
80 GA INGIN MENJADI PELANGI BAGI ORANG YANG BUTA WARNA
“Bro gue tutup dulu ya, gue dah sampe rumah nih, mau buka gerbang dulu. Thanks ya bro udah bantuin gue buat kabur dari perjodohan ga bermutu tadi” seru Anto
“Your welcome bro” balas Steve. Dia bertekad membantu Anto dan Dini bersatu, namun bagaimana caranya? Dia ga ingin menjadi pelangi bagi orang yang buta warna. Dia ingin semua yang dia lakukan sukses dengan hasil yang sesuai dengan keinginannya
***
Dini sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya, sudah larut, dia memang sengaja mengerjakannya sehabis Amora tidur, karena dia ga ingin waktu dan perhatiannya untuk Amora terpotong dengan waktu mengerjakan tugas mengajar atau tugas kuliahnya. Didengarnya nada dering HPnya berbunyi, id caller Steve tertera di layar
“Assalamu’alaykum sayangku” salam Steve menyapanya “Ganggu ga nih malam-malam telpon?” tanya Steve
“Wa alaykum salam, ga ganggu koq Steve, tumben malam-malam telpon aku, kenapa?” tanya Dini
“Gapapa, tetiba kangen kamu. Emang ga boleh ya telpon ke sayangku, ada yang ngelarang ya?” goda Steve
“Heheheheee, engga koq, ga ada yang larang, kirain setelah punya pacar kamu tu lupa ama aku Steve
“Aku masih digantung, dia belum ngasih jawaban pasti” kata Steve sedikit berbohong pada Dini, karena sesungguhnya Sari sudah menerimanya
“Masih soal keyakinan?” tanya Dini
“Iya, dia ga yakin ama jawabanku” keluh Steve
“Ya disabarin aja” kata Dini memberi support
“Kamu sendiri gimana? Kapan nih undangannya?” goda Steve
“Undangan wisuda?” jawab Dini balik menggoda Steve
“Nah pura-pura bego kan?” kata Steve kesal
“Ya udah dateng ya malam Minggu depan, aku undang duluan deh, bukan malam Minggu ini, tapi malam Minggu berikutnya” kata Dini
“Acara apa nih? Koq Anto barusan telpon aku ga cerita” tanya Steve keceplosan dia habis telpon dengan Anto
__ADS_1
“Ga ada hubungannya ama dia” jawab Dini
“Pantesan, karena barusan Anto cuma cerita habis ketemuan keluarga ama ceweq yang dijodohin buat dia” pancing Steve
Deg, hati Dini seperti tertusuk saat mendengar Anto dijodohkan, tapi dia ga akan menanyakannya ke Steve, dia takut sakit hati lebih dalam. “Udahan dulu ya Steve, aku udah selesai nih ngerjain tugas, mau ngeprint lalu tidur” potong Dini ingin memgakhiri percakapan mereka kali ini
“Ok, daaag sayangku, have a nice dream ya” Steve pun menyetujui pemutusan sambungan telpon mereka
***
Anto ragu, dia akan berangkat ke India hari Jum’at bareng-bareng teamnya, atau dia nekat berangkat hari Minggu saja, terpisah dengan rombongan dan dia lebih dulu berangkat ke Jogja untuk menghadiri ulang tahun Amora, karena dia dengar dari Steve Dini mengundang Steve malam minggu. Artinya dia bisa hadir, dan masih sempat nyusul rombongan kantornya hari Minggu, karena kan rapat dimulai hari Senin pagi. Sebenarnya dia juga tau hari ulang tahun Amora adalah hari Senin. Mungkin Dini membuat kumpul keluarga hari Sabtu agar lebih mudah bagi yang kerja untuk mengatur waktu datang ke Jogja
Akhirnya Anto memutuskan berangkat ke India sesuai jadwal, dia tetap gabung dengan teamnya, berangkat hari Jum’at sehabis sholat Jum’at di bandara. Kado untuk Amora sudah dia kirim ke Steve seminggu lalu, agar Steve memberikannya pada putri kecilnya
***
Sabtu Subuh Harry dan Peter datang paling dulu ke Jogja, mereka naik kereta api dari Gambir Jum”at malam. Sedang rombongan mbak Sashi dan mami papi Dini sampai jam 10 pagi, dan keluarga mbak Kiran datang jam 11, karena jam penerbangan yang berbeda
Amora senang sekali bertemu dengan semua tamu yang hadir, alhasil acara kumpul yang awalnya dijadwalkan makan malam maju menjadi makan siang. Dini menelpon Steve jam 8 pagi, saat tamu yang hadir baru Harry dan Peter. Steve pun langsung meluncur ke Bumijo
