
Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan?
Yanktie itu singkatan dari EYANG PUTRI! pada kesempatan hari ini Yanktie menyampaikan selamat idul fitri 1443 H ya, maaf lahir batin
Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.
Semoga tidak bosan menunggu cerita selanjutnya ya. Sekarang kita ikutin terus keseruan bab ini. Selamat membaca!
Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
--------
Sejak kemarin sore email yang masuk belum dibuka oleh bu Gita. Dia sedang shopping di Singapura dan baru kembali tadi pagi. Siang ini dia buka email dan tertegun ada email dari mantan menantunya berisi tembusan pelaporan yang melibatkan keponakan dari garis suaminya. Dia semakin tidak mengerti mengapa keturunannya senang melakukan hal memalukan dirinya dihadapan Anto?
“Pulang sekarang Mas, ada hal yang mau aku tunjukin ke kamu,” bu Gita langsung menghubungi suaminya yang sedang pijat refleksi diantar oleh Maman, asisten rumah tangga yang merangkap sopir suaminya. Pak Hendro pijat refleksi karena gejala stroke yang dideritanya.
***
Saat hendak meninggalkan gerai empek-empek, ponsel Anto berdering. “Njih Pak, assalamu’alaykum,” sapa Anto, setelah sebelumnya memperlihatkan siapa yang menghubunginya kepada Dini.
“Wa’alaykum salam Nto, ini saya baca email yang kamu kirim ke Ibu, apa maksudnya?” seakan tak mengerti pak Hendro minta penjelasan pada mantan menantunya itu.
“Saya kirim ke email Ibu, karena Bapak bilang tak ada keponakan Bapak yang sedang kuliah di Jogja. Ternyata keponakan Bapak adalah mahasiswi yang skripsinya langsung dibawah bimbingan istri saya. Dan dia menyebarkan berita bohong kalau istri saya adalah simpanan saya. Lalu saya baru mengakui istri saya setelah kematian Shinta. Nama baik istri saya sebagai dosen dan pembantu dekan dua langsung tercemar. Istri saya mendapat cemooh dari mahasiswa, karyawan bahkan rekan dosen!” jawab Anto. Pembicaraan ini sengaja Anto speaker juga rekam.
“Apa tidak bisa kita selesaikan dengan rembug kekeluargaan?” pinta pak Hendro lirih. Dia tak menyangka mukanya dan muka istrinya kembali tercemar dimuka mantan menantunya itu.
“Rembug kekeluargaan seperti Jelita? Lalu nanti diulangi lagi?” tanya Anto sinis. Sudah tak ada rasa hormat pada keluarga mantan mertuanya itu. Jelita adalah keponakan bu Gita yang berkasus dengan Steve hingga dua kali. Karena saat kasus pertama Steve memberi maaf, sehingga tanpa kapok Jelita membuat kasus kedua.
Pak Hendro dan bu Gita lemas mendengar jawaban Anto. Mereka yakin, Anto tak akan memberi pengampunan untuk Indri. Seperti ketika menghadapi Puspita. Juga seperti Steve yang tak mau memberi keringanan pada Jelita. “Mengapa kita harus menanggung malu lagi?” keluh bu Gita setelah pak Hendro kehabisan kata membujuk Anto.
***
‘Gue dapat surat panggilan polisi. Jadwalnya lusa jam sembilan pagi,’ chat di genks imoet malam ini dimulai.
‘Sama!’
__ADS_1
‘Sama!’
‘Sama!’
‘Sama!’
‘Sama!’
‘Sama!’
‘Siapa ya pelapornya?’ tanya orang pertama.
‘Suaminya bu Dini,’ jawab Indria.
‘Koq elo tahu?’
‘Dia ‘kan mantan suami kakak sepupu gue, suaminya mbak Shinta yang gue ceritain itu.’
‘Kenapa dia ngelaporin kita? Apa info yang lu kasih salah?’
‘Kalau info itu salah, seharusnya ‘kan gue enggak ikutan salah, bukan gue yang pertama kasih info. Info pertama ‘kan dari elo Ndri!’
‘Lalu siapa yang ember nyebar ke group lain sehingga bisa bocor ke seantero kampus?’ balas Indri berang. Indria tahu, kesalahan awal bermula darinya yang tidak tahu kalau Anto mantan suami mbak Shinta baru menikah hampir dua tahun setelah mbak Shinta meninggal. Dan Anto menikah dengan janda anak satu. Demikian tadi info dari ayahnya. Tapi ‘kan yang nyebar ke group lain bukan dirinya! Dia juga bingung, karena dia sudah kena damprat kakak dan ayahnya. Dia menyembunyikan surat panggilan ini. Tapi keluarganya tahu dari pakde Hendro yang menghubungi ayahnya sore tadi.
‘Gimana kalau besok kita ke ruang bu Dini dan minta maaf, biar persoalan ini enggak diperpanjang?’ usul seseorang di group itu.
‘Boljug ( boleh juga ) tuh. Setidaknya kita udah usaha,’ jawab yang lain.
‘Jam berapa kita ke ruangannya?’
‘Harus tahu jam kosongnya. Kalau jam ngasih kuliah dia mana mau diganggu?’
