
Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan? Bagaimana puasa kalian sampai hari ini?
Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.
Untung anto dan Dini sudah menyiapkan mental Moya sejak di Jogja, dan untuk sejak awal Dini tak pernah menutupi pada Moya siapa ayah kandungnya. Walau setiap saat yang mengasihi dan mendidiknya adalah daddy nya. Sekarang kita ikutin terus keseruan bab ini. Selamat membaca!
Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
--------
“Nto, duduk sana aja. Ajak Arya juga,” pesan Harry, agar Anto duduk di teras gereja yang teduh. Dia tahu keluarga Anto tidak akan mengikuti acara di dalam gereja. Mereka datang saja sudah berkah untuk Leo. Karena itu Harry mengajak Anto ke lokasi bagi yang beragama lain di luar gereja. Ada tenda khusus tersedia di sana.
Leo dan papa sudah duduk di dalam gereja, mereka menunggu kedatangan mempelai wanita. Harry sudah meninggalkan Anto dan keluarga, karena dia bertugas menjaga mama dan Vionne di dalam gereja. Tak lama kemudian terlihat iring-iringan mobil pengantin wanita memasuki halaman gereja. Risye turun persis di ujung karpet merah yang akan dia lewati bersama ayahnya. Semua kagum akan kecantikan Risye yang sangat memukau. Selintas Risye melihat sosok Dini, dia memberi senyum. Tanpa Dini dia tak akan menikah dengan Leo hari ini.
Pernikahan Risye dan Leo berjalan sukses, setelah ramah tamah dan makan di jamuan pernikahan, Anto membawa keluarganya pulang lebih dahulu. Anak-anak harus tidur siang agar mereka tidak terlalu kelelahan.
***
__ADS_1
Moya dan Arya akan tidur dengan pengasuh Abbhie, namun siang ini keduanya tak ada yang mau berpisah dengan mommy dan daddynya. “Mbak, kamu istirahat aja sendiri, anak-anak lagi pada rewel, maunya tidur siang sama saya. Nanti kalau acara di gedung malam, Abbhie capek, Mbak bisa langsung menyebrang ke hotel dan bawa Abbhie tidur aja ya?” Dini pun mengajak semua anaknya ke kamarnya. Biar mereka semua tidur siang.
“Mom, makan siang mau beli atau pesan di hotel saja?” tanya Anro saat baru saja masuk kamar. Memang dia tahu mereka baru makan barusan, namun untuk sampai ke makan malam terlalu lama, kasihan anak-anak bisa terlalu lapar.
“Daddy nanti bisa beli ayam dan kentang di KFC seberang, belikan satu nasi buat si mbak. Dengan itu, anak-anak enggak akan terlalu kelaparan.” Jawab Dini yang sedang membersihkan wajahnya, dia mengerti apa yang ada dalam benak suaminya.
“Daddy bobo dulu deh,” balas Anto, dia berbaring di sofa, karena kasur big size di ruangan itu sudah penuh dengan ketiga anak mereka. Sehabis membersihkan wajah dan buang air kecil Dini menghampiri suaminya di sofa, dia bersandar di dada suaminya. Sofa kecil itu tentu sesak dengan tubuh mereka berdua. Namun itu yang membuat mereka bahagia. Anto memeluk kekasih hatinya yang tak pernah lekang oleh waktu. Seribu cinta menghampiri Dini dan dirinya, tapi hanya cinta mereka yang mereka perjuangkan. “Terima kasih telah menjadi bagian dari dirimu.” bisik Dini lembut.
“Terbalik Mom, aku yang sangat berterima kasih, kamu mau menerima cintaku yang tanpa cadangan ini. Andai saat itu kita tak bertemu lagi. Aku yakin setelah Shinta meninggal aku tak akan menikah kembali. Karena mama tak akan pernah bisa menyuruhku menikah lagi setelah kegagalannya. Dan aku memang tak pernah ingin punya perempuan lain selain dirimu.” Anto membeberkan fakta.
“Daddy jago gombal,” goda Dini sambil senyum-senyum.
“Gombal gimana? Daddy serius lho, enggak pernah cinta ke perempuan lain, selain kamu dan mama tentunya,” Anto ngotot tak mau kalah. Karena itulah fakta yang memang dia rasakan.
“Mommy mau apa? Ade buat ketiga anak kita?” sekarang Anto yang menggoda.
“Ganti mobil boleh enggak Dadd? Tukar tambah dengan mobil Mommy,” bujuk Dini. Sebenarnya tanpa minta uang dari Anto pun Dini memang sudah ingin ganti mobil baru. Bahkan dia sudah meminta Steve untuk membelikannya mobil yang dia inginkan. Yang pasti dia ingin yang baru, bukan mobil second.
“Kalau mau ganti mobil ‘kan enggak perlu pakai tantangan. Daddy pasti kasih koq,” balas Anto sambil mengecup puncak kepala istrinya dengan gemas. “Sekarang ayo buktikan!” anto percaya diri, karena memang dia tak pernah sekali pun jatuh cita pada perempuan lain selain pada Dini. Jangankan jatuh cinta, punya rasa suka pada perempuan lain pun dia tak pernah.
__ADS_1
“Kamu sudah membagi cintamu, bukan cuma buat Mommy. Sejak dulu Mommy sadar, tapi enggak tega aja mengatakannya,” jawab Dini lirih seakan takut terhadap Anto. Seakan dia juga terluka mengetahui Anto menduakannya.
Anto bergegas duduk, dia menarik dagu istrinya dan menatap mata Dini lekat-lekat. Dini yang dipandang curiga oleh Anto hanya bisa menunduk. Dia tak ingin ribut dengan Anto. Dia juga tak ingin acara pernikahan Risye dan Leo mereka hadiri dengan wajah tidak ceria.
“Please Mom, Daddy enggak pernah sekali pun jatuh cinta pada perempuan lain selain Mommy. Mungkin nasib cinta kami sama, hanya endingnya yang berbeda. Cinta Harry, cinta Robby dan cinta Daddy hanya buatmu aja. Jangan pernah menduga salah. Tak ada perempuan lain yang Daddy cinta.” Anto berani berkata tegas meyakinkan belahan jiwanya itu.
--------------------------
Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Salam manis dari Jogja
Sambil nunggu yanktie update bab baru esok hari, coba deh mampir ke karya teman yanktie yang super keren ini, ga bakal nyesel baca ceritanya, judulnya THE DAY I BECOME A GOD karya HAOYI
Menceritakan Perjalanan seorang anak tanpa bakat bernama Arjuna Daniswara.
Tepat di umurnya yang ke sepuluh tahun Juna mendapatkan sebuah system yang dapat mengetahui segala hal di dunia.
Dan dengan bantuan system yang dia beri nama Eva itu Juna mulai bertambah kuat dan bertemu dengan banyak teman dan musuh.
__ADS_1
Akankah juna bisa bertahan melawan musuh musuhnya dan siapakah Eva yang sebenarnya ?....