
Hai hai para kesayangan yanktie, sehat semua kan? Bagaimana puasa kalian sampai hari ini?
Terima kasih sudah selalu setia mengikuti cerita sederhana ini. Kenapa yanktie selalu menyampaikan terima kasih untuk yang selalu setia membaca dan memberi like saat kalian selesai membaca bab cerita ini? Karena ada notif siapa aja yang kasih like.
Bener tuh mbak Dini, enggak perlu lah membalas dengan menyebar berita, walau dongkol sekali pun. Tapi kira-kira mas Anto apa akan diem aja istrinya di buat seperti itu? Semoga tidak bosan menunggu cerita selanjutnya ya. Sekarang kita ikutin terus keseruan bab ini. Selamat membaca!
Yanktie mohon sehabis baca bab langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….
Maturnuwun.
--------
Anto bingung, Dini mengirim chat hanya emoticon menangis saja. ‘Ada apa Mom?’ Lama tak ada jawaban dari chat yang Anto kirimkan. Anto berpikir positif, istrinya sudah kembali sibuk di ruang kuliah.
Pulang kerja, Anto melihat istrinya biasa saja, tetap manis terhadap anak-anak mereka. Anto pun berupaya sabar hingga waktu mereka bicara menjelang tidur nanti. Dia seperti biasa sehabis mandi langsung memperhatikan ketiga anak mereka, hingga mereka tidur nanti.
***
“Bisa ceritain, apa maksud chat terakhirmu siang tadi?” bisik Anto. Saat ini mereka sedang bersandar di bantal yang sengaja di atur tinggi. Biasa setiap malam mereka bercerita semua hal di tempat mereka bekerja.
“Entahlah Maz, mau cerita tapi malas. Enggak cerita, bawaannya keqi banget,” keluh Dini.
“Lebih baik cerita biar ngurangin stress mu. Enggak baik kamu tahan gitu,” bujuk Anto. Dia tahu bila di bujuk Dini akan menceritakan semua ganjalan hatinya.
“Aku enggak tahu dari mana awalnya. Di kampus ada rumors tentang masa lalu kita. Dan anehnya semua data lebih mengarah ke pernikahanmu dengan Shinta serta tahun kelahiran Amora. Rumors itu bilang aku istri simpananmu dan baru diakui setelah Shinta meninggal,” cetus Dini dengan hati-hati. Walau sabar, kalau soal harga diri Dini dan Amora, Anto akan langsung meradang. Dini hafal itu.
__ADS_1
“Apa Mommy sudah membantah cerita itu?” tanya Anto.
“Apa perlunya aku bantah? Walau aku mengeluarkan bukti pernikahanku dengan Harry dan juga bukti pernikahan kita, apa rumors itu akan padam?” Dini malah balik bertanya.
“Ya sudah,kalau begitu kita enggak perlu gubris ‘kan? Masalahnya di mana?” tanya Anto pura-pura tak tersulut. Tentu dia bertekad mengusut tuntas hal ini. Dia akan memperkarakan pencemaran nama baik. Tak peduli siapa pun pelakunya.
“Masalahnya, kenapa sepertinya pembuat rumors kenal dengan denganmu dan Shinta? Kalau dia kenal Shinta tentu dia juga tahu kamu nikah ama aku setelah berapa lama Shinta meninggal? Mengapa membawa kelahiran Amora? Apa salah anakku?” suara Dini naik 2 oktav walau volumenya pelan.
Anto merubah posisi badanya hingga dia berhadapan dengan mataharinya itu. Anto mencatat semua perkataan Dini dalam benaknya. Semua saudaranya tahu kisah perjuangan Anto mendapatkan Dini. Walau saudara jauh sekali pun. Jadi sekarang tersangkanya pasti dari pihak Shinta. Besok dia akan mulai menyelidiki hal ini. Benar yang Dini bilang, apa salah Amora hingga disangkut pautkan dengan pernikahan dirinya dan Dini. “Amora bukan anakmu, dia anak kita! Daddy paling enggak suka Mommy bilang seperti itu. Dan ingat, yang bikin rumors bukan Daddy, jadi jangan marah ke Daddy,” Anto mengecupi mata, pipi dan kening istrinya. Dia tak mau istrinya marah seperti ini.
Dini memeluk tubuh kekasihnya. Dia sadar telah salah bersuara tinggi. Dia terisak didada suaminya. “Sssttt … jangan nangis gitu. Sekarang kamu tenangin dirimu, enggak usah bereaksi dengan rumors itu. Daddy akan cari tahu apa maksud penyebar berita ini.” Anto berjanji akan serius menyelidiki hal ini. Dia akan membersihkan nama Dini di kampusnya. Nama baik Dini yang diperjuangan perempuan itu dengan prestasi dan sekarang di coreng oleh rumors. Ini bukan hal sepele.
