
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini, akhirnyaaaaaaaa, hari yang dinantikan Dini dan Anto sejak mereka SMP bisa terlaksana juga, ikutin keseruannya yok.
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
Inget juga pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.
------------
Steve mengikuti pengajian di rumah Anto, dia memperhatikan semua tata caranya. Pengantin pria memang ada yang tidak melakukan siraman, oleh karena itu keluarga Anto melakukan pengajian saja, saat pernikahan dengan Shinta bu Rahma tidak mengadakan pengajian seperti ini.
Sedang di rumah Dini, sedang di adakan ritual siraman. Dini sangat bahagia karena akhirnya dia bisa merasakan juga acara menikah yang sebenarnya seperti mbak Sashi dan mbak Kiran. Dia senang karena Bapak tetap membuatnya menjadi ratu se hari.
***
Pagi ini Dini sudah bersiap untuk di dandani ala pengantin Kuningan Jawa Barat, daerah asal Anto. Dalam adat ini dahi Dini tidak di paes seperti adat Jogja, namun menggunakan mahkota. Kebaya dari bahan terbaik yang Dini pesan berwarna broken white akan sama warnanya dengan beskap Sunda yang akan di kenakan Anto. Sedang semua anggota keluarga hari ini menggunakan warna krem. Warna krem lebih tua untuk para orang tua, sedang kakak-kakak dan adik pengantin menggunakan warna krem yang lebih muda. Amora, Ajeng dan Putri juga menggunakan kebaya, hanya bawahnya mereka menggunakan rok yang di buat dari bahan jarik, sehingga mereka tetap bebas bergerak. Begitupun Arra, Aldo, Farid dan Farhan menggunakan beskap seperti ayah mereka.
Anto tertegun melihat 4 keponakan Dini yang memakai beskap, dia membayangkan anaknya nanti akan seperti itu juga. Di lihatnya putrinya sedang duduk manis dengan Ajeng. Dia ingin mencium putrinya, kangen teramat sangat, tapi dia sedang konsentrasi, sebentar lagi prosesi panggih akan di mulai. Dia harus melempar ikatan daun sirih ke dada Dini dan Dini harus melempar ikatan sirih ke lututnya.
Anto pangling melihat wajah calon istrinya. Sangat berbeda, sangat cantik. Sebaliknya Dini pun demikian, dia takjub terhadap ketampanan pria di depannya, walau pengantin laki-laki tidak di rias, namun wajah pria yang menggunakan baju pengantin di depannya membuat terpesona, Dini tersenyum kecil pada calon suaminya.
Setelah acara panggih mereka di arahkan menuju meja ijab. Di sana kepala mereka di tutup dengan satu selendang yang menyatukan kedua kepala mereka, di depan Anto sudah duduk Bapak Lukman Wonoyudo dan penghulu.
Penghulu memulai acara, membaca doa serta menanyakan kebenaran data calon mempelai, terakhir dia menanyakan apakah pengantin laki-laki siap?
“Siap” jawab Anto tegas
Anto membaca ikrar ijab kabul dalam satu helaan nafas tanpa kesalahan. “Bagaimana saksi? Sah?” tanya penghulu pada para saksi yang duduk di sisi meja ijab tersebut. Kedua saksi menjawab “SAH”
Dini mengucap hamdalah dalam hatinya, sekarang dia bukan janda lagi, dia telah resmi menjadi nyonya Prasetyanto Soekarso.
__ADS_1
Acara berlanjut dengan penanda tanganan buku nikah, ceramah penghulu sesudah akad, lalu di lanjut acara adat sungkeman.
Sehabis acara sungkeman lalu semua di persilahkan memberi selamat pada pengantin baru tersebut.
Memang Dini memilih acara akad pagi, agar sehabis makan siang acara sudah selesai. Dia tau karena akad yang datang lebih banyak dari pihak keluarga maka pastinya mereka tidak akan cepat-cepat pulang. Sedang dia harus mempersiapkan diri untuk acara selametan besok di Rawasari.
Jam 2 siang, Dini mulai di bantu berganti baju pengantin oleh periasnya, engga tahan panas Dini sekalian mandi. Saat ini dia sudah fresh menggunakan batik sarimbit dengan Anto di padu dengan rok hitam. Anto pun sudah mandi dan sholat serta menggunakan celana hitam dan batik sarimbit, beberapa keluarga masih rame di luar. Banyak keluarga ibu yang berasal dari suku Menado datang, Steve mengenal beberapa, tanpa sengaja dia seperti reunian di rumah Dini kali ini, terdengar mereka menggunakan bahasa Menado.
Mami dan mama bersiap pulang, mereka akan mempersiapkan keperluan yang harus mereka pantau untuk acara besok.
“Mi, simbok ikut mami sekarang aja ya, sekalian bawa koper-koperku,” pinta Dini. “Nanti mbak Inah bareng aku, paling tinggal bawa baju sedikit yang buat ganti nanti malam aja.”
