CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
86 KITA LANGSUNG HALALIN YOK?


__ADS_3

86 KITA LANGSUNG HALALIN YOK?


“Ya sudah sekarang bobo sana, biar ga pusing. Mau minum obat sakit kepala?” tanya Dini


“Engga lah, ga usah minum obat, dapat kiss dari mommy nya Moya juga langsung sembuh” pinta Anto


Dini mencubit punggung Anto. “Aduh sakit de, kenapa sih sekarang rajin nyubit?” tanya Anto


Dini berbisik ditelinga Anto : “Siapa suruh maz sekarang rajin mesum?”


“Hehe, itu karena status kamu tu sudah jelas” jawab Anto


“Yeeeee…belum halal gimana jelas coba?” kilah Dini


“Kita langsung halalin yok de?” ajak Anto serius


“Aku ga mau maz. Aku pengen rampungin kuliah dulu boleh ya?” pinta Dini


“Boleh sih boleh de, tapi takutnya aku ga kuat nahan kelamaan” balas Anto


“Cuma 3 semester lagi lho maz, masa sih kita ga bisa?” tanya Dini


“Beda de, waktu belum nyium kamu sama sejak nyium kamu tu beda, rasanya ga bisa deket kamu tanpa ******* bibirmu itu” sanggah Anto


“Ya maz jangan rajin kesini, 3 bulan sekali aja” kata Dini melarang Anto


“Kamu tuh ya, maz mau datang tiap Jum’at malam dan pulang tiap Senin pagi” kata Anto


“Jangan maz, mending ditabung aja uang tiketnya” cegah Dini terhadap niat Anto, “Itu pemborosan” lanjutnya. “2 bulan sekali deh” tawar Dini


“2 minggu sekali deh” balas Anto menawar kesepakatan bertemu


“Gini aja, kita giliran, bulan ini mas ke Jogja, bulan depan aku ke Jakarta, bulan berikutnya baru maz ke Jogja lagi” kata Dini memberi alternatif.


“Tetap aja beda cintaku, kalau kamu ke Jakarta tu aku ga bisa puas nempelin kamu seperti disini. Kamu kan kalau di Jakarta pasti ke mami, ke mbak Kiran, mbak Sashi dan ke mama


“Nah mulai kelihatan kan egois dan posesive nya” goda Dini


“Engga, maz ga egois. Ya udah maz nurut, kita bergilir tiap bulan, tapi kalau ada yang mendesak, maz tetap boleh kesini kapanpun ya?” pintanya


“Sekarang tidur dulu ya, udah malam nih” kata Dini

__ADS_1


“Tau ga, maz tu pengen bobo meluk kamu” kata Anto jujur


“Mana bisa, niatnya bobo meluk, nanti malah ga jadi bobo” tolak Dini


“Serius de, masa ga percaya ke maz? Atau jangan-jangan kamu ga percaya ama dirimu sendiri ya?” tanya Anto


“Bangun ah, awas ade mo bobo” usir Dini agar Anto bangun lebih dulu. Karena saat ini Dini ga bisa bangun, pahanya dijepit lengan Anto.


Anto bangkit dari duduknya dan membiarkan Dini bangkit, dia memeluk Dini dan ******* bibir yang sangat dia rindukan. Dini memukul punggung Anto, namun Anto ga menggubrisnya, dia tetap melancarkan aksinya, dia menjelajah mulut Dini. Akhirnya Dini pun pasrah dan membalas serangan Anto


“Cukup maz” pinta Dini saat mereka jeda menarik napas. Dia langsung menjauh dan segera menuju kamarnya


***


Dini mempersiapkan bihun goreng sea food untuk menu sarapan kali ini. dia ga siap kedatangan tamu, sehingga hanya ada itu yang siap di olah, karena memang biasanya setiap Sabtu simbok belanja mingguan. Dilihatnya Amora baru bangun dan sedang digendong Anto. Hari masih pagi, baru pk 07.05 saat HP Anto berdering, terilihat id caller adalah arsitek bawel, Anto malas mengangkatnya. “Maz, itu berisik lho HPmu, mbok diangkat” kata Dini


“Bisik dad” keluh Amora mengikuti bundanya


“Hehehe anak daddy bisa aja ya. Mom, kamu aja yang angkat, aku malas ngeladenin dia” kata Anto


“Memang siapa yang telpon pagi-pagi?” tanya Dini penasaran sambil mematikan kompor, karena memang sudah matang


“Mas, koq lama sih ngangkatnya” rengek suara diujung telpon sambil mendesah


“Assalamu’alaykum” salam Dini


“Ini nomor mas Anto kan?” tanya perempuan diujung sana bingung karena dia telpon ke nomor Anto tapi yang menjawab perempuan.


