Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
AwaL yang baik


__ADS_3

Ken dan Hyerin semakin bingung, dalam pengejaran yang tidak bisa ditebak dan semakin sempitnya ruang untuk mereka pergi. Sekarang dia harus pergi kemana membawa Hyerin?


"Sebenarnya apa yang membuatmu ingin terus hidup?" Tanya Hyerin mulai bicara.


Ken langsung memandanginya dan masih melihat sorot mata kosong yang masih sama. Bagi Ken dia memang tidak mempunyai cara untuk memulihkan kesedihan Hyerin, tapi terus melihatnya seperti itu membuat Ken kembali mengingat tentang kesedihannya juga.


Ken hanya diam, karena sebenarnya dia juga tidak bisa terus hidup dan menjalani setiap kesulitan yang sedang di hadapinya. Tapi itu bukan alasan kan?


"Itu takdir, jika kamu masih tetap hidup pasti ada alasan takdir mempertahankan kita tetap hidup." Tukas Ken, meski sebenarnya dia sangat kebingungan untuk menjawabnya.


"Tapi aku ingin mati Ken, meski tidak tahu kelanjutannya akan seperti apa. Aku hanya ingin mati Ken." Ucap Hyerin terdengar datar.


Ken segera mendekat dan tidak ragu mendekapnya erat. Bagi Ken sendiri dia sangat tahu mengapa Hyerin mengatakannya, karena itu seperti perkataannya sendiri yang keluar dari hatinya setelah kehilangan Sani.


"Yang terpenting kamu harus hidup sampai menyaksikan akhir dari semuanya." Ucap Ken.


tenang.


Hyerin diam tidak bicara lagi.


"Apa aku tidak akan mati sampai akhir Ken?" Tanya Hyerin terdengar polos.


Ken semakin erat mendekap Hyerin, karena sesuatu yang terjadi padanya membuat pikiran Hyerin tidak bisa waras dan mengatur emosinya dengan baik.


Ken tidak melanjutkan percakapannya, tidak ada bedanya mengajak Hyerin bicara sekarang hanya membuat pikirannya semakin tertekan saja. Mungkin dia sendiri juga tidak tahu apa yang diucapkannya itu.


Tidak mudah baginya, bagi Ken untuk menjalani semua ini. Tapi kebenaran tetap harus disampaikan, bukan hanya pada Hyerin tapi saatnya orang lain tahu tentang masalah yang sebenarnya di tempat ini. Sebelum semua terlambat dan sebelum tekad iblis itu menjadi kenyataan. Meski Ken tidak tahu apa niat iblis itu tapi pasti itu buka. sesuatu yang baik.


Lama berpikir Ken akhirnya bisa memikirkan langkah selanjutnya, tapi sebelum itu dia harus memastikan keadaannya aman dengan Hyerin. Pasti semua masalah akan cepat selesai juga.

__ADS_1


Ken berdiri dan tetap erat memegang tangan Hyerin, tidak melepaskannya dan membiarkannya jauh dari pandangannya itu. Sekarang bukan perihal siapa Hyerin dan siapa dirinya, Ken tidak peduli lagi karena yang terpenting sementara harus aman dari iblis itu yang bisa kapan saja datang dan entah dimana.


Suasana menjadi tenang, Hyerin dan Ken tidak bergeming sedikitpun.


Rasanya ingin terus seperti ini, bisa membuang napas dengan tenang dan bersama orang yang selalu diharapkan.


Tiba-tiba Ken terperanjat hingga dia segera mendorong tubuhnya menjauh dari Hyerin. Begitupun yang dilakukan Hyerin. Hingga kedua pasang mata saling bertemu, Hyerin memandangi Ken kikuk rasanya ada sesuatu yang aneh.


Hyerin baru saja berekspresi lain di mata Ken, melihatnya membuat Ken berpikir mungkin Hyerin harus selalu seperti itu.


"Apa yang kamu lihat?" Tanya Hyerin masih canggung dan segera menggerakkan wajah menjauhi sorot mata Ken.


Ken masih tidak menjawab, dia merasa nada suara Hyerin sudah kembali lagi.


"Ngapain kamu dari tadi main peluk-peluk?" Tanya Hyerin merasa risih.


Ken masih tidak menjawabnya, dia berharap Hyerin bisa membuat dirinya sadar dan cepat pergi dari masa-masa yang membuat dia lupa akan dirinya sendiri.


