
Hyerin masih melihat semua sudut tempat di sana. Dia kini berada di sebuah ruangan. Padahal sebelumnya itu berbeda.
Hyerin berpikir lagi memikirkan bagaimana caranya dia bisa berpindah tempat seperti tadi?
Hyerin kemudian mengingatkan dirinya lagi, jika dia berada di dunia roh berarti dia adalah roh kan? Dia bisa melakukannya, semacam teleportasi. Padahal dulu dia tidak memiliki kemampuan itu karena dirinya adalah setengah bagian hidup di dunia manusia.
Jika kejadian seperti ini normal saja berarti.
Hyerin melihat tempat kumuh itu mungkin adalah gedung yang sama seperti sebelumnya, harusnya dia bisa kembali ke gedung itu ketika waktu tiba-tiba berganti kan? Tapi sekarang hal itu tidak berlaku untuknya dan mungkin untuk semua orang disini. Contohnya saja pergantian waktu tadi, tidak terjadi apapun setelahnya.
Hyerin terus berpikir saat itu sampai melupakan jika ada seseorang yang sudah dari tadi di ruangan itu.
Orang yang tampak dingin, tatapan matanya tajam, dan lelaki di sana sedang duduk melihat ke arah Hyerin yang terus berjalan kesana kemari.
"Astaga membuat ku gila saja!" Keluh Hyerin setengah berteriak. Dia sangat kesal dan marah tapi bagaimana lagi tidak ada pilihan untuk mundur atau memilih kembali. Dia benar-benar menyedihkan harus menerima semua itu dalam satu waktu yang sulit.
Kedua matanya melebar spontan ketika melihat seorang lelaki di depannya, menatapnya dengan tatapan aneh. Dan yang paling mengagetkan adalah sosok tak asing itu adalah orang yang paling dia kenal. Dia Rai.
"Hentikan itu!" Ucap Rai.
Hyerin masih tidak percaya jika dia bertemu dengan Rai? Bahkan Suarnaya terlalu mirip dengan Rai.
Rai kemudian berjalan melewati tubuhnya. Hyerin tak berdaya jika melihat itu adalah sesuatu yang nyata untuknya. Dia tidak bisa mengutuk lagi takdir karena tidak pernah mengizinkannya bertemu dengan Rai lagi, Hyerin tak ingin jika saat ini hanya mimpi sekilas untuknya. Setidaknya dia bisa bertemu dengan Rai lagi meski di dunia dan waktu yang berbeda.
Tubuhnya tak bergerak sama sekali, Hyerin larut dalam perasaannya sendiri, bahkan dia tak berani menoleh ke belakang ketika telinganya mendengarkan langkah kaki Rai yang semakin menjauh. Setelah sekian lama sekali, setelah semua yang sudah dia lewati, bertemu Rai lagi dalam waktu yang tak disangka membuat dia tidak bisa berkata apapun.
Tak terasa Air mata jatuh dengan sendirinya. Hyerin masih tidak bisa bicara, entah apa yang bisa dia katakan untuk rasa bahagianya sekarang. Ternyata dia sudah bertemu dengan Rai lagi.
Hyerin berbalik dan melihat punggung orang yang selalu dinantikannya itu berjalan di depan matanya. Tak terkendali kedua kakinya kemudian melangkah berlari memburu Rai. Hyerin langsung memeluk Rai saat itu.
__ADS_1
Tapi, ad ayang aneh. Hyerin tak merasa seseorang sedang dipeluknya. Kemudian matanya terbuka menatap ke arah Rai yang saat itu sudah menjauh darinya. Pantas saja ternyata Rai sudah lebih cepat menjauhinya.
"Apa yang kau lakukan? Dasar gila! Jangan asal mendekati ku!" Ucap Rai padanya.
Hyerin hanya menatap sorot mata itu untuknya.
"Lihatlah dirimu, kau terinfeksi kan!" Ucapnya lagi mengingatkan Hyerin pada gelang di pergelangan tangannya itu.
Jadi sekarang dia mengerti mengapa orang-orang akan menjauhinya, pasti karena gelang ini. Ketika tampak bodoh ingin melepaskan gelang seorang lelaki yang dia anggap adalah Rai kemudian berlari dekat dan mencegahnya.
