
91 PACARAN BY PHONE DENGAN BIDADARI KECIL
Ddrrrt ..drrtt.. HP Dini berbunyi
“Sebentar ya Harr, jadwal absen Sabtu pagi” kata Dini meminta ijin mengangkat telpon yang masuk
“Assalamu’alaykum maz” salam Dini bagi Anto yang menghubunginya.
“Moya sudah free kan?” tanya Anto
“Iya free, sebentar ya aku jalan ke belakang, dia lagi nulis” sahut Dini
Dini kembali menemui Harry, setelah menyerahkan telpon ke Amora
“Koq ga dilanjut aja telponnya, ga enak kan aku ganggu” kata Harry
“Heheheh, itu absen rutin hari Sabtu dan Minggu pagi, memang bukan telpon untukku, lihat aja tu yang lagi happy pacaran”, kata Dini menunjuk Amora yang sedang asyik ngobrol.
Harry melihat ternyata Amora sangat dekat dengan Anto. “Aku dan Anto ga pernah telponan siang hari saat hari kerja kecuali ada yang urgent, dan ngobrol malam juga sesudah Amora tidur, jam 7 malam Anto jatah ngobrol Amora.” jelas Dini
“Din, aku mau kamu tulus memaafkan semua kesalahanku dan mama” kata Harry setelah lama terdiam. “Ini berkaitan dengan nasib mama dan Vionne”
“Ada apa dengan mama dan Vionne, kamu dari tadi ngomong sepotong-sepotong bikin aku bingung” kata Dini
Flash back on
“Harr, bisa keluar kantor sekarang ga?” tanya papanya tetiba siang ini menghubunginya di HP
“Ada apa pa, Harry coba ijin deh” kata Harry
“Mama dan Vionne dirawat di RS Mitra Jatinegara sejak 2 hari lalu, tapi kondisi Vionne hari ini drop maka papa telpon kamu” lanjut pak Peter
__ADS_1
“Sudah 2 hari di rumah sakit papa baru ngabari Harry sekarang?” kata Harry heran. Harry memang tidak tinggal di rumah orang tuanya lagi, dia memilih kost dekat kantornya. Dia masih sedih bila melihat wajah mamanya yang membuat hidupnya berantakan, dulu dia berpikir selalu menuruti semua kemauan mamanya akan membawa berkah dalam kehidupannya, namun kenyataannya malah sebaliknya. Dia terpaksa berbohong pada istrinya demi menuruti semua kemauan mamanya, akibatnya nasib rumah tangganya hancur lebur. “Harry langsung kesana pa” kata Harry sambil berjalan menuju ruang kepala bagiannya
Tenyata Vionne saat ini hamil 4 bulan, dia 2 hari lalu berupaya bunuh diri, namun ibunya Ferry mengetahuinya dan membawanya ke rumah sakit, Vionne memang sudah tinggal bersama dengan Ferry tanpa ikatan pernikahan
Nasib Vionne sangat tragis, saat dia hamil dengan senang dia mengabari kepada Ferry, namun Ferry menamparnya bahwa itu pasti bukan anaknya, karena Ferry sudah dinyatakan dokter tidak dapat mempunyai keturunan alias mandul. Vionne kaget, karena selama ini dia tak pernah berhubungan dengan pria lain selain Ferry. Ferry sendiri juga tau, Vionne tak pernah selingkuh darinya. Kemanapun Vionne pergi selalu berdua dengan Ferry. Itulah sebabnya Ferry tidak memarahi Vionne, dia menerima kehamilan itu, namun dia menyelidiki siapa yang telah menusuknya dari belakang
Satu bulan lalu Ferry mendapat bukti dia pernah dijebak sehingga tak sadarkan diri, dan Vionne yang bersamanya juga tak sadar, saat itulah orang tersebut menyetubuhi Vionne. Mengetahui penghianatan itu Ferry naik pitam dan membunuh orang tersebut, akibatnya Ferry mendekam dalam penjara
Vionne yang saat itu hamil 3 bulan sangat kalut begitu tau pasangan hidupnya masuk penjara, dia stress dan masuk rumah sakit saat itu bayinya masih bertahan, tapi lama-lama Vionne makin stress sehingga 2 hari lalu mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum banyak obat tidur. Kali ini bayinya tidak selamat sehingga pagi ini Vionne menjadi drop saat tahu bayinya sudah tak ada. Karena dia dan Ferry sudah berniat tetap mempertahankan bayi itu
Sejak tau Vionne masuk rumah sakit karena ingin bunuh diri dalam kondisi hamil, Sandra langsung terguncang jiwanya dan saat ini dirawat oleh dokter jiwa
Saat ini Harry, Leo dan Peter sedang menunggu dokter keluar dari ruang Vionne. Dokter keluar ruangan dan memanggil Peter
“Dokter bilang kondisi Vionne sulit pulih karena dirinya tidak punya keinginan hidup. Satu-satunya yang bisa membangkitkan gairah hidupnya hanya Ferry, namun Ferry ga bisa ijin menjaganya sepanjang hari disini kan, karena kasusnya adalah pembunuhan. Jadi hanya keajaiban saja yang bisa membuat Vionne sembuh” kata Peter pada Harry dan Leo
“Trus mama gimana?” tanya Harry yang memang baru tau mamanya sakit.
