
Pemandangan di sekitar tidak menunjukkan sesuatu yang berbahaya lagi seperti waktu sebelumnya. Ken berjalan menyusuri jalanan raya dan semua roh juga terlihat dimana-mana. Satu hal yang membuatnya penasaran, bagaimana keadaan di tempat tadi, apakah iblis masih ada dan keributan di sana juga? Ken tidak bisa berdiam diri dan berniat kembali ke tempat sebelumnya.
Saat berbalik Ken melihat orang-orang yang saling pandang satu sama lain, hanya sepintas saja membuat dia mengerti apa yang mereka pikirkan tentang nya. Ken tidak memperdulikan dia segera pergi dengan kesal.
Di balik sebuah gedung ada gang kecil yang terhimpit oleh dua gedung di sebelah kiri dan kanannya, Ken mengendap di gang kecil itu dengan perasaan yang cemas. Gang ini juga yang mengawali Ken tiba di tempat insiden terjadi. Bayangan ketakutannya muncul, Ken masih bisa menggambarkan bagaimana iblis itu tiba-tiba muncul di tengah suasana yang ramai.
Ragu-ragu Ken ingin mengintip keluar sana. Awalnya dia memastikan situasi yang terjadi, dari pendengarannya Ken tidak mendapatkan satu suara pun bahkan jika itu suara yang berasal dari dimensi manusia yang hidup di sana.
Tak terasa keringat dingin bercucuran di atas keningnya. Ken sangat takut dan cemas tapi dia harus bisa kembali menguasai dirinya dan mencari kebenaran yang terus dipertanyakan oleh hatinya sendiri.
Perlahan dia menggerakkan wajahnya dan mengintip ke luar. Cahaya terang dari luar menyilaukan matanya juga.
Kini sepasang matanya dibuat terbelalak lagi, Ken tidak begitu bisa paham dengan sesuatu yang didapatkan dari penglihatannya sekarang.
Orang-orang bahkan tikus atau ayam atau makhluk lain pun tidak terlihat di tempat yang terus dia awasi sekarang. Kemana perginya semua orang? Pertanyaan itu langsung muncul. Saat Ken melangkahkan kaki, tak disangka seseorang menarik tangannya lagi dari dalam gang. Spontan Ken langsung kaget dan menepis tangan itu.
"Diam Ken!" Suara yang tidak asing. Wajah yang tidak asing, membuat Ken tidak bisa sekejap mengedipkan matanya. Mulutnya bungkam tak berkomentar, dia hanya melihat seorang wanita yang tidak asing. Saat sadar Ken langsung menarik punggung wanita itu dengan tangannya hingga dia memeluknya penuh haru. Ken tidak bisa menahan perasaannya lagi, bagaimana bisa Hyerin kembali baik-baik saja setelah hilang tanpa sebab dan tidak ada kabar lagi. Sudah banyak usaha yang Ken lakukan untuk menemui Hyerin, tapi imbasnya insiden menakutkan yang dia saksikan sendiri.
Bagaimana bisa Hyerin menemuinya dan apakah ini kebetulan yang akan membawakannya kabar baik? Sejauh itu Ken hanya diam dan masih meneruskan rasa rindunya dan kesedihannya mendekap Hyerin.
"Ayo kita pergi!" Ucap Hyerin sedikit bersusah payah karena tubuhnya tenggelam dalam pelukan Ken.
Butuh beberapa saat Ken baru menyadari jika sikapnya membuat Hyerin tidak nyaman.
Ken langsung melepaskan Hyerin dan memandanginya penuh antusias.
"Apa yang kau lihat? Cepat pergi!" Ajak Hyerin menarik lengan tangan Ken.
__ADS_1
Ken tidak berkomentar lagi dia langsung pergi mengikuti dari belakang.
"Cepat kita harus pergi ke ujung gang ini." Pinta Hyerin.
Sesuai yang dikatakan Hyerin, Ken hanya menurut saja dan terus mempercepat langkahnya.
Dan samar terlihat cahaya di ujung jalan. Ken semakin semangat segera menyusul.