“Maz, mama dan mami mau pulang, ade minta simbok dan koper-koper di bawa duluan” kata Dini saat menghampiri Anto yang sedang beramah tamah dengan staff intinya yang terus mendampinginya, mereka menunggu perintah boss nya.
“Cukup ga mobil papi? kalau ga cukup biar pakai mobil dinas maz aja, kita pakai mobil sendiri” kata Anto.
“Cukup lah Maz, nanti yang ga masuk ke mobil papi tinggal dimasukin ke mobil Maz” jawab Dini.
Dini tersenyum kecut karena belum biasa dengan statusnya.
***
Habis sholat maghrib berjamaah Anto dan Dini pamit pulang pada Bapak, mereka harus bersiap di lokasi selametan. Bapak menasehati Anto sebelum mereka keluar rumah “Sejak pagi tadi Dini sudah bukan tanggung jawabku, mulai pagi tadi kamulah imamnya, kamu mau bawa dia ke istana ataupun ke kolong jembatan sekalipun bapak sudah tidak dapat melarangnya. Itu penuh menjadi hak dan tanggung jawabmu. Hanya bapak ingatkan, bapak mendidiknya sejak dia menarik nafas pertama kali, bapak mencintainya lebih dari pria manapun mencintainya, oleh karena itu bapak tidak ridho bila kamu membentaknya apalagi main tangan padanya. Kalau kamu sudah tidak menyukainya, katakan pada bapak, bapak akan selalu menerimanya kembali!”
Dini terisak mendengar kata-kata bapak. Anto memeluk bahunya sambil salim kepada mertuanya, “Insya Allah saya akan memperlakukannya sebaik Bapak, dan saya tau ga ada yang bisa menggantikan posisi Bapak di hati Dini.”
Dinipun salim lalu dia memeluk bapak dan menangis di pelukannya. “Doain Dini ga gagal lagi ya pak,” pintanya.
“Tanpa kau minta bapak selalu berdoa untukmu. Sing sabar ya, hormati bojomu, jangan sering ngambeg!” bapak mengecup kepala Dini berkali-kali lalu kembali memeluknya.
__ADS_1
***
Anto dan Dini mendapati kejutan ketika memasuki kamar Dini di Rawasari. Kamar tersebut sudah di hias menjadi kamar pengantin dan baju serta peralatan Amora di simpan di kamar tamu depan bersama mbak Inah, mama yang punya ide, dia meminta mami satu kamar kosong bagi cucu mereka agar engga mengganggu malam pertama pengantin baru. Dan siang tadi saat akan pulang ke Rawasari mami sudah membisiki mbak Inah nanti malam Amora akan tidur dengannya di kamar tamu depan terpisah dari Dini. Dan mbak Inah mengerti, maka begitu turun mobil dia menggendong Amora yang tertidur langsung ke kamar depan.
“Mbak Inah tadi sudah turun duluan waktu kita nurunin barang, koq Moya ga ada di kamar mom?” tanya Anto, dia melihat riasan kamar memang berbeda, tapi engga kepikiran kalau Amora akan di ungsikan, di pisah dari mereka.
“Kayaknya sengaja nih Maz, ya udah taruh dulu tas dan kopernya, kita keluar tanya mommy yok,” ajak Dini, namun Anto segera menarik tangan istrinya itu. “Cium dulu, maz kangen banget,” kata Anto langsung mendaratkan bibirnya pada bibir yang sejak pagi tadi sudah di rindunya.
Dini membiarkan suaminya berbuat apapun, dia membalasnya karena dia pun merindu aroma tubuh suaminya. “Maz, peluk dulu, ade kangeeeeen banget pengen di peluk Maz” kata Dini terengah-engah di sela kecupan mereka. Itu adalah kiss dan pelukan perdana mereka sejak mereka sah menjadi suami istri.
Anto memeluk istri mungilnya, dia memberikan kenyamanan pada Dini, menghilangkan stress di 10 hari terakhir menjelang pernikahan mereka. Makan dulu yok, kamu jangan sampe sakit, sekalian kita liat Moya ada di mana.” ajak Anto pada istrinya
----------------------------------------
Yuhuuuuuuuuuuuuuuuu, udah halal, udah bisa bilang dia suamiku atau dia istriku.
Biar ga penasaran ikuti ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau habis koq.
Untuk menggantikan novel ini nantinya, yanktie bakal rilis cerita baru berjudulIMPOSSIBLE LOVE
Ceritanya tetap sederhana, membumi karena bukan tentang CEO tajir melintir bertemu dengan gadis sederhana!
Ceritanya tentang seorang pemuda cukup mapan yang baru lulus kuliah di London lalu jatuh cinta pada mantan gurunya
Mantan guru pasti lebih tua kan? Dan hebohnya lagi si mantan guru adalah janda anak 3 lho!
Bisa ga pemuda lajang itu ngedapetin kepercayaan mantan ibu guru yang sudah sangat terluka karena berkali-kali di selingkuhi mantan suaminya dulu?
Cari nanti begitu cerita CINTA KECILNYA MAZ tamat ya, ini covernya
__ADS_1