CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
131 RITUAL RINGIN KEMBAR


__ADS_3

Halloooooooooo……..


Terimakasih untuk semua yang masih setia membaca kisah sederhana ini.


Yanktie mohon sehabis baca BAB langsung tinggalin jejak like dan hadiah ya….


Maturnuwun.


-------------


Di kamar Amora, Harry berupaya membuka percakapan dengan gadis kecilnya. “Mbak Moya sudah mau bobo?” tanya Harry. Amora hanya menganggukan kepala. Dia perhatikan lelaki tampan yang duduk di ranjangnya.


 Harry mengusap rambut yang berada di kening putrinya lalu dia mengecupnya lembut. “Ayah sayang mbak Moya, dan maafkan ayah karena selama ini tidak sering ngobrol dengan Moya. Tapi ayah janji, kedepannya ayah akan selalu menghubungi Moya sesering mungkin.” Harry bertutur lembut agar anaknya mengerti.


“Moya mau ‘kan maafin kesalahan ayah selama ini?” Harry, sosok yang sulit mengakui kesalahan, namun dengan Dini dan Amora semua adalah pengecualian. Dia meminta maaf dengan tulus pada anaknya.


Amora hanya diam menatap mata ayahnya. Dia senang ayahnya mau jujur mengatakan sayang padanya walau dia pernah merasakan kehilangan. Namun saat ini dia cukup puas mendengar semua kata-kata ayahnya.


“Wah lagi ngobrol apa nih sama ayah?” tanya Dini yang masuk kamar Amora berdua Anto. “Kapan-kapan kalau Moya libur panjang Moya bisa lho nginep rumah opa di Jakarta.”


Harry tentu tergugu, karena dia sudah tidak tinggal dengan orang tuanya lagi setelah dia bebas dari penjara. Walau setiap dua hari sekali dia menengok mamanya, namun dia sudah tidak ingin tinggal dirumah yang menorehkan luka teramat dalam sehingga membuat rumah tangganya dengan Dini berantakan. Kalau Amora menginap di Jakarta tentu tak mungkin dibawa ke kost annya. Siapa yang akan menemani saat dia pergi bekerja? “Iya, kalau Moya mau, boleh koq nginap di rrumah opa di Jakarta,” Harry meng iyakan pendapat Dini.


“Nanti pas papa Steve nginep rumah oyang ( buyut ), kamu bisa ikut berangkat bareng,” Anto merespon positif. “Itu kalau mbak Moya mau, kalau belum mau ya jangan dipaksakan.”


Dini mencium Amora dan mengucapkan selamat tidur, begitupun Anto. Mereka keluar dari kamar Amora dan membiarkan Harry kembali ngobrol dengan Amora.

__ADS_1


***


“Kamu kasih tahu ya arahnya kemana,” Leo meminta Risye menjadi petunjuk jalannya. “Eh itu arah alun-alun, lewat sana yok,” Leo berkata saat melihat petunjuk arah jalan.


“Wah kalau alun-alun Utara sepi. Kalau kamu mau lihat keramaiam Joga ya arahnya alun-alun Selatan,” Risye memberi tahu Leo tentang fakta kondisi alun-alun.


“Oh begitu, jauhkah?” tanya Leo.


“Belok kanan, nanti di pertigaan depan ambil kanan lagi.” Risye mengarahkan Leo hingga mereka sampai ke alun-alun kidul ( ALKID).


“Wooooow” seru Leo melihat keramaian di alkid.


“Parkir aja, kita minum wedang ronde dulu biar kamu enggak penasaran sudah sampai sini,” Risye menawarkan Leo untuk mampir sejenak di Alkid.


Mereka memesan jagung bajar juga wedang ronde. “Kenapa kamu enggak nginep aja di rumah Dini?” tanya Leo sambil menunggu pesanan mereka.


“Kamu coba ritual itu deh sebelum pulang nanti,” Risye menujuk pada beberapa orang yang sedang di tutup matanya.


“Itu ritual apa?” tanya Leo penasaran.


“Ada kepercayaan, bila kita bisa berjalan lurus dan melewati dua beringin kembar itu, doa yang kita panjatkan akan terkabul. Tentu semua tergantung pada kepercayaan saja. Namun memang ada ke anehan. Rasanya kita berjalan lurus, namun saat kita buka penutup mata, ternyata kita berbelok sangat jauh,” jelas Risye.


“Aku harus mencobanya,” tanpa ragu Leo mengatakan itu. “Tapi kamu enggak pa-pa pulang kemalaman?”


