
64 MOYA TANEN
“Hallo bro, pa khabar” sapa Steve pada orang yang menelponnya. “Gue di café pelangi lagi maksi, tapi udah mau selesai sih, kalau lo mau dateng mbayarin ya gue ga nolak. Balik kantor tapi siangan lah” begitu percakapan Steve
Sedang Dini mendapat telpon dari pengasuh Amora yang melaporkan susu Amora akan habis.
Lamat-lamat terdengar lagu bermimpi dari Base Jam
Kala aku sedang sendiri kucoba renungi
Ingin apa aku ini, tak pernah mengerti
Sampai kini kusadari aku tetap tak perduli
Hanya aku jalani hidup ini, hoeoo... yee...
'Ku duduk dalam sepi, 'ku melamun sendiri
Mau apa aku ini, tak kupahami
Semua orang pasti ingin dapat raih bahagia
Kalau hanya itu aku pun t'lah mengerti
Kadang ingin pergi, kadang ingin sendiri
Sampai kini 'ku tak tahu pasti
Aku hanya bisa bermimpi
'Ku hanya ingin hidup bahagia oh...
Aku hanya bisa bernyanyi
Aku tak tahu apa yang kucari di muka bumi, hoeoo... yee...
Aku lihat layang-layang dapat terbang tinggi
Namun sesekali goyah dan ia jatuh lagi
Apa mungkin kutemui kunci di hati
Yang 'kan ungkapkan segalanya suatu saat nanti
Kadang-kadang ingin pergi, kadang ingin sendiri
Sampai kini 'ku tak tahu pasti
Aku hanya bisa bermimpi (bermimpi)
'Ku hanya ingin hidup bahagia (sampai akhir nanti)
Aku hanya bisa bernyanyi (dalam hati)
Aku tak tahu apa yang kucari di muka bumi
__ADS_1
Kadang aku bermimpi, ingin aku miliki
Khayalan yang ada di hati
Bukanlah mimpi, eeyoo...
Bukanlah mimpi, yooo...
Kadang-kadang ingin pergi, kadang ingin sendiri
Sampai kini 'ku tak tahu pasti, yeee... (pusing hatiku saat ini)
Bermimpi (bermimpi)
Ku hanya ingin hidup bahagia (sampai akhir nanti)
Aku hanya bisa bernyanyi (dalam hati)
Aku tak tahu apa yang kucari di muka bumi
Hoeyoo... hoeyoo...
Bermimpi... bermimpi...
Saat sedang intro Steve meminta Dini memperhatikan syair lagu itu. “Gue banget nih lagu” kata Steve
“Ga usah bingunglah, mantabkan hati aja” jawab Dini. “Kamu sudah diminta balik kantor ya?” tanya Dini
“Yang tadi telpon Anto, biasa gitu, kita tu ( maksudnya kami ) sering maksi bareng kalau pas lagi bisa ketemuan, kadang ama Robby, Jack atau siapa aja yang bisa, sejak rencana reuni kan jadi pada sering say hello” jawab Steve memberi tau siapa yang menelponnya tadi.
“Wah apa khabar Robby, udah berapa abad ga ketemu ama dia” kata Dini
“Owh..” Dini ga ingin menanggapi. Dia ga mau tau kalau soal seperti itu. “Ya udah yok pulang, aku di telpon si mbak susu Amora habis, jadi harus belanja dulu, kamu janjian ama Anto? Aku duluan ya” pamit Dini
“Ga janjian koq, karena aku bilang maksi udah hampir selesai, lagian aku ga bilang lagi maksi ama kamu, jadi dia ga akan kesini” kata Steve
“Please, jangan kasih tau Anto kalau kita sedang bersama atau kapanpun, aku ga mau ketemu. Status dia duda, aku ga mau ada omongan ga baik” pinta Dini
“Jadi kalau statusnya single belum nikah kayak aku boleh ya ketemuan bahkan kencan ama kamu” goda Steve
“Steve, kamu tau kan maksudku, udah ah malas ngomong ga nyambung ama kamu” kata Dini sambil berdiri
“Bareng dong keluarnya, tungguin aku bayar dulu” pinta Steve sambil memegang tangan Dini
Mereka berpisah di parkiran
***
“Hallo bro, sibuk?” tanya Steve pada orang di ujung telpon
“Biasa lah, depan computer, kenapa?”
