
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Mama membuat selametan Sari dan Dini berbarenagn agar sekalian semua bisa berkumpul, tentu saja itu kejutan buat Dini karena ga nyangka mbak Rina dan keluarga bisa hadir di Jogja. Ikutin terus ceritanya ya
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
Inget juga pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ini cover nya kalau ga di ganti noveltoon hehe...
Di rumah, keluarga Dini mulai hadir, mami, mbak Sashi dan mbak Kiran bersama anak dan suami masing-masing. Nanti malam mereka akan berkumpul untuk makan tumpeng syukuran wisuda Sari dan Dini serta mendoakan kehamilan Dini yang sudah memasuki usia 7 bulan. Rumah dengan 9 kamar tidur sekarang full.
Mami awalnya ingin pesan tumpeng saja biar tidak repot, tapi mama bersikeras masak sendiri, dia berpendapat biar lebih puas, lagian toch ada simbok, mbak inah, mbak Siti serta Sari yang akan membantunya.
Tanpa Dini dan Anto tahu, ternyata mama juga mengundang mbak Rina dan mas Imron untuk datang. Sehingga Sari sementara pindah ke kamar mama, agar kamarnya di tempati mbak Rina.
Sepulang dari wisuda Dini dan Anto bahagia atas surprise yang mama berikan, mereka bahagia bisa kumpul dua keluarga besar. Anto punya rasa bahagia tersendiri karena interaksi akrab dua keluarga ini tidak dia dapatkan saat menikah dengan Shinta.
“Ada yang kurang ga ma? Ada yang bisa Dini bantu?” tanya Dini pada mamanya sehabis dia ganti baju dan mandi, dia sekarang bolak balik mandi karena gerah.
“Kamu rehat wae nduk, jangan kecapekan. Ga ada yang kurang, kalau ada yang kurang nanti mama minta Anto atau Steve yang cari,” sahut mama cepat, dia tak ingin Dini ikut ke dapur. “Juice mu minum dulu ya, ada di kulkas,” ucap mama lagi.
Dini menurut perintah mamanya dia menuju kulkas, saat baru membuka kulkas tubuhnya sudah di peluk dari belakang. Anto meletakan wajahnya di bahu istri terkasihnya, lagi mau ambil apa cintaku?”
“Maz mau juice mangga ga? Ini mama buatin buatku dan Moya?” tanya Dini sambil mengusap kepala suaminya yang berada di pundaknya tanpa berbalik badan. “Apa Maz mau mangga iris aja?” tawarnya pada suami tercintanya.
“Yang anak mama tu siapa sih? Mama tu selalu aja nduluin kamu dari maz,” goda Anto seakan ngeluh
“Jadi ga rela nih mamanya sayang aku?” tanya Dini sambil berbalik badan dan menyerahkan gelas juice. “Kasih anakmu sana!” perintahnya.
“Lho, jatah daddy mana?” keluh Anto, sekarang dia serius mengeluh karena tidak di beri jatah juice.
“Daddy kupas sendiri lalu iris sendiri, kalau mau juice ya bikin sendiri,” balas Dini.
__ADS_1
“Kurang satu tu mom. Petik sendiri!” Anto menjawab sambil merengut.
“Hahahaaaaa, bener banget Maz, petik sendiri,” gelak Dini mendengar keluhan suaminya.
***
Tumpengan yang di awali doa untuk kesehatan Dini dan bayi nya serta ucap syukur atas wisuda Sari dan Dini berjalan happy dan sangat berkesan. Semua terlihat bahagia dengan acara sederhana yang penuh makna. Tak ada pesta pora di dua keluarga ini. Walau keluarga Dini bukan dari keluarga yang kekurangan, namun sejak dulu maminya memang tidak suka hura-hura, dia lebih senang membagi rizky yang di milikinya pada yang membutuhkan, itu yang menyebabkan dia bercerai dengan almarhum bapaknya Dini dulu, karena pola hidup mereka yang tidak sepaham.
***
Saat acara syukuran selesai maka Steve langsung menginterupsi percakapan. “Ma Steve mau bicara. Bro sorry numpang waktu,” kata Steve pada Anto yang di jawab anggukan oleh Anto.
“Mumpung semua ngumpul, saya mau minta waktu, saya ingin menegaskan kalau saya serius ke Sari, dan saya ingin melamarnya,” Steve tegas mengatakan hal tersebut tanpa ragu di depan semua. Sari yang tak menyangka Steve akan senekat ini tertunduk malu. Bagi Steve keluarga Dini memang bukan orang lain, sehingga saat ini dia hanya menganggap sedang menghadapi keluarga Anto di depan keluarganya sendiri.
“Mama manut yang akan menjalani aja. Kalian rembug in aja kapan keluarga Steve datang melamar ke sini, karena kemungkinan besar mama akan mulai stay di sini. Nek kowe piye Rin, Ron, Nto, Din?” tanya mama pada ke empat anaknya.
“Aku dan mas Imron manut mama aja,” jawab mbak Rina.
“Aku manut maz ku,” jawab Dini.
