
Sesuai jadwal yang ditetapkan oleh pengadilan, Harry terlihat memasuki ruang sidang. Hari ini dia terlihat cukup rapi dan bersih, dia menggunakan kemeja bersalur tipis warna biru muda sehingga dari kejauhan seperti kemeja biru muda polos saja. Celana biru dongker melengkapi penampilannya selain peci diatas kepalanya. Saat memasuki ruang sidang dia melihat arah pengunjung sidang, dia mencari kehadiran keluarganya. Tak disangka dia melihat kehadiran Dini diantara pengunjung dan Dini terlihat mensupportnya dengan memberi senyum manisnya. Andai dia boleh menghampiri pengunjung, ingin rasanya Harry berlari mendatangi istrinya, memeluknya erat seperti dulu lagi.
Kejutan yang diluar ekspektasinya. Harry mengakui Dini memang perempuan luar biasa. Masih menghormatinya sebagai suami saat seperti ini. Dia makin menyesalkan kelakuan buruknya selama ini. Sesudah itu Harry mengalihkan pandangannya, dia melihat papa mamanya hadir seperti biasa, namun hari ini ditambah kehadiran Leo yang dia yakin hari ini ijin kerja untuk bisa hadir disini.
Harry duduk ditempat yang diperuntukan untuk terdakwa.
Tok tok tok
Hakim mengetuk palu setelah membacakan keputusannya. Harry hanya pasrah menerima besarnya hukuman yang dia terima, karena dipotong masa tahanan, dia masih harus tidur di dinginnya lapas 30 bulan terhitung hari ini.
Harry menyalami hakim, penuntut serta semua petugas disana, sebelum di bawa masuk kembali ke lapas dia diperbolehkan menemui keluarganya. Dia memeluk mama dan papanya erat. Lalu dia juga memeluk dan menepuk-nepuk bahu Leo. Sesudah itu dia menghampiri Dini, dan ga menyangka Dini lebih dulu memeluknya erat seakan memberi support agar dia kuat menjalani sisa hukumannya. Harry balas memeluk Dini dan menciumi wajah istrinya tanpa malu pada semua yang hadir disana. “Makasih banget kamu datang ya yank, aku bahagia kamu kesini” bisiknya sambil menangis dipelukan istrinya.
“Aku harap masa hukuman ini bisa membuatmu berubah menjadi lebih baik” jawab Dini. Dihapusnya air mata Harry dengan lembut, sejak tadi dia memang memegang tissue untuk menghapus air matanya saat hakim menjatuhi vonis pada Harry. Di kecupnya pipi Harry sekilas sebelum dia mundur selangkah menjauh dari Harry dan kembali duduk. Biar bagaimana pun laki-laki lemah didepannya masih suaminya, ayah kandung anaknya. Dini merasa sangat lemas, dia duduk karena takut jatuh pingsan.
Mbak Sashi memapah Dini kembali memasuki mobil ketika Harry sudah dibawa petugas untuk kembali ke lapas. Tadi mereka juga pamit pada kedua mertua Dini. Leo yang masih memperhatikan kakak iparnya dari kejauhan melihat sisi lemah Dini. Dia tau banyak hal membuat Dini terpuruk, dan dia bangga Dini sangat tangguh menghadapi semua gelombang pasang itu sendirian. Andai boleh, dia ingin selalu berada disisi Dini terlebih saat ini. Tapi sejak dulu, sejak tahu Robby mengejar Dini, Leo berupaya mematikan rasa sukanya pada Dini. Dia ga mau bersaing dengan adik kelasnya itu. Siapa sangka malah kakaknya sendiri yang menikungnya?
Setelah nanti kakaknya bercerai, akankah Leo berupaya kembali mendekati Dini, toh sekarang ada jembatan yang mempermudah dia mendekati Dini. Dia tinggal bilang ingin mengunjungi Amora kan?
Udah lama ga tau khabar si hitam manis Anto ya?
Kita balik ke masa Dini baru saja mengabarkan dia nikah dengan Harry ya. Saat ini saat Anto bersiap untuk ujian akhir di sekolah, dia terpuruk, tapi ga ingin terjatuh. Dia ga ingin nilai-nilai di ijasahnya nanti jelek. Jadi meski dia patah hati dia tetap belajar sekuat tenaga agar mendapat hasil yang sangat memuaskan. Dia harus mendapat beasiswa karena ga ingin menyusahkan mamanya. Mamanya memang ga kekurangan namun hanya pas-pas an saja. Mamanya bertahan dengan pensiunan gaji almarhum papanya dan uang hasil usaha keluarga papanya yang dikelola pakdenya. Mbak Rina memang sudah selesai kuliah, namun masih ada Sari adiknya yang juga butuh biaya. Anto sadar dia harus menyelesaikan kuliahnya dalam waktu cepat juga.
