
Halloooooooooo……..
Anto dan Dini bukan baru kenal sebelum menikah, mereka sangat memahami sifat masing-masing, namun kali ini Dini mulai galau. Gimana kelanjutan kisahnya? Ikutin terus di bab ini ya
Yanktie mohon sehabis baca BAB langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
-------------
“Daddy mana tahu dia dapat dari mana. Tapi nomor ponsel kan memang tertulis di kartu nama perusahaan. Mungkin dia dapat dari sana,” jelas Anto sambil mencuci tangan di keran.
“Apa ini yang semalam Daddy ceritakan? Siapa namanya?” selidik Dini.
“Lupa namanya Mom, kalau enggak salah namanya sama dengan Sari. Apsari siapa mbuh, dipanggilnya Ari. Daddy 'kan enggak ada urusan ama anak magang jadi enggak tahu persis data mereka,” jawab Anto lagi.
Anto menyimpan semua peralatan yang sudah digunakan untuk membersihkan bagian dalam kedua mobil yang ada di rumah itu.
Dini masuk ke rumah. Waktunya dia melihat persiapan makan siang bagi anak serta suaminya. Ditinggalnya suaminya di depan karena masih membereskan alat-alat yang dia gunakan membersihkan mobil miliknya dan milik Anto. Walau tadi dia terlihat biasa saja, namun sesungguhnya Dini sangat geram. Dini paling benci penyelewengan. Dini paling benci perselingkuhan. Memang Anto saat ini masih aman, namun sebagai manusia dan sebagai seorang istri, Dini harus tahu dan sadar diri, batu yang keras akan berlubang oleh tetesan air yang jatuh terus menerus. Dini harus mulai waspada. Dia tak ingin ada kegagalan kedua dalam berumah tangga. Dulu dia gagal karena memang Harry yang tidak berjalan lurus di rel nya. Sekarang Anto masih di dalam rel, namun tak menutup kemungkinan rel bisa bercabang.
Karena kesal Dini membuat sambal super pedas untuk dirinya. Dia ingin pelampiasan. Kebetulan simbok masak sayur asem dengan lauk ikan asin dan lalapan. Maka jodoh lalapan adalah sambal. “Cuci tangan pakai sabun dan kita bersiap makan yok,” ajak Dini pada Arya dan Abbhie yang sedang asyik menonton televisi dunia fauna yang dia pilihkan sejak tadi. Dini beranjak ke ruang belakang, dilihatnya gadis kecilnya sedang mencoba memeras buah jeruk untuk dibuat minumannya sendiri.
__ADS_1
“Bisa meras jeruknya?” tanya Dini.
“Bisa Mom, awalnya aku salah memotongnya, bukan horizontal tapi vertikal. Sekarang aku sudah tahu cara memotong horizontal,” Amora menjelaskan kesalahannya. Karena bila memotong vertikal maka jeruk tidak akan mudah diperas.
“Itulah gunanya belajar, jangan sepelekan siapapun, karena dari nya kita bisa menyerap ilmu,” Dini memberi jawaban bagi Amora sekalian menasehati agar tidak memandang rendah siapapun termasuk asisten rumah tangga. “Ayok kita makan dulu, adik-adikmu sudah siap.” Ajak Dini.
Anto langsung membersihkan tubuhnya dan berganti kaos lalu menuju meja makan. “Kalian koq enggak bantu daddy membersihkan mobil?” tanya Anto pada kedua jagoannya.
“Aku malas, aku lebih suka menonton dunia fauna,” jawab Arya lugas.
“Atu uda mayas,” Abbhie mengikuti jawaban Arya. Jagoan kecil Dini sangat menggemaskan dengan pipi chubby nya.
Sementara Dini hanya tersenyum simpul melihat jawaban kedua anaknya. “Mbak Moya mau pakai apa?” tanya Dini, dia masih berdiri disebelah Moya untuk meladeni anak sulungnya.
“Ini ikan asin, atau ikan goreng?” pancing Dini lagi.
“Enough,” jawab Amora. Dini beranjak ke piring Arya. Dia hafal lauk anak lelakinya yang tak boleh telat ikan dan kuah sayur, sehingga tidak perlu ditanya maunya apa. Sedang Abbhie belum bisa memilih. Dini mengambilkan jatah makan Abbhie yang duduk di kursi tinggi khusus untuk dirinya makan. Setelah ketiga anaknya mendapat perhatiannya Dini baru duduk di kursinya untuk mengambil jatahnya makan. Anto memperhatikan Dini yang tidak menatapnya bahkan tidak mengambilkan nasi dan lauk sayur untuknya. Dilihatnya Dini makan sambil diam dan mengambil sambal agak banyak.
