
Pertama Hyerin pergi ke pusat kota, meskipun tadi gedung yang dia tempati tak jauh dari sana tapi Hyerin perlu memastikan di sekitarnya, dia berharap juga ada roh lain meskipun hanya beberapa.
Angin berhembus lagi pelan menerbangkan setiap ujung baju yang dikenakan Hyerin. Awalnya Hyerin memastikan dari kejauhan melihat jika di sekitar itu tidak ada sesuatu yang mencurigakan seperti iblis.
Tak sabar menunggu Hyerin akhirnya berjalan ke arah jalan seorang diri. Dari sepanjang penglihatannya di semua arah tidak ada satupun yang terlihat. Hyerin terus bertanya-tanya dan banyak kemungkinan menerka ke dalam pikirannya.
Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, Hyerin hanya menelan dalam-dalam kekhawatiran yang menghantuinya. Sekarang dia tidak perlu peduli, rasa takut harus dikalahkannya meskipun itu sulit karena siapa lagi yang bisa melakukannya selain dirinya sendiri kan?
Dari pengamatan sejauh dia berjalan sampai ke alun-alun kota kabut mulai menipis di sekitar tapi suasananya memang belum 100% berubah. Hyerin tak berani mendekat ke tempat tadi meskipun jaraknya memang tidak jauh kan. Tapi bagaimana jika sesuatu yang besar terjadi di sana?
Meskipun perasaan ragu terus membuatnya lemah dan keyakinan hatinya hilang, tapi apa daya tugasnya sekarang harus tuntas dia tidak mungkin meninggalkan tugas hanya setengah jalan, karena apa yang bisa didapatkannya?
Hatinya terus berdebat, akal dan logikanya tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah dengan mudah, dia perlu bergerak sendiri memapah kaki dan menyeretnya pergi dari satu tempat ke tempat lain. Dan yang paling penting adalah tekat nya.
Akhirnya setelah berdebat panjang dan melamun beberapa lama Hyerin memutuskan pergi ke tempat tadi, di sana dia harus memastikan kembali apakah Rere ada di sana. Mungkin saja kan jika Rere kembali setelah dia dan Ken pergi.
Hyerin bergegas pergi tak ingin menunggu waktu lebih lama, dia butuh kepastian segera dan menanyakan banyak hal pada Rere yang mungkin saja dia bisa tahu.
Tak butuh lama Hyerin sudah berdiri di depan gedung tadi. Dia masuk ke dalam pintu yang sudah terbuka sejak tadi, mengamati dengan teliti ke setiap ruangan dan mencari satu persatu orang yang hingga kini ternyata belum juga pulang.
Hyerin menghela napas yang terasa berat, bukan hanya lelah tapi dia bingung dengan orang-orang yang langsung hilang dan pergi entah kemana terutama Rere dia masih tidak ada juga.
Perasaannya semakin tidak tenang apalagi jika mengintip ke luar yang masih dipenuhi kabut tebal. Jika matanya melihat ke langit kengerian tak kalah menghantuinya seketika, 2 kejadian itu membuat natalnya lemah karena nalurinya tahu pasti ada kejadian paling buruk yang sedang terjadi, mungkin saja dia melewatkannya hingga akhirnya tidak tahu.
Braakk.
Suara pintu yang didobrak dari depan gedung. Mata Hyerin langsung membulat hatinya terhentak kaget, dia segera berlari dan mengintip lagi. Tiba-tiba Hyerin melihat tubuh perempuan yang tak lain adalah Rere, Hyerin segera berlari ke arah Rere terjatuh.
__ADS_1
Matanya dengan teliti melihat Rere yang sendirian terjatuh di depan pintu depan dalam keadaan tak sadarkan diri. Kedua tangan Hyerin menahan tubuh Rere, dia sangat khawatir mengapa Rere bisa saja pingsan di depan pintu. Hyerin bingung karena mencari ke kanan dan kiri dan ke arah luar teman yang biasa bersama Rere masih belum kembali, pilihannya apakah Hyerin harus pergi tanpa temannya Rere? Atau dia menunggu sebentar saja. Tapi selama itu apa yang akan terjadi?
