
Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan? Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.
Ternyata rivalnya daddy Anto so cute bangeeeeet ya? Ikutin terus keseruan bab ini.
Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
----------------
“Karena Mommy my inspiration, without her, I’m blank,” jawab Arya yang sedang kegilaan bahasa inggris. Dia sudah di masukan kelas conversation oleh Dini, karena kalau masuk kelas reguler, akan bingung dengan penulisan kata.Arya belum lancar membaca dan menulis.
Dini hanya tersenyum dan mengerling pada suaminya yang kini jelas punya kompetitor memiliki dirinya. Anto yang melihat pandangan Dini hanya tersenyum kecut. Sejak tadi Dini sudah mengeluarkan risol frozen, maka kini cemilan mereka adalah risol hangat yang di goreng simbok. Minumannya air jahe sereh dengan gula batu panas karena saat ini masih hujan deras. “Masak lodeh wae mbok, goreng ikan dan krupuk njur tambah sambel karo lalap yo,” perinta Dini saat simbok menaruh risol panas dan minuman di ruang keluarga.
“Mas Abbhie sini, ini buku gambar mas Abbhie serta crayonnya, jangan ganggu mas Arya,” Dini mengarahkan anak bungsunya untuk tidak mengganggu kakaknya. Abbhie memang dipanggil mas karena dibiasakan saja. Dipanggil mas karena dia kakak Adhisty, walau usia Adhisty lebih tua empat bulan, namun di silsilah keluarga Abbhie lebih tua karena Anto adalah kakak Sari.
Abbhie asal mencoret buku gambarnya, maklumlah anak usia dua tahun. Tapi bila tidak diberi fasilitas, tentu dia akan mengganggu Moya dan Arya.
***
Leo sedang mempersiapkan semuanya untuk kebutuhan besok. Hari ini dia tidak bertemu dengan Risye. Dia sedang membuat list yang akan diundang dalam pernikahannya. Kemarin Risye sudah menyerahkan data yang akan diundang dari pihaknya. Sesudah ini dia akan mengetik semua nama undangan dan langsung di print dan akan ditempel di amplop undangan, sehingga undangan pihak Risye besok bisa dia serahkan.
“Beneran ya? Janji?” Leo memastikan bahwa mantan kakak iparnya akan datang di hari pernikahannya.
“Insya Allah aku dan anak-anak datang. Masa Om nya nikah, anak-anak enggak hadir?” Dini memastikan kembali keputusannya.
“Kamu undang mamiku enggak?” tanya Dini.
__ADS_1
“Mami ada di data undangan dari papa. Aku sudah masukin, juga mbak Kiran dan mbak Sashi koq,” jawab Leo. Mereka memang sudah menjadi keluarga besar.
“Jangan lupa oma dan opa Steve.” Dini mengingatkan Leo sosok orang tua Steve itu.
“Gila aja kalau aku enggak ngundang mereka. Sudah ada nama mereka. Lebih-lebih dari keluarga Risye ‘kan banyak Menado nya juga, pasti oma dan opa akan banyak bertemu kenalannya di pesta ku,” balas Leo.
“Syukurlah kalau kamu enggak lupa,” Dini tentu senang kalau opa dan oma tidak terlewati.
***
“Wah, gue enggak berani berangkat bro, kalau mas Anto pergi, siapa yang bakal menemani bini gue? Dia ‘kan pas masuk waktu ngelahirin tiga minggu lagi.” Steve memastikan tak dapat hadir di acara pernikahan Risye dan Leo. Sari saat ini sudah hamil 7 bulan lebih menjelang 8 bulan. Pernikahan Leo tiga minggu lagi tentu sudah mendekati HPL ( Hari Perkiraan Lahir ) dan itu sangat riskan bila dia tidak stand by di sisi istri tercintanya.
“Iya, gue ngertiin. Doain aja acara gue lancar ya?” pinta Leo.
“Doa terbaik buat lo dan Risye. Sampaikan salam kami ke dia ya?” balas Steve.
“Kalau mereka sehat, pasti mereka datang. Kayak enggak tau mereka rajanya pesta,” Steve terkekeh mengingat kedua orang tua penggantinya itu.
***
Hari yang ditunggu Leo datang juga. Sejak jam 6 pagi Harry datang ke rumah papanya. Dia menerima baju yang akan dikenakan hari ini. Harry, papa dan Vionne memakai batik tosca dan celana hitam. Sementara Leo menggunakan batik biru dengan celana putih. Leo nanti akan kembaran dengan Risye yang menggenakan batik biru dan rok brokat putih. Mereka sarapan sambil menunggu om Yoppie adik kandung papa, om Yop janji datang dengan tante Yoce. Pukul 07.40 keluarga Leo berangkat. Dari Kramat Raya Jakarta Pusat ke daerah Kramat Batu Jakarta Selatan hari Minggu memang tidak terlalu macet. Namun tetap saja mereka mengantisipasi agar tidak terlambat. Karena acara lamaran memang sengaja di jadwalkan di mulai pukul 9.30.
