
"Apalagi sekarang?" Tanya dalam hatinya yang sudah setengah goyah dengan perasaan jenuh.
Ken yang terlihat adalah satu-satunya roh yang berjalan dan berkeliaran di rumah sakit itu. Sangat aneh memang.
Ken terus menyusuri setiap ruangan hingga membawanya pada salah satu ruangan yang belum ia datangi.
"Ruangan terakhir." Pikir hatinya.
Terlihat seorang dokter yang masuk ke dalam ruangan dengan terburu-buru. Ken tidak mau kalah, dia juga terburu-buru mengikuti dokter memasuki ruangan itu.
Saat memasuki ruangan setengah tubuhnya sudah masuk, namun secepatnya Ken menarik dirinya kembali. Beberapa saat Ken terdiam dan seperti sedang berusaha mencerna sesuatu yang dia lihat itu. Ken mengintip dari pintu, tampak jelas jika Rai yang berdiri sedang sepenuhnya menatap seorang gadis koma di atas kasur. "Hyerin." Tebaknya. Mata Ken membulat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat itu. Ken mencoba kembali mengingat satu memori yang dia dapat dari Rai pada waktu itu, Ken melihat jika Hyerin adalah roh yang sama dengannya, tapi sekarang Hyerin sudah menjadi manusia kembali? bagaimana bisa?
Secepat kilat Ken berlari melarikan diri sejauh mungkin dari tempat itu, dari gedung rumah sakit yang sudah memberinya fakta mengejutkan. Ken sangat tidak percaya, akalnya tidak bisa mencerna dari penglihatan yang dia dapatkan sendiri.
"Ini nyata kan?" Tanya hati ya yang masih tidak bisa tenang.
Ken berhenti di sebuah tempat yang ketika penglihatannya dia edarkan Ke. langsung terkejut. Banyak sekali orang-orang, diantaranya ada roh dan manusia yang berbaur. Tiba-tiba dia sendiri kehilangan kendali, kehilangan akal yang membuat pikirannya terasa linglung.
Kemana seharusnya dia pergi mengapa sudah sejauh ini? Pikirnya dalam hati.
Saat Ken akan bertanya pada seorang roh yang terlihat sendirian di tempat yang tidak jauh darinya, tapi secepatnya dia sadar jika itu dilakukannya apa yang akan terjadi? Ken terlalu takut dan dia tidak bisa melakukan apapun.
Ken akhirnya hanya berdiam diri bersandar di sebuah pohon rimbun di dekat sebuah gedung sekolah. Dia mencoba menyusun kembali setiap ingatannya itu, karena sekarang Ken tidak bisa menggunakan kemampuannya untuk pergi ke tempat yang dia tuju dengan perasaan yang tidak tenang, semuanya bercampur aduk terlebih hatinya yang masih tidak bisa tenang.
__ADS_1
Hyerin hidup kembali menjadi manusia, kemungkinannya hanya dua yaitu ketika dia menjadi roh tubuh aslinya masih dalam keadaan koma hingga dia menjadi roh yang tidak sempurna. Dan kemungkinan lain ada rahasia yang tidak diketahui Ken, entah apa tapi dia cukup memiliki keyakinan untuk menyimpulkan jika ada sesuatu yang tidak diketahuinya.
Selain fakta tentang Hyerin yang dia lihat, Ken juga sangat yakin bahwa Rai memiliki hubungan yang tidak biasa dengan Hyerin. Terlihat saat Rai menatap Hyerin.
Angin terus menyerbu tubuh Ken yang terlihat santai dan menikmati pemandangan yang ada di depan matanya. Tentang kehidupan sekolah, Ken melihat lagi dan terkadang membayangkan menjadi salah satu diantara orang-orang di sekolah itu. Beruntungnya jika dia bisa mengingat ketika dia masih hidup dengan ceritanya di sekolah. Tapi entahlah Ken tidak bisa mengingatnya sama seperti Sani, hanya saja Ken sudah sangat lama kehilangan ingatan itu dan jika diingat lagi dia tidak bisa memastikannya sejak kapan.
Ken nampak terperanjat dari keadaan santainya saat itu. Pikirannya melayang pada Sani, dia harusnya sudah bertemu lagi dengan Sani.
