CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
58 ABANGKOE SAYANK


__ADS_3

58 ABANGKOE SAYANK


Bu Gita langsung memeluk besannya saat mereka bertemu. Mereka bertangisan namun saling menguatkan


“Ma, bu sudah malam, sebaiknya pulang saja dulu, Anto jaga disini, nanti bila Shinta sadar atau ada perkembangan akan Anto kabari” kata Anto kepada ibu mertua dan mamanya


“Kamu bawa pulang mama pakai mobil mas aja de, mobil Steve yang ditinggal disini” kata Anto pada Sari


“Ayo ma, kita pulang dulu, mama ga boleh terlalu cape” bujuk Sari


“Mau abang anter?” tanya Steve


“Ga usah bang, mohon abang kuatin mas Anto aja ya, aku mohon beri dia penghiburan, dan ajak makan agar ga sakit” kata Sari lembut pada Steve. “Tukar kuncinya bang” kata Sari sambil memberikan kunci mobil pada Steve. “Abang parkir dimana”


Dia sudah merubah sebutan dirinya menjadi “aku”, batin Steve bahagia, dan dia juga sudah ga ketus seperti di meja makan siang tadi. “Ayo abang antar ke parkiran sekalian abang beli makan dan kopi untuk abang dan Anto” jawab Steve sambil memberikan kunci mobil Anto pada Sari dan berjalan disisinya, karena mamanya Sari berjalan bersisian dengan bu Gita


“Kamu belum makan kan de, mau makan dulu? Sekalian mama juga makan dulu ya, biar sampai rumah tinggal istirahat” kata Steve menawarkan makan malam


“Tanya mama aja bang, kalau mama mau itu lebih bagus, karena nanti di rumah ga ada yang akan bisa bujuk dia untuk makan” jawab Sari tidak menolak tawaran Steve


“Abang coba bilang ya, kamu dukung biar dia mau” lanjut Steve lagi


“Tante, kita semua makan dulu yok, biar sampai rumah tinggal istirahat, jangan sampai kita terlambat makan nanti sakit, malah ga ada yang bisa jagain Shinta” bujuk Steve pada bu Gita dan bu Rahma mamanya Anto “Sekarang aja sudah telat makan malam, apalagi kalau harus tunggu sampai rumah” lanjutnya lagi


“Iya ma, makan dulu aja ya biar mama ga sakit. Kalau sakit ga bakal boleh kesini lagi sama mas Anto” imbuh Sari menguatkan perkataan Steve barusan


“Mama, Sari, siapa yang sakit?” suara bariton menyapa Sari lalu mencium tangan bu Rahma


“Mas Imron, belum pulang?” tanya Sari pada kakak iparnya


“Hari ini off de, tapi ada pasien yang butuh kehadiran mas, ngedadak di telpon, ya mas datang. Siapa yang sakit?” tanya Imron


“Mbak Shinta, di ICU, luka bakar” jawab Sari


“Sekarang mau pulang atau baru datang?” lanjut lagi pertanyaan Imron

__ADS_1


“Mau ajak mama makan biar sampai rumah ga malas makan mas” kata Sari


“Ya ampuuun, ini sudah telat dari jadwal mama, ya sudah yok mas temani, bu Gita ayok segera makan” ajak Imron sambil berjalan menuju café depan RS


Sehabis makan Steve mengantar Sari dan mamanya hingga ke mobil. “Hati-hati de, sampe rumah langsung kabari abang ya” pinta Steve pada Sari


“Aku kan ga punya nomor abang” kata Sari sambil masuk mobil


“Sini HP mu” pinta Steve. Sari memberikan HPnya, lalu Steve menyimpan nomor HPnya disana, sambil dia misscall ke HPnya agar dia juga langsung mempunyai nomor Sari.