“Benar ini nomor telpon Anto tunangan saya, ada perlu apa ya mbak mencari dia” tanya Dini. Anto yang mendengarnya hanya tersenyum geli


“Daddy sapa?” tanya Amora


Puspita mendengar suara anak kecil memanggil daddy. “Maaf mbak, saya ingin bicara dengan maz Anto masalah pekerjaan saya, kemarin saya diperintah menghubunginya diluar jam kerja” jawab Puspita


“Dad, mau bicara ga?” tanya Dini agak keras seakan-akan Anto sedang tidak disebelahnya.


Anto sedikit menjauh lalu dia menjawab : “Mommy aja yang handle, daddy lagi tanggung urus baby”


“Maaf mbak, mas Antonya ga bisa bicara, dia lagi urus anak kami” jawab Dini. “Apa yang hendak dibahas ya mbak, karena dia bilang saya yang disuruh handle” kata Dini


“Ya sudah mbak, nanti lain kali saya telpon lagi saja” jawab Puspita lalu dia mematikan telpon tersebut

__ADS_1


“Makasih cintaku” kata Anto memeluk pinggang Dini dengan tangan kanannya karena tangan kirinya menggendong Amora. “Kiss mommy dulu” perintah Anto pada Amora sambil mencontohkannya, dia menciumi pipi dan kening Dini, sehingga Amora juga mengikutinya. Karena Dini berontak maka Amora memegang kedua pipi Dini agar dia mudah mencium Dini. Anto yang melihat usaha Amora, terkekeh puas


“Udah-udah, kalian nih malah ngeroyok mommy, ayo makan dulu, katanya mau ke Gramedia” kata Dini, dia ga sadar merubah panggilan dirinya menjadi mommy


***


Hari Sabtu ini seharian mereka diluar rumah, setelah beli buku dan alat tulis Amora,mereka mengunjungi Steve untuk makan siang bersama. Dini sengaja membeli beberapa lauk sehingga dirumah Steve Dini tinggal memasak nasi saja


“Dad, sepertinya makanan belum diturunin deh” kata Dini saat Anto keluar dari kamar untuk menaruh tas baju Amora.


“Cie cie cie, udah panggi daddy nih” goda Steve


Dini kikuk, lalu dia beralasan kebiasaan didepan Amora, kalau manggil maz maka Amora ikut memanggil maz katanya


“Kamu ada nasi ga Steve?” tanya Dini


“Baru masak nasi sih, cukuplah buat kita bertiga sekali makan, buat malam nanti masak lagi” jawab Steve. “Lo kapan datang bro?” tanya Steve ke Anto


“Semalem” jawab Anto sambil memberikan makanan yang dia ambil dari mobil ke Dini untuk diatur dipiring saji


“Makan yok” ajak Dini saat dia selesai mengatur lauk dan piring di meja makan


“Dari tadi aku tu malas mau masak, kepikiran pengen beli lauk aja sekitaran sini, koq tepat ya ama kedatangan kalian. Feelling so good” kata Steve bangga


“Nasiku dikit aja mom, daddy mau banyakin kwetiauw goreng aja nanti” kata Anto saat Dini akan mengambilkan nasi ke piringnya


“Fix, kalian udah jadian, ga usah nutup-nutupin dari gue deh” kata Steve saat mendengar kata-kata Anto pada Dini


Dini makan dalam diam, dia jadi malu sendiri. Sementara Anto dan Steve terus saja bercerita tanpa henti


***


Tadi mereka pulang dari rumah Steve saat hendak maghrib, sehingga Amora puas bermain dengan Steve dan daddynya


Saat ini sudah jam tidur malam Amora, Anto sengaja menggendong Amora ke kamar Dini dan menemaninya untuk tidur. Awalnya Dini bertahan diruang keluarga, namun terdengar Amora memanggilnyya sehingga dia pun masuk kamarnya


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini


Jangan lupa like dan vote nya ya


jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya

__ADS_1


__ADS_2