
57 RUMAHKU KEBAKARAN
“Tau gitu kan gue pulang dari pagi aja abis nge drop dia” keluh Steve
“Jadi lo ga rela antar anak lo kesini? Gue laporin ke yayang lo nih” ancam Anto pada Steve
“Hahahaa, ambeg an lo kayak ceweq” kata Steve. “Ya udah gue cabut dulu, pamitin ke nyokap ya” pinta Steve bersamaan Sari keluar untuk mengajak mereka makan siang
“Mas, disuruh mama ajak bang Steve makan” kata Sari
“Tuh, jangan bikin mama dan Sari ngambek, udah disiapin makan lo nya malah pulang!” kata Anto
Dengan malas tapi senang Steve menerima tawaran makan siang itu. Dia duduk didepan Sari agar bisa memandangi wajah ayu yang membuatnya merasa tentram. Kenapa anak kecil ini membuat jantungku ga karuan ya?
Sementara Sari gugup namun kesal. Karena tau lelaki tua didepannya tak pernah lepas memandangnya. Apa sih maunya nih om-om jelalatan mulu dari tadi
“Sar.. Sar, kamu ditanya koq ga njawab” tegur mamanya pada anak gadisnya
“Eh, apa ma?” tanya Sari gagap mendengar teguran mamanya
“Kamu makan sambil ngelamun de?” tanya Anto pada adiknya
“Engga ngelamun koq, mama tanya apa?” tanya Sari lagi
“Yang tanya bukan mama koq” jawab mamanya
Sari hanya bengong memandang 3 orang di meja makan itu. “Abang tanya, makanan masakanmu enak banget, lain kali boleh ga main kesini buat makan masakanmu lagi” terang Steve sambil menatap Sari dengan lembut
“Oh silahkan aja, abang janjian aja dengan mas Anto, kasih tau aku dulu, kali aja aku pas sempat masak.” jawab Sari diplomatis, dia ga enak langsung menolak pria tua dihadapannya
“Kalau abang maunya langsung janjian ama kamu bisa kan? Anto kan sibuk dan ga tinggal disini” kejar Steve
“Wah, ga tau bang kalau itu. Sepertinya ga bisa deh, takut ga pas jadwal nya” tolak Sari tegas
Namun bukan Steve namanya kalau ga bisa nego dengan anak kecil, didepan ibu si gadis pun dia ga malu langsung to the poin. “Masa mau pedekate harus lewat comblang calon kakak ipar” goda Steve pada Sari
Ini om om ga salah ngomong gitu depan mama dan mas Anto? pikir Sari bingung. “Apaan sih Bang? Jangan ngaco deh. Nanti mama kira serius” tegur Sari
“Abang serius koq, masa berani becanda depan orang tua” jawab Steve pasti
__ADS_1
“Udah lanjut makan aja” Anto menyela debat kawannya dan adiknya. “Gue duluan ya Steve, mau liat Amora dulu” pamitnya pada Steve
“Kalian lanjut dulu, tadi mama bikin puding, mau liat sudah bisa kita makan belum” kata mama Anto, dia memberi kesempatan dua anak manusia lain jenis itu meng clearkan masalah diantara mereka
“De, abang serius, bukan becanda. Boleh kan abang sering main kesini buat ketemu kamu” tembak Steve pada Sari
“Sepertinya ga usah deh” jawab Sari ragu
“Kenapa? Abang ga boleh kenal ade lebih dekat ya? Ade sudah ada pacar ya?” kejar Steve tanpa memberikan Sari kesempatan untuk menolak niatnya
“Kita sudah kenal sejak lama kan? Punya pacar atau ga punya pacar bukan alasan saya menolak abang. Banyak faktor lain. Jadi mohon ga perlu ada pendekatan lanjutan. Kita cukup seperti sekarang aja” kata Sari memastikan
Ddrrttttttt…….ddrrrttttttt…. HP Sari bergetar
“Assalamu’alaykum kak” sapa Sari
“Wa’alaykum salam, saya sudah di teras rumah nih, mobil ga bisa masuk karena ada 2 mobil terparkir di halamanmu. Apa A’a mengganggu ya?” tanya Galih
“Oh saya keluar kak, ga ganggu koq” Sari langsung keluar karena Galih sudah sampai dirumahnya. Steve yang mendengar Sari ada tamu hanya mengikuti di belakangnya dan melihat sosok pria dewasa yang menjadi tamu Sari siang ini