“Nih sudah abang save nomor abang disitu” kata Steve sambil menyerahkan HP pada Sari


Sari menerima HP nya dan melihat nomor yang Steve simpan. Dia mengernyitkan alisnya melihat nama yang Steve simpan disana. Abangkoe sayank nama yang tertera disana. “Iiihhhh ke pede an” kata Sari mencibir


“Udah ga usah dirubah, cepet pulang mama sudah cape” bisik Steve dari jendela mobil


Ya udah lah, nanti aja aku robah dirumah, pikir Sari. Lalu dia mulai menyalakan mobilnya untuk segera pulang


“Makan dulu Nto, ni gue bawain kopi juga” kata Steve saat tiba didepan ruang ICU. Disana juga sudah ada mas Imron, kakak iparnya Anto


“Steve lo bisa pulang, gue jaga sini sendiri gapapa” kata Anto


“Gapapa, santai bro, tadi gue udah ijin ke mertua lo, gue nemenin lo disini” jawab Steve, dia memang kerja sebagai staff ayah mertua Anto


Nada musik tanda ada panggilan masuk berbunyi di HP Steve. “Sorry, gue belum silent HP kata Steve sambil melihat nama yang tertulis di HP nya. Dia tersenyum tatkala membaca nama my sweet angel dilayar HP nya


“Hallo de, udah sampe rumah?” tanya nya lebih dulu


“Iya bang, baru aja sampe. Mas Anto sudah makan belum?” jawab Sari


“Sudah, ada mas Imron juga disini. Kamu istirahat ya” kata Steve lembut pada Sari


“Iya, besok sebelum ke kampus aku kesitu, anter baju dan peralatan mandi mas Anto sekalian sarapan. Abang mau dibawain apa?” tanya Sari


“Bawain cintamu aja” goda Steve. Dia bisa membayangnya wajah Sari merona malu

__ADS_1


“Abang, aku serius” rengek Sari


“Abang juga serius de” kata Steve


“Ya sudah, aku tutup nih telpon nya” ancam Sari


“Abang ada baju ganti serta peralatan mandi di mobil, paling bawakan sandal jepit aja buat ke kamar mandi” jawab Steve cepat, dia  takut Sari keburu ngambeg lalu beneran mengakhiri percakapan mereka


“Nah gitu dong, kalau ditanya tu jawab yang bener. Ya udah abang istirahat, mas Anto jangan diajak ngobrol terus biar dia juga tidur. Tadi di kresek aku bawain autan, mas Anto paling ga tahan nyamuk” kata Sari ingin menyudahi pembicaraan mereka


“Ok, met bobo” kata Steve


***


Anto dan Steve masih tertidur di kursi saat Sari sudah hadir. Di pegangnya bahu Steve,lalu dia guncang pelan


“Hmmm” Steve merasa ada yang menggoyang bahunya, lalu membuka matanya. Ups, bidadariku sudah sampai sini, jam berapa sekarang? Batin Steve lalu dia melihat jam tangannya, baru 06.17, masih pagi mengapa Sari sudah sampai sini?


“Bang, bantu aku ambil alat-alat di mobil yok” kata Sari sambil meletakkan bekal sarapan di kursi sebelah Anto duduk tertidur. Steve langsung bersiap, dia ga ingin ada citra jelek di mata anak kecil yang tetiba menyita perhatiannya


Ternyata Sari membawa alas tidur, bantal serta selimut selain ransel berisi baju-baju Anto. karena sudah tiba di parkiran, Steve sekalian mengambil baju ganti di mobilnya.


Setelah menaruh barang-barang di locker penunggu ICU, Steve bergegas mandi agar bisa segera sarapan. Namun sehabis dari toilet dia tidak langsung menuju ketempat Sari berada, dia pergi ke kantin dulu untuk membeli kopi baginya dan bagi Anto karena dia tidak melihat Sari membawakan minuman wajib baginya dipagi hari.


“Ga bisa tanpa kopi ya bang?” tanya Sari


“Serasa sayur tanpa garam, bila pagi tanpa kopi. Prinsipku utamakan kopi, jangan cinta. Karena otak butuh inspirasi, bukan airmata” jawab Steve sambil menyeruput kopinya pelan-pelan.


Anto yang mendengar ada percakapan disebelahnya perlahan membuka matanya.


“Wah ngimpi apa lo pagi-pagi udah mandi aja” tanya Anto pada Steve “Pagi pala lo peyang, biasanya jam segini gue dah sampe kantor tau,” kata Steve sambil melihat jam nya yang menunjukan pk 07.32


“Kamu masuk kuliah jam berapa de?“ tanya Anto


“Jam 10 mas. Nanti jam 9 aku dari sini” jawab Sari sambil mempersiapkan makan untuk kakaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2