
Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan? Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.
Kemarin papa Peter sudah membuka tentang Harry yang tidak mau lagi berumah tangga. Bakal bisa bertahan enggak ya ayah Harry. Kali aja ketemu bidadari yang kehilangan selendang sehingga mereka bisa berjodoh. Tapi enggak di bab dekat-dekat ini ya? Sekarang kita ikutin terus keseruan bab ini.
Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
----------------
‘Puji Tuhan, acara Leo lancar, andai Sandra bisa ikut merasakan suka cita ini,’ Peter membatin saat mereka baru saja keluar rumah calon besannya. Dia duduk dibelakang bersama Vionne. Sedang Harry yang menjadi driver adiknya kali ini. Walau saat ini kondisi Vionne belum kembali normal, namun sebagai papa, tentu saja Peter berharap Vionne juga akan berumah tangga dengan benar. Dia kemarin sudah banyak diskusi dengan putra sulungnya. Harry masih belum ingin berumah tangga lagi. Dia tak pernah ingin berpaling dari Dini. Dan dia sangat menyesalkan rumah tangganya yang hancur karena ulah mamanya. Harry benar-benar sudah menutup pintu hatinya untuk perempuan lain. Karena memang sejak dulu dia hanya pernah jatuh hati pada satu wanita yaitu Dini. Dengan Sarah, Harry hanya untuk fun, tak ada cinta, dia dulu senang dengan attensi wanita itu saja. Ternyata attensi Sarah hanya sebagai penarik untuk menjadi pengguna narkoba. Karena Sarah adalah penyalur. Sehingga dia bisa mendapat pembeli sekaligus lawan bergulat di ranjang.
***
Hari ini Anto sengaja mengajak keluarga kecilnya mengunjungi mamanya. Maka disinilah mereka sejak pagi tadi. Di rumah Sari. Nyonya rumah yang sedang membawa tambur tentu senang walau sering terlihat napasnya ngos-ngosan karena lelah mondar mandir. “Kamu jangan kecapean de,” Dini mengingatkan Sari yang terlihat sangat lelah.
“Enggak mbak, aku enggak apa-apa kok,” Sari tetap ngeyel dan tak mau istirahat. Sari sangat senang kakak dan kakak iparnya datang memberi kejutan. Karena tumben mbak Dini tidak memberitahu dirinya lebih dulu.
“Cukup de,” Anto sedikit keras. Dia tak mau Sari terlalu lelah. “Kami bisa ambil semua yang kami inginkan. Kamu duduk manis aja,” lanjut Anto.
Kemana Steve? Kenapa dia enggak perhatiin istrinya? Hahaha, papa Steve sedang jadi penjaga gawang, dia bermain bola dengan Amora, Dhisty, Abbhie dan Arya. Tawa keempat anak itu terdengar sampai dalam ruangan keluarga. Anak-anak terkekeh melihat Steve jatuh saat akan menangkap bola tendangan Abbhie.
Mama sangat bahagia melihat anak-anak dan para menantu akrab, para cucu juga sehat dan bahagia. Dia sama sekali tidak ada persiapan menyambut anak, menantu serta cucunya. Dia segera melihat stock di lemari pendinginnya. Akhirnya dia memasak sayur sederhana. Sayur asem, goreng tempe dan ikan asin serta sambal dan lalap. Sedang untuk cemilannya, mama membuat siomay kesukaan Dini dan Sari. “Din, mama masih ada pepes jamur, nanti di panaskan dan di bakar aja ya buat tambahan lauk.”
“Tadi aku beli gudeg sih, Ma. Tapi enggak cocok ama sayur asem dan teman-temannya itu. Jadi gudeg Mama simpan aja buat makan malam atau buat besok. Ini semua sudah cukup kok Ma.” Dini menjawab mertuanya kalau dia sudah bawa lauk. Dengan sigap dia mengambil pepes dari lemari pendingin dan membawanya ke dapur untuk di bakar.
“De, hari ini Leo dan Risye tunangan lho, kamu bisa datang di pernikahan mereka?” tanya Dini pada adik iparnya, saat dia sudah selesai membantu mama mertuanya. Saat ini mama hendak membuat puding buah, tapi enggak ingin dibantu. Dia menyuruh Dini duduk menemani Sari agar putri bungsunya tidak terlalu banyak bergerak.
__ADS_1
“Aku pengeeeeeeeeeeeen banget mbak. Tapi ama Abang enggak boleh berangkat. Dia bilang walau naik kereta tetap enggak boleh, karena hari pernikahan bung Leo itu dua minggu menjelang HPL. Abang enggak mau ambil risiko. Kemaren Abang sudah bilang ke bung Leo, kalau kami tidak akan datang,” Sari memberitahu keputusan Steve semalam. Dia tidak berani membantah karena memang sangat riskan untuk kondisi tubuhnya jelang melahirkan.”Aku titip kado aja buat mereka ya Mbak.”