"Hentikan!" Teriaknya. Hyerin menoleh melihat wajah dengan ekspresi cemas sangat dekat di depan mata.
"Kau tidak boleh melepaskannya, itu aturan. Kau mau mati? Dasar bodoh." Ucapnya memperingatkan Hyerin.
Hyerin berhenti dan melihat setiap detik ketika Rai mulai bicara padanya.
"Rai." Terdengar lirih, suara itu keluar dari mulut Hyerin.
Hyerin mulai merasa ada sesuatu yang berbeda lagi. Rai tidak melihatnya seperti orang yang dia kenali, Rai menatapnya seperti orang asing, bahkan Rai sekarang bersikap seolah tidak pernah melihatnya.
Seketika perasaannya runtuh lagi, Hyerin tak ingin cerita yang tidak akan membuatnya bahagia seperti itu, kenapa Rai tidak memiliki semua ingatan tentangnya.
"Hei, kau mengenalku? Coba sekarang tunjukkan lehermu!" Pintanya pada Hyerin.
Mendengarkan hal itu Hyerin membulatkan mata tidak mengerti.
"Tanda seperti ini!" Ucap Rai menunjukkan sebuah tanda di lehernya.
Hyerin menyibakkan rambut yang menutupi lehernya saat itu dan ketika memegangnya dia merasa ada sesuatu di sana.
__ADS_1
"Kau berasal dari gedung yang sama dengan ku ternyata. Bagaimana bisa?" Gumam Rai pada dirinya sendiri.
Hyerin tidak paham mengapa Rai berbicara seperti itu.
"Kau orang baru kan? Kau berasal dari gedung yang sama dengan ku? Gedung ini?" Ucap Rai.
Hyerin baru bisa ingat, dulu memang semua roh memiliki identitasnya masing-masing dan berbeda. Setiap roh datang dari tempat yang berbeda juga, dan identitas itu ada pada tubuh mereka.
Hyerin menganggukkan kepala untuk membenarkannya. Benar saja dia berasal dari gedung yang sama dengan Rai, sama seperti dulu.
"Astaga, ada orang yang terlahir lagi dari tempat terkutuk seperti ini." Gerutu Rai nampak tak terima dengan tempat asalnya.
Hyerin tak menyalahkan sikap itu, dia juga mengutuk dirinya karena berasal dari gedung ini. Karena gedung ini semua orang tidak ingin berteman dengannya, gedung yang sangat dikutuk.
"Sejak kapan kau kemari?" Tanya Rai padanya.
Seolah masih terhipnotis dengan sosok Rai. Hyerin masih tidak bisa begitu fokus apalagi ketika Rai bertanya lagi padanya.
"Kau tidak bisa bicara." Gerutu Rai.
"Apa?" Hyerin segera merespon, setelah mendengar dirinya dibicarakan seperti itu barulah dia sadar.
"Sebaiknya kau jangan asal keluar mulai sekarang, kau tahu gedung ini dibicarakan banyak orang di luar. Mereka tidak Sudi berteman dengan mu jika tahu kenyataannya." Ucap Rai menjelaskan.
"Kau pasti tidak tahu apakah dan tenanglah secara perlahan kau akan mengerti." Ucap Rai.
Terdengar menenangkan baginya. Di bagian dunia manapun dalam waktu yang berbeda Rai tetap menjadi orang pertama yang akan peduli padanya. Bahkan setelah kehidupan maupun kematian dia tetap menjadi orang pertama yang akan bicara padanya. Rasanya sangat bersyukur sekali, meski dalam kondisinya sekarang Rai tidak begitu ingat atau dia tidak mengingat Hyerin sama sekali Itu tak masalah, Hyerin hanya ingin dirinya sekali lagi melihat Rai sebelum berhasil menyelesaikan misinya itu.
"Menyedihkan sekali baru datang ke sini sudah langsung terinfeksi. Ingat ya jaga jarak dan jangan menyentuh ku!" Rai terus bicara mengoceh, dia menjadi orang yang cerewet saat itu dan membuat Hyerin merasa lega. Ternyata Rai peduli padanya.
__ADS_1
"Aku mau beristirahat, keluarlah cari tempat lain!" Pinta Rai.
Tanpa mengatakan apapun Hyerin langsung berjalan ke arah pintu, dia pergi dari ruangan itu untuk mencari ruangan lain di sana.