‘Sialnya bokap dan abang gue udah tau soal surat panggilan ini. Karena bapak nya mbak Shinta telepon bokap. Mereka dapat email copyan surat pelaporan ini.’ Jelas Indri.
‘Gue enggak mau kasih tau orang tua dulu,’ balas yang lain.
‘Iya, kita bahas dengan bu Dini dulu,’ jawab yang lain.
***
__ADS_1
Pagi ini, team lengkap genk imoet sudah berkumpul di cafetaria fakultas mereka. Dari info yang mereka dapat, bu Dini kosong pukul 11.30 hingga pukul 13.45. mereka berencana datang pukul 11.30. jujur mereka takut menghadapi sangsi akademik karena kasus ini. Lebih-lebih 3 dari 7 anggota sedang menyusun skripsi, dan mayoritas mereka bukan hanya cantik, tapi juga berprestasi, karena mereka mendapat beasiswa. Sesuai jadwal, mereka menuju ruang pembantu dekan dua, ruangan ibu Rahdini.
“Bu, kami ingin konsultasi,” lapor Indria kepada sekretaris Pudek dua.
“Kalian belum ada janji?” tanya sang sekretaris, karena di buku besarnya hari ini tidak ada jadwal konsul mahasiswa.
“Belum Bu, tapi ini urgent. Kami harus bertemu Bu Rahdini siang ini juga,” jawab seseorang dari kelompok 7 itu.
“Saya tanyakan beliau dulu ya, saya tidak mau disalahkan!” sang sekretaris langsung ke ruangan atasannya menyampaikan permohonan para mahasiswa itu.
“Ber 7?” tanya Dini, dia ingat Anto bilang penyebar awal adalah kelompok 7. ini yang Dini tunggu. “Oke, terima mereka, dengan catatan anda ikut duduk di ruangan sebagai saksi. Anda juga wajib mencatat semua pembicaraan seperti mencatat notulen rapat. Dan jangan lupa rekam pembicaraan dengan ponsel anda. Saya juga akan merekam dengan ponsel saya. Untuk antisipasi bila ada gangguan telepon atau batere habis,” Dini langsung mengijinkan team 7 untuk masuk ruangannya.
Team 7 masuk dengan tertib dan mereka duduk lalu diam. Dengan mengangkat wajah angkuh Dini memperlihatkan kharismanya. “Selamat siang, ada yang perlu kalian bicarakan dengan saya?” cecar Dini langsung ke pokok persoalan.
Team 7 tadi sudah mengatur strategi siapa yang akan bicara pertama dan seterusnya. Namun dihadapan Dini semua planning langsung blank. Mereka tak sanggup melawan power yang dimiliki dosen cantik di depan mereka. Dengan terbata akhirnya Indri memberanikan diri. “Kami datang untuk minta maaf atas berita tidak benar yang beredar selama hampir tiga minggu ini Bu.”
“Ke mana kalian saat berita itu baru beredar? Kalian tidak berupaya menyetop dan mengklarifikasi, karena kalian tidak tahu kebenaran berita fiktif itu ‘kan? Ke mana kalian saat saya di bully dengan sinis oleh para mahasiswa, karyawan bahkan teman sejawat? Saat kalian sudah menerima panggilan dari polisi baru kalian mencari saya untuk minta maaf? Kalau saat ini secara lisan saya maafkan, apa kalian yakin kasus akan berhenti?” Dini berkata tegas dan sedikit meninggi walau tidak keras.
--------
Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Salam manis dari Jogja
Novel terbaru yanktie sudah lulus seleksi lho, semoga sebentar lagi bisa kalian ikuti ceritanya.
TELL LAURA I LOVE HER berkisah tentang Augustus atau yang biasa dikenal August terpuruk, dia merasa sangat bodoh membuang berlian dan menggantinya dengan kerikil. Dia mengkhianati Julia yang santun dan jujur. August bermain api dengan Aprilia dan berakibat April hamil. Dengan terpaksa dia menikahi April. Namun rumah tangga yang di jalaninya bagai neraka. April tak pernah menganggapnya sebagai suami. Perempuan itu tetap bebas pesta dan sering pulang pagi walau sedang hamil.
Saat putri mereka Novi, yang lahir bulan November sakit. Baru terkuak, Novi bukan putri August, karena golongan darah mereka berbeda.itu memacu August melakukan test DNA dengan bayinya itu. Hasil test menguatkan, bayi mungil nan malang itu memang bukan berasal darinya.
Laura adalah kekasih Tommy, mereka sedang bahagia, bulan depan akan menikah. Semua persiapan sudah mereka lakukan. Fix 95% persiapan sudah ready, sayang 2 minggu sebelum akad nikah, Tommy meninggal saat balapan mobil yang diikutinya. Laura melarikan dukanya dengan menjadi tenaga relawan di panti asuhan khusus balita.
Saat August sedang melakukan santunan di panti asuhan, August berkenalan dengan Laura yang menjadi tenaga pembimbing di sana. August tertarik dengan Laura, tapi Laura belum bisa menerima cinta baru.
Akankah cinta August pada Laura bersambut? Atau August akan kembali mengejar cinta Julia?
__ADS_1