Acara yang di buat dadakan, hanya dengan modal nekad dan percaya diri antara Leo dan Risye berjalan sukses. Mereka resmi tunangan. Dan sesuai kesepakatan Leo dan Risye, pernikahan akan mereka laksanakan 3 minggu dari hari ini. Dan hebatnya, semua kebutuhan sudah selesai. Hanya dalam tempo dua minggu, bahkan foto pre wed pun mereka punya dan tercetak di undangan. Leo menyerahkan undangan yang sudah ditempeli nama yang akan di undang dari keluarga Risye. Dia memang ngebut membuat undangan keluarga Risye lebih dulu selesai.
“Honey, besok kamu bawa mobilku ya,” Leo menyerahkan kunci mobilnya pada Risye, saat acara resmi lamaran sudah selesai dan sekarang acara ramah tamah sekalian makan siang..
“Kenapa Babe?” Risye bingung.
__ADS_1
“Kamu jemput aku jam pulang kerja aja. Aku besok mau kirim motorku ke Jogja. Anto yang akan terima motorku. Untuk bergerak, aku lebih senang dengan motor. Di sini sehari-hari kalau enggak ada kamu, aku jarang bawa mobil. Nanti kita pindah ke Jogja nya naik mobil aja ya?” jelas Leo.
“Di Jogja kan sudah ada mobilku? Masa kita berdua, pakai dua mobil dan satu mootor? Mobilmu enggak perlu di bawa lah,” Risye mencoba berpendapat.
“Anggap aja kita honey moon dengan touring saat pulang ke Jogja dengan mobil. Kalau kita butuh modal, nanti satu mobil bisa kita jual. Tapi untuk sehari-hari aku lebih suka dengan motor aja,” Leo bersikeras akan mengirim motornya lewat ekspedisi herona. Dia sudah minta Anto mengambilnya di stasiun Tugu.
Kedua keluarga besar masih asyik beramah tamah sambil makan siang. Risye tak menyangka dia bisa kembali akan menikah. Dia hanya berharap tak ada kegagalan lagi di rencananya kali ini. Menjelang sore keluarga Leo pamit pulang. Kali ini Leo ikut mobil papanya bersama Vionne dan Harry.
‘Puji Tuhan, acara Leo lancar, andai Sandra bisa ikut merasakan suka cita ini,’ Peter membatin saat mereka baru saja keluar rumah calon besannya. Dia duduk dibelakang bersama Vionne. Sedang Harry yang menjadi driver adiknya kali ini. Walau saat ini kondisi Vionne belum kembali normal, namun sebagai papa, tentu saja Peter berharap Vionne juga akan berumah tangga dengan benar. Dia kemarin sudah banyak diskusi dengan putra sulungnya. Harry masih belum ingin berumah tangga lagi. Dia tak pernah ingin berpaling dari Dini. Dan dia sangat menyesalkan rumah tangganya yang hancur karena ulah mamanya. Harry benar-benar sudah menutup pintu hatinya untuk perempuan lain. Karena memang sejak dulu dia hanya pernah jatuh hati pada satu wanita yaitu Dini. Dengan Sarah, Harry hanya untuk fun, tak ada cinta, dia dulu senang dengan attensi wanita itu saja. Ternyata attensi Sarah hanya sebagai penarik untuk menjadi pengguna narkoba. Karena Sarah adalah penyalur. Sehingga dia bisa mendapat pembeli sekaligus lawan bergulat di ranjang.
***
Kereen ya gebrakan Om Yo, langsung bisa ke jenjang pertunangan padahal baru kenal.
Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Salam manis dari Jogja
-------------
Sambil nunggu yanktie update bab baru esok hari, coba deh mampir ke karya teman yanktie yang super keren ini, ga bakal nyesel baca ceritanya, judulnya ZAFRINA, MENDADAK NIKAH karya EMMA RISMA
Terjebak dalam friendzone, membuat Zafrina dan Zico nyaman satu sama lain. Keduanya sama-sama punya perasaan lebih namun mereka ragu untuk mengungkapkannya.
Rian papi Zafrina dan Zafa kakaknyaberniat membuat kedua sahabat itu saling mengakui perasaannya, tapi suatu kejadian justru membuat Zafrina dan Zico dipaksa menikah
__ADS_1