"Akhirnya sudah sampai juga." Ucap Ken seperti rasa senangnya. Ken langsung menyambut Hyerin dan saat berbalik wajah Hyerin berubah menjadi seorang lelaki seperti Rai.
Ken kaget sampai dia menjauh dan tersungkur ke belakang. Satu hal yang pasti, rupa itu, wajah itu hanya iblis yang sudah dikenalinya. Ken tahu itu adalah iblis yang menyerupai Hyerin di dalam kegelapan sana, dan saat sudah terkena cahaya matahari rupa iblis berubah ke dalam wujud aslinya.
Senyuman menyeringai terangkai di ujung bibir iblis itu. Ken langsung membuang wajah dengan sangat kesal bahkan rasa kesalnya terasa berat di dada. Bagaimana bisa dia tertipu saya oleh iblis?
Langsung terdengar sebuah tawa. Ken mengalihkan perhatiannya dan memandangi iblis dengan penuh emosi. Tawa itu artinya sedang mempermalukan Ken karena rencana iblis berhasil membawa Ken ke dalam jebakan semudah itu.
Tatapan mata Ken semakin tajam seolah dia menantang keras melawan iblis yang ada di hadapannya.
"Hey roh penasaran, Hyerin sudah lebih dulu pergi. Mau pergi dengannya?" Ucap iblis itu dengan enteng.
Awalnya Ken diam seperti tidak mengerti dengan maksud dari perkataan itu. Hingga dia menyadarinya arti dari kata pergi bisa saja Hyerin memang sudah mati. Secepat itu?
Rasanya dia sudah kehilangan kehidupannya untuk yang kedua kalinya. Ken tidak menyangka jika Hyerin memang harus mati semudah itu di tangan iblis licik sepertinya?
"Kau mengharapkan dia mati? Aku akan mengabulkannya." Diikuti dengan tawa yang membuat Ken harus merasa kesal untuk yang ke berapa kalinya.
Ken semakin marah.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba.
"Bawa dia tidak berguna!" Muncul dua orang biasa yang jika diamati Ken kedua orang itu adalah roh sepertinya juga. Tapi mengapa bisa mereka sudah bekerja sama dengan iblis itu? Dan yang membuatnya semakin tak percaya saat melihat tubuh Hyerin tergeletak di bawah.
Secepatnya Ken meraih tubuh Hyerin dan dipangkunya ke dalam pelukannya. Sekarang alasan untuk semakin benci pada iblis itu semakin bertambah, ternyata Hyerin menghilang karena ulah mereka semua.
Tanpa basa-basi Ken langsung pergi menghilang di hadapan semuanya.
Tidak ada pertunjukkan apapun, bahkan iblis membiarkan Ken pergi dengan begitu saja.
Apa yang terjadi sebenarnya?
Ken semakin nanar memikirkan Hyerin yang tidak sadar juga di tangannya.
Sekarang Ken berada di tempatnya, di sana dia membawa Hyerin dan akan terus menjaganya lagi, tidak akan terjadi lagi apapun, Ken tak berharap harus kehilangan Hyerin lagi dengan mudah.
Pandangan Ken tidak sedikitpun lengah, dia terus melihat ke arah kelopak mata Hyerin yang masih tertutup juga. Penuh harapan dia menanti Hyerin agar segera sadar. Bukan karena banyak alasan yang ingin ditanyakan nya, tapi juga Ken sangat penasaran dengan kondisi Hyerin, terlebih iblis membiarkannya pergi dengan mudah dan juga Hyerin sengaja dibiarkan agar Ken membawanya.
Sungguh banyak teka-teki yang tidak bisa dipikirkan Ken.
Tidak ada yang bisa diperbuatnya selain menunggu waktu yang terus berputar dan segera membuka kunci dari teka-teki yang memikirkannya saja dia yakin bisa gila.
Apa sebenarnya yang sudah dilakukan iblis dan orang-orang tadi pada Hyerin?
Mengapa iblis membiarkannya pergi semudah itu?
Dan sampai kapan Hyerin baru bisa kembali sadar.
__ADS_1