“Pas lo telpon tadi, gue lagi maksi ama Dini” jawab Steve
”What? Kenapa lo ga kasih tau gue, kan gue bisa gabung” kata orang tersebut, yang ternyata Anto
__ADS_1
“Kan gue bilang, tadi udah mau selesai, kalau harus nungguin elo, ya gue kelamaan balik kantornya” jawab Steve lagi
“Ya lo harusnya kasih tau pas mau berangkat dong, lo ga gunting gue kan?” sesal Anto
“Kalo gue kasih tau sebelum berangkat gue ga bisa curhat ke dia dong. Tadi gue juga nemenin dia ketemu Harry di lapas. Sekarang dia mau belanja keperluan Amora” jelas Steve
“Lo curhat ke dia? Lebay lo” ejek Anto
“Yang penting gue bisa ngobrol ama dia, hehe, ya udah ya, gue udah sampe kantor nih mau parkir dulu” Steve langsung menutup sambungan telponnya
Anto ingat dia juga belum belanja keperluan mamanya, tapi kalau dia bergegas ke supermarket sekarang ga akan bisa karena kerjaannya sedang numpuk setelah seminggu full dia ga masuk kantor akibat kematian Shinta
***
Sabtu pagi, Sari janjian dengan Anto belanja bulanan, sejak rumahnya terbakar Anto kembali tinggal di Rawasari di rumah mamanya
“Mama ikut yok” ajak Anto
“Malas mas, mama di rumah aja, mau berkebun” jawab mamanya
“Ada yang mau dititip ga?” tanya Anto
“Ada, beberapa bahan kue dan bumbu kue ada yang habis, tadi sudah kasih catatan ke Sari
“Ya udah mas berangkat, mama jangan kepanasan nanti pusing, kalau capek istirahat dulu” pamit Anto pada mamanya karena sejak tadi Sari sudah ke garasi
Sari melihat Anto mengambil diapers dan susu batita serta beberapa snack sehat untuk anak batita. Dengan pedenya Anto memasukan barang-barang pilihannya ke trolly yang di dorong Sari. “Wah ada yang udah punya anak nih” goda Sari pada kakaknya
“Iya dong, dan jangan kaget kalo liat Steve juga beli barang-barang serupa” jawab Anto
“Wah, itu princess emang banyak pemujanya ya” kata Sari kagum, sekarang dia tau, untuk siapa barang-barang yang kakaknya ambil
“Udah dapet semua pesanan mama? Trus keperluan bulanan ada semua?” tanya Anto
“Udah lengkap” jawab Sari
“Mampir ketempat Amora ya, mas kangen ma dia” kata Anto sehabis mereka bayar belanjaan
***
“Daddy..” pekik Amora saat melihat Anto turun dari mobilnya. Anto menyerahkan tas belanjaan ke Sari lalu dia bersimpuh diatas lututnya agar bisa sejajar dengan Amora. “Tanen” kata Amora
“Wah udah bisa bilang tanen ya, ga anen lagi” kata Anto sambil memeluk dan menciumi gadis kecil itu
“Iyaaahh” jawab Amora sambil mengangguk
“Koq ga kangen ama tante Yai? Ga kiss tante Yai?” goda Sari
“Ndak tanen nte Yai” kata Amora sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
“Hehehe, dia cuma kangen ama cowok de, kalau ama perempuan cuma ke aku aja bilang kangennya” kata Dini yang baru keluar dari rumahnya ketika diberitahu pengasuh Amora, ada tamu yang datang. “Masuk de” ajak Dini pada Sari
“Jangan-jangan ajaran bundanya tuh” goda Sari
“Hahahahaaaa, iya de… ngapain kan kita kangen ke ceweq?” kata Dini menjawab kelakar Sari. “Dari mana de? Khabar mama gimana?” tanya Dini, mereka duduk diteras, sedang Anto entah kemana dibawa Amora
__ADS_1
“Belanja bulanan, banyak bumbu kue mama yang habis. Mama sehat, main dong ke rumah” ajak Sari
“Lagi banyak kerjaan de, kan mau ulangan semester, banyak tugas siswa yang harus dikoreksi selain bikin soal. Nanti deh habis semesteran aku main. Kangen kue bikinan mama juga” jawab Dini