CINTA KECILNYA MAZ

CINTA KECILNYA MAZ
WHAT’S WRONG WITH YOU?


__ADS_3

HAPPY READING


“Anak cantik bunda udah puas ya jalan-jalan di luar, padahal Bunda belum rampung lho setrikanya” sapa Dini ketika Harry membawa Amora ke kamar untuk digantikan baju yang lebih nyaman untuk didalam rumah.


Mereka memang berbagi tugas, saat Dini harus setrika baju atau mencuci maka Harry yang momong Amora. “Mana nih suara anak cantik?” pancing Dini pada princess nya.


“Dia tu heboh kalau lihat hewan, entah ayam, kucing, anjing atau kambing, dia pasti minta kita ngejar hewan tersebut” lapor Harry tentang reaksi Amora diluar tadi.


“Kalau begitu besok kita ke bonbin yok” ajak Dini spontan. Bonbin yang dia maksud adalah kebun binatang Ragunan di Jakarta Selatan.


“Besok kan jadwalmu penuh? Kenapa niat mbolos? Dan kalau Senin itu bonbin tutup lho untuk pemeliharaan,” jawab Harry. Dia tahu jadwal bonbin tutup ketika hari Senin karena pernah kesana dengan teman-temannya saat SMA dulu.


“Aku mau bolos satu minggu mulai hari Senin besok” sahut Dini datar tanpa menjelaskan apa alasannya.


“What’s wrong with you?” tanya Harry sambil memberikan Amora ke Dini untuk diberi ASI.


“Pengen aja,” balas Dini dengan santai.


“Ini bukan Dini yang aku kenal. Kamu tuh hujan badai aja enggak mau mbolos. Koq sekarang pengen mbolos. Enggak tanggung-tanggung, satu minggu pula niatnya,” sahut Harry bingung. “Kenapa sih susah banget terbuka ama aku? Apa kamu masih sering curhat ke Anto?” tanya Harry cemburu.


“Please jangan cari masalah, kamu tau sejak kita nikah, kemana pun aku pergi pasti lapor, karena aku enggak pengen bohong dan enggak pengen dibohongin. Aku berupaya jujur, jadi kalau kamu enggak jujur aku enggak akan maafkan apa pun alasannya” kecam Dini dengan keras.


“Ingat ini baik-baik. BILA SATU KALI SAJA KAMU BERBOHONG. TAK AKAN PERNAH ADA MAAF UNTUKMU.” Dini bicara dengan jelas mengejanya pelan tapi tegas poin tak akan ada maaf bagi kebohongan.


“Sejak kita menikah, aku cuma satu kali ketemu Anto buat kasih tau tentang pernikahan kita, itu pun aku izin kekamu. Sesudah itu aku lost kontak. Jangan kamu samain aku seperti kamu yang masih ketemuan ama perempuan-perempuanmu di belakangku” sengit Dini dengan ketus.


Harry diam, ini salahnya kalau dia memancing amarah Dini, pasti aja banyak kesalahannya yang akan Dini ungkap. Walau Dini sering tau, tapi dia tidak akan langsung ngamuk, dia hanya menyimpannya untuk dijadikan peluru saat mereka berperang. Walau karakter Dini meledak-ledak, mudah marah, tapi untuk beberapa hal dia bisa meredamnya.


Memang dia masih sering ketemu dan bersapa dengan banyak teman kencannya dulu, hanya sekedar say hello, karena beberapa dari mereka kan juga teman-teman di kampusnya. Bahkan ada yang pernah ngobrol bareng di kantin saat menunggu waktu kuliah. Jadi dia memang salah tadi cemburu pada Anto.


“Maaf sayank, bukan maksud Ayah begitu. Iya Ayah salah menyebut nama Anto. Tapi maksud Ayah kenapa Bunda enggak bisa terbuka ke Ayah seperti Bunda bisa cerita apa aja ke Anto dulu? Ayah nih suamimu lho, sedang dia bukan siapa-siapamu,” keluh Harry.


“Tolong pisahkan dengan garis merah kapan aku cerita ama Anto dan kapan kamu berstatus jadi suamiku,” jelas Dini dengan tegas.

__ADS_1


“Aku cerita semua hal ke Anto saat aku masih gadis, dan lagi dia punya wawasan luas dan berpikir dewasa. Sejak aku jadi istri kamu, aku enggak pernah curhat kesiapa pun. Semua aku tanggung sendiri. Bahkan ke mami pun aku enggak pernah cerita koq.” Kalau Dini sudah dipancing, dia pasti akan tersulut. Salah besar Harry membandingkan dirinya dengan Anto bagi Dini.


“Nah kamu memang benar statusmu suamiku, tapi maaf, kalau soal pemikiran dan kedewasaan kamu kalah jauh ama Anto. Jangan marah, itu fakta dan kamu enggak bisa mengingkarinya. Gimana aku mau curhat dan minta pendapat, wong kamu selalu bikin aku naik darah” ungkap Dini kesal.


‘Nah bener kan, selalu saja gue salah langkah,’ kata Harry dalam hatinya.


