
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai sini, makasih buangeeeeet penuh lope lope untuk semua pembaca yang selalu kasih like tiap habis baca bab.
Mbak Dini tu menantu idaman banget ya, sayang mama nya Harry ga pernah mau buka mata. Gimana keseruan cerita ini selanjutnya? Lanjut baca deh
Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
Inget juga pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.
-----------------------
Sampai hampir pagi tak ada kemajuan dalam pembukaan jalan lahir yang Sari alami. Dokter memberikan induksi persalinan dengan balon kateter Foley (Foley Bulb Induction)untuk mempercepat proses pembukaan. Foley bulb induction adalah prosedur yang dilakukan untuk memicu proses persalinan (induksi persalinan). Dalam tindakan medis ini, dokter akan memasukkan selang kateter Foley ke dalam leher rahim (serviks).
Tujuan pemasangan kateter Foley adalah merangsang pembukaan, sehingga bayi dapat keluar dari rahim.
Kateter Foley merupakan selang panjang yang terbuat dari karet dengan balon yang dapat di kembangkan di ujungnya. Ketika mengembang dalam serviks (rahim), balon ini akan menekan serviks (rahim) dan menyebabkan pembukaan. Semoga pengalaman ini tidak di rasakan readers setia ya, ini yanktie alami ketika melahirkan si bungsu.
Steve makin nervous karena ada tindakan medis tambahan menjelang Sari melahirkan. Untung Anto menemani dan selalu men support.
Saat ini sudah adzan subuh, Anto dan Steve melaksanakan salat di mushola dekat ruang bersalin. Belum ada keterangan baru lagi dari dokter yang menangani Sari. Jam 7 pagi sehabis sarapan Sari bersiap masuk ruang bersalin, dia sudah mendekati pembukaan lengkap. Steve menemani di dalam ruang bersalin.
Anto dan mama duduk di depan ruang bersalin. Mereka cemas dan tak henti berdoa agar Sari bisa lancar melahirkan. Dini yang baru datang mengantarkan baju ganti untuk suami dan mama nya ikut cemas mendengar cerita proses kelahiran yang Sari alami. Memang saat Dini telepon, Anto tidak menceritakan kondisi Sari, dia khawatir Dini menjadi nervous. Itu sangat membahayakan Dini saat menyetir menuju rumah sakit.
Mereka bertiga saat ini hanya mampu berdoa saja agar Sari bisa lancar dan selamat melahirkan bayi yang menurut hasil USG kemungkinan perempuan itu.
Pukul 09.12 terdengar suara jerit bayi, tak lama kemudian Steve keluar dari ruang bersalin, membawa ari-ari bayi yang sudah bersih di dalam kendil tanah liat. “Alhamdulillah sudah lahir bayi perempuan kami, Sari sedang di jahit, sebentar lagi bisa pindah ke kamar istirahat,” lapor nya pada semua yang berada di ruang tunggu.
“Alhamdulillah, selamat ya bro, sekarang sudah resmi jadi papie,” Anto memeluk bahu adik iparnya tersebut.
“Gila, rasanya gue pengen putus napas liat Sari berjuang barusan,” Steve menceritakan moment bersejarahnya barusan.
__ADS_1
“Itulah pentingnya suami menemani istri berjuang saat melahirkan, agar laki-laki itu ga sembarangan terhadap perempuan terutama ibu dan istrinya, ga gampang selingkuh karena istri kita sudah sangat sakit ketika melahirkan, akibat perbuatan kita kaum laki-laki” nasihat Anto pada Steve, yang juga sebagai pengingat bagi dirinya sendiri.
Mama memeluk Steve erat, dia sangat bahagia karena putri bungsunya sudah menjadi seorang ibu.
“Selamat yo Steve, sing sabar ya sama istri, jangan menggampangkan hal apa pun, karena ibu baru melahirkan bisa stress karena merasa tidak di perhatikan (baby blues)” nasihatnya pada menantunya itu.
“Siapa nama bayi kalian?” tanya Anto, setelah Dini juga memberi selamat pada Steve.
“Namanya Adhisty Maheswari,” jawab Steve bahagia.
***
Tak terasa 4 bulan sejak kelahiran Adhisty anak Sari. Saat ini usia kandungan Dini mulai mendekati jadwal kelahiran. Dini sengaja mengambil cuti melahirkan sangat mepet dengan HPL (hari perkiraan lahir) nya, dia berusaha mendapat libur panjang sebelum harus mulai mengajar lagi. Hari ini hari pertama cuti nya, seminggu sebelum HPL, padahal biasanya cuti melahirkan di ajukan sebulan sebelum HPL. Sehingga 2 bulan setelah melahirkan sudah harus masuk kerja kembali. Bila seperti Dini maka dia bisa mendapat 2 bulan lebih 3 minggu setelah melahirkan.