“Aku tinggal sendirian, enggak ada yang negur kalau pulang pagi sekalipun. Walau aku jarang pulang lebih dari jam 8 malam kalau tidak ada acara seperti malam ini.” Risye menjelaskan tak ada yang melarangnya pulang terlambat.

__ADS_1


Mereka membayar wedang ronde dan jagung bakar yang mereka pesan saat pesanan datang, agar nanti setelah selesai tidak perlu mencari pedagangnya lagi. “Kamu duluan!” perintah Risye saat mereka menuju lokasi awal berdiri untuk memulai ritual jalan menembus ringin kembar ( orang Jogja menyebut ringin untuk pohon beringin ).  Risye hendak menyewa penutup mata, namun Leo mencegahnya. “Pakai sapu tanganku saja” katanya.


“Ayo aku ikatkan, kamu duluan,” kata Leo, dia berdiri di belakang Risye. “Kalau kekencengan kamu bilang ya?” Risye mulai melangkah perlahan, dan Leo hanya mengikutinya dari belang sambil menjaga agar Risye tidak menabrak orang lain. Setelah jaun menyimpang Leo meminta agar Risye stop dan membuka ikatan matanya. “Tu ‘kaaaaaaan, aku jarang banget bisa berhasil, malah seingetku baru satu kali aku berhasil,” keluh Risye.


“Masa sih sesulit itu?” Leo makin penasaran.


“Mungkin tergantung niatnya,” jawab Risye sambil mereka berjalan menuju titik awal untuk memulai ritual. Risye mengikatkan sapu tangan di mata Leo. Dan sekarang dia yang akan bertugas menjaga agar Leo tidak menabrak orang lain. Leo memantabkan langkahnya dan mulai berjalan mengikuti intuisinya. Risye terus mengikuti Leo dan sesudah cukup lama dia meminta Leo berhenti dan membuka tutup matanya.


“Yeeeeeaaay,” teriak Leo tanpa sadar sambil memutar-mutar sapu tangan di atas kepalanya. Ternyata dia berhasil melewati beringin kembar tanpa kendala. Kemudian mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah cukup larut.


“Terima kasih ya,” Risye langsung turun dan tidak menawari Leo untuk mampir. Tadi mereka sudah saling tukar nomor telepon.


***


Pagi ini semua sengaja berangkat sejak pagi ke pantai Depok. Mereka ingin makan ikan bakar dan aneka tangkapan laut di pantai itu. Mbak Rina kali ini masuk ke mobil Dini karena kedua jagoan berada di mobil Steve, mereka ingin bersama eyang putri. Yang lain semua masuk mobil ELF yang Anto sewa. Sedang papi, mami, Leo dan Harry naik mobil Dini. Harry yang jadi driver untuk kedua mantan mertuanya itu.


“Risye enggak ada pasangan?” tanya Leo saat dia sedang mengambil piring kecil berisi rujak yang Dini bawa dari rumah.


“Dia trauma, dia hampir nikah, sudah bayar gedung dan cattering. Sudah jahit baju pengantin. Tiba-tiba tukang cuci di apartemen calon suaminya mengaku kalau dia sedang hamil anak laki-laki itu. Sulit untuknya memulai bangkit, saat tahu dia kalah dengan seorang yang dalam segala hal jauh dari levelnya. Dan makin tidak percaya saat tahun lalu calon suaminya yang gagal itu kembali merengek minta mereka balikan karena merasa tidak bisa menjalankan rumah tangga dengan istri sirinya. Lelaki itu memang tidak nikah resmi dengan tukang cucinya karena mereka berbeda keyakinan. Dan sehabis anaknya lahir dia menceraikan perempuan itu. Risye tak suka lelaki seperti itu, yang merendahkan kaum perempuan hanya untuk sekedar pemuas nafsu. Begitu menjalankan rumah tangga baru sadar ketimpangan pola pikir membuat rumah tangga tidak bisa berjalan harmonis. Karena dalam rumah tangga diperlukan komunikasi dua arah yang balans. Bukan hanya bicara satu arah. Aku dengan Harry aja timpang, sehingga banyak miss communication, apalagi Gilang yang sarjana hukum dengan gadis tamatan SD. Setiap pulang kerja Gilang butuh teman diskusi, baik soal kerjaan maupun berita politik yang sedang viral. Nah si istri tak bisa mengimbangi.


----------------------


 sampai di akhir BAB, jangan lupa tinggalin kile, komen manis dan hadiah ya


Namun sambil nunggu yanktie update, kita baca cerita menarik milik teman yanktie ini ya, judulnya TERJERAT CINTA BERONDONG KAYA  karya LIANA KIEZIE

__ADS_1


Ceritanya seru abis.



__ADS_2