***
“Wa’alaykum salam, apa khabar Nto?” pak Hendro membalas salam bekas menantunya itu. Dia merasa heran, sudah lama Anto tidak menyapanya. Terakhir mereka saling sapa saat perbaikan rumah milik Anto yang sengaja dibakar putrinya saat bunuh diri. Bahkan di pernikahan Anto dengan istri barunya saja pak Hendro tidak datang karena Gita istrinya merasa malu terhadap keluarga besannya. Karena bukan hanya Shinta putrinya yang bikin masalah dengan Anto, tapi keponakannya juga sama. Bermasalah dengan Anto dan Steve adik ipar Anto.
“Sepertinya keponakan ibu enggak ada yang sedang kuliah di Jogja Nto,” balas pak Hendro.
rupanya pak Hendro tidak berpikir tentang keponakannya sendiri.
“Owh gitu, kemarin mau negur takut salah. Karena pas saya dan Shinta menikah dia masih kecil. Untung kemarin di toko buku saya tidak menegur. Bisa malu kalau salah orang,” jawab Anto. Dia putus asa karena ternyata tak ada keluarga bu Shinta yang sedang mengambil kuliah di Jogja.
Mereka pun menyudahi percakapan itu setelah ber basa basi dan saling titip salam pada pasangannya. Anto masih penasaran, kalau bukan keponakan pak Hendro dan bu Gita mungkin ada kerabatnya yang bekerja di kampus Dini. Atau bekas tetangga dan sadara jauh yang kuliah atau bekerja di kampus itu. Tapi apa motivasinya menyebar rumors?
***
__ADS_1
“Ada perkembangan?” tanya Anto pada seseorang yang diminta menyelidiki asal usul rumors, ahli IT yang sengaja dia minta bantuan. Orang ini memang pegawai di bank yang Anto pimpin, namun dia juga mahir IT.
“Awalnya dari chat group Pak, nama group 'GENKS IMOETS' yang beranggotakan 7 orang. Awalnya ada yang tanya tentang skripsi sampai mana, lalu ada yang bilang kalau ama dosen killer mah agak lama karena dia teliti, tapi dibantu sampai tuntas. Enak pokoknya dibimbing si killer. Nah kemudian ada yang ngejawab, eh si killer itu ternyata dulunya istri simpenan lho. Dari situ lalu menyebarlah info itu,” Jamal, pria ahli IT itu melaporkan temuannya.
“Tolong kamu screen shoot semua dan print out serahkan ke saya. Siapa nama penyebar pertama tadi? Berikan juga semua nomor anggota genk itu ya.” Anto senang akan kemajuan penyelidikan yang di dapat.
“Ndari, tolong jadwalkan pertemuan dengan pengacara kantor segera ya, maksimal besok pagi sudah ada jawaban,” Anto langsung meminta sekretarisnya mengatur jadwal dengan pengacara. Dia tak mau tanggung-tanggung.
“Baik Pak.”
Ndari yang mendapat perintah dari boss nya via intercom segera menghubungi pengacara kantor dan meminta jadwal pertemuan sesegera mungkin. Ternyata sang pengacara bisa bertemu malam ini atau maksimal besok pagi pukul 06.15 karena pukul 09.45 ada jadwal ke Surabaya untuk dua minggu. Kecuali mau dengan pengacara lain dari kantornya. Bergegas Ndari melaporkan kondisi itu dan Anto minta mereka bertemu malam ini saja.
***
“Oke Pak Pras, saya terima berkasnya. Karena Bapak minta ini di proses segera, maka besok team saya akan langsung membuat laporannya. Ini tetap di bawah tanggung jawab saya, hanya karena saya ada keperluan untuk 2 minggu ke depan, sementara saya belum kembali, semua di bawah kendali pak Gandung, wakil saya di kantor pengacara. Dia juga mampu bekerja cepat dan cekatan. Kemampuannya tak perlu diragukan. Lalu bagian investigasi akan ditangani kembarannya yaitu Gembong. Mereka ini seperti detektif di serial Tin Tin yaitu Thompson dan Thomson,” Nurhidayat, pengacara yang biasa menangani hukum di kantor memang sengaja Anto minta menangani kasus pribadinya kali ini.
-------------------------
Terima kasih sudah selesai membaca bab ini, semoga tidak mengecewakan. Nantikan cerita selanjutnya besok ya. Jangan lupa kasih like sebelum menutup cerita ini.
Salam manis dari Jogja
By the way, Bus way, Any way jangan pada lupa mampir ke novel yanktie squel novel ini ya. judulnya KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR. kadang sih covernya diganti sama noveltoon seperti ini, padahal yanktie awalnya pakai cover milik pribadi yang lebih mengena. terserah deh ya, yang penting perhatikan judulnya aja.
cerita KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR. itu tentang cinta adik kandungnya mas Anto yang dikejar sama abang Steve. Baca keseruannya di sana ya
__ADS_1