Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Kenyataan pahit


__ADS_3

Tepatnya di gedung yang dulunya dia juga pernah bergabung di sana, tapi setelah menerima kekecewaan dari iblis Rere dan teman kepercayaannya tanpa sepengetahuan siapapun melakukan banyak penyelidikan hingga bisa mengumpulkan lebih banyak informasi. Itu tidak mudah, di tempat itu sudah banyak iblis ternyata orang-orang yang hilang saat kembali datang itu bukan mereka melainkan iblis yang memakai rupa mereka. Rere tahu karena pernah melihatnya.


Karena terlalu banyak iblis Rere membubarkan perkumpulan dengan alasan pasti karena tidak ingin melibatkan orang lain dalam rencananya yang beresiko, terpaksa dia dan teman kepercayaannya yang harus melakukan segala sesuatu berdua.


Hingga pada hari itu datang. Iblis yang memiliki rupa Rai datang lagi dengan kawanannya yang lebih banyak. Rere tidak ingat itu seberapa banyak.


Rere hanya tahu dari percakapan itu jika saja pintu iblis bisa terbuka saat perjanjian iblis dilakukan lebih banyak dengan para roh di dunia ini termasuk iblis itu mengatakan jika Hyerin sudah melakukan perjanjiannya.


Hyerin melakukan perjanjian itu karena dia masih ingin bertemu dengan Rai entah di dunia manapun.


Hanya sayang karena iblis selamanya adalah iblis yang licik, bagaimanapun tipu dayanya hanya bisa merugikan dan menguntungkan mereka.


flashback off


"Kau tahu seberapa besar Hyerin sangat menginginkan Rai? Bahkan dunia ini tidak bisa memberinya kebahagiaan hingga dia harus melakukan perjanjian sesat itu." Ucap Rere diakhir cerita.


Ken bahkan tidak bisa mengatakan apapun. Hatinya yang paling dalam merasa terenyuh sakit, mendengar cerita dan alasan Hyerin menghilang dulu itu karena Rai. Bahkan Hyerin melakukan perjanjiannya juga.


"Apakah dia tahu kerugian apa yang dia dapatkan dari perjanjian itu?" Tanya Ken membuat Rere langsung menatapnya Heran.


Rere menggelengkan kepala seperti baru kali ini mendengar ada alasan buruk dari perjanjian itu, selama ini anggapannya dan orang-orang jika perjanjian itu dilakukan maka kita bisa hidup selamanya.


"Waktu mu hilang dan semua dipertaruhkan karena perjanjian itu. Kau tahu sisa umur Hyerin?" Tanya Ken memastikan.


Rere masih menggelengkan kepala.


Mendapatkan reaksi yang tidak menyenangkan Ken langsung diam seribu bahasa. Dia tahu sesuatu yang buruk dan yang tidak diinginkannya akan terjadi. Dia tidak ingin kehilangan Hyerin, tepatnya tidak ingin harus kehilangan lagi. Bagaimana bisa seperti itu?


"Karena itu aku tidak ingin jika kau terus menekan Hyerin." Komentar Rere.


"Aku tahu." Jawab Ken singkat.


Rere hanya bisa menatapnya heran. Melihat perubahan sikap dan reaksi Ken yang terlihat sangat tertekan jelas terlihat dari garis wajahnya. Melihat itu Rere jadi diam tidak ingin jika kesedihan yang dirasakan Ken berlanjut karena kata-kata nya.

__ADS_1


"Pulanglah!" Perintah Ken.


Rere memandanginya bingung, apakah itu artinya Ken masih tidak ingin pergi bersamanya dan Hyerin?


"Maksudmu?" Rere bertanya menegaskan.


Tapi tanpa sempat bertanya Ken sudah hilang lagi dari pengawasan. Melihat itu Rere berdecak kesal padahal masih ada yang ingin dia ceritakan pikirnya dalam hati.


Tidak menunggu waktu Rere langsung pergi tujuannya tak lain adalah tempat tadi, karena di sana Hyerin dan temannya sudah menunggu. Lagi pula Rere tidak berani berlama-lama di tempat lain mengingat iblis pada waktu sekarang sangat banyak berkeliaran.


Ken pergi tanpa memikirkan kembali perkataan Rere tadi, bahkan Ken tidak meninggalkan komentar atau pamit untuk pergi. Ken tak tahu mengapa dia sangat sakit setelah mendengar penjelasan Rere tadi.


Di sisi lain Rere kembali bersama Hyerin dan temannya yang sudah menunggu di sana.


