CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
87 SAATNYA MOMMY PUK PUK DADDY BIAR BOBO


__ADS_3

87 SAATNYA MOMMY PUK PUK DADDY BIAR BOBO


Tadi mereka pulang dari rumah Steve saat hendak maghrib, sehingga Amora puas bermain dengan Steve dan daddynya


Saat ini sudah jam tidur malam Amora, Anto sengaja menggendong Amora ke kamar Dini dan menemaninya untuk tidur. Awalnya Dini bertahan diruang keluarga, namun terdengar Amora memanggilnyya sehingga dia pun masuk kamarnya


“Bobo sudah, ga usah rewel, sudah berdoa belum” tanya Dini


“Sudah” jawab Amora. “Puk puk” pintanya untuk ditepuk-tepuk oleh Dini


Dini terpaksa berbaring dan menepuk-nepuk pelan Amora agar tertidur. Anto pindah posisi di belakang Dini, dia memeluk Dini dari belakang. Sesekali Dini menepis tangan Anto yang memeluknya erat. Namun semakin ditepis maka pelukannya akan semakin erat


Amora sudah terlelap. Dini berbalik ke arah Anto : “Keluar sana, anaknya sudah bobo” usir Dini


“Sekarang saatnya mommy puk-puk daddy biar bobo,” kata Anto sambil memeluk dan mengecup kening Dini. Dini memeluk Anto, dan dia lebih dulu tertidur dari Anto. Dini merasakan kehangatan dan kenyamanan tidur dalam dekapan lelaki pujaannya ini. Rasa nyaman yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Anto yang melihat Dini sudah tertidur dalam dekapannya merasa sangat bahagia. Dia pun berupaya untuk tidur


Jam 4 pagi Amora terbangun, ini memang jadwal rutinnya sejak dia berusia 9 bulan. Dini melatih toilet training, Amora dibangunkan untuk pipis lalu tidur lagi, sehingga sejak saat itu dia sudah tidak mengompol dikasur. Hari ini dia melihat daddy dan mommy nya sedang tidur berpelukan. Dia melompati tubuh Dini dan memposisikan berada ditengah mereka, dia mengguncang lengan atas Anto, “Daddy anun, pipis!” katanya. Dini yang sudah bangun saat Amora melangkahinya ikut membangunkan Anto : “Maz, bangun dulu, anakmu mau pipis tuh”


“Daddy anuuuun, pipis” rengek Amora lagi


Anto melepaskan pelukannya ke Dini dan melihat Amora yang sedang menatapnya. Dia baru ingat semalam dia tidur sambil memeluk wanita pujaannya. “Hmm… Kiss daddy dulu, pintanya pada Amora”


“Maz cepeeet, kalau dia ngompol maz yang urus lho” perintah Dini


“Iya iyaaa” jawab Anto sambil menggendong Amora ke kamar mandi. Di rumah ini hanya ada 2 kamar yang mempunyai kamar mandi. Satu kamar Dini ini, satunya kamar kedua orangtua Dini


“Bobo lagi ya, sini daddy puk-puk” bujuk Anto pada Amora sehabis dari kamar mandi


“Peyuk daddy” pinta Amora


“Hehehe, kamu iri ya sama mommy yang dipeyuk daddy semalaman” kata Anto sambil menciumi pipi Amora


“Maz, iih” kata Dini ambil mencubit tangan Anto yang dekat dengan tangannya


“Sakit mom” kata Anto. “Sini mommy dan Moya daddy peluk” kata Anto memeluk kedua wanitanya dengan posisi Amora berada ditengah-tengah


“Jangan kebanyakan ngobrol maz, biar Amora bobo lagi jadi ga keganggu sholat subuh kita” kata Dini


***

__ADS_1


“Maz mau tidur lagi atau mau jalan pagi?” tanya Dini saat mereka selesai sholat berjamaah dengan simbok dan mbak Inah.


“Pengen jalan ke stasiun, tapi mau tunggu Moya bangun dulu” jawab Anto


“Aku ga bikin sarapan ya. Nge teh aja dirumah, kita cari sarapan di lesehan. Gimana?” tanya Dini


“Boleh juga tuh idenya. Ya wis ga usah sarapan di rumah, nanti kita cari sambil jalan pagi aja” kata Anto menjawab usulan Dini. “De, lihat photo-photo ulang tahun Moya kemaren dong” pinta Anto


“Di ruang buku maz, ditumpukan teratas album photo” jawab Dini menyuruh Anto mencarinya sendiri, sementara dia ke dapur untuk membuat teh bagi Anto dan susu coklat untuk dirinya dan Amora


Anto duduk di meja kerja Dini, dia melihat moment- moment bahagia keluarga Dini saat ulang tahun Amora, kadang dia tersenyum kecil melihat kekocakan pose orang-orang yang hadir. Dia juga senang melihat Harry hadir saat itu


Dini memberikan secangkir teh pada Anto: “Minum tehnya maz”. Dini lalu berdiri disisi Anto untuk ikut melihat photo di album itu. Anto memegang tangan Dini dan menariknya agar Dini semakin dekat.


