
Yora langsung menatap kiri dan kanan. "Ini dimana?" Tanyanya spontan melihat sebuah ruangan yang menurutnya seperti tempat berkumpul.
Rere tersenyum. "Ini tempat yang paling istimewa di sini."
Yora mengerutkan dahi. "Istimewa? Apa bedanya?"
"Kau tahu bahwa kita semua roh di sini selain berdampingan hidup dengan manusia, juga ada dewa kematian. Kau sudah bertemu dengan dewa kematian mu kan?" Jelas Rere seperti biasa tidak langsung menjawab pertanyaan Yora.
Ekspresi Yora berubah menatap Rere dengan bingung. "Yang menjemput ku waktu itu." Gumam Yora pelan seperti tak berniat suaranya terdengar oleh Rere. "Hubungannya memang apa dengan tempat ini?" Tanya lagi Yora ingin segera mendapatkan jawabannya.
"Dengarkan ya!"
"Dari tadi juga, lagian ngomong kok muter-muter." Gerutu Yora dalam hatinya.
"Jadi di dunia roh ini ada tempat luar zona, tempat itu tidak bisa dimasuki oleh sembarangan seperti dewa kematian dan iblis." Terang Rere berusaha menjelaskannya dengan sederhana.
"Jadi ada juga ya tempat seperti itu. Pasti banyak lagi ya selain di tempat ini, dunia kan luas." Tebak Yora asal.
"Betul sekali. Tempat yang hanya ada 5% di dunia, tapi kita tidak bisa tahu tempat itu dimana saja."
"Lantas gimana cara membedakannya tempat yang seperti itu?" Tanya Yora lebih penasaran.
"Ah sudahlah untuk itu aku juga gak tahu. Jadi tempatnya seperti sudah turun temurun makanya kita tahu tempat ini." Rere sudah kehabisan kata-kata menjawab setiap pertanyaan Yora yang cukup membuatnya pusing.
"Em tadi kau sebut bahwa Hyerin berbeda. Nah itu aku gak ngerti." Sambung lagi Yora yang tak ingin membuat pertanyaan nya menggantung belum selesai.
"Belum sampai sana pembahasannya, kamu sabar deh."
"Yasudah terserah deh, aku juga bingung sendiri dengernya." Balas Yora.
"Ia sih untuk penjelasan di dunia seperti ini emang gak bisa dibicarakan dalam seharian penuh. Sebelumnya pernah ada sekolah dan roh yang baru datang harus datang kesana untuk mengenal tempat barunya sekarang."
__ADS_1
Yora menatap lagi Rere, lagi-lagi ada yang membuatnya ingin langsung bertanya. "Ada juga sekolah?" Yora hampir tak percaya, menurutnya dunia ini terlalu sama dengan kehidupannya dulu di tempat manusia.
"Memang ada sekolah, tapi itu dulu sebelum sesuatu membuat semuanya kacau." Keluh Rere dengan ekspresinya yang berubah seketika.
"Sepertinya ada masalah yang cukup besar." Cetus Yora menanggapi ekspresi Rere seolah mengatakan hal itu.
"Masalahnya sangat besar sampai-sampai kita sendiri gak tahu solusinya gimana." Rere menghembuskan napas dan mulai melamun menopang dagu dengan sebelah tangannya di atas meja.
"Bisa sebesar itu sampai kamu tak berniat untuk memberitahukannya?" Yora berharap dia tahu dari Rere.
"Baiklah akan aku ceritakan."
"Sebenarnya iblis baru pertama kali ini bisa sampai ke dunia roh. Karena awalnya tempat roh dan iblis itu beda dimensi dan ada batasan yang tidak bisa dimasuki dengan bebas. Itu dulu."
"Jadi sekarang iblis ada dimana-mana?" Tebak Yora mulai mengerti dari arah pembicaraan yang disampaikan Rere.
Rere mengangguk pelan. "Ada seseorang yang melakukan perjanjian dengan iblis, itu keserakahan yang menutup matanya."
"Perjanjian? Memangnya perjanjian seperti apa?"
"Emangnya bisa seperti itu?" Yora terkejut tak percaya.
"Kedengarannya emang gak bisa dipercaya, tapi itu terjadi. Dan karena perjanjian itu roh menjadi dewa kematian dan iblis sebagai keuntungannya bisa hidup di dunia ini."