Hari ini pula mama mulai nginap di Bumijo, karena sebelumnya mama berada di Kaliurang rumah Steve. Jam 5 sore saat Anto pulang kerja dia mendapati Dini sedang meringis merasakan kesakitan. “Kenapa Mom, sakit kah?” tanyanya ketakutan.
‘Gapapa dad, baru sengir-sengir thok,” jawab Dini sambil meringis.
“Seperti kram atau keras di perut tapi cuma sekilas aja, lalu hilang, ga sampai kerasa meremas gitu lho,” terang Dini “Maz mandi dulu, salat maghrib trus dahar dulu aja, nanti bila mulai terasa lebih sering interval nya, baru kita bersiap ke rumah sakit.”
Dini keluar mencari mama dan memberitahu mulai kontraksi awal. Dua kehamilan sebelumnya tidak seperti ini, saat Amora langsung kontraksi keras, dan saat Arya malah langsung mendekati pembukaan lengkap. Mama pun bersiap, tas pakaian yang sudah sejak lama Dini persiapkan sudah di masukan ke mobil, selain itu mama juga menyiapkan sweater dan kaos kaki agar nanti dia tidak tersiksa kedinginan bila menemani di rumah sakit.
Sehabis makan malam dan sesudah salat isya baru Dini mulai merasakan konstraksi yang sangat kuat dan sering. Anto membawa Dini yang masih santai walau terus kesakitan. Mama menemani mereka, dia juga sudah memberitahu Rina dan Sari, namun meminta Steve tidak perlu ke rumah sakit saat itu juga karena harus menemani Sari yang baru melahirkan 4 bulan lalu.
Dini menghubungi mami nya “Assalamu’alaykum Mi, mami papi sehat?” sapa Dini masih bisa menanyakan kesehatan orang tuanya.
“Wa alay’kum salam, alhamdulillah mami dan papi sehat, kowe piye de?” tanya mami.
“Ade minta doa ya mi, ade dan maz lagi menuju rumah sakit, sudah konstraksi dari tadi,” jelas Dini sambil meringis karena barusan kembali terasa kontraksi lagi.
__ADS_1
“Ya ampun de, koq yo santai men masih bisa telepon mami? Semoga lancar ya de, mami dan papi mendoakan dari sini,” mami menjawab permintaan doa dari Dini.
“Ya mi, ini sudah sampai rumah sakit, ade tutup ya mam. Assalamu’alaykum” Dini menutup sambungan teleponnya dan memasukan HP nya ke dalam tas nya.
***
Anto mendaftarkan istrinya yang langsung di bawa ke ruang pemeriksaan sebelum masuk ke ruang bersalin. “Sudah pembukaan 7 pak, semoga cepat ya ini,” dokter yang memeriksa Dini memberikan info tentang keadaan Dini saat itu. Anto malah bingung Dini tidak begitu kesakitan seperti saat akan melahirkan Arya. Apakah bayi mereka nanti perempuan, pikirnya. Karena di kehamilan kali ini Dini dan Anto tidak ingin mengetahui jenis kelamin bayinya melalui USG, mereka ingin kejutan.
Karena pembukaan sudah hampir lengkap maka Dini langsung di bawa ke ruang bersalin, Anto selalu setia berdiri di sisinya, dia dengan telaten mengelap butiran keringat yang mengucur dari kening Dini.
“Mulai sakit maz, sakit banget,” rengek Dini.
“Iya Mom, daddy tau sakitnya, tapi daddy yakin Mommy kuat, Mommy pasti berhasil. Tarik napas seperti saat latihan senam hamil ya, sebentar lagi pasti di pandu buat ngejan ama dokter nya,” Anto menciumi pipi dan dahi Dini, kadang sekilas di kecup nya bibir istrinya, menyalurkan kehangatan agar Dini berkurang stress nya. “I love you mom. I always love you” bisiknya, dia erat memeluk Dini yang sedang kesakitan.
-----------------
Yuhuuuuuuuuuuuuuuuu, ga kerasa lho cinta kecilnya maz Anto akan berakhir, tapi biar ga penasaran ikuti ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau tamat koq.
Untuk menggantikan novel ini nantinya, yanktie SUDAH rilis cerita baru berjudul IMPOSSIBLE LOVE
Ceritanya tetap sederhana, membumi karena bukan tentang CEO tajir melintir bertemu dengan gadis sederhana!
Ceritanya tentang seorang pemuda cukup mapan yang baru lulus kuliah di London lalu jatuh cinta pada mantan gurunya.
Mantan guru pasti lebih tua kan? Dan hebohnya lagi si mantan guru adalah janda anak 3 lho!
Bisa ga pemuda lajang itu ngedapetin kepercayaan mantan ibu guru yang sudah sangat terluka karena berkali-kali di selingkuhi mantan suaminya dulu?
ini covernya cerita berikutnya
__ADS_1