
Halloooooooooo……..
Wah om Yo nekad bangeeeet sih, baru dua kali jumpa langsung nembak gitu? Gimana kelanjutan kisah om Yo? Ikutin terus di bab ini ya
Yanktie mohon sehabis baca BAB langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
-------------
“Besok siang jam 2 an aku udah free, gimana kalau kita nongkrong di rumah Sari, aku bawa siomay, kamu bawa apa gitu buat teman ngobrol. Tapi kalau kamu enggak pengen Sari tahu apa yang akan kita bicarakan, ya kita cari tempat lain. Asal jangan di rumahku, karena ketiga kurcaci kesayanganku akan mengganggu kita ngobrol begitu melihat aku ada di rumah.” Dini mengusulkan ketemuan di rumah Sari.
“Oke enggak pa-pa, kita ketemuan di rumah Sari aja,” Risye setuju usulan Dini.
***
Pagi ini Dini mruput beli gudeg di Wijilan yang terkenal. Dia membeli untuk di rumah, di rumah Sari dan tujuan utamanya adalah untuk Leo bawa sebagai oleh-oleh bagi papa mertuanya. Karena sekarang mama sudah tak ingat apa pun. Bagi Dini papa tetaplah orang tuanya. Walau mama telah membuat dia sangat terluka sehingga menjadi janda juga mengalami di selingkuhi, namun dia tetap menghargai papa mertuanya.
Leo kadang sering tak habis pikir melihat sikap Dini terhadap keluarganya. Bahkan terhadap Harry yang jelas-jelas telah menyakiti dirinya. Dini masih saja bisa bersikap baik. Seperti tak ada dendam. Leo bersyukur pernah membantu Dini secara diam-diam saat membiarkan Dini kabur di pesta kelulusan Harry yang diadakan oleh mamanya. Kalau saat itu Dini tidak berhasil kabur, Leo yakin Dini masih tersiksa menghadapi kebodohan sikap Harry yang tak bisa memperlihatkan sikap tegas menjadi imam keluarganya.
“Salam buat papa dan Vionne ya Yo,” Dini berkata sambil memeluk adik iparnya dan melakukan cipika cipiki. Pada Leo Dini masih melakukan hal yang memang umum bagi masyarakat Ambon, namun dengan Harry, Dini tentu tak ingin melakukan hal itu. Dia menjaga hati suaminya.
“Ok, terima kasih ya, nanti gue sampe in salamnya buat Vionne, sekarang dia sudah mulai normal dan sudah pulang ke rumah. Vionne sudah mulai bisa berinteraksi juga mulai melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan. Bahkan sekarang dia suka nyuapin mama. Memang papa yang suruh, maksudnya agar keduanya ada interaksi,” jawab Leo.
__ADS_1
Leo ikut mobil Anto, karena pagi ini masih ada satu pertemuan sebelum sore langsung ke bandara untuk pulang ke Jakarta.
***
Sepulang memberi kuliah Dini membeli siomay di tempat langganan lalu dia menuju rumah Sari. Siang tadi dia sudah memberitahu suaminya akan pulang terlambat karena janjian dengan Risye di rumah Steve.
Ternyata Risye sudah sampai terlebih dahulu saat Dini tiba di rumah adik iparnya tersebut. Setelah heboh berbasa-basi dan makan siomay serta kue yang di bawa Risye, Dini pun meminta Risye segera memberi tahu pokok bahasan yang ingin dia bicarakan dengan Dini.
“Aku itu bingung, tanpa basa-basi, tanpa ada mendung tiba-tiba ada petir.” Risye memberi awalan yang membuat kedua sahabatnya ikut bingung.
“Maksudmu apa?” tanya Sari.
“Aku baru dua kali bertemu Leo. Pertama saat ulang tahun Amora. Dan ke dua kemarin saat tak sengaja bertemu disini. Namun saat semalam aku antar dia pulang ke rumah Dini, Leo minta aku jadi pendampingnya. Bukan pacar!”
“Sejak bertemu pertama hingga semalam, kami baru kenal lima hari. Dan selama lima hari kami baru bicara dua kali dan tak pernah kirim chat atas SMS. Apa itu bukan petir tanpa mendung? Aku bahkan belum tahu apapun tentang dia, siapa dia, apa latar belakangnya, bagaimana karakternya dan semua aspek tentang dia.” Jelas Risye tanpa ada yang di tutup-tutupi.
“Ok, aku akan jelaskan siapa Leo yang aku tahu.” Lalu Dini menceritakan semua tentang Leo tak ada yang di tutupi.