"Iblis itu seperti musuh ya? Kayanya sosok iblis harus kita jauhi " Yora menyimpulkan perkataan Rere.
"Iblis tetap iblis, tipu daya iblis selamanya hanya menyesatkan. Dan sebagai bayaran dari perjanjian itu roh yang menjadi dewa kematian harus mengorbankan roh lain sebagai penebusan, tujuannya untuk memperpanjang usianya."
"Kok bisa seperti itu?" Yora tak bisa percaya, tapi itu yang ia dengar dari Rere.
"Dan sekarang waktunya, kita sudah kalah iblis sudah membuka gerbang di beberapa tempat. Beberapa waktu yang lalu bahkan iblis menyerang tempat ini, banyak roh yang hilang artinya roh yang hilang karena iblis tidak bisa bereinkarnasi lagi."
__ADS_1
"Bisa mengerikan seperti itu?" Cetus Yora masih tak percaya.
"Sekarang sebaiknya kamu lebih banyak belajar, aku harap kamu bisa bertahan baik sebagaimana Hyerin." Rere menasehati Yora dengan pikiran bahwa Yora adalah teman Hyerin yang sama berartinya.
"Hampir saja aku katakan semuanya." Gumam Rere dalam hati. Benar saja dia tak sanggup mengatakannya, pantas saja Hyerin belum mengatakannya sampai sekarang. "Aku serahkan semua urusannya pada Hyerin sebagai sahabat dia." Rere berniat tidak bicara mendahului Hyerin.
"Aku masih penasaran, apa sahabatku tidak terlibat banyak masalah di sini. Dari sikapnya Yerin pasti sudah banyak menyembunyikan hal yang tidak aku ketahui." Yora mengatakannya berharap Rere membantu rasa curiganya.
"Dan kau juga kan! Wajar sih emang benar apa yang dikatakan Yerin, aku gak boleh banyak tahu pasti kalau itu pantas untuk aku ketahui kalian juga akan bicara kan!" Yora memperhatikan Rere yang masih diam, tapi dia yakin dari ekspresi yang diperlihatkannya menandakan sebuah pengakuan tentang apa yang dikatakan oleh dirinya. "Yora masih menutupinya. Baiklah mungkin lain waktu." Gumam Rere dalam hati.
"Re! Cari Hyerin yu sebenarnya banyak sekali yang harus diselidiki, seperti yang sudah aku jelaskan bahwa sekarang banyak iblis dimana-mana." Ajak Rere. "Semoga saja dia setuju." Ucap Rere dalam hatinya.
Yora mengangguk tanda setuju. "Aku harap iblis itu tidak benar-benar bisa membuat kehidupan kita berakhir." Ungkapnya karena tiba-tiba saja pikiran itu datang menjadi kecemasan yang memenuhi pertanyaan dalam hatinya.
"Yerin! Semua udah masuk daftar?" Rere terlihat mengubah gaya bicaranya saat dia mengobrol dengan Hyerin, terkesan lebih serius.
"Udah sih, tapi mereka yang pergi kok belum datang lagi ya?" Yerin terlihat khawatir, dalam misinya sekarang Yerin sudah menurunkan beberapa orang untuk mencari informasi apapun tentang iblis.
Yerin berpikir cukup serius dan sungguh-sungguh, bahkan dia sampai melupakan Yora yang masih berdiri mendengarkan di samping Rere.
"Semoga saja cepet datang ya! Kira-kira agenda sekarang apa ya?" Tanya Rere, karena semua rencana atas dasar pemikiran Hyerin jadi apapun yang akan dilakukan harus berdasarkan Hyerin juga.
"Kayaknya kita harus turun langsung, aku tidak begitu berharap orang lain bisa mendekati iblis dan mendapatkan informasi yang diharapkan."Jelas Hyerin menunjukkan kecemasannya.
"Kayaknya biar aku saja deh!" Seru Rere menawarkan diri.
"Gimana ya? Kamu mau?"
"Ya boleh saja, dari pada sekarang nungguin orang yang tak kunjung datang." Rere menambahkan alasan yang mendukung rencana Hyerin.
"Aku sama dia aja!" Rere menunjuk tangannya pada Yora saat itu.
__ADS_1
Yora mengerutkan dahinya memandangi Rere karena ketidak tahuannya.
"Kamu yakin?"