Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Waktu yang berubah


__ADS_3

"Apa ada yang bisa ku temui?" Teriak Hyerin di sebuah gedung.


Di dalam ruangan luas ini tidak terlihat satupun orang yang bisa ditemui Hyerin, padahal Hyerin sangat tidak sabar ingin menanyakan sesuatu yang membuatnya khawatir.


Tidak lama muncul satu orang yang tidak dikenalinya.


Seorang wanita yang terus diam memandangi Hyerin saat itu.


"Kemana yang lainnya?" Tanya Hyerin langsung tanpa basa-basi.


Wanita itu hanya menyipitkan mata tanda tidak mengerti apa yang dimaksud Hyerin.


Hyerin langsung terdiam lagi. Dia merasa sudah terlambat karena mungkin sekarang orang-orang di tempat ini sudah berbeda. Lantas kemana pergi orang-orang itu? Hyerin bingung dan entah kepada siapa dia akan bertanya. Padahal kepergiannya tidak lama tapi semua yang ada di tempat ini sudah berubah tidak sama.


Hyerin berbalik dan berniat pergi lagi. Tapi tangan seseorang langsung menyeretnya hingga dia langsung pergi bersama orang itu. Perempuan tadi yang memperhatikan Hyerin sedikit panik karena Ken datang tiba-tiba dan langsung menyeret wanita yang baru saja tiba itu.


"Jangan datang lagi ke tempat itu, kenapa kamu berani berteriak seperti tadi?" Ucapnya saat tiba di suatu tempat.


Hyerin terus saja membolak-balik tatapan matanya, dia tidak melihat sebuah tempat yang pernah didatanginya itu.


"Kau lihat apa? Cepat apakah kau mendengarkan kata-kata ku?" Ucapnya lagi.


Kesadaran Hyerin langsung terjaga, dia perlahan belajar mengerti dan mencerna kata-kata orang yang ada di hadapannya.


"Apa yang kau katakan? Dan siapa? Lancang sekali!" Teriak Hyerin tak terima karena tanpa izin dia langsung dibawa ke tempat yang tidak diketahuinya.


"Kau ini baru datang kemari atau benar-benar tidak mengerti?" Ucapnya. Matanya langsung mengabsen setiap inci wajah Hyerin dengan detail hingga membuatnya langsung terperanjat hingga kedua matanya membulat.


"Hyerin!" Ucapnya tidak percaya.


Hyerin mematung dan masih tidak mengerti dengan kata-kata lelaki itu.


"Kau benar Hyerin?" Tanyanya lagi untuk kedua kalinya.


Hyerin menganggukkan kepala.


"Kau sekarang berada di sini! Sangat kebetulan yang bagus!" Pujinya.


Hyerin hanya bisa diam, dia memang tidak mengerti dengan perkataan orang itu.

__ADS_1


"Itu artinya kau sudah menjadi roh kembali dan kali ini kau benar-benar sudah menjadi roh yang utuh kan?" Tanyanya.


Hyerin sedikit mengernyitkan dahinya. Dia merasa ada sesuatu yang terjadi dan orang di hadapannya seperti sudah banyak tahu tentang dirinya, mungkin tentang Rai juga.


"Bagaimana dengan Rai?" Tanya Hyerin langsung.


"Kau benar Hyerin yang ku cari dan Rai cari." Ucapnya memperlihatkan senang.


"Dimana Rai?" Tanya Hyerin tidak tertarik dengan ekspresi orang itu, Hyerin lebih tertarik mendengar kabar tentang Rai.


"Rai tidak ada dia tidak ada di sini." Ucap lelaki itu. Seketika ekspresinya langsung berubah.


Hyerin terdiam lagi berusaha mencerna semua pikirannya.


"Apa sesuatu terjadi lagi?" Tanya Hyerin dengan nada serius.


Seketika orang yang tadinya banyak bertanya dan bicara langsung terdiam seribu bahasa. Membuat Hyerin cemas.


"Pasti sudah banyak yang terjadi. Mungkin ada sesuatu yang terjadi dengan Rai juga." Tebak Hyerin tidak bisa menutupi perasaan cemasnya saat itu.


"Benar, banyak sekali yang terjadi." Jawab orang itu.


