CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
139 ULET BULU


__ADS_3

Halloooooooooo……..


Karena mabuk Gilang kehilangan Risye, Gimana kelanjutan kisahnya? Ikutin terus di bab ini ya


Yanktie mohon sehabis baca BAB langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….


Maturnuwun.


-------------


“Bukan kekasih koq bisa kamu hamili? Sebegitu rendahkah ahlakmu?” sekarang ibunya Risye yang tersulut emosi.


“Dia tukang cuci di apartemen saya. Saya baru pulang dan sedikit mabuk karena saya kalah di persidangan. Sampai apartemen saya kembali minum hingga subuh. Saat dia datang saya tanpa sadar memperkosanya. Saya hanya sekali itu melakukannya. Dan itu bukan berdasarkan cinta. Hanya karena pengaruh alkohol. Dan saya sangat menyesalkan kejadian itu. Sejak itu dia saya berhentikan dan saya beri uang pesangon cukup besar.


Saya pun tidak tahu kalau ternyata dia hamil,” Gilang menjelaskan kronologis kejadian yang membuatnya harus bertanggung jawab.


“Apapun alasannya, apapun resikonya, saya tidak ingin menikah dengan lelaki yang sudah dengan mudahnya tabur benih kemanapun. Apalagi tabur benih dengan dasar mabuk, bukan karena cinta. Jadi maaf, silahkan semua membahas apa yang masih harus di bahas seperti mengumumkan pembatalan pernikahan ke gereja dan semua kerabat yang sudah terima undangan. Saya merasa peran saya disini cukup sampai disini. Selamat malam,” Risye pergi dari ruangan itu meninggalkan ayah, ibu, Gilang dan mamanya.


Flashback off


Risye bingung saat memilih cincin, dulu dia membeli dengan di beri batasan anggaran, karena budged pernikahan sudah di plot sesuai kebutuhan. Sedang leo sejak tadi dia tanya budged cincin berapa tidak mau menjawab dengan angka. “Kita nikah hanya satu kali, jadi beli yang terbaik yang kamu suka, bukan beli karena murah atau mahal!” itu yang Leo katakan.


“Ini kamu pilih mana Yo?” Risye memilih enam pasang cincin untuk Leo pilih.

__ADS_1


“Aku suka ini, atau ini, namun itu juga bagus,” Leo memberi masukan tiga pilihan. Risye meminta tiga pilihan yang tidak masuk daftar pilihan awal Leo agar disimpan oleh pegawai toko.


“Ayo, sudah mengerucut menjadi tiga pilihan, kita akan ambil yang mana?” tanya Risye. Dia memilih yang nomor tiga, namun belum dia katakan pada Leo.


“Kalau kamu pengen yang mana?” Leo bingung menentukan mana yang dia suka.


“Aku milih ini, pilihan ketigamu, menurut aku lebih manis dan elegan dari dua jenis yang kamu pilih pertama,” jelas Risye.


“Aku nyebut pertama hingga ketiga kan bukan berarti yang aku sebut duluan yang terbaik,” kilah Leo. “Mbak tolong siapkan yang ini sesuai ukuran jari kami,” Leo langsung meminta pegawai toko untuk menyiapkan jenis yang dipilih Risye. Jenis itu tiga kali lebih mahal dari harga cincin pernikahan Risye dengan Galang dulu.


Setelah selesai urusan cincin, Leo mengajak Risye mencari gaun pengantin di mall tersebut


***


Dini bahagia melihat senyum putra putrinya, hanya wisata murah ke alun-alun kidul ( ALKID ) mereka naik mobil odong-odong, yaitu sepeda dengan bodi besar di hiasi lampu-lampu yang memang tersedia di arena lapangan keraton ini. Sehabis puas dua kali putaran, mereka sengaja duduk lesehan dengan tikar yang di gelar di lapangan. Dini memesan wedang ronde, jagung bakar, sosis bakar serta sate ayam. Dia dan Anto hanya duduk manis melihat ketiga anak mereka riang main balon dan busa yang baru saja mereka beli.


“Kenapa ingat moment itu? Enggak percaya kalau sekarang sudah bersama dengan tiga kurcaci itu?” jawab Dini dengan senyum manisnya.