***
Ddrrttttttt…….ddrrrttttttt…. HP Anto di sakunya bergetar
“Pak Anto engga di rumah ya”
“Saya sedang di rumah ibu saya pak” jawab Anto
“Maaf pak, rumah bapak kebakaran” sahut si penelpon di ujung sana
“Makasih pak, saya segera pulang” balas Anto cepat
“Ma..mamaaaaa…..” teriak Anto “Ma, rumahku kebakaran, mas pamit pulang ya” pamit Anto pada mamanya
“Mbak, pulang sekarang yok, siapin bawaannya Amora, mbak langsung saya drop sekalian” kata Anto pada pengasuh Amora
“Stev, gue cabut, rumah gue kebakaran” kata Anto memberitahu Steve yang masih serius memperhatikan Sari dari dalam rumah Anto
“Gue temenin, gue yang bawa mobil lo, lo panik gitu jangan nyetir mobil” kata Steve menenangkan Anto
__ADS_1
“De, titip mobil Abang disini ya” kata Steve pada Sari dan memberikan kunci mobil pada Sari
Anto ga turun saat sampai di rumah Dini, Steve pun langsung tancap gas. Dia hanya titip pesan pada pengasuh Amora, akan telpon pada Dini nanti bila sudah tepat waktunya
***
Anto sampai di rumahnya saat ambulans baru saja menutup pintu hendak membawa Shinta ke RS. Anto pindah ke ambulans, sedang Steve mengikuti ambulans dari belakang. Bahkan Anto dan Steve ga sempat memperhatikan kondisi rumah Anto saat itu
Setelah mengurus administrasi di rumah sakit, Anto mendatangi Steve yang saat itu sedang menelpon Dini, memohon maaf tadi mereka ga mampir karena kondisi darurat. Anto pun teringat, dia belum sempat mengabari keluarga mertuanya.
1 jam kemudian kedua mertuanya datang tergopoh-gopoh ke IGD mereka menanyakan kondisi Shinta. “Masih ditangani dokter bu, tunggu mereka selesai” Anto menjawab pertanyaan ibu mertuanya.
“Gimana kronologisnya Nto?” tanya bapak mertuanya
“Tadi pagi tiba-tiba Shinta membatalkan ikut ke Rawasari pak bu,” cerita Anto. “Padahal dia yang sudah atur waktu minta ke Rawasari, dia juga sudah beli kue untuk di bawa. Dia memaksa saya pergi mengantar kue tersebut pagi-pagi sekali. Lalu saat habis makan siang saya mendapat telpon dari tetangga, rumah kebakaran, saya sampai dirumah saat ambulans hendak berangkat ke rumah sakit, jadi saya kesini ikut ambulans” jelas Anto pada kedua mertuanya
“Ibu bingung, Shinta nyuruh si mbak ke rumah, antar dus dus dan disuruh taruh di meja belajarnya. Dan dia pesan si mbak disuruh pulang sesudah jam 4 sore, ga boleh cepat-cepat” kata Gita pada Anto dan suaminya
“Keluarga ibu Shinta” panggil perawat
“Saya suaminya” kata Anto
“Pasien akan kami pindah ke ICU, karena luka bakarnya mencapai 90%” jelas suster
Gita langsung lemas saat tau kondisi anak tunggalnya itu, dipapah suaminya dia mengikuti Anto menuju ICU
Ddddrrrrrrrrttt……….ddrrrtttttt kembali HP Anto bergetar, dilihatnya nomor Sari yang menghubunginya
“Assalamu’alaykum de, kenapa?” tanya Anto
“Posisi dimana mas? Aku dan mama sudah diparkiran” tanya Sari
“Ngapain kalian kesini?” Anto cemas bila mamanya terlalu lelah saat kurang sehat seperti saat ini
“Kami sudah di rumah sakit, jadi ga usah rewel, cepet kasih tau posisi dimana” bantah Sari kesal. Mamanya sudah sangat khawatir memikirkan menantunya, Anto malah ngomel karena kedatangan mereka
“Langsung ke ICU aja” jawab Anto
Bu Gita langsung memeluk besannya saat mereka bertemu. Mereka bertangisan namun saling menguatkan
__ADS_1
“Ma, bu sudah malam, sebaiknya pulang saja dulu, Anto jaga disini, nanti bila Shinta sadar atau ada perkembangan akan Anto kabari” kata Anto kepada ibu mertua dan mamanya
“Kamu bawa pulang mama pakai mobil mas aja de, mobil Steve yang ditinggal disini” kata Anto pada Sari