Anto mengalihkan perhatian anak-anaknya dengan menanyakan mereka satu persatu. Karena saat Arya bertanya pada Dini, istrinya tidak merespon. Mungkin Dini sama sekali tidak tahu kalau anaknya bertanya. ‘Apa kamu marah? Kamu terluka dengan adanya telepon tadi?’ Anto membatin dalam hatinya. Dia sendiri sama sekali tidak menyangka anak magang sampai berani berbuat sedemikian jauh. Dia berjanji akan membuat perhitungaan tegas. Dia tidak ingin masalah ini dianggap sepele. Anto tahu banyak rumah tangga rusak akibat orang ketiga yang dianggap sebelah mata, karena masih anak sekolah atau hanya asisten rumah tangga atau baby sitter. Siapapun dan apapun profesi mereka, orang ketiga bisa dimana saja dan kapan saja masuk rumah tangga. Kalau tidak di antisipasi bisa membuat rumah tangga hancur.
Anto ingat anak magang di kantor Steve yang sampai dipenjarakan oleh Steve. Karena akibat kelakuan anak magang itu, Sari adiknya menggugat cerai Steve tanpa diskusi pada mama dan dirinya. Saat itu Sari baru dua bulan melahirkan anak sulung mereka yaitu Adhisty.
__ADS_1
Anto menyadari, baru kali ini ada sedikit riak di rumah tangganya. Selama ini Dini tak pernah marah dan setiap ada masalah apapun Dini selalu bertukar pikiran dengan dirinya. Bahkan untuk masalah yang bagi rumah tangga orang lain adalah masalah pelik, misal masalah mantan dan keluarganya. Bagi dirinya dan Dini semua bisa mereka bahas dengan kepala dingin. Dia dan Harry serta keluarganya sangat baik hubungannya. Dan Dini juga masih bisa berkomunikasi dengan bu Gita mantan mertuanya walau tidak terlalu baik. Itu karena pernah ada kasus dengan Puspita. Kalau tak ada kasus mungkin komunikasi Dini dan bu Gita akan lancar.
‘Besok makan siang bareng ya,’ Anto mengirim chat pada adik iparnya. Dia sedih baru kali ini rumah tangganya mengalami cobaan seperti ini.
Steve yang menerima chat singkat tanpa penjelasan mengerti, dia bisa menduga Anto ada masalah. Sebab dia hafal, Anto paling tidak suka chat. Dia lebih senang langsung bicara. Kalau Anto mengirim chat, artinya suasana untuk bicara sedang tidak kondusif. ‘Ok,’ hanya jawaban singkat seperti itu yang Steve kirim. Dia yakin kakak iparnya akan bicara dimana mereka akan bertemu saat dia bisa menghubunginya.
Anto dan Dini menjalankan kegiatan rutin mereka dengan tanpa gejolak. Hanya Anto dan Dini yang tahu komunikasi mereka sedang tidak baik. Anak-anak tidak merasakannya karena di depan anak-anak Dini masih menimpali semua celoteh mereka atau perkataan Anto. Mereka menjalankan semua hal dengan mulus sampai mengantar ketiga buah hati untuk berlayar dialam mimpi di kamar masing-masing.
Dini masuk kamarnya, dia berganti baju tidur dan menyikat giginya. Tanpa menunggu suaminya Dini langsung tidur. Saat Anto masuk dia melihat istrinya sudah terlelap. Biasanya Dini akan menunggunya untuk saling bicara apa saja yang terjadi hari itu. Anto bergegas masuk kamar mandi dan membersihkan diri untuk pergi tidur. Anto ikut membaringkan diri disisi istrinya. Dia peluk pujaan hatinya yang sedang kesal pada dirinya. Dia peluk erat seakan tak akan pernah dia lepas sampai kapan pun.
***
------------------------
Terima kasih sudah selesai membaca BAB ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Sambil nunggu yanktie update, kita baca cerita menarik milik teman yanktie ini ya, judulnya TERJERAT RANJANG DUA MAFIA karya DEE HWANG
Ceritanya seru abis.
------------------
__ADS_1