Perasaan khawatirnya sudah tidak bisa didefinisikan lagi. Ken segera mengingat dengan betul tempat yang sudah dijanjikan.
Akhirnya Ken berhasil ingat dan dengan perasaan cemas Ken langsung pergi ke tempat yang ingin dia tuju. Beruntung karena tepat pada waktunya juga.
Sani sudah terlihat menunggu, saat Ken mendekat Sani merasa senang juga.
"Kenapa bisa?" Ucap Sani singkat.
Ken terdiam beberapa saat.
"Apa yang kau dapatkan hari ini?" Ken malah balik bertanya, dia bermaksud mengalihkan pembicaraan.
Sani hanya menggelengkan kepala.
"Dan kau?" Tanya Sani.
__ADS_1
Ken tidak bisa tenang karena secara singkatnya dia tidak tahu apakah harus mengatakan pada Sani atau jangan. "Ah sama saja." Dengan sedikit senyum Ken membicarakan kebohongannya.
Sani tidak curiga sedikitpun. "Sudah ku duga, pasti tidak akan mudah kan jika harus mencari tahu semuanya tanpa bertanya." Sani semakin menguatkan perkataan Ken. Entah mungkin itulah alibinya. Sebenarnya Sani sedang menutupi sesuatu, dia hanya belum siap untuk mengatakannya pada Ken karena hasilnya yang tidak pasti, dia juga tidak yakin jika orang-orang yang dia temui bisa diajaknya bekerja sama atau bahkan mereka tidak memiliki kesempatan lagi untuk bertemu.
"Ia memang tidak mudah." Ucap Ken terdengar sedikit gugup. Dari gerak geriknya membuat Sani sepintas berpikir mungkin ada sesuatu yang disembunyikan Ken.
"Sepertinya kita akan lanjutkan besok lagi untuk semuanya. Sekarang, aku berniat untuk pergi ke tempat ku karena seperti nya waktu juga akan berganti lagi." Jelas Ken terdengar terburu-buru ingin menyudahi pertemuannya dengan Sani.
"Baiklah aku juga akan pergi kalau begitu." Ucap Sani.
Ken langsung pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
Sani merasa ada sesuatu yang berbeda dari Ken, seharusnya seperti biasa Ken akan menghabiskan waktu dengannya bukan seperti sekarang ini, apakah Ken memiliki kesibukan lain?
Sani tidak bisa menghilangkan rasa penasarannya. Dia tidak sabar dan berniat untuk menemui Ken lagi di tempatnya. Tidak salah kan? Karena hal itu wajar sudah jadi sesuatu yang umum jika Sani mendatangi Ken.
Dengan keputusan yang sudah bulat akhirnya Sani memilih untuk menemui Ken, bukan karena dia penasaran tapi itu sudah biasa kan?
Secepatnya Sani pergi ke tempat Ken tanpa memperhatikan jika ada seseorang yang tidak dikenal sudah berada di tempat itu. Sani tidak menyadarinya dan tidak tahu orang asing itu datang dengan tujuan apa.
"Korban baru lagi." Diikuti dengan sebuah tawa yang menakutkan.
Sani sudah berada di tempat Ken, saat tiba dia tidak langsung melihat Ken di sana. Sani langsung mencarinya ke setiap ruangan di tempat itu. Namun Ken tidak ada juga. Kecurigaan muncul lagi. Sani tidak mudah tenang dan menyimpan perasaannya yang tidak baik-baik saja. Yang dia tahu Ken sudah berbohong telah menyebutkan bahwa dia akan pulang, kenyataannya tidak ada kan. Terpaksa dengan perasaan kesalnya Sani berniat akan kembali.
__ADS_1
Saat sudah bersiap-siap terdengar lagi jam dinding berdentang mengudara. Sani terkejut meskipun dia sudah sangat sering mendengarnya tetap saja dia akan bereaksi sama dengan suara yang didengarnya itu. Tanda pergantian waktu pun membawa Sani ke tempatnya dengan cepat. Bersamaan dengan suara jam itu semua suasana seketika langsung berubah, termasuk suasana di rumah nya.