Hyerin bergidik ngeri dia tidak tahan sendirian di tempat itu, keputusannya dia kembali ke tempat dimana Ken ada di sana.
"Kau sudah cepat kembali, Rere?" Ucap Ken terlihat penasaran melihat ke arah Hyerin ya g tiba-tiba datang sudah bersama Rere yang tak sadarkan diri.
"Apa yang terjadi?" Tanya Ken.
"Entahlah, tapi bisa tolong untuk menyadarkan kembali Rere, dia pasti akan menceritakan segalanya." Jawab Hyerin yang sangat khawatir.
"Kemana, lelaki itu?" Tanya Ken saat melihat ke arah Hyerin dan lelaki teman yang biasa bersama Rere tak ikut bersama.
"Dia tidak ada, aku tak menunggunya karena keadaan di sana juga tidak bisa membuatku yakin aman." Hyerin berterus terang. Dia terlihat sangat bingung menatap Rere yang masih tergeletak pingsan di dekatnya.
"Apa yang akan kita lakukan?" Keluh Hyerin.
"Re, akhirnya!" Seru Hyerin segera menggoyangkan tubuh Rere dengan tangannya.
Tanpa usaha keras akhirnya Rere sadar dan membuka mata, melihat ke arah Hyerin dengan tatapan heran.
"Aku. Dimana kita?" Tanya Rere bingung yang mulai mencoba duduk meski masih terlihat dia sedikit meringis entah karena masih merasa pusing.
"Kau baik-baik saja, syukurlah Re." Ucap Hyerin.
"Kita dimana? Ini tak seperti gedung yang kita tempati. Tadi aku kan pergi ke tempat itu " Jelas Rere yang mulai heran karena saat sadar dia melihat tempat yang berbeda.
"Sebenarnya apa yang terjadi Re? Tadi kau pingsan di tempat itu."
__ADS_1
"Pingsan?" Rere balik bertanya terlihat kaget saat mendengar pernyataan Hyerin.
"Kau pingsan mungkin saat langsung tiba di depan pintu." Jelas Hyerin.
Rere terlihat berpikir sejenak, mencerna pikirannya yang terlihat membuat dia kebingungan sendiri.
"Kok bisa ya." Gumam Rere.
"Lalu teman mu, dia dimana?" Hyerin tak hentinya bertanya.
"Tadi aku berada di tempat lain dengan teman-teman. Tepatnya di gedung sekolah, kita kan sebelumnya sudah merencanakan akan mencari tempat itu. Aku dan semuanya sedang berada di sana, lalu aku kembali berniat untuk mengajakmu juga dan Ken. Tapi ketika berada di depan pintu aku melihat suasana yang berbeda, aneh rasanya." Jelas Rere yang berusaha menceritakan semua yang terjadi sebelum dan sesudah sampai di depan pintu.
"Aku tak ingat mengapa bisa pingsan di sana."
Hyerin dan Ken tertegun mendengarkan penuturan yang diucapkan Rere. Banyak hal yang tak membuatnya mengerti.
"Mengapa di sana suasananya menjadi berubah, dan aku ingat dengan pemandangan yang terlihat di langit. Itu?" Rere mengatakannya seolah dia memang tidak tahu apapun dan sama seperti yang dirasakan Hyerin.
"Di sini juga sama, di luar terlihat sama namun kabutnya tak setebal di gedung itu." Timpal Hyerin.
Rere tercengang mendengarnya, dia melamun dan benar-benar ingin tahu apa yang sedang terjadi.
"Kita akan pergi ke sana lagi!" Seru Rere membuat Hyerin menatapnya semakin bingung.
"Untuk apa kesana?" Tanya Hyerin.
"Kita akan memastikan semuanya, sekarang semua harus pergi termasuk Ken." Rere sangat bersemangat ingin mencari tahu.
__ADS_1
Hanya Hyerin yang terlihat bimbang, hatinya merasa tidak yakin harus pergi ke sana lagi.