ketemu, sebelum beliau terbang ke Bali, saya sedang menunggu beliau” jelas Anto
“Ndak mau” kata Amora sambil mendekap erat leher Anto.
“Bawain tas saya ya, nanti masukin mobil duluan aja, saya antar si kecil ke dalam dulu sebentar” kata Anto menitipkan koper dan ranselnya pada teman satu teamnya
“Anak cantiknya daddy ga rewel ya, Moya pinter kan? Sekarang pulang dulu dengan mommy, nanti daddy nyusul ke rumah Moya” bisik Anto pada Amora digendongnnya. Diciuminya pipi serta kening gadis kecil itu sambil tetap dipeluk erat. “Daddy janji nanti main ama Moya, kita baca cerita lagi, sekarang nurut mommy ya?” kata Anto lagi, dia sengaja membiasakan menyebut Dini dengan mommy sebagai pasangan daddy.
“Daddy nda bo’on?” tanya Amora ragu
“Daddy ga pernah bohong kan? Daddy sayang Moya, tapi kalau Moya ga nurut mommy, daddy ga akan datang ke rumah Moya” jawab Anto. “Sekarang turun dan salim, lalu pulang sama mommy” pinta Anto pada Amora
Amora memberikan tangannya meminta salim pada Anto, menciumi pipi Anto sambil mengucap muaah. Anto terkekeh melihat aksi muah gadis kecil itu, dia lalu menurunkan Amora dari gendongannya. Saat itu Dini sedang salim dengan mami dan papinya
Anto memeluk Dini, mengecup puncak kepalanya serta berbisik di telinga perempuan pujaan hatinya itu : I love you so much de, angkat telpon maz ya. Dini melepaskan pelukannya dan mengangguk.
__ADS_1
Rahdini POV
“Assalammu’alaykum” salam seseorang saat aku sedang membetulkan sepatu Amora yang talinya terlepas. Kami sedang di bandara Jakarta hendak kembali ke Jogja. Sudah 4 hari aku di Jakarta mengurus surat-surat administrasi di kampusku untuk keperluan administrasi di UGM yang belum aku lengkapi
Aku berdiri dan melihat yang memberi salam. “Wa alaykum salam” jawabku lirih. Kulihat Anto berjongkok dan menyapa Amora “Anak daddy, sehat kamu nak?” kata Anto menciumi pipi Amora dan keningnya. Aku ga nyangka kami bertemu disini. Pria yang aku hindari sudah hampir sebulan sejak dia pulang dari Jogja
“Daddy” kata Amora sambil memeluk Anto erat. Anto mengangkat dan menggendongnya. Aku merasakan kehangatan pelukannya sebelum dia akhirnya memberi kecupan di puncak kepalaku.
“Mau pulang ke Jogja?” tanya Anto memastikan
“Iya, sejak hari Selasa disini, urus surat-surat ke kampus” jawabku
“Kamu kenapa menghindar de, maz salah apa?” lirih dia berbisik padaku
“Jangan dibahas maz, tu mami dan papi sudah datang” balasku untuk mengelak pertanyaannya
“Assalamu’alaykum om, tante, apa khabar? salamnya pada kedua orang tuaku
“Wa alaykum salam, kamu dari mana Nto,”: jawab mamiku
“Tugas tante, 8 hari di India” jawab Anto
“Lho, baru datang dari luar negeri koq disini?” mami bingung mengapa baru datang dari luar negeri koq berada di lokasi keberangkatan domestik
“Direktur minta ketemu, sebelum beliau terbang ke Bali, saya sedang menunggu beliau” jelas Anto
“Ya sudah maz, aku masuk ya, biar ga keburu-buru, maklum cuma berangkat berdua” pamitku “Amora ayo, salim dulu ke daddy”
“Ndak mau” kata Amora sambil mendekap erat leher Anto.
“Bawain tas saya ya, nanti masukin mobil duluan aja, saya antar si kecil ke dalam dulu sebentar” Anto menitipkan koper dan ranselnya pada teman satu teamnya
“Anak cantiknya daddy ga rewel ya, Moya pinter kan? Sekarang pulang dulu dengan mommy, nanti daddy nyusul ke rumah Moya” bisik Anto pada Amora digendongnnya. Kulihat dia menciumi pipi serta kening Amora sambil tetap dipeluk erat. “Daddy janji nanti main ama Moya, kita baca cerita lagi, sekarang nurut mommy ya?” kata Anto lagi.
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya ya
jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya