
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini, mereka udah mulai ngebahas jumlah adiknya Moya lho! Kira-kira daddy Anto mau nambah berapa ya?
Yang penasaran lanjut baca terus deh. Tapi jangan hanya baca … kasih yanktie semangat dengan cara kasih kasih like dan vote serta komen dan bintang 5 nya.
Inget juga pesan yanktie, jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.
----------------------
“Yakin habis mandi kita ga olah raga lagi?” goda Anto.
“Engga, ade mau bobo, cape banget,” kata Dini.
Antopun keluar kamar menuju kamar mandi, sehabis mandi dia membikinkan Dini teh jahe, agar sehabis Dini mandi junub dia tidak kedinginan.
***
“Akhirnyaaaaaaaaaaa, sampai rumah juga,” kata Dini saat membuka pintu rumahnya di Jogja.
Lelah namun bahagia sangat terlihat di wajahnya. “Amora langsung taruh kamar aja mbak, buka sepatunya aja, nanti biar bapak yang ngelap badannya,” kata Dini pada mbak Inah.
“Semua kamar kan di kunci bu,” mbak Inah mengingatkan Dini.
“Astagfirullah, lali mbak, sik ta bukake lawange (waduh lupa mbak, sebentar saya bukakan pintunya),” kata Dini ambil berlari lebih dulu untuk membukakan pintu kamar yang di kuncinya. Memang selama dia pergi semua pintu kamar di kunci demi keamanan.
Sesudah membukakan pintu kamar Dini kembali ke depan membawakan barang-barang masuk. Dini membantu merapikan semua barang-barang. Dia juga langsung memasak nasi di majic jar, agar saat Amora bangun sudah ada makanan yang bisa mereka makan, dia melihat isi kulkas, mengeluarkan bahan yang bisa di olah dengan mudah.
Di kamar dia membuka koper-koper, merapikan baju bersih dan membawa baju kotor ke belakang untuk di cuci.
Anto telah selesai membasuh Amora dengan tissue basah serta mengganti bajunya.
“Maz rehat aja, aku masak dulu ya, biar pas Moya bangun makanan sudah mateng,” Dini pamit pada suaminya, namun sebelum keluar kamar dia lebih dulu mencuri ciuman di pipi suaminya.
“De’ panggil Anto saat Dini akan membuka pintu. Dini menolehkan wajahnya melihat ke suaminya. “Sini kamu!” panggil Anto.
__ADS_1
Dini tidak segera menghampiri, dia hanya bertanya dari pintu “Kenapa Maz?”
“Sini!” perintah Anto.
Dini tahu pasti Anto akan menghukumnya karena dia sudah mencuri, maka dia segera membuka pintu dan keluar kamar. Sebelum pintu di tutup masih di dengarnya suaminya bergumam , “Awas ya sudah mencuri, kamu harus di hukum.”
Dini memasak tumis sawi putih campur bakso dan semur ayam serta menggoreng kerupuk. Semua serba cepat, namun sehat. Memang sawi putih tahan di simpan agak lama di kulkas maka tadi Dini melihatnya masih bisa segera dia olah walau telah 5 hari dia meninggalkan rumah.
Sehabis sholat dan makan siang, Dini mencoba istirahat. Dia berbaring di dada Anto. “Maz, kalau kita segera di kasih momongan gimana?” tanya Dini. Masalahnya dia baru saja selesai mens, sebentar lagi akan memasuki masa subur.
“Bagus kan de, Moya udah pantas punya ade kan? Apa kamu ga mau cepet dapet anak lagi?” tanya Anto hati-hati.
“Bukan gitu, ade ga keberatan cepet dapet momongan, tapi ade takut aja pas hamil jauh dari Maz, trus juga takut ganggu kuliah yang udah mau selesai. Kemaren kan ade habis mens, biasanya langsung masuk masa subur Maz, kalau Maz mau cegah ya bisa koq, buang di luar aja,” kata Dini menjelaskan “Nanti kalau kita udah mau ngumpul serumah baru kita program kasih ade buat Moya,” lanjut Dini.
“Boleh ga Maz request ga ada penundaan?” tanya Anto.
“Apa Maz ga cukup dengan Moya dulu, kan nundanya juga ga sampai setahun?” tanya Dini sambil mengangkat wajahnya untuk melihat wajah suaminya.
“Kalaupun maz ga di kasih anak dari benih maz sendiri maz ga keberatan koq mom, buat maz Moya adalah anak maz. Karena awal keberadaannya di perutmu kita terpaksa berpisah, namun karena kehadirannya di hidup maz, kamu yakin menerima maz. Buat maz dia anak maz sendiri walau maz bukan ayah biologisnya!” Anto mengecup puncak kepala Dini dan membelai punggungnya. “Namun untuk mencegah rasanya maz ga pengen, biarkan aja alami, nanti bila sudah dapat baru kita program penundaan.”
“Kaya mbak Kiran, planning maz 4 anak, jadi kita masih butuh 3 lagi jawab Anto yang bernafas dengan mulut karena hidungnya di jepit Dini.
“Ga nambah 5 lagi biar bisa buat team basket?” tanya Dini.
