CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
149 SOSOK HARRY PALING DICARI DI RUMAH DUKA SARAH


__ADS_3

Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan? Terimakasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Waah kecewa ya kemarin tidak dibahas sosok mas Dhar lagi? Sorry deh, karena tiba-tiba ada berita aduka meninggalnya Sarah. Sosok yanag pernah melintas dikehidupan Dini dulu. Semoga episode lusa sosok mas Dhar bisa hadir ya.   Ikutin terus keseruan bab ini.


Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….


Maturnuwun.


------------------


‘Siapa Sarah?’ tanya Risye menjawab chat yang Leo kirimkan.


“Kamu dimana honey? Aku jemput dimana?” Leo langsung menelepon calon istrinya itu.


“Aku di kantor penerbit,” balas Risye.


“Aku jemput kamu sekarang bisa?” tanya Leo.


“Satu jam lagi aku baru selesai, kalau kamu terlalu cepat kesini, nanti kamu terlalu lama menunggu,” jawab Risye.


“Ya sudah, aku on the way tiga puluh menit lagi karena juga harus menyelesaikan berkas yang sedang aku kerjakan. Soal siapa Sarah akan aku ceritakan saat meluncur ke rumahnya ya?” balas Leo.

__ADS_1


“Oke babe, see you” jawab Risye. Sekarang Risye memanggil Leo dengan BABE.


Leo juga mengabarkan meninggalnya Sarah kepada Dini dan Steve. Steve mengenal Sarah dengan baik saat kegiatan di gereja dan saat Sarah menjadi teman ranjangnya Harry. Sedang Dini pernah tahu dan kenal Sarah saat pesta wisuda Harry.


“Turut berduka ya Yo, kamu mau ke rumah duka?” tanya Dini.


“Sebentar lagi aku jemput Risye, lalu kami berangkat berdua. Papa mungkin berangkat sendiri dari rumah. Sedang Harry bilang enggak ingin hadir karena malas bertemu kerabat,” jelas Leo.


“Oke Yo, take care. Salam buat Risye ya?” Dini pun memutus sambungan telepon dari adik iparnya itu. Dia merenung sebab akibat yang dialami oleh Sarah. Karena pola hidup yang Sarah pilih maka Aids menghampirinya. Dia tidak bisa membayangkan bila punya suami yang masih senang bercocok tanam secara bebas. Lalu dia tertular penyakit mematikan dari suaminya.


Dini juga tak habis pikir mengapa Harry malas datang ke rumah mantan kekasihnya itu. Apa dia tak sanggup melihat kepergian lawan berperang di ranjangnya itu? Atau dia malas mengikuti tata cara ibadah keluarga Sarah? ‘Terserah!’ batin Dini, dia malas memikirkan tentang Harry. Sosok lelaki yang membuatnya kehilangan masa remajanya. Saat mayoritas teman masih bebas kemana pun, dia sudah diwajibkan memikirkan tentang anak karena sudah memiliki Amora.


Leo menceritakan siapa sosok Sarah bagi Harry dan Dini. Dia tak ingin menutupi, karena kemungkinan besar Risye akan mendengar bisik-bisik diantara para kerabat yang akan mereka temui di rumah duka. Mereka pasti akan menanyakan Harry dan akan mengulas kisah urakan Sarah dan Harry dulu. Tak ada yang perlu ditutupi. Leo tak ingin Risye mendapat info dari orang yang tidak tahu secara jelas.


“Jadi Dini kenal Sarah?” tanya Risye untuk memastikan.


“Pernah bertemu satu kali saat mama sengaja mempertemukan kembali Sarah dan Harry di pesta wisuda Harry. Pesta yang berhasil mama buat untuk meruntuhkan rumah tangga Harry dan Dini. Seandainya tak ada pesta itu dan tak ada skenario kotor mama dan Sarah. Kemungkinan Dini masih bertahan hidup dengan Harry demi Amora. Dini bukan orang yang tidak mempedulikan nasib orang lain terlebih anaknya sendiri. Walau Harry bukan suami pilihan Dini, aku yakin Dini akan bertahan bila tidak di selingkuhi.” Leo menjelaskan semuanya.


