CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
34 BANTUAN SAHABAT


__ADS_3

Dini mengawasi Amora, dan bercanda dengan beberapa kerabat yang juga menjaga anak mereka diteras. Sekitar setengah jam kemudian Dini melihat mbak Yanti keluar dari pintu belakang. Dini sengaja bersiap dulu, dia ingin begitu keluar jalan sudah ada taxi yang mbak Yanti dapat sehingga dia ga akan tertangkap saat belum sempat kabur. 20 menit berlalu, Dini beranjak keluar rumah dan pamit kebeberapa ibu disitu mau ke warung depan jalan untuk membeli diapers Amora, yang dipamiti ga ada yang curiga karena Dini keluar rumah hanya menggendong Amora tanpa bawa tas atau dompet.


Sejak mbak Yanti keluar via pintu belakang, hingga Dini pamit beli diapers, Leo melihatnya, namun dia tak mencegahnya, malah dia berjaga didepan rumah untuk mencoba menahan siapapun yang akan mengejar Dini, 1 jam berlalu, Leo baru masuk kembali ke ruang pesta karena merasa yakin Dini pasti sudah berhasil lolos.


Di taxi Dini meminta diantar ke Pesing Kalideres rumah Yuli sahabatnya, dia ga mau kerumah keluarganya karena yakin Harry akan mencarinya kesana. Segera dia mematikan HPnya agar tak ada yang menghubunginya.


Yuli terdiam mendengar cerita sahabatnya. Dia bingung mau nyuruh Dini tidur dimana karena rumahnya super sempit dengan anggota keluarga yang sangat banyak.


“Aku telpon mas Is dulu ya bentar” ijinnya, mas Is adalah tunangan Yuli. Mereka tunangan sejak Yuli ujian SMA. Selisih umur mereka terlalu jauh, itulah sebabnya mas Is mengikat Yuli menjadi tunangannya, dia takut Yuli berpaling pada pria yang seumuran, yang menawarkan cinta hura-hura.


“Din, ini udah malem banget, kamu mau tidur sini atau sekarang juga kita ke Bekasi?  Aku dah telpon mas Is, kamu boleh pakai rumahnya sementara sampai kamu ga butuh lagi. Toh rumah itu kosong, cuma mungkin perlu dikebut sedikit karena debu. Kunci rumah sih ada di aku” tanya Yuli pada Dini.


“Pertimbanganku sih mending langsung ke Bekasi deh uni, toh malam ini juga kami ga nyaman istirahat disini” sahut Dini, dia ga nyangka akan dapat kemudahan secepat ini.


“Sebentar, aku ambil baju ganti dulu ya, sebelum berangkat kita mampir tempat kerja Bapak dulu kasih tau dia” kata Yuli, Ayah Yuli adalah satpam, malam ini pas giliran dia bertugas.


***


Esok paginya jam 6 Dini menyalakan HP, menghubungi mami dan kakak-kakaknya memberitahukan keberadaannya dan memohon mereka untuk pura-pura ga tau posisi dia ada dimana. Sesudah itu dia segera mematikan HPnya kembali. Nanti siang dia akan membeli kartu perdana baru agar bisa selalu berhubungan dengan keluarganya serta Yuli. Sehabis Dini telpon keluarganya, Yuli segera mengajaknya ke rumah pak RT untuk lapor. Yuli memperkenalkan Dini sebagai sepupu mas Is, dan untuk memperkuat laporannya Yuli juga meminta pak RT berbicara dengan mas Is di HP nya.

__ADS_1


Rumah mas Iskandar tunangan Yuli berada di perumnas Bekasi, rumah type 36 dengan 2 kamar, rumah ini kosong karena mas Is dinas di Gorontalo, dan kalau ke Jakarta, mas Is tinggal di rumah keluarganya di Jelambar. Walau demikian rumah ini sudah berisi perabotan karena mas Is mempersiapkan rumah tinggal bila dia menikahi Yuli kelak.


Dini menempati satu kamar yang belakang, dia ga mau membuka kamar yang ada barang-barang mas Is, dia meminta Yuli mengunci kamar itu dan membawa kuncinya, dia cukup pakai satu kamar aja. Kebetulan selain ranjang dikamar belakang, mas Is punya 2 kasur busa cadangan sebagai persediaan bila adik-adik Yuli menginap rame-rame disini, sehingga untuk tidur mbak Yanti ga ada kesulitan.


Hari ini Amora kehabisan baju, Dini meminta bantuan mbak Kiran untuk menemaninya mengambil pakaiannya nanti malam. Jam 9 malam Dini baru berangkat ke rumah mbak Kiran naik taxi, sengaja malam-malam agar Aldo dan Farid tidak melihat kehadirannya, dia takut kalau tanpa sengaja mereka ketemu Harry lalu membocorkan kehadirannya.


