
70 MAUNYA SEKAMAR BERDUA, TAPI BUKAN AMA STEVE..
“Cukup de, aku mau banyakin gudeknya aja” kata Anto. Dini mengambilkan sayur kreceknya dengan menyisihkan cabe rawit glundungannya karena Anto ga suka pedas. Steve yang melihat perlakuan itu menilai mereka pasangan yang paling cocok. Dia membatin semoga keduanya berjodoh
“Steve, ga suka gudeg ya?” tanya Dini yang melihat Steve bengong, baru ngambil nasi tanpa lauk
Duh, gue bukan ga doyan gudeg, gue mupeng ama perlakuan lo ke Anto, batin Steve. “Doyaaaaan, tenang aja, aku lagi mikir, kalau aku habisin semua gimana ya pendapatmu” kata Steve berkilah
“Ini ada sedikit ayam rica sih, tadi menu di rumah ayam rica doang, kalau gudeg aku beli pas kamu telpon tadi” jawab Dini jujur.
“Iya aku mau rica-rica juga, dah ga perlu repot nawarin, pasti semua habis koq” kata Steve. “Lo ga nyobain ricanya Nto?” tanya Steve pada Anto
Anto hanya geleng-geleng, sementara Dini tersenyum. “Anto ga kuat pedes Steve. Itu alasan aku beli lauk, karena kebetulan menu di rumah pas sedang serba pedes kecuali menunya Amora. Mau masak sendiri udah ga keburu” kata Dini menjelaskan kondisi Anto
“Mama sehat maz?” tanya Dini berbasa basi
“Sehat, cuma kecewa” jawab Anto lugas
“Maksudnya?” tanya Dini bingung
“Kamu pergi ga pamit mama, ya dia kecewa lah”
“Maaf” lirih Dini menjawab lalu dia makan dalam diam
Steve yang merasakan situasi akan makin buruk di meja makan bila dia tidak membuka percakapan, berinisiatif menanyakan kondisi daerah Jogja
“Sekolahmu jauh?” tanya Steve
“Engga, kalau malas bawa mobil aku mbecak aja cuma 10 menit dari sini. Kantormu dimana Steve?” tanya Dini
“Jalan Kusuma negara, jauh ga ya dari sini?” tanya Steve
“Ga terlalu jauh sih, kenapa mess mu di Condong catur? Kan jauh banget?” tanya Dini
“Aku juga belum tau, rencananya besok mau survey lokasi. Kamu besok full?”
“Besok aku ngajar hanya sampai jam ke 4, tapi sehabis jam pelajaran ada jadwal pertemuan MGMP, pertemuan rutin para guru bidang study yang sama se kota madya Jogja” kata Dini.
__ADS_1
“Jam berapa selesainya?” tanya Steve
“Biasanya sampai rumah jam 5 sore” jawab Dini. “Ga nambah maz?” tawar Dini pada Anto yang hampir habis makannya
“Cukup, aku kembung kayaknya. Ga berani makan banyak-banyak” jelas Anto menolak tawaran Dini
Sehabis makan mereka menuju ruang tengah. “Mbok, gaweke wedang jahe geprek ya, jahenya bakar dulu sebelum digeprek, pakai gula batu wae yo, 2 gelas, yang 1 gelas pakai gula merah” pinta Dini pada ART yang agak tua, sedang ART yang muda adalah pengasuh Amora
“Njih mbak” jawab simbok, dia memang memanggil Dini dengan sebutan mbak, karena Dini ga enak dipanggil ibu oleh simbok
Ga berapa lama simbok membawakan irisan mangga ke ruang keluarga, “Buahnya den” kata simbok menawarkan buah pada Steve dan Anto, lalu dia lanjut kebelakang akan membuat wedang jahe pesanan Dini
“Steve, mangga nih, dari pohon didepan itu loh, cobain deh kata Dini menawarkan mangga.