“Asal kamu sanggup why not?” goda Anto.
***
“Pak Pras?” sapa seseorang saat Anto dan Dini sedang berada di food court sebuah mall di Jogja.
“Pak Hermawan, apa khabar pak?” tanya Anto mengenali orang yang menyapanya adalah direktur bank asing besar di Indonesia, setara dengan bank 0f India tempatnya bekerja.
“Tinggal di sini atau bagaimana?” tanya pak Hermawan, setelah basa basi tanya khabar dan berkenalan dengan Dini.
__ADS_1
“Pengennya pindah kesini, karena anak dan istri saya tinggal disini, sayang bank kami ga punya cabang di Jogja. Jadi kemungkinan istri saya yang pindah ke Jakarta.
“Serius mau pindah Jogja pak Pras? Bisa pindah ke bank saya dengan jabatan yang sama. 2 bulan lagi kepala cabang Jogja pensiun, saya sedang cari penggantinya!” tawar pak Hermawan, dia sudah tau kinerja laki-laki muda di depannya. Sejak dulu dia ingin merekrutnya untuk cabang Bandung, namun bank of India menahannya sangat kuat.
“Saya harus diskusikan dengan istri terlebih dahulu pak. Tawaran bapak akan kami pertimbangkan, saya akan menghubungi bapak secepatnya!” jawab Anto. Mereka menyudahi percakapan, Anto kembali ke mejanya, dia melihat Dini sedang membantu Amora makan. Amora terlihat sudah sangat ngantuk, dia lelah habis bermain, sehingga sudah malas makan.
“Anak daddy maem dulu ya, habis itu kita pulang, kamu sudah ngantuk ya. Maem yang bener, habiskan ya” bujuknya.
“Daddy makan dulu, biar Moya sama mommy. Kalau daddy cepat selesai kan jadi kita cepat pulang,” kata Dini, dia hafal, Amora akan sulit bila ada Anto, dia akan semakin kolokan.
“Mom, kalau daddy ganti payung gimana?” tanya Anto saat mereka santai di depan TV di ruang keluarga.
“Jangan hanya karena ingin pindah Jogja, kamu mudah terima tawaran. Pasti yang utama kita lihat, kenyamanan dan fasilitas yang di dapat lebih tinggi atau minimal setara ga dengan rumah lama kita. Dan yang utama kita pikir itu mama. Siapa yang akan jaga, karena mbak Rina sudah pindah ke Malang. Mama itu wajibnya di jaga! Maz satu-satunya anak laki-laki yang mama punya. Jadi dia itu ya harus ikut kita atau kita yang ikut dia” jawab Dini, dia mengerti payung yang di maksud Anto, maka dia pun meng analog kannya dengan rumah.
“Kamu tu ya, maz makin cinta ama kamu. Menantu lain ga mau ngurusin mertua, kamu malah mewajibkan suami buat urus mamanya yang artinya mertuamu,” peluk Anto. dia tidak nyangka Dini sangat memperhatikan mamanya.
“Kalau ga ada mama ya ga ada kamu Maz. Dan sejak aku mengenalnya, aku merasakan kasih sayangnya yang tulus, kadang aku merasa dia ga bedain aku dan Sari padahal ketika itu dia belum jadi mertuaku,” cerita Dini.
“Mama jatuh cinta padamu sejak kamu datang nengok mama di rumah sakit saat mama kena sakit paru-paru basah. Sehabis kamu pulang mama tanya, koq ada teman maz yang nengokin, sedang saat itu kita masih kelas 2 SMP. Maz bilang mama sakit saat kita ngumpul kan, dan dari banyaknya teman-teman itu cuma kamu yang datang mbesoek mama. Tau cerita itu dari maz, maka mama langsung suka ama kamu, apalagi cuma kamu anak kecil yang mau berkebun dan nyoba resep masakan bareng mama. Maka dia nangis waktu maz cerita kamu terpaksa nikah. Ternyata feelling mama itu bagus banget, karena sampai saat ini anak perempuan kecil itu juga mikirin dia.”
-------------
Yuhuuuuuuuuuuuuuuuu, ga kerasa lho cinta kecilnya maz Anto akan berakhir, tapi biar ga penasaran ikuti ceritanya di bab berikutnya yaa, udah mau tamat koq.
Untuk menggantikan novel ini nantinya, yanktie bakal rilis cerita baru berjudul IMPOSSIBLE LOVE
Ceritanya tetap sederhana, membumi karena bukan tentang CEO tajir melintir bertemu dengan gadis sederhana!
Ceritanya tentang seorang pemuda cukup mapan yang baru lulus kuliah di London lalu jatuh cinta pada mantan gurunya.
Mantan guru pasti lebih tua kan? Dan hebohnya lagi si mantan guru adalah janda anak 3 lho!
Bisa ga pemuda lajang itu ngedapetin kepercayaan mantan ibu guru yang sudah sangat terluka karena berkali-kali di selingkuhi mantan suaminya dulu?
__ADS_1
Cari nanti begitu cerita CINTA KECILNYA MAZ tamat ya, ini covernya