“Apa kamu ingat temanmu yang jurusan IPS bernama Anita?” tanya Risye setelah Dini menjelaskan semua hal tentang Leo.
“Anak IPS? Anita?” Dini bingung karena dia sudah lupa.
“Leo bilang, dia baru satu kali suka sama perempuan, yaitu temanmu yang tiap hari berangkat bareng, anak IPS dan namanya Anita,” jelas Risye.
__ADS_1
“Ah iyaaaaaaaa, Anita Lismarina namanya. Ceweq Padang cantik yang memang pernah Leo bilang dia suka, tapi saat Leo dan aku main ke rumahnya, orang tuanya super galak dan sangat taat beribadah. Leo langsung menyadari perbedaan yang besar, dia mundur karena tidak yakin Anita mau memperjuangkan cinta mereka bila Leo terus maju,” Dini ingat sosok teman yang di maksud Risye. Saat itu Leo baru taraf suka belum ke jenjang perasaan yang lebih dalam.
“Jadi benar Leo sama sekali belum pernah pacaran?” tanya Risye.
“Sejak SMA, Leo jadi bumper kakaknya. Harry adalah anak mama, semua kelakuan Harry selalu di bela mamanya. Dan semua kenakalan Harry di luar terpaksa Leo tutupi karena tidak ingin mamanya kecewa. Leo yaang anak kedua menjadi si sulung dan bertanggung jawab penuh terhadap Harry. Bahkan ketika Harry mencoba bunuh diri dan ketika Harry memperkosaku, Leo memberitahu mamanya. Namun mamanya tidak perduli. Yang mamanya tahu Harry anak manis. Mamanya terpukul dan sadar saat Harry masuk penjara dan Vionne adiknya Leo gila. Itu mengapa Leo tak pernah bisa hidup normal seperti remaja pada umumnya. Yang aku tahu semua beban itu sekarang mulai terbebas dari pundaknya. Vionne mulai sembuh walau mamanya masih tidak bisa sembuh, tapi sudah di rawat di rumah. Tidak di rumah sakit lagi. Mungkin Leo merasa sekarang saatnya dia memulai hidup untuk dirinya sendiri,” Dini panjang lebar menerangkan siapa sosok adik iparnya itu.
“Menurutku, walau aku tidak pernah dekat dengan kak Leo, tapi kamu harus memutuskan dulu. Mau menjajagi hubungan atau kamu menolaknya. Karena walau kak Leo bilang tidak memberi waktu menunggu jawabanmu. Aku tahu banyak perempuan yang antri menanti cinta kak Leo. Dia sebelas dua belas dengan Steve. Banyak pemujanyanya. Tidak seperti mas Anto yang minim penggemar,” cetus Sari.
“Kalau aku tak ingin menjajagi, aku tentu tak akan minta pendapat kalian dan meminta keterangan tentang sosoknya. Pendapatku tentangnya dari dua kali pertemuan, dia sosok yang cinta anak dan cinta keluarga. Itu makanya aku ingin mempertimbangkan menerima dirinya dan mencoba menjalin penjajagan dengan dia,” jelas Risye.
“Aku bahagia kalau kamu mau move on dari sosok Gilang,” Dini tentu senang Risye bisa mulai mau membuka diri setelah tujuh tahun gagal move on dari sosok pria yang membuatnya terluka.
“Aku berani memberi jaminan, kak Leo bukan seorang yang akan mendua. Lihat saja sejak SMA tak pernah suka pada perempuan lain. Tapi kalau dia di jebak oleh ular betina aku enggak bisa ngomong apapun. Karena abang entah sudah berapa kali saja masuk jebakan namun bisa lolos,” jelas Sari
“Aku sependapat dengan Sari. Leo tak mudah goyah, kalau kamu trauma atas kesetiaan, Leo tak perlu kamu khawatirkan soal itu. Dia tak sama dengan Gilang,” Dini memberi semangat pada Risye.
Akhirnya inti pembicaraan terjawab sudah. Risye memberi kepastian akan menjawab permintaan Leo untuk mulai mendekatkan diri sebelum mereka membahas hal yang lebih serius untuk hubungan mereka berdua. Dini pun pamit lebih dahulu dari Risye. Amora sejak tadi sudah menghubnginya.
Dini sampai rumah ketika Anto baru saja turun dari mobilnya. Tentu saja ketiga anaknya senang saat kedua orang tuanya bersamaan masuk rumah. “Assalamu’alaykum” sapa Dini sambil mengunci mobilnya. Lelahnya langsung hilang melihat tiga buah harinya. Dua jagoannya berada dalam gendongan suami tercinta.
***
--------------------------------------
__ADS_1
Terima kasih sudah selesai membaca BAB ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.