“Mungkin dia bisa sembuh bila melihat Vionne sembuh, bila dia merasakan Vionne menghiburnya. Sekarang mama tidak bisa kita ajak komunikasi, dia berada didunia lain, didunia halusinasinya” kata Peter putus asa
Flash back off
“Itu alasanku kesini, kami sekeluarga, terutama aku pribadi sangat mengharapkan kamu bisa memaafkan semua kesalahanku” kata Harry memohon
“Sejak dulu aku sudah bilang berkali-kali aku sudah memaafkan kamu Harr, aku sudah menerima nasibku, aku bersyukur diberi anugrah Amora dari kesalahanmu itu. Jadi ga perlu kamu dan keluargamu melibatkan namaku dengan ujian yang saat ini sedang kalian hadapi” kata Dini tulus
“Mommy, putus” tangis Amora sambil masuk memegang HP Dini
“Putus? Kamu tutup atau daddy tutup?” tanya Dini sambil menerima HP nya dari Amora. Dilihatnya HP nya off karena kehabisan batere
“Ini habis batere sayang, harus dicharge dulu biar bisa ngobrol lagi, sekarang kamu bobo dulu ya” bujuk Dini
__ADS_1
“Nda mau, Moya mau daddy” rengek Amora
“Mbak, bapak telpon” kata simbok memberitahu Anto telpon ke nomor rumah
“Tu daddy telpon, hapus dulu air matanya, daddy ga suka kan kamu nangis” bujuk Dini sambil menggendong Amora menuju telpon rumah. “Jangan lama-lama maz, udah waktu Amora bobo juga kan” kata Dini sebelum menyerah gagang telpon rumah pada Amora.
“Mbak, kalau bapak selesai telpon, Amora langsung di lap yo biar bobo” perintah Dini pada mbak Inah
“Njih bu” jawab mbak Inah
“Daddy putus” Amora mengadu pada daddynya
Harry jelas mengetahui, status Anto sangat pasti karena Dini menyebut Anto dengan sebutan bapak kepada ART nya.
“Istirahat dulu Harr, dikamar depan yang biasa aja ya, aku ngelonin Amora bobo siang dulu” kata Dini mempersilahkan Harry istirahat
“Chargerku ketinggalan, bisa pinjam ga?” tanya Harry
“Typenya apa?” kata Dini melihat HP Harry. “Oh sama ama HP Anto, pakai charger dia aja, aku ambilkan dikamar Anto sebentar ya”, kata Dini kearah kamar depan
Ternyata Anto punya kamar special dirumah ini, dan barang-barangnya pun ditinggal disini, pikir Harry. Namun dia kini sadar, dia sudah tidak boleh lagi menyakiti Dini, Dini sudah sangat terpukul karena perbuatan dirinya dan mamanya menyakiti Dini, sekarang mereka merasakan ujian seperti saat ini
Sore saat akan bikin teh sore Steve telpon : “Aku di Malioboro nih say, kamu mau aku bawain apa?”
“Hari gini sudah ada martabak belum ya Steve?” tanya Dini, dia ragu karena umumnya martabak dijual malam hari. “Beliin lumpia Semarang langganan kita deh say, agak banyakan ya, jangan pelit” pinta Dini
“Ok, see you” kata Steve menutup telponnya
***
kemana ya rasa cinta Harry ke Amora? beda banget ya ama cintanya daddy Anto. yang suka jangan lupa komen dan like serta vote ya
__ADS_1
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya