
Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan? Bagaimana puasa kalian sampai hari ini?
Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.
Pernikahan om Yo akan segera di adakan lho, dan Dini sudah bersiap untuk berangkat ke Jakarta. Sekarang kita ikutin terus keseruan bab ini. Selamat membaca!
Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
--------
Seminggu sudah Abbhie pulang dari rumah sakit, hari ini Dini mulai bersiap untuk berangkat ke Jakarta 2 hari lagi. Sari dan Steve tak bisa berangkat karena Sari sudah mendekati HPL anak ke dua. Dini membawa seorang pengasuh saja untuk membantu mengawasi Abbhie, karena Arya sudah mulai bisa diberitahu dan larangan. Saat resepsi nanti mereka akan menggunakan seragam dari pihak laki-laki yang diberi oleh Leo. Sedang untuk acara akad di gereja Dini menggunakan seragam dengan Anto dan ketiga anaknya saja. Sejak jauh hari Dini dan Anto sudah mempersiapkan mental Amora yang akan bertemu dengan keluarga besar ayahnya. Dini dan Anto takut ada kata-kata yang tak pantas Amora dengar, maka mereka mulai memagari dan memberi pengertian pada anak sulung mereka itu.
***
Mami dan papi sangat senang Dini dan anak-anak sudah datang. Rencananya lusa mereka keluarga besar akan konvoy ke acara pernikahan Leo. Mbak Sashi dan mbak Kiran akan ke rumah mami terlebih dulu baru berangkat bareng ke gedung. Hanya Anto dan Dini dan anak-anak yang datang ke gereja. Lalu dari gereja mereka akan istirahat di hotel seberang gedung pertemuan yang akan di gunakan untuk resepsi. Sejak 2 minggu lalu Dini sudah memesan 2 kamar hotel di sana. Papi langsung menyuruh Anto lusa menggunakan mobilnya, nanti papi menggunakan mobil mami saja.
***
__ADS_1
Hari ini, pagi-pagi sekali Anto sengaja mengajak anak-anaknya ke kebun binatang. Di Jogja juga ada kebun binatang, namun tetap saja Anto mengajak mereka ke Ragunan. Ketiganya berlarian senang, siang hari, sehabis makan di atas tikar, mereka baru pulang. Hari sudah panas dan anak-anak lelah. Mereka harus beristirahat untuk kegiatan mereka besok.
“Mom, habis maghrib kita ke rumah Oma nya Steve ya, walau esok mungkin bertemu di gereja atau di gedung resepsi, tapi lebih sopan bila kita bertemu sebelum acara.” Anto hanya berpikir, dirinya adalah kakak ipar Steve, sekaligus juga besan oma dan opa karena wali nikah Sari adalah dirinya bukan suaminya mbak Rina.
“Iya, enggak usah bawa anak-anak ‘kan?” tanya Dini.
“Enggaklah. Biar mereka di rumah main sama eyangnya dan istirahat.” jawab Anto. Dilihatnya ketiga anaknya sudah mulai terlelap karena terlalu lelah di kebun binatang tadi.
Malamnya opa dan oma tidak menyangka Dini dan Anto menyempatkan diri berkunjung sebelum acara pernikahan Leo esok hari. Banyak yang mereka obrolkan, Anto senang kedua mertua adiknya sehat di usia senja mereka. Anto berharap, dia dan Dini bisa seperti oma dan opa yang selalu bersama hingga tua.
“Dadd, boleh request?” tanya Dini lirih.
“Mommy pengen kerang dan udang rebus yang di Salemba, langganan kita dulu,” jawab Dini.
“Enggak kepengen bakso bola tenis juga?” goda Anto, tapi dia mengarahkan mobilnya ke tenda kerang dan udang rebus yang Dini maksud.
“Enggak ah kalau bakso bola tenis. Pengennya udang dan kerang rebus aja. Daddy mau kepiting rebus juga? atau mau nasi dan ikan bakar?” tanya Dini, mereka sudah turun dari mobil.
“Cukup kerang dan udang Mom, enggak usah tambah kepiting. Apalagi ikan bakar.” jawab Anto sambil menggandeng tangan istrinya mesra.
__ADS_1
Mereka menikmati kerang dan udang rebus, tetiba Dini ingat, dia pernah makan disini juga dengan Robby. “Jadi ingat Robby, Ade pernah sekali makan udang rebus di sini dengan dia. Saat itu hujan, daripada berteduh di halte, Mommy minta berteduh di sini,” cerita Dini. Dia tak merasa bersalah bercerita masa lalunya dengan Robby, karena semua selalu dia ceritakan pada Anto.
“Sedih ya Momm. Enggak nyangka pertemuan di rumah sakit itu pertemuan terakhir kita dengan Robby.” Jawab Anto.
“Iya, mana dia sengaja bertemu hanya untuk meng clear kan persoalan yang sudah Mommy lupakan. Dia bilang enggak ingin Mommy mengenang dia sebagai pria yang pernah nyakitin hati Mommy. Dan sebagai orang yang tidak memegang komitmen. Dia ingin dikenang sebagai pria yang selalu mencintai Mommy sampai saat terakhir kami bertemu.” cerita Dini sambil menyuapi udang yang sudah dia kupas dan dioles bumbu ke mulut Anto. Kalau makan udang dan kerang rebus, Anto tidak akan makan udangnya bila tak dikupasi oleh Dini. Selalu seperti itu sejak mereka SMA.
--------------------------
Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Salam manis dari Jogja
Sambil nunggu yanktie update bab baru esok hari, coba deh mampir ke karya teman yanktie yang super keren ini, ga bakal nyesel baca ceritanya, judulnya MISTERI KEMATIAN RENATA karya ANISA MUFIDA
Renata adalah hantu yang ingin menuntut balas akan kasus kematian tragis yang di alaminya setelah di bully dan di lecehkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia meminta bantuan kepada seorang gadis indigo penakut bernama Fanya.
Akan kah Fanya berhasil membantu nya?
__ADS_1