“Koq ga kasih morning kiss?” goda Anto


“Maz makin nakal deh” balas Dini, namun dia menunduk dan mencium pipi Anto


“Satunya mom” kata Anto sambil memiringkan wajahnya agar pipi satunya juga mendapat ciuman selamat pagi dari Dini


“Apa pendapat Harry tentang Moya mom?” tanya Anto


“Dia senang Amora sehat dan pintar, hanya sepertinya dia mengira ade menjalin hubungan serius dengan Steve. Dia mendengar Amora memanggil Steve papa. Jadi pas pamit pulang Harry bilang semoga ade cepet meresmikan hubungan dengan Steve. Kemaren Leo juga telpon, bilang Harry tanya-tanya hubungan ade dengan Steve” jelas Dini


“Iya” jawab Dini. “Maz mau kita bikin photo bertiga pakai baju itu?” kata Dini menawarkan ide


“Boleh mom?” tanya Anto memandang Dini dengan penuh harap. Dia ga nyangka Dini malah menawarkan sesuatu hal yang memang ingin dia lakukan namun ragu meminta ijin pada Dini


Dini hanya mengangguk sambil tersenyum. “Nanti malam ya?” kata Dini lagi


“Thank you cintaku” kata Anto sambil memeluk Dini erat


“Daddy ndon” tetiba terdengar rengekan Amora yang baru keluar dari kamar tidur


“Wow, anak cantik lupa ama mommy nich, biasanya bangun tidur kan ke mommy” goda Dini menghalang-halangi Amora untuk mendatangi Anto


Anto seakan ingin menggendong Amora namun terhalang oleh Dini, jadi kedua tangan Anto terjulur diantara pinggang Dini


“Mommy awaaaas, Moya mau ndon daddy!” pekik Amora kesal

__ADS_1


“Mom, udah ah, jangan ganggu princess daddy” kata Anto sambil menggendong Amora dan menciumi pipi Amora. “Good morning cantik” sapanya


“Onin daddy” jawab Amora memeluk erat leher Anto, karena Dini masih menggodanya dengan menepis badan Amora untuk tidak bisa nempel di dada Anto


“Mom, usil amat sih” kata Anto berbalik badan agar Dini ga bisa menjangkau Amora. “Kita pipis dulu lalu pakai sepatu yok, kita jalan-jalan” kata Anto pada Amora


Ddrrrt..drttt HP Dini bergetar, Dini melihat caller ID nya Steve


“Assalamu’alaykum sayangku” sapa Steve


“Wa alaykum salam, kenapa Steve? Tumben pagi-pagi calling” tanya Dini


“Ketemuan di Sunmor yok” ajak Steve


“Boleh, ni kami emang baru mau siap-siap karena Amora baru aja bangun, tadinya cuma mau jalan ke stasiun Tugu aja sih. Tapi ya sekarang bolehlah kita janjian disana” kata Dini sambil melihat Anto yang baru selesai memakaikan sepatunya Amora


“Maz, Steve ngajak ketemuan di Sunmor” beritahu Dini saat menutup telpon


“Ok, maz ganti baju dulu ya. Moya sama mommy, daddy ganti baju dulu” kata Anto lalu menuju kamarnya. Dia keluar menggunakan kaos biru donker dengan jeans biru dan sepatu biru sewarna jeans nya


“Maz bawa sneakers?” tanya Dini saat melihat penampilan Anto yang makin membuatnya ganteng dimata Dini


“Kemaren niatnya pagi jogging.” kata Anto, dia melihat pakaian Dini yang senada dengan yang dia kenakan, kaos biru donker dan celana jeans serta sepatu sneakers biru donker, mereka beda diwarna sepatu karena warna sepatu Anto adalah biru muda


Di mobil Dini selalu menjelaskan apa yang mereka lihat pada Amora dengan bahasa yang sesuai dengan usia Amora. “Itu becak, gimana lagu becaknya?” tanya Dini merangsang pengetahuan Amora juga melatih kosa katanya


Saya mau tamasya, berkeliling-keliling kota


Hendak melihat-lihat pemandangan yang ada


Saya panggilkan becak, kereta tak berkuda


Becak-becak, coba bawa saya


Senandung Dini mengajarkan Amora lagu anak-anak. Anto mendengarkan dengan seksama interaksi kedua cintanya ini


Nada dering ponsel Anto terdengar. Anto mengambilnya dari tempat HP di pinggangnya, dilihatnya id yang dia ga suka, diberikannya kepada Dini untuk menjawabnya


Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya ya


jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya


__ADS_2