“Kasihan ya Dini,” Risye mengeluhkan nasib temannya itu.

__ADS_1


“Kesalahan ada di Harry, dia terlalu lemah. Dia selalu berpegang pada, surga di bawah telapak kaki ibu. Tapi tidak pernah berpikir perintah ibu seperti apa yang harus dia turuti? Kalau perintah ibu bertentangan dengan kebenaran, apa masih bisa kita bilang bila tidak menuruti perintah itu kita salah? Jelas-jelas mama memerintah Harry kembali menjalin cinta dengan Sarah, padahal saat itu Harry  sudah punya anak dan istri!” Leo geram kalau ingat pesta itu. Pesta yang membuat kehidupan Dini hancur.


“Kita belum kenal mendalam. Aku hanya minta, kita selalu saling memberi info. Kita selalu jujur dalam segala hal. Kita selalu saling percaya. Kalau kamu dengar tentang aku dari seseorang, kamu jangan langsung telan bulat-bulat info itu. Kamu cari tahu kebenarannya dan lebih baiknya kamu tanya ke aku. Sebaliknya aku juga akan begitu. Kamu pernah gagal akan berumah tangga, tapi bukan berarti kamu lebih pengalaman dari aku yang belum pernah pacaran dengan siapa pun ‘kan?” cetus Leo sambil menggenggam tangan kanan Risye dengan tangan kirinya. Selintas dia memalingkan wajahnya karena saat itu mereka sedang berhenti di traffic light.


“I will babe, kita sama-sama belajar ya?” balas Risye pasti. Dia merasa bersyukur masuk dalam lingkungan keluarga Dini yang saling mengasihi dengan siapa pun. Leo cukup puas dengan jawaban Risye. Dikecupnya jemari Risye dan dia kembali melajukan mobilnya menuju rumah duka.


Seperti yang Leo duga. Sosok Harry paling dicari. Karena Sarah hanya pernah menjalin hubungan lama dengan Harry. Sedang dengan sosok lain Sarah hanya making love tanpa terikat hubungan. Dia memang terkenal sebagai sosok yang mau di bawa siapa pun asal bayaran cocok.


Risye merasa agak risih mendengar bisik-bisik di rumah duka. Dia tak suka, saat ada duka, mereka malah membicarakan keburukan yang meninggal. Namun dia tentu tak bisa berbuat apa pun. Leo memperkenalkan Risye sebagai calon istrinya dan mengatakan mereka akan menikah tiga minggu lagi.


“Apa khabar Yo?” sapa seorang gadis cantik putih setinggi Risye. Soal kecantikan Risye dan gadis itu setara. Bentuk body juga sama-sama indah dan menawan pria. Bedanya rambut Risye panjang hitam bergelombang, sedang gadis yang menyapa Leo berambut cepak seperti laki-laki.


“Hai usi Peggy, apa khabar juga? Aku baik, kenalkan ini calon istriku!” Leo langsung memagari dirinya dengan memperkenalkan Risye. Karena sehabis bertanya, Peggy langsun cipika cipiki seperti kelaziman di keluarga mereka, nmun yang sering Peggy lakukan selama ini dia akan mencuri ciuman di bibir dari Leo. Peggy adalah sepupu Sarah. Sejak dia SMP sudah menyukai Leo. Dia sangat mendamba menjadi kekasih Leo. Saat itu Harry dan Sarah sudah menjadi pasangan maka dia sering ikut bila Sarah mendatangi rumah Harry. Sayang Leo yang saat itu sudah SMA tidak menyukai Peggy. Dia selalu memanggil Peggy dengan sebutan usi yaitu panggilan untuk kakak perempuan, mengikuti panggilan Sarah. Karena Peggy anak kakak papie nya Sarah.


----------------


Sedih juga ya lihat nasib Sarah. Karena sering melakukan aborsi dia kena kanker rahim dan karena terbiasa hidup bebas, dia kena penyakit mematikan Aids. Nantikan keseruan apalagi di bab berikutnya ya


Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.

__ADS_1


Salam manis dari Jogja


__ADS_2