Diantar mbak Kiran dan suaminya, Dini memasuki rumahnya, mengambil semua kebutuhannya, kebutuhan Amora dan tentu aja kebutuhan mbak Yanti. Lalu mbak Kiran kembali mengantarnya ke Bekasi.


Flash back off


Siang ini Yuli berniat pulang ke rumahnya, sebelum pulang dia memeluk erat sahabatnya. Dia sangat iba terhadap nasib Dini. “Yang tabah ya, kamu harus kuat karena ada Amora yang butuh kamu” hiburnya.


“Makasih uni, aku ga tau harus bilang makasih seperti apa atas bantuanmu ini” peluk Dini erat sambil menangis. “Kamu kan emang beneran adeknya mas Is, kamu yang dititipin mas waktu mas baru dapat kabar akan ditugaskan di Gorontalo. Kalau sekarang aku yang gantian jaga kamu ya wajar kan? Artinya aku jaga adik iparku sendiri?” hibur Yuli lagi. Dini memang akrab dengan mas Is, dia juga kolokan, karena mas Is yang sudah sangat dewasa itu menganggap sahabat tunangannya sebagai adiknya, disisi lain Dini memang bungsu dan ga punya kakak laki-laki, jadi mereka sangat cocok..


***


Peter meletakan tas kerjanya di ruang kerjanya, lalu langsung bergegas mandi. Sejak Rabu dia sudah tidak bercakap-cakap lagi dengan Harry dan Sandra, sejak mendengar cerita Leo tentang Sarah juga mengetahui fakta Harry pernah memperkosa Dini. Peter memang tidak tahu hal itu, karena Sandra melarang Leo menceritakannya saat Reyhan melaporkan hal itu. Saat itu Sandra bilang dia yang akan memberitahu Peter.


Belum ganti baju apalagi mandi, Sandra mendekati Harry dan memintanya untuk makan, karena dia yakin anaknya belum makan. “Mama makan aja sendiri, mama kenyangin aja perut mama, Harry ga akan makan karena belum tentu diluar sana Amora dan Dini udah makan” ceracau Harry menolak perintah Sandra.

__ADS_1


Harry berusaha mengambil rokok, namun entah mengapa isi rokok keluar berjatuhan dari bungkusnya, sebagian jatuh dikaki Sandra yang duduk di sebelahnya. Sandra berniat membantu memunguti rokok Harry, namun dia terpaku ketika melihat 2 lintingan kecil serupa rokok yang dia tau itu adalah ganja.


Sandra memungutnya, dan berteriak menanyakan pada Harry yang duduk disebelahnya, andai dia ga kaget dan marah, bicara pelanpun Harry pasti akan mendengar jelas.


“Ini apa Harr, kenapa kamu pake-pake barang ginian?” teriak Sandra.


“Rokok ma, dari dulu kan Harry ngerokok, ga usah bawel ah” jawab Harry santai.


“Ini bukan rokok Harr, liat ini” tunjuk Sanda ke telapak tangan kirinya yang memegang 2 linting ganja.


“Hahahaha..itu biasa ma, ga usah bawel, dari dulu Harry isep itu koq, mama kemana aja ga tau? Mama malah ga suka ama Dini yang udah nyuruh Harry ga pake gituan, sekarang Dini pergi, Dini ga perduli ama Harry, mama ga perlu bingung, ga perlu Harry nurutin perintah mama cerein Dini, Dini udah pergi sendiri kan. Mama puas kan sekarang Harry yang ditinggal Dini, bukan Harry yang cerein dia?” kicau Harry.


Plak… tangan kanan Sandra menampar Harry bersamaan dengan Leo yang masuk rumah sepulang kerja dan Peter yang menuju ruang makan.


“Mama nyuruh Harry cerein Dini? Ga salah ma?” tanya Leo, mama ga tau pengorbanan Dini buat Harry seperti apa, laki-laki banci ini ngerebut Dini dari pacarnya juga dari orang yang sangat mencintainya. Dia ngemis ke Robby buat nyerahin Dini jadi pacarnya. Saat diputusin Dini dia coba bunuh diri dan yang paling fatal dia memperkosa Dini sampai Dini hamil dan bikin Dini berpisah ama Anto cinta sejatinya. Mama beneran gila.” keluh Leo tak sadar sudah kasar terhadap mamanya.


Simak terus lanjutan cerita ini di bab selanjutnya ya


Makasih yanktie ucapkan buat yang selalu setia baca kisah ini

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan vote serta komen ya


Salam manis dari Jogja


__ADS_2