Mendengar nama Sani disebut membuat Hyerin kembali mengingat tentang kejadian terakhir yang terjadi. Sani mati karena ulah iblis itu. Dan apakah sesuatu sudah terjadi lebih buruk dari itu? Tebak Hyerin sangat takut.


"Aku menemukan sesuatu yang harusnya didengarkan oleh banyak orang, tapi sebaliknya orang-orang mulai memburu dan berniat ingin melenyapkan ku juga." Sambungnya.


Mendengar penjelasan itu sudah banyak memberitahu Hyerin tentang situasi yang ada pada waktu itu.


"Sekarang sesuatu yang lebih buruk sudah terjadi kan?" Tanya Hyerin menebaknya.


Orang itu menganggukkan kepala tanda membenarkan pernyataan Hyerin.


Hyerin langsung membuang wajah.


"Sekarang dimana Rai?" Tanyanya lagi.


"Tidak ada yang tahu dimana Rai." Cetus orang tadi.


Hyerin langsung membulatkan matanya tanda kecewa dengan jawaban yang dia dengar.

__ADS_1


"Kamu tahu kan dimana Rai?" Tanyanya tidak percaya.


"Rai tidak ada dimana-mana, aku sudah mencari Rai kemana pun karena sesuatu yang berbahaya seperti ini harus diketahui oleh Rai dulu." Jelas ya meyakinkan.


Mendengarkan itu Hyerin sedikit berubah pikiran. Dia tidak mendengar kebohongan dari kata-kata nya.


Pikirannya langsung kembali teringat dengan pertanyaan pertama yang diucapkan lelaki itu. Tentang peringatannya agar menjauhi gedung itu padahal dari yang Hyerin ketahui sendiri jika orang-orang di sana yang sudah membantunya dari masalah.


"Ada sesuatu yang terjadi di gedung itu?" Tanya Hyerin.


"Banyak sekali dan aku tidak bisa menyebutkannya seperti apa. Tapi sebaiknya kau tidak datang lagi ke sana." Jawabnya.


Hyerin tidak puas dengan pernyataan itu. Dia tidak bisa begitu saja percaya. Lagipula orang yang ada di hadapannya pun tidak dia kenali juga, lantas mengapa Hyerin langsung percaya saja.


"Jika kau ke tempat sana pasti kau akan berubah pikiran dan lebih banyak lagi kesalahpahaman. Tapi percayalah di sana bukan tempat lagi seperti dulu!" Ucapnya meyakinkan.


Hyerin bingung dia tidak bisa langsung percaya tapi jika sesuatu terjadi karena kebenaran dari ucapannya, apakah dia akan siap untuk kecewa lagi?


Lelaki yang ada di hadapannya hanya orang baru, dia tidak bisa langsung percaya kecuali semua situasi disaksikan oleh mata kepalanya sendiri. Tidak salah kan?


Hyerin diam tidak menjawab.


Melihat Hyerin yang hanya diam lelaki itu langsung ikut diam.


"Kau boleh melihat dan menilainya sendiri." Ucapnya.


Hyerin langsung menoleh tapi lelaki itu hilang lagi dari pengedaran.


Tidak salah kan jika dia pergi sendiri ke tempat itu dan mencari semua informasinya.


Tidak menunggu lama Hyerin langsung pergi dari tempat. Tujuannya tak lain adalah gedung tadi yang dia tinggalkan.


Tiba di depan gedung perasaannya ragu, Hyerin tidak bisa menyembunyikan ucapan lelaki tadi yang masih terngiang jelas di pikirannya.


Apa yang akan dia dapatkan di sana?


Apakah sesuatu yang mengejutkan dan berbahaya? atau sebaliknya?


Sekuat tenaga Hyerin meyakinkan dirinya lagi, ada tujuan besar yang ingin dibuktikannya dan bukan lagi tentang dirinya sendiri. Hyerin tak peduli jika dia baru saja meninggalkan dunia manusia dan kembali menjadi roh di tempat ini. Karena semua ingatan yang terkumpul di dalam pikiran membuat setiap kejadian itu hal biasa.

__ADS_1


"Apa ada orang?" Teriak Hyerin saat memasuki ruangan.


__ADS_2