“Gimana khabar lo bro?” tanya Steve pada Harry yang terlihat lebih kurus
“Alhamdulillah sehat” jawab Harry sambil memeluk Steve, sobatnya sejak SMP
“Pa khabar om?” tanya Steve pada pak Peter
“Wah Steve, kamu di Jogja sekarang?” tanya Peter pada Steve
“Iya om, baru 3 bulan” kata Steve
“Din, titipan dari Anto, dia ga bisa datang karena kemaren berangkat ke India, seminggu dinas disana” kata Steve berbisik pada Dini saat dia masuk ke dalam
“Makasih ya sayangku” jawab Dini sambil cipika cipiki dengan Steve, dia ga tau Harry dan Peter ada dibelakang Steve melihatnya
“Amora, ini kado dari papa, semoga sehat selalu ya anak cantiknya papa” kata Steve. Dia ga sadar Harry dan Peter tidak tau soal panggilan papa. Mereka pikir Dini sedang dekat dengan Steve dan akan serius menjalin hubungan rumah tangga
__ADS_1
“Ma tacih papa” jawab Amora sambil memeluk Steve
“Mana ciumnya?” tanya Steve yang sejak tadi berdiri di kedua lututnya. Amora mendaratkan bibir sexy nya di kedua pipi Steve sambil mengucap muaaaah. Membuat yang hadir tertawa melihat kedekatan mereka. Steve pun membalas mencium kedua pipi Amora serta keningnya
Makan siang kali ini Dini membuat makan ala ndeso, yaitu menggunakan daun pisang utuh digelar diatas tikar diteras belakang. Nasi dan lauk diatur diatas pelepah daun pisang, sangat nikmat kebersamaan yang tercipta kali itu
Sedang acara makan malam, berupa tumpeng-tumpeng kecil. Pada malam hari Dini mengenakan dress sarimbit dengan Amora. Steve ingat gaun ini yang Anto ceritakan mereka beli untuk digunakan bertiga
“Kamu nginep ya, besok ikut ke paris” pinta Dini pada Steve saat makan malam
“Aku ga bawa ganti baju santai, kamu kan tau di mobil adanya ganti baju kerja” jawab Steve. Masa cogan ga ganti baju, pas diphoto kan malu-maluin” kilah Steve
“Maaf, aku lupa kasih tau acara besok” kata Dini menyesali keteledorannya memberi info pada Steve
Steve mengacak puncak kepala Dini dengan tangan kirinya yang bersih, “Jangan kayak gitu ah, jadi ga cantik lagi tau” goda Steve. Dini mendorong lengan kiri Steve dengan lengan kanannya saat Steve menggodanya. Mereka ga sadar semua pembicaraan itu diperhatikan Harry dengan ujung matanya
Steve melihat Dini tidak kaku ketika sesion photo bertiga dengan Harry dan Amora, seakan Dini ingin memberi kenangan bagi Amora kelak, kalau orang tuanya selalu ada untuknya
Steve pamit pulang dan Dini mengantarnya ke mobil. “Ga ada kamu tu ga rame tau” kata Dini membujuk Steve besok tetap ikutan ke Paris
“Ga enak lah, kalian kan keluarga besar, aku nanti membuat jadi canggung, next lah pas kumpul berikut aku ikutan.” jawab Steve sambil cipika cipiki sebelum dia memasuki mobilnya
***
Hari ini penutupan rapat tahunan, 5 hari kerja sudah Anto meeting di India, dimulai hari Senin pagi dan ditutup hari Jum’at sore, besok hari Sabtu rombongannya akan kembali ke tanah air. Lelah teramat sangat, itulah sebabnya teamnya berangkat 2 hari sebelum kegiatan agar mereka bisa lebih dulu belanja oleh-oleh dan mendatangi tempat wisata yang ingin mereka datangi, karena saat kegiatan yang sangat padat, mereka sudah terlalu letih.
Anto merapihkan kopernya yang penuh sesak ditambah ranselnya, padahal saat berangkat, isi kopernyanya hanya 1/3 saja. Perjalanan kali ini dia mulai beli oleh-oleh untuk Dini dan Amora. Tidak seperti kunjungan tahun-tahun lalu, oleh-olehnya hanya untuk keluarganya saja.
***
Makasih sudah ngikutin cerita ini sampai bab ini
Jangan lupa like dan vote nya ya
jangan lupa mulai intip-intip spin cerita ini dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCURya
__ADS_1