CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
114 MAZ YAKIN DIA LAKI-LAKI KARENA MOMMYNYA MINTA JATAH TERUS


__ADS_3

Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.


Akhirnya Anto bisa merasakan punya istri hamil, gimana keseruannya? Ikutin terus ceritanya ya


Tapi jangan hanya baca …  kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.


Inget juga pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul  KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR  ya.


--------------------


Di mobil Dini bertanya, “Kenapa pengen tau jenis kelamin baby?”


“Pengen mbeliin dia baju sesuai jenis kelaminnya, pengen beliin dia tempat tidur dan semua peralatannya sesuai jenis kelaminnya,” jawab Anto.


“Maz berharap dia berkelamin apa?” tanya Dini.


“Maz ga punya keharusan dia berkelamin apa, walau berharap dia lelaki, biar anak kita lengkap, tapi kalau di kasih perempuan ya kita bersyukur, maz minta kamu ga terlalu berharap dapat anak laki-laki juga ya. Walau maz merasa yakin dia laki-laki, karena mommynya …” Anto menggantung ucapannya.


Dini mencubit perut suaminya, “Cepet bilang mommynya kenapa?”


“Mommynya cantik,” goda Anto “Sakit Mom, lepas dong, biru deh perut daddy kamu cubit seperti ini.”


“Bilang dulu tadi mau bilang apa, kalau ga, cubitan ga akan mommy lepas,” tolak Dini.


“Iyaaa, iyaaa, maz yakin dia laki-laki karena mommynya me_sum, minta jatah terus,” jawab Anto sambil meringis, ini cubitan bener-bener sakit, dan sering sampai biru hasil cubitan Dini.


“Tapi Maz kan suka, Maz ga pernah nolak, malah Maz juga minta nambah hayoooo,” jawab Dini.


“Kamu ga minta aja maz nyosor, apalagi kamu minta, ya ga bakal nolak lah mom. Rejeki koq ditolak,” kata Anto sambil terkekeh.


***


“Hallo bro, ada di mana lo?” tanya Steve setelah mengucap salam, Steve sedang serius belajar agama Islam, namun dia tidak ingin Sari tahu, hanya Anto dan Dini yang tahu.


“Baru mau pulang, kenapa?” tanya Anto.

__ADS_1


“Ya udah, ketemu di rumah lo aja, gue yakin lo ga mau dan ga bisa kan kalau gue ajak ketemuan pulang kantor?” tuduh Steve, dia tahu sekarang kondisi Dini tidak seperti dulu, Dini tak bisa Anto bergeser sedikit aja dari dirinya, dan tidak bisa terlambat sebentar aja.


Steve segera keluar kantornya, kali ini dia mampir Malioboro membeli lumpia Semarang langganan Dini, Dini tidak suka bila lumpia bukan di beli di sini, entah kenapa, dia bilang cocok dengan rasa yang di jual di tempat langganannya tersebut.


Sehabis makan malam, Dini mengeluarkan kopi dan lumpia bawaan Steve. Perutnya sudah membesar, usia kehamilannya sudah 5 bulan. “Kenapa Steve, koq galau gitu?” tanya Dini, dia tahu ada yang ingin Steve sampaikan pada Anto, namun Steve ragu.


“Sari minta gue menjauh dari dia, dia ga yakin kalau gue serius ke dia,” keluh Steve.


“Dia minta kamu menjauh, ga minta putus kan?” tanya Dini.


“Emang beda?” tanya Steve ragu.


“Buat perempuan itu beda. Aku ga tau kalau buat kalian. Dia hanya sedang tidak nyaman, dia sedang ragu maka minta menjauh. Biarkan beberapa saat hingga dia berlari ke arahmu dan memelukmu,” nasehat Dini.


“Tapi sayangku, sebulan lagi hari wisudanya, aku ga mungkin ga berada di sisinya saat itu,” tukas Steve.


“Kamu datang di hari H, langsung ke lokasi, aku pastikan kamu bisa masuk ke arena walau ga bawa undangan,” janji Anto.


“Kalian memang best couple, I really appreciate you guys, I’m proud to be friends with you” Steve bahagia karena sudah mendapat solusi kesulitannya.


***


“Mbak, kancani aku ya, sekarang panggil taksi dulu,” perinta Dini pada mbak Siti. ART baru yang di persiapkan membatu mbak Inah menangani anak-anak nantinya, karena simbok memang bukan untuk urus anak-anak.


“Njih bu,” mbak Siti segera ke depan, meminta pak Narto memanggilkan taksi di depan Stasiun, sedang dia sendiri berganti pakaian untuk menemani Dini ke rumah sakit.


“Ibu harus bed rest lagi ya,” saran dokter yang memeriksa kandungan Dini, bayi ibu kuat, namun saya mengkhawatirkan kandungan ibu. Kalau ga kuat bisa keguguran. Tapi kalau dia bertahan, semoga bisa mencapai usia mature ya, paling tidak dia bisa bertahan sampai kuat lahir misal di usia kandungan 7 bulan.”