“Moya mau” kata Amora
“Kamu nasi aja belum habis, udah minta mangga, kenapa jadi lama mamam nya?” tanya Dini. “Ga boleh bangun dari kursi kalau nasinya belum habis ya” tegas Dini memerintah Amora agar tertib. Dini memang menyediakan meja dan kursi kecil seperti di TK khusus untuk Amora makan dan belajar. “Papa dan daddy mau pulang kalau kamu ga cepat makannya. Tinggal sedikit itu cepat habiskan” bujuk Dini lagi
“Kenapa dia tumben lama mbak?” tanya Dini pada pengasuh Amora
“Sepertinya karena sariawannya bu, akibat jatuh kemarin itu” jawab mbak Inah pengasuh Amora yang baru pengganti mbak Yanti yang keluar karena menikah
“Kalau gitu bikinkan juice mangga aja buat Amora mbak, daripada dia sulit makan” pinta Dini pada pengasuh Amora
“Njih bu” kata si mbak lalu berjalan kebelakang untuk melakukan perintah Dini
“Maz, minum wedang jahenya buat ngilangin kembung, mau yang gula batu atau gula merah?” tanya Dini, dia tau Anto lebih suka yang gula merah, namun sebagai penghormatan dia tetap memberi alternatif pilihan
“Gula merah aja de” jawab Anto
“Kamu juga minum air jahe Steve. Malam ini mau nginep atau pulang ke Condong catur?” tanya Dini. “Nginep aja ya? Kalian kan cape banget bawa mobil dari Jakarta” kata Dini
“Ralat, bukan kalian” jawab Anto, sementara Steve hanya cengar cengir saja mendengar kata-kata Anto
“Kalian ga gantian kah?” tanya Dini memastikan
“Gantian saat sudah sampai Wates” jawab Anto
__ADS_1
“Judulnya gantian kan Nto” kata Steve ambil men dial nomor seseorang di HP nya
“Hallo bro, sibuk lo?” tanyanya pada orang diujung sana. “Tebak gue lagi dimana?” tanyanya berteka teki
“Mana gue tau lo lagi dimana, emang gue dukun” jawab Leopold atau yang biasa dipangil Leo
“Gue di rumah Dini di Jogja” kata Steve
“Seriusan lo?” tanya Leo
“Lo ngomong langsung kalo ga percaya” kata Steve lalu memberikan HPnya pada Dini
“Hallo Yo, koq ga ikutan kesini tanya Dini pada mantan adik iparnya itu
“Monyet itu ga ngasih tau mau ke Jogja” kata Leo kesal, kalau tau kan bisa atur waktu jelas Leo
“Ya wis, lanjut ngomong ama Steve ya, aku mau urus Amora” kata Dini ambil menyerahkan HP kepada Steve. Amora sudah selesai makan, Dini membasuh wajah Amora dengan tissue basah, juga membuka celemek makannya. Pengasuh Amora membersihkan meja kecil itu lalu meletakan juice mangga milik Amora. Amora langsung duduk diatas pangkuan Anto. “Sudah mamam nya?” tanya Anto, Amora mengangguk-angguk
“Coba daddy liat, sakitnya mana?” tanya Anto
Amora membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya, Anto melihat ada dua sariawan di lidah anak itu. “Kamu jatuh? Nangis ga?” tanya Anto lagi. Kembali Amora hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Anto mendekapnya dan menciumi pipinya gemas. “Kasian anak daddy jadi malas bicara” digendongnya Amora ke ruang tamu, tadi dia meletakan boneka teddy bear disana karena melihat Amora sedang makan, dia ga mau mengganggu waktu makan Amora. “Kalau sama teddy mau ngobrol ga?” tanya Anto sambil menyerahkan boneka yang besarnya pas digendongan Amora
“Mau, teddy” kata Amora sambil menciumi boneka yang baru diberikan oleh Anto
“Bilang apa sama daddy?” tanya Dini
“Ma tacih daddy” kata Amora
Anto menunjukan pipinya kepada Amora, yang langsung dikecup oleh Amora, lalu Anto menujukkan pipi lainnya, dan kembali Amora mengecupnya. Anto membalasnya dengan menciumi kedua pipi dan kening Amora.
“Maz, kamu mau sekamar ama Steve atau sendiri-sendiri tidurnya. Udah disiapin dua kamar sih, takutnya kalian maunya sekamar” kata Dini. Memang rumah ini sangat banyak kamar, karena biasa digunakan kumpul keluarga saat lebaran waktu masih ada eyangnya.
“Maunya sih sekamar bukan ama Steve” goda Anto
“Steve, istirahat sana, pilih aja tu kamar depan sudah disiapin simbok, mau sekamar ama Anto atau sendiri-sendiri?” tanya Dini mengalihkan pertanyaannya. “Kamu juga wedang jahenya belum diminum tuh udah mau dingin” kata Dini
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya ya