CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
AJARI AKU BERTINDAK TULUS


__ADS_3

Yanktie sampaikan SELAMAT MEMBACA


“Maaf,” kata Harry melepas tangannya dari dagu Dini saat melihat istrinya meringis karena ulahnya. Dikecupnya kanan kiri pipi bagian bawah istrinya bekas tangannya tadi.


“Semua yang dilakukan terpaksa suatu saat akan kau sesali, ingat itu!” kecam Dini.


“Akan beda hasilnya bila kau lakukan dengan tulus. Itu sebabnya aku tak mau menerimamu dengan terpaksa, aku terpaksa menjadi istrimu, kamu pasti tau itu. Yang pasti aku tak akan terpaksa menerimamu, sampai saat ini aku baru bisa untuk tidak menolakmu. Just it. Jangan paksakan aku untuk mengikuti gayamu!” ucap Dini.


‘Memang benar aku terpaksa menjadi istrinya, tapi sejak akad terjadi, aku tak memaksakan diriku untuk menerimanya. Aku hanya tidak menolaknya karena itu kewajibanku sebagai istri. Selama 5 minggu memang belum pernah kami melakukan hubungan suami istri, tapi aku tak pernah menolaknya saat dia memeluk atau mencium walau tidak membalasnya. Kalau suatu saat dia ingin mengambil hak nya sebagai suami, aku akan berupaya tidak menolaknya,’ pikir Dini.


“Ajari aku untuk berupaya melakukan semuanya dengan tulus ya?” pinta Harry sambil memeluk Dini lembut. Kembali dipegangnya dagu istrinya dan secara perlahan dia dekatkan wajahnya, menanti respon wanita didepannya atas aksinya.


Karena istrinya hanya diam, akhirnya pelan tapi pasti dia daratkan bibirnya kebibir lembut milik perempuan cantik yang sudah membuatnya jungkir balik, pelan dia ***** sebelum dia lepaskan.


“Makasih kamu enggak menolaknya” katanya lirih. Lalu kembali dia lakukan hal itu tapi sekarang lebih dalam, sesuai janjinya, Dini tidak menolaknya dan berupaya sedikit mengimbanginya.


***


HARRY POV


Dini sibuk bebenah saat mami dan mbak Sashi baru saja pulang dari rumah sewaan kami. Aku tau dia memang orang yang suka kerapihan. Sedang aku tak pernah sekali pun beberes di rumahku. Bahkan atur buku kuliah dan membereskan baju di lemariku saja tidak pernah. Dengan Dini aku mulai belajar melakukan semua yang harus kukerjakan agar dia tak terbebani urusan rumah tangga kami.


“Kamu jangan kecapean Yank, duduk dulu aja, aku pasang seprei dulu sebentar ya,” kataku sambil mencari dus bertuliskan sprei, kordeyn dll. Dini menulisi semua kardus sesuai isinya agar saat mencari tidak serabutan buka biar tak bingung.

__ADS_1


Sayang istriku tidak menggubris kata-kata yang aku ucapkan, dia malah membuka dus berisi pakaiannya dan mulai menyusunnya di lemari.


Kupeluk pinggang Dini dari belakang dan kuletakan wajahku di bahunya “Yank, bisa enggak sih denger dan turutin perintahku?”.


Namun Dini menolakku, dia cepat menepis tanganku dan menjauh dariku, beranjak ke ruang depan dan duduk di kursi rotan. Sampai saat ini, 5 minggu usia pernikahan kami, dia belum mau membuka hatinya untukku.


Aku ikuti dia ke ruang depan dan duduk disebelahnya, kupegang dagu istriku dan kuhadapkan wajahnya agar kami bisa bertatapan. Dia berani menatapku tajam, dia memang macan betina. Itu salah satu kelebihannya yang sangat aku sukai.


“Mau sampai kapan kamu enggak anggap aku De? Aku sudah mengaku salah, aku sudah berupaya berubah. Semua hal buruk sudah aku tinggalkan. Aku sudah cari kerja untuk hidup kita. Apalagi yang harus aku lakukan agar kamu mau menerimaku?” keluhku lirih, aku selalu berupaya merubah suaraku yang selalu tinggi menjadi lembut bila bicara dengannya.


“Kamu memang jauh berubah Harr, tapi itu semua kamu lakukan terpaksa! Kamu lakukan karena kamu kepaksa bertanggung jawab terhadap baby dan aku. Kamu terpaksa melakukan semua itu, bukan karena kemauan tulusmu!” itu pendapat istri cantikku saat ini.