“Daddy sering enggak percaya kita bisa bersama. Lebih-lebih ketika harus mengucap ijab kabul dengan Shinta, saat itu serasa dunia runtuh. Daddy bertahan hanya untuk mama,” Anto mengingat masa kelam yang harus dia lewati. Betapa terpuruknya dia saat beberapa menit sebelum ijab tahu kalau perempuan yang akan di nikahinya ternyata player.


“Jangan diingat bila itu menyakitkan,” Dini menasehati suaminya.


“Justru harus selalu di ingat, karena dengan mengingat perjuangan kita untuk bersama, itu akan memagari semua serangan yang ingin menggoda rumah tangga kita,” itu argumen Anto.

__ADS_1


“Apa ada serangan negara api?” tanya Dini iseng.


“Maz lagi kesal di kantor, ada anak magang yang sepertinya sering mencari kesempatan untuk mendapat perhatian lebih. Maz sudah batasi, namun anak ini bukan anak kecil sesuai umurnya. Dan kemarin Jumat Maz sudah panggil guru pembimbingnya dan memberi peringatan pertama. Bila masih saja berubah, Maz ultimatum akan mem black list sekolahnya dan menyebarkan reputasi sekolah kesemua rekanan Maz. Guru pembimbing sudah meminta maaf, namun ternyata sekretaris sudah mengirim email ke Yayasan siswa tersebut karena bukan hanya Maz yang dia goda. Jadilah sebelum pulang kemarin ketua Yayasan minta bertemu. Tentu Maz enggak mau, wong sudah waktunya pulang koq harus nunda demi seorang siswa magang. Anak-anak Maz lebih penting dari urusan anak magang tersebut.” jelas Anto.


“Apa yang dia lakukan?” tanya Dini penasaran. Anak SMK sudah berulah nakal benar-benar sangat riskan. Lelaki yang mata gelap tentu suka daun muda yang terlihat lebih fresh dari pada istri resmi yang sudah kucel karena terlalu lelah mengurus rumah tangga.


“Banyak cara, kalau untuk masuk ke ruangan Maz tentu anak magang tak punya kases. Dia akan mencegat Maz dengan pura-pura nabrak lalu menumpahkan air minumnya atau menjatuhkan berkas yang dia bawa agar Maz mau mendekati dan menolongnya bahkan bicara akrab dengannya.” jelas Anto.


“Hati-hati Maz, ingat kasus anak magangnya Steve, yang sampai mengejar ke show room dan membuat foto untuk manasin Sari saat bayinya Adhisty dulu,” Dini memperingatkan suaminya. Para ulet bulu itu memang punya seribu trik untuk memicu permasalahan. Dini ingat betapa terlukanya Sari mendapat kiriman foto-foto mesra Steve di show room mereka, saat itu Sari baru saja melahirkan, sehingga effect baby blues makin memperparah kekisruhan rumah tangga Steve.


“Maz juga berupaya tidak berpapasan lagi dengannya. Dan Maz sudah mewanti-wanti satpam selalu mengawasi anak-anak magang seperti itu.” jelas Anto sambil tersenyum melihat ke usilan Moya menggoda adiknya.


“Lihat mom, sepertinya Moya tu usil seperti dirimu dan Arya sangaaaat pendiam untuk ukuran anak lelaki seusianya.” Anto memberi penilaian karakter anak-anaknya.


“Siapa bilang aku usil?” Dini tak terima di katakan Moya menuruni sifat usil darinya. Namun Dini memang tidak menyangkal, Moya sangat usil, mungkin karakter Harry yang juga usil seperti dirinya tumbuh kuat pada genetik Amora. Dan Arya adalah duplikat Anto yang super diam dan pemikir. Sejak SMP Anto sangat sedikit temannya, karena dia tidak suka pecicilan seperti anak normal lainnya. Anto hanya diam mengamati dan berpikir. Sikap pemikirnya yang membuat Dini jatuh hati.


-----------------------------


Terima kasih sudah selesai membaca BAB ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.


Sambil nunggu yanktie update, kita baca cerita menarik milik teman yanktie ini ya, judulnya SAMUDRA NAYNA  karya AGE NAIRIE


Ceritanya seru abis.

__ADS_1


------------------



__ADS_2