Ken segera berdiri dan terlihat menarik napas.


"Ayo kita sekarang pergi!" Ucap Ken penuh semangat.


Hyerin langsung memperhatikan ke arah Ken berdiri. Sejujurnya Hyerin sedang berusaha membuat dirinya waras dan melihat suatu kenyataan yang ada di depan matanya sekarang.


Ken tersenyum seperti memberinya arti dan hidup yang baru. Hyerin hanya melihatnya dan sedikit hatinya tersentuh.


"Sekarang kita pergi kemana?" Tanya Hyerin.


Ken tidak langsung menjawab. Benar saja dia bingung dan tidak tahu akan pergi kemana.

__ADS_1


Alih-alih menjawab Ken hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.


Melihatnya Hyerin kecewa, dia kira tujuannya sudah jelas tapi ternyata Kem hanya omong kosong dan terus memberinya semangat saja.


Hyerin tidak lagi berkomentar, dia berdiri dan sejajar dengan Ken seperti sedang memperhatikan sesuatu yang dilihat Ken.


"Aku ingin bebas seperti itu!" Ucap Hyerin menunjuk pemandangan kosong dengan jari telunjuknya.


Tapi Ken langsung mengerti.


"Seperti angin di udara, bebas bergerak kemanapun dan tidak terlihat." Jelas Ken.


Hyerin hanya melihatnya dan tersenyum memberikan arti bahwa ucapan Ken benar, sama persis yang dimaksudkan hatinya.


"Pertama semua orang harus tahu tentang situasi ini!" Ucap Hyerin memberikan sebuah rencana.


Lagi-lagi Ken merasa sudah satu hati dan satu pemikiran dengan Hyerin, karena tidak mungkin jika itu terjadi kebetulan kan.


"Itu yang aku rencanakan juga!" Ucap Ken.


Rasanya semua berjalan begitu saja dengan mudah. Pikiran Hyerin yang tidak bisa stabil dan tidak bisa mengingat jelas kewarasannya, hanya sesaat perasaan terpukul dan rasa sedihnya tidak bisa dia lupakan juga. Mungkin benar, Ken mengatakannya untuk tetap hidup sampai semua berakhir, itu yang menjadikan tekad untuknya, dia harus hidup dan menjadi saksi akhir dari semuanya. Meski sekarang cerita sudah berubah. Tidak ada lagi Rai, tapi cerita buruknya terus menyebar. Ken benar, hanya dirinya yang bisa menghentikan cerita buruk itu terus berlanjut dan semua insiden di luar dugaannya akan berhenti. Keputusan yang sulit, tapi lebih sulit saat berpikir untuk cepat mengakhiri hidup dan membuat semuanya selesai, dan yang selesai bukanlah masalahnya melainkan hanya hidupnya saja.


"Sudah siap?" Tanya Ken membuyarkan lamunan Hyerin.


Hyerin tak menjawab tapi dia membalasnya dengan sebuah tatapan, banyak harapan yang ingin disampaikan matanya, dan banyak sekali ketakutan yang tersembunyi dari senyumnya. Itulah yang dilihat Ken, tapi karena sudah terlanjur dia sendiri tidak bisa keluar dari masalah dengan mudah dan bisa hidup dengan mudah. Tidak ada pilihan lain, Ken akan menjadi bayangan bagi sosok Hyerin. Seperti bayangan, kemanapun Hyerin pergi dia akan selalu ada di sampingnya. Kapanpun dan di manapun.


"Sekarang kita pergi!" Ucap Ken.


Dan secepat cahaya Ken juga Hyerin menghilang begitu saja dari edaran. Keduanya sudah pergi ke tempat yang akan mengawali semuanya dari sekarang, mengawali rencana yang sudah mereka bangun dari sekarang, dan berharap semua akan cepat selesai menjadi cerita yang manis diujung penantiannya sekarang.

__ADS_1


Tiba-tiba suara jam dinding berdentang. Sangat nyaring dan masih mengingatkan Hyerin dengan kejadian pertama kali lagi dia datang ke tempat ini dengan semua ingatan yang sudah hilang. Bertemu dengan Rai untuk pertama kalinya lagi, mencari teman dan kebenaran hingga dia berada pada titik sekarang. Dimana semua ingatan itu muncul lagi dan menjadi kenangan yang tidak mudah Hyerin lupakan lagi.


__ADS_2