‘Kalau sudah gini gue butuh air es buat nyiram kepala gue nih. Bisa ikutan meledak nih kepala kalau enggak cepet didinginin, apa gue masukin ni kepala di freezzer aja ya?’


“Ok Bund, Ayah salah soal pertanyaan soal Anto, tapi please ceritain alasan Bunda pengen mbolos kuliah selama satu minggu besok”.


Dini bangkit dari kursi, beranjak ke kamar untuk meletakkan Amora di kasur, si pipi bakpao tertidur sehabis minum ASI.


Malas melanjutkan perdebatan, Dini memilih mengatur baju yang habis disetrikanya ke lemari. Harry yang melihat istrinya menghindar, beranjak ke dapur untuk mencuci piring. Seorang Harry yang tak pernah tahu tentang sabut dan sabun cuci piring sekarang sudah mahir mengerjakan cuci piring. Kemajuan yang sangat baik. Andai saja Harry tak mudah tergoyahkan ….


***


Senin subuh biasanya Dini sudah bersiap untuk ngedrop Amora di rumah orang tua Harry lalu berangkat kuliah. Namun kali ini dia malah sibuk bikin sarapan dan sepertinya tak akan berangkat kuliah.


“Kalau kamu ribut aja dan tanya kenapa aku mbolos, lebih baik aku berhenti kuliah, aku ingin selalu bersama Amora,” sahut Dini ketus. Dia masih belum bisa menghilangkan marah akibat Amora yang digoyang disko oleh Vionne.


‘Fix, ini bukan masalah di kampus si Dini, tapi ada di rumah keluarga gue,’ pikir Harry cepat. Dari kata-kata istrinya dia bisa menangkap kalau masalah itu ada kaitannya dengan Amora.


“Enggak sesederhana itu kan mutusin berhenti kuliah? Apa enggak ada jalan lain? Apa mau gantian berangkat kuliahnya? Hari ini kamu aja yang kuliah full, aku di rumah ama Amora” bujuk Harry. Dia tak ingin masa depan Dini hancur karena pernikahan mereka.


“Kamu laki-laki, kamu harus cepet selesai kuliah karena kamu tulang punggung keluarga, biar aku aja yang DO, yang penting anakku aman,” selalu Amora yang jadi titik pembicaraan Dini. Tentu saja Harry bisa menangkap hal itu.


“Apa? Aman? Memang ada apa dengan Amora?” desak Harry cepat. Dia tahu ada yang Dini sembunyikan.


‘Ups.. aku keceplosan,’ batin Dini


“Enggak koq enggak apa-pa, tuh anakmu bangun, mandiin dulu biar dia ada waktu main sama Ayahnya sebelum Ayahnya berangkat,” sanggah Dini. Dia masih tak ingin mneceritakan masalah yang dia hadapi.


Harry membopong Amora yang sudah tidak memakai baju buat dimandikannya. “Anak Bunda mau mandi ya,” sapa Dini sambil mencium pipi gembil anaknya saat melewatinya.

__ADS_1


“Bunda mau dimandiin Ayah?” goda Harry sambil menuju ember bayi yang sudah disiapkan air hangat oleh Dini. Dini tak menggubris candaan Harry, dia melanjutkan mencuci baju agar cepat selesai sebelum Harry berangkat kerja. Didengarnya pager Harry berbunyi, tapi dia tak ambil pusing karena itu privacy Harry.


“Wah anak Bunda udah cantik aja,” Dini menggoda Amora yang sudah diletakkan Harry di baby walkernya. “Kita maem ya” ajaknya sambil memasangkan celemek makan di leher Amora.


“Yank, tadi ada misscal dua kali dari nomor rumah mama di HP Ayah nih. Trus ada pesan di pager, tanya kenapa kita belum sampai kesana. Ayah harus jawab apa?” tanya Harry. Dia tak ingin salah menjawab.


“Bilang aja aku berhenti kuliah” jawab Dini datar.


“Please Yank, ceritain masalahnya sebelum ditelepon lagi,” pinta Harry. “Ayah enggak mau salah bicara, Ayah enggak mau ribut ma Bunda.”


“Siapa yang mau ribut sih?” balas Dini.


“Aaaa ayo buka mulutnya, jangan diemut gitu maemnya,” lanjut Dini ke Amora.


“Dikit lagi nih maemnya habis,” bujuknya lagi.


Pager Harry kembali berbunyi. Dia bilang pemberitahuan dari temannya, dosen tidak datang hari ini karena anaknya masuk rumah sakit dan teman-teman mengajaknya pergi mbezoek sama-sama.


“Ayah hari ini libur lho, kan Senin Ayah emang cuma satu mata kuliah. Ayah bisa enggak cari order. Hari ini Bunda bisa berangkat kuliah jam berikutnya,” kata Harry memberitahu Dini kalau dia bisa menjaga Amora full hari ini.


“Wong Bunda sudah niat berhenti kuliah koq,” jawab Dini santai.


Amora sudah selesai makan. “Sarapan dulu yok” ajak Dini ke Harry sambil mengambil nasi goreng yang sudah dimasaknya tadi. “Mau pakai kerupuk enggak?” tawar Dini.


=======================================================   


Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya


Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta

__ADS_1


__ADS_2