Dini segera mendaftarkan sendiri administrasi perawatannya di temani mbak Siti, sejak sampai rumah sakit tadi mbak Siti sudah mendorongnya dengan kursi roda karena takut Dini pingsan dan dia tidak kuat menopang badan majikannya. Sehabis mendaftar untuk ruang perawatan Dini di sorong perawat menuju kamar yang di pesannya. Dini meminta mbak Siti pulang mengambil baju ganti, charger, serta perlengkapan mandi dan lain-lain yang sekiranya di butuhkan selama dia dirawat.


“Assalamu’alaykum mom, tumben telepon siang-siang,” sapa Anto saat menerima panggilan Dini


“Maz sudah makan? Sudah sholat?” tanya Dini yang sengaja menghubungi Anto saat makan siang, dia tidak ingin mengganggu jam kerja Anto.


“Baru rampung sholat, mau makan siang bareng?” tanya Anto.

__ADS_1


“Aku di rawat Maz, sejak 2 jam lalu,” kata Dini pelan.


“Kamu ga becanda kan cinta, kamu ga bohongkan, di rawat kenapa? Di mana?” pekik Anto panik. Dia tidak  habis pikir Dini sudah 2 jam di rawat dan baru mengabarkan dengan tenang. Bukannya ngabarin saat hendak berangkat ke rumah sakit.


“Daddy tenang dulu, calm. Mommy gapapa. Tarik napas dulu,” pinta Dini.


“Gimana bisa tenang kalau dengar kamu di rawat, kamu aneh bukan kasih tau sejak mau berangkat ke rumah sakit. Di rumah sakit mana?” cecar Anto gugup.


“Di Panti Rapih, Maz kesini pelan-pelan ya? Ga usah kemrungsung (terburu-buru), mommy ga ingin daddy celaka. Tolong belikan crepees tuna pedas ya, dan daddy juga beli makan siang kalau daddy belum makan,” bujuk Dini, mereka memang selalu campur aduk panggilannya, kadang daddy kadang maz, kadang mommy kadang ade.


Anto mencarikan pesanan Dini, dia tahu kalau tidak dapat apa yang di inginkan Dini tidak akan makan apapun seharian, memang kemauan baby seperti itu. Anto tahu dari cerita Dini dan mami saat hamil Amora Dini tidak rewel. Hanya makan dalam porsi banyak, tapi tiak  ngidam yang mengharuskan sampai dapat, atau cengeng seperti kehamilannya kali ini. mungkin si bayi dalam kandungan saat itu mengerti kondisi ibunya yang menanggung kehamilan sendirian, walau saat itu ada Harry di sisinya. Walau di kehamilan saat ini Dini menjadi cengeng dan sering ngidam yang kadang menyusahkan,  Anto sangat menikmatinya. Dia berupaya memenuhi apapun yang di kehendaki si jabang bayi dalam kandungan istrinya.


Anto sampai ke ruang rawat Dini, dia bingung istrinya bisa tegar mendaftar sendiri sampai masuk ruang perawatan. Itu memang karakter Dini saat tidak hamil, selalu tidak ingin merepotkan orang lain, namun sejak hamil kan dia jadi kolokan, mengapa tadi dia bisa setenang itu, bahkan menunda 2 jam memberi tahunya agar tidak mengganggu jam kerjanya. Saat sedang cerita mbak Siti datang membawa perlengkapan yang Dini pesan, lalu segera pamit kembali karena di sana sudah ada tuannya.


“Daddy nanti pulang dulu ya, mandi dan ambil baju ganti kalau ingin tidur sini, bawa baju kerja, besok berangkat kantor dari sini. Tapi malam ini harus kasih tau Moya dulu agar dia ngerti,” pinta Dini.


***


Sari sedang uring-uringan, dia kesal sendiri setelah menolak Steve. Dia benci keputusan yang di ambilnya meminta Steve menjauh, namun dia masih terluka karena kemarin dia mendapat sms entah dari siapa yang sangat memprovokasinya. Dia menyesal karena tidak menanyakan kebenarannya pada Steve. Dia sudah mendaftar wisuda, sudah ambil Toga, namun merasa tidak ingin hadir di acara tersebut karena pendamping yang di inginkannya tak akan hadir di sisinya, semua karena ulahnya meminta Steve tidak mendekatinya lagi.


 -------------------------------------


 Yuhuuuuuuuuuuuuuuuu, ga kerasa lho cinta kecilnya maz Anto akan berakhir, tapi biar ga penasaran ikuti ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau tamat koq.


Untuk menggantikan novel ini nantinya, yanktie bakal rilis cerita baru berjudul IMPOSSIBLE LOVE


Ceritanya tetap sederhana, membumi karena bukan tentang CEO tajir melintir bertemu dengan gadis sederhana!


Ceritanya tentang seorang pemuda cukup mapan yang baru lulus kuliah di London lalu jatuh cinta pada mantan gurunya.


Mantan guru pasti lebih tua kan? Dan hebohnya lagi si mantan guru adalah janda anak 3 lho!


Bisa ga pemuda lajang itu ngedapetin kepercayaan mantan ibu guru yang sudah sangat terluka karena berkali-kali di selingkuhi mantan suaminya dulu?


Cari nanti begitu cerita CINTA KECILNYA MAZ tamat ya,

__ADS_1


ini covernya cerita berikutnya



__ADS_2