Selesai STM dengan nilai sangat bagus dan mendapat beasiswa Anto benar-benar hanya focus belajar tanpa melihat sekelilingnya sama sekali. Mamanya melihat banyak perbedaan dalam diri jagoan semata wayangnya itu. Selain belajar Anto sesekali main gitar diteras rumahnya. Seperti malam ini, dia bernyanyi lirih.
waktu terus berlalu
tanpa ku sadari yang ada hanya aku dan kenangan
masih teringat jelas
senyum terakhir yang kau beri untukku
__ADS_1
tak pernah ku mencoba
dan tak ingin ku mengisi hatiku
dengan cinta yang lain
kan ku biarkan ruang hampa di dalam hidupku
bila aku harus mencintai dan berbagi hati
itu hanya denganmu
namun bila aku harus tanpamu
akan tetap ku arungi hidup tanpa bercinta
hanya dirimu yang pernah
tenangkanku dalam pelukmu saat ku menangis
bila aku harus mencintai dan berbagi hati
itu hanya denganmu
akan tetap ku arungi hidup tanpa bercinta
bila aku aku harus mencintai dan berbagi hati
itu hanya denganmu
namun bila aku harus tanpamu
__ADS_1
akan tetap ku arungi hidup tanpa bercinta
tak pernah ku mencoba
dan tak ingin ku mengisi hatiku
( "Rahasia Hati" dari Element, cari di youtube deh, sedih lagu patah hatinya Anto )
“Mama koq sedih ya dengar syair lagu itu, seperti lagu orang patah hati” sapa bu Rahma dari punggung anak lelakinya.
“Eh mama, koq belum tidur, jangan telat tidur lho ma, nanti sakit” nasihat Anto pada ibunya, mamanya pernah sakit ketika dia SMP dulu, dan sejak itu Anto sangat menjaga agar mamanya tidak anfal lagi.
Mamanya ga menghiraukan nasihat Anto malah bertanya “Udah lama ya Dini ga kesini, kemana ya anak itu, mama kangen” lanjutnya. Dia yakin terjadi masalah antara Anto dengan Dini, karena sejak SMP kelas 1 dia melihat perhatian Anto keteman kecilnya berbeda dengan keteman perempuannya yang lain. Dilihatnya wajah sendu anaknya ketika mendengar nama Dini disebut. Hal ini menambah keyakinannya ada masalah pelik antara Dini dan Anto. Batin seorang ibu memang tak dapat dibohongi.
Anto menghela nafas panjang, ditatapnya wajah perempuan yang telah melahirkannya itu. Dia tau mamanya sangat mencintainya dan juga menyukai Dini. “Dini sudah menikah ma. Dan mas ga tau sekarang dia tinggal dimana.” jawab Anto lirih.
“Koq bisa, kapan, ama siapa?” cecar mamanya kaget. Dia pikir anaknya hanya berselisih pendapat saja dengan Dini. Dia tau Anto menaruh hati pada gadis itu, dan Anto pernah cerita kalau dia menyukai Dini ketika Anto minta pendapat kado apa yang pantas untuk pujaan hatinya, dia ingat saat itu Anto baru kelas 1 STM.
Anto pun menceritakan kasus Dini, dia ga ingin citra Dini di mamanya jatuh bila tau Dini menikah karena hamil lebih dulu. Anto melihat ada bulir air mata yang jatuh saat dia bercerita, mamanya bisa merasakan pedihnya Dini ketika tau hamil karena diperkosa.
“Life must go on mas, kamu harus kuat, kamu harus tegar. Dunia ga selebar daun kelor, banyak perempuan diluar sana yang bisa kau raih” hibur perempuan cantik bernama Rahma itu pada anak laki-lakinya yang sedang terpuruk.
***
“Mas, sibuk ga hari ini?" tanya mamanya pada Anto pagi ini. “Ga ma, ga ada kegiatan sampai sore, malam mau latihan band seperti biasa” jawab Anto kalem.
“Tolong temani Sari ke rumah tante Gita ya, ada pesanan kue buat acara arisannya tante Gita” pinta mamanya.
Simak terus lanjutan cerita ini di bab selanjutnya ya
Makasih yanktie ucapkan buat yang selalu setia baca kisah ini
__ADS_1
Jangan lupa kasih like dan vote serta komen ya
Salam manis dari Jogja