“Iya sih De, kondisimu tiga minggu lagi itu rawan untuk perjalanan jauh. Lebih baik kamu nurut imammu wae lah. Soal kado, kamu boleh titipin aku.” Jawab Dini berupaya menghibur adik iparnya itu.
***
Dddrrrtt …ddrrrtt …ddrrrtt ponsel di saku Anto bergetar. Dia segera melihat siapa yang menghubunginya siang ini. Terlihat nomor baru yang tidak ada di phone book ponselnya. Maka Anto mengangkatnya tanpa salam, karena tidak enak bila yang menghubunginya bukan se agama dengan dirinya. “Hallo ….”
“Hallo bro,” sapa si penelepon dengan ceria.
“Maaf, dengan siapa ya?” tanya Anto karena dia lupa, suara siapa yang menghubunginya.
“Mantan pacarnya Dini,” jawab orang tersebut sambil tertawa renyah.
“Siapa? Mantannya Dini itu segudang. Saya tidak bisa mengingatnya satu persatu,” Anto masih bingung dengan siapa dia bicara. Karena bila bicara mantan, semua akan mengaku sebagai mantan pacarnya Dini.
“Robert Leonard.”
“Sekarang gue masih tinggal di Rawa Lumbu Bekasi, masih setia nemani nyokap, nyokap ‘kan sendirian,” jawab Robby santai.
“Lo ganti nomor? Ada apa lo tumben nelepon gue?” tanya Anto penasaran, karena nomor yang digunakan Robby saat ini tidak tersimpan di ponselnya.
“Hapus aja nomor gue yang lama, gue ganti nomor karena mantan ceweq gue sering nyari gue. Gila aja, udah hampir 7 tahun ‘tu orang baru minta balikan. Lo tahu ‘kan Leo mau married?” Robby menjelaskan alasannya ganti nomor ponsel.
“Ya tahu lah, dia baru kenal ‘tu ceweq di rumah gue 3 minggu lalu. Trus langsung besoknya ngajak married. Dia ‘kan agak gila dikit,” Anto menjelaskan kronologi jodoh sahabat mereka.
“Bajindul, cepet amat sih dia nyosor dan langsung jadi?” tanya Robby penasaran, dia ingat temannya itu sejak SMA tak pernah pacaran sama sekali.
__ADS_1
“Itulah misterinya jodoh. Ya lo tahu ‘kan gimana gue ama Dini. Harus muter dulu amaorang lain, baru bisa bersatu.Trus nasib percintaan lo juga parah kan? Di tikung Om pas mau married?” Anto berasumsi kalau jodoh memang enggak ada yang tahu.
“Iya sih?” lirih Robby menjawab. Dia jadi teringat dengan mantan tunangannya, 2 bulan sebelum pernikahan mereka. Tunangannya ketangkep basah oleh tantenya, sedang bermain cinta dengan suaminya. “Lo bakal datang di nikahan Leo?” tanya Robby.
“Insya Allah, gue dan Dini bakal datang,” jawab Anto. “Eh, lo belum jawab, kenapa lo telepon gue?”
“Gue lusa mau ke Jogja, nah gue pengen ketemu ama mantan pacar gue itu. Boleh kan?” goda Robby.
“Boleh bangeeeet, lo enggak perlu nginep di hotel. Lo nginep aja di rumah mantan pacar lo itu. Gue yakin suami dan adik ipar mantan pacar lo bakal seneng banget.” Anto antusias sahabatnya akan datang berkunjung ke Jogja. Tak pernah ada rasa marah pada Robby, maka dia menawarkan Robby menginap di rumahnya. “Lo naik apa? Yang jam berapa? Nanti kami jemput.”
Lalu Anto memberikan ponselnya pada Steve agar Robby bisa bertukar cerita dengan Steve. Dini yang memperhatikan kehebohan suami dan adik iparnya tentu jadi penasaran. Siapa sosok yang menghubungi suaminya tercinta? Dia mendekati Anto dan bertanya tanpa suara, hanya bibirnya saja bergerak.
“Mantan pacarmu,” jawab Anto santai.
“Siapa dadd?” jawaban Anto tentu makin membuat Dini penasaran.
“Robby.”
***
Jarang lho pasangan yang enggak cemburu ama mantan pacar pasangannya. Anto salah satu yang tidak cemburu pada masa lalu Dini. Dia berprinsip yang perlu dipikir adalah masa depan Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Salam manis dari Jogja
Sambil nunggu yanktie update bab baru esok hari, coba deh mampir ke karya teman yanktie yang super keren ini, ga bakal nyesel baca ceritanya, judulnya MENGEJAR CINTA GURU TAMPAN karya PONN PONN
Nayra baru saja putus dengan sang pacar justru dipertemukan dengan seorang pria tampan yang menjadi guru baru disekolahnya.
__ADS_1
Nayra lama kelamaan mulai jatuh cinta dengan sang guru, walau umur mereka beda jauh, tapi Nayra tidak perduli dengan itu, dia tetap akan terus mengejar Cintanya dengan sang guru tampan tersebut