“Papi akan upayakan\, masa anak lanang lamaran papi ga ada\,” jawab papi. Steve bahagia\, biar mami papinya sudah meninggal sejak dia berumur 8 tahun\, tapi sejak dia kenal Dini dia merasa punya keluarga baru.***
Di balik bahagia Dini, rupanya dia mempunyai kesedihan mendalam, dia sedih saat semua berkumpul dia merasa tidak lengkap karena tak ada sosok bapak di sisinya. Bapak tidak bisa hadir di syukuran 7 bulannya yang juga sekalian syukuran hari wisudanya. Tengah malam dia menangis mengingat almarhum bapaknya. Anto yang merasa ada gerakan dari tubuh yang sejak tadi dia peluk menjadi terbangun.
“Kenapa cintaku? Ada yang salah? Ada yang kamu ga suka sehingga sedih?” tanyanya sambil mengecupi pipi Dini karena sejak hamil Dini lebih nyaman tertidur miring dan saat ini Dini tidur sambil memunggunginya.
Dini menggeleng lalu berbalik badan “Ade sedih karena bapak ga ada pas syukuran 7 bulan baby, ade sedih karena bapak ga datang pas wisuda ade,” tangisnya sambil menyembunyikan wajahnya di dada Anto.
“Cup, jangan nangis gitu dong, kamu baca Fatihah buat bapak aja ya, jangan nangis terus nanti ga baik buat baby, nanti kamu sesak lagi seperti waktu meninggalnya bapak, dan kalau sesak bahaya buat baby kan? Kita mau dia sehat sampai lahir ‘kan, mommy nya jaga diri ya? Daddy kan cuma bisa support aja, semua harus mommy yang handle sendiri, diam ya cinta, kita baca Fatihah aja yok, Bismillah ya, kita mulai sekarang,” ajak Anto lembut.
Lama mereka berdoa. Dini mulai tenang dan akan tidur lagi, namun tiba-tiba dia merasakan perutnya sangat sakit sehingga dia menjerit.
Anto panik, usia kandungan Dini baru saja 7 bulan, tidak mungkin dia akan melahirkan, tapi Dini bilang dia tidak kuat dan merasa akan melahirkan.
__ADS_1
“Tenang sebentar ya mom, daddy panggil mami dan mama, kita berangkat ke rumah sakit.” Anto berupaya tidak terlihat panik, ini adalah pengalaman pertama baginya menjelang istri melahirkan.
Papi membawa mobil Anto dengan mami dan Anto serta Dini dan mas Imron sebagai penumpang, serta Steve membawa mobilnya sendiri dengan mama dan Sari menjadi penumpangnya. Anto sengaja tidak membangunkan mbak Sashi dan dan mbak Kiran, biar mereka jaga semua anak-anak karena tak mungkin besok pagi simbok dan mbak Inah bisa menghandle semua anak itu. Mbak Rina walau bangun tidak ikut ke rumah sakit.
“Tenang Nto, nek perhitungan jowo 7 bulan kui tuo, ra perlu khawatir, kowe yo mbiyen lahir usia 7 bulan owg” hibur mama saat mereka tiba di rumah sakit, terjemahan bebasnya, kamu tenang Nto, menurut perhitungan Jawa 7 bulan itu tua (cukup umur), jadi tidak perlu khawatir. Kamu juga dulu lahir saat usia kandungan 7 bulan.
Dini di bawa ke ruang bersalin, kondisinya sudah pembukaan 5 saat datang tadi sehingga dokter tidak bisa mencegah kelahiran yang akan terjadi, dokterpun berjaga-jaga semua kemungkinan mengingat usia kehamilan yang belum cukup usia.
“Maz sakiiiit, aku ga kuat nih, punggungku panaaaas,” tangis Dini.
“Sabar ya cinta, kamu pasti kuat. Jangan nyerah ya, jagoan kita mau ketemu mommy dan daddy kan, masa kamu ga mau bantu dia keluar? Tahan sedikit lagi, kalau pembukaan lengkap nanti di pandu dokter ya, sekarang daddy usap ya punggungnya biar ga panas,” hibur Anto.
“Minum dulu susunya. Kamu mau maem biar ada tenaga tambahan? Mau roti atau nasi, biar maz minta di carikan,” lanjut Anto lagi sambil menyerahkan segelas susu coklat hangat yang di siapkan rumah sakit.
“Terserah Maz aja. Ade bakal maem biar kuat, biar bisa ketemu jagoan kita,” jawab Dini pasti.
-------------------
Yuhuuuuuuuuuuuuuuuu, ga kerasa lho cinta kecilnya maz Anto akan berakhir, tapi biar ga penasaran ikuti ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau tamat koq.
Untuk menggantikan novel ini nantinya, yanktie bakal rilis cerita baru berjudul IMPOSSIBLE LOVE
Ceritanya tetap sederhana, membumi karena bukan tentang CEO tajir melintir bertemu dengan gadis sederhana!
Ceritanya tentang seorang pemuda cukup mapan yang baru lulus kuliah di London lalu jatuh cinta pada mantan gurunya.
Mantan guru pasti lebih tua kan? Dan hebohnya lagi si mantan guru adalah janda anak 3 lho!
Bisa ga pemuda lajang itu ngedapetin kepercayaan mantan ibu guru yang sudah sangat terluka karena berkali-kali di selingkuhi mantan suaminya dulu?
Cari nanti begitu cerita CINTA KECILNYA MAZ tamat ya,
ini covernya cerita berikutnya
__ADS_1