“Right honey, aku melakukannya terpaksa! Aku terpaksa berhenti mabuk karena aku ingin jadi suami yang baik bagimu. Aku terpaksa berhenti merokok karena aku tak ingin baby enggak sehat. Aku terpaksa kerja untuk menafkahi kamu karena aku ingin yang terbaik untuk anak dan istriku. Apa itu salah?” opiniku menjawab pernyataannya tadi, namun aku tau suaraku mulai meninggi.


Apa dia tak tahu bahkan aku yang tak pernah melakukan apa pun, demi hidup dengannya semua aku kerjakan sendiri?


Kulihat Dini sedikit meringis merasakan sakit akibat cengkeraman tanganku. Aku tak sadar tanganku terlalu keras memegang dagu perempuan hitam manis itu. Barusan aku emosi, rupanya tanpa aku sadari aku mencengkeram rahangnya.


“Maaf,” kataku melepas tangannya dari dagu Dini, saat melihat Dini meringis karena ulahku. Kukecup  kanan kiri pipi bagian bawah Dini bekas tanganku tadi. Aku sungguh tak berniat melakukan hal itu. Aku sangat mencintainya.


“Semua yang di lakukan terpaksa suatu saat akan kau sesali, ingat itu!” kecam Dini “Akan beda hasilnya bila kau lakukan dengan tulus. Itu sebabnya aku tak mau menerimamu dengan terpaksa. Aku terpaksa menjadi istrimu, kamu pasti tau itu. Yang pasti, aku enggak akan terpaksa menerimamu, sampai saat ini aku baru bisa untuk tidak menolakmu. Just it. Jangan paksakan aku untuk mengikuti gayamu,” nasehat Dini untukku. Kata-katanya sering sukar aku tangkap. Dia memang sering menggunakan kata bersayap yang sering harus aku cerna terlebih dulu agar aku tak salah menangkap arti yang dia maksudkan.


 “Ajari aku untuk berupaya melakukan semuanya dengan tulus ya?” pintaku sambil memeluk Dini. Kupegang kembali dagu istriku, tapi kali ini dengan lembut. Aku tak ingin menyakitinya. Aku dekatkan wajahku pada wajahnya, aku menanti respon wanita pujaan hatiku ini. Dini hanya diam, pelan namun pasti ku kecup bibir lembut milik perempuan cantik yang sudah membuatku jungkir balik ini, cukup lama kulumat bibirnya, walau dia tidak membalas, tapi dia tidak menolakku. Untuk saat ini kelakuannya sudah sangat aku syukuri.

__ADS_1


“Makasih kamu enggak menolaknya,” kataku lirih. Aku kembali mencium bibir manisnya, sekarang lebih dalam, dan kurasakan kali ini Dini berupaya sedikit mengimbangi. Aku sangat bahagia atas perubahan ini.


HARRY END POV


***


Usia kandungan Dini sekarang sudah tujuh bulan, hubungannya dengan Harry semakin hangat, dia sudah melakukan kewajiban sebagai istri sepenuhnya. Mereka melakukan kegiatan suami istri sejak usia kehamilan Dini empat bulan, saat sudah lepas dari resiko membahayakan di tri semester pertama.


Sebenarnya sejak usia tiga bulan Harry sudah meminta haknya, tapi Dini meminta pengertian agar baby aman dulu. Harry bisa menerima alasan itu walau dia selalu melakukan fore play saat menginginkannya. Lalu akan dituntaskannya dengan main solo untuk pelepasannya.


Kemarin Dini baru selesai mengurus cuti kuliah sehingga semester besok dia tidak kuliah. Hari ini jadwal kontrol baby sekalian daftar kelas senam hamil. Tentu saja selama kontrol ke dokter dan mendaftar senam hamil Harry selalu menemaninya. Harry sangat senang melihat perkembangan bayinya dan mendengar detak jantung bayi mereka. Dia merasakan suatu keajaiban.


“Berat bayi sudah bagus, jangan lupa vitaminnya di minum ya Bu, mulai saat ini kontrolnya dua minggu sekali ya, bukan sebulan sekali, agar saya bisa selalu memonitor. perkembangan bayinya,” dokter Ngudi Rahardjo menerangkan hasil pemeriksaan kali ini.


===========================================   


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2