"Dari mana tadi?" Tanya teman lelaki Rere.


Rere langsung menatapnya. "Oh tadi lihat-lihat ke sana." Jawabnya sambil tersenyum.


"Sudah beres. Tapi_" Ucap Rere, dia terlihat kesulitan untuk melanjutkan perkataannya.


"Ada masalah?" Hyerin langsung menanggapi.


"Jangan hiraukan dia! Tadi saya sudah menerima banyak laporan dan ternyata gerbang langit sudah terbuka lebih besar dari biasanya. Hanya itu." Timpal temannya Rere mendahului tidak memberikan kesempatan Rere untuk bicara. Bukan tanpa alasan, dia melakukan hal itu karena sudah tahu apa yang dilakukan Rere sebelumnya.


Rere hanya diam seperti diselamatkan, padahal tadi dia ingin membicarakan tentang Ken tapi sepertinya waktunya belum tepat.


"Re. Bisa ikut?" Tanya Hyerin.


"Rere!" Serunya lagi.


Teman di sampingnya langsung menyinggung tangan Rere, alhasil dia bisa sadar dari lamunannya.


"Apa?" Tanya Rere malah menunjukkan wajah ke temannya. Spontan temannya langsung menggerakkan wajah Rere hingga sepasang matanya bisa berhadapan dengan Hyerin.

__ADS_1


"Kamu bisa ikut?" Tanya Hyerin masih dengan nada yang sama.


Rere tidak langsung menjawab dia terlihat sedikit berpikir.


"Bisa tenang saja, tapi aku masih bisa ikut kan?" Lagi-lagi temannya menyela pembicaraan.


"Gimana kamu Re?" Tanya Hyerin masih tidak menghiraukan hal yang lain.


"Bisa sih. Tapi sebelumnya tadi aku lihat Ken di sana, kau masih belum berbicara?" Pertanyaan Rere terlihat membuat temannya nampak kecewa, entah mengapa akhirnya Rere mengatakan sesuatu yang seharusnya dari tadi dia bicarakan.


Hyerin langsung diam dan berpikir seperti yang dilakukan Rere tadi.


"Aku akan coba!" Jawab Hyerin.


Rere sangat senang tak menyangka kali ini dia mendapatkan sebuah jawaban yang mengindahkan pendengarannya, karena itu Rere semangat untuk pergi bersama Hyerin termasuk teman Rere yang pasti harus ikut.


Perjalanan kali ini tidak biasa, Hyerin sudah tahu apa yang harus dilakukan ketika iblis datang lagi dan memaksa roh yang ada di dunia ini hilang lenyap karena ulahnya.


Pemandangan menyakitkan saat satu persatu roh hilang membuat Hyerin mengingat jelas satu kejadian di masalalu, yaitu saat Sani rekan atau pasangan Ken juga hilang di depan matanya.


Setelah menjadi dewa kematian Hyerin tak khawatir jika sekalipun dia bertemu dengan iblis, karena iblis tidak bisa melakukan apapun terhadapnya, iblis lemah di hadapan Hyerin. Tapi permasalahannya entah sampai kapan pengaruh itu akan bisa diandalkan.


Satu hal yang tidak diketahui semuanya, Hyerin berusaha tidak menceritakan masalah terbesar yang kini dia hadapi sendiri. Yaitu umurnya yang tidak lama lagi. Memang sedikit ada perbedaan dalam kasus ini, Hyerin tidak sama seperti yang lain. Saat menjadi dewa kematian dia memiliki umur terpendek. Tapi bukan itu masalahnya, masalah terbesar bagi Hyerin adalah Rai. Sampai kapanpun saatnya Hyerin selalu berasumsi jika Rai ada di suatu tempat, dia hanya butuh waktu dan kesempatan untuk mencarinya.


"Sudah ya sampai sini saja!" Ucap Hyerin sebagai peringatan. Di depan gedung rumah sakit Hyerin memberikan saran agar Rere dan temannya tidak masuk ke dalam.


Rere melihatnya sangat khawatir, dia tidak ingin jika Hyerin pergi ke sana sendirian apalagi yang dia tahu jika di sana iblis itu ada.


"Oh ia, sebaiknya kalian kembali saja!" Pinta Hyerin.


"Udahlah aku temenin ya Yerin!" Ucap Rere menawarkan diri.


"Gini aja kalian dari kejauhan tunggu, nanti kalau dalam satu jam aku gak kembali kalian boleh langsung pulang!" Saran Hyerin masih berusaha menghentikan Rere.

__ADS_1


__ADS_2