Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Suasana malam


__ADS_3

"Bagaimana? Menyenangkan?" Tanya Hyerin sambil tersenyum. Matanya yang tanpa henti mengabsen setiap sudut kota, meski hanya berjalan kaki sederhana tapi bagi dua orang yang sudah sangat lama melewatkan momen ini bagaikan untuk pertama kalinya lagi, betapa senangnya sampai tak ada kata-kata yang bisa diucapkan lagi.


"Selanjutnya aku akan menikmati jajanan di kota, sepertinya aku butuh makanan sepuasnya." Hyerin sangat bersemangat.


"Memangnya kau mau hidup seberapa lama lagi?" Ledek Rai.


"Yang terpenting aku hidup dan menikmati semuanya kembali." Jawab Hyerin yang tidak selalu fokus dan melihat kendala masalahnya.


"Sesuka hatimu saja!" Ucap Hyerin.


"Sebaiknya kita makan sekarang!" Seru Hyerin yang tanpa ragu menggandeng tangan Rai.


Tanpa disadari Hyerin benar-benar larut dalam kebahagiaannya, bahkan dia tidak tahu apa yang dirasakan Rai sekarang ketika dia menggandeng tangannya dan membuatnya lebih dekat lagi.


"Ada begitu banyak makanan, aku menginginkannya!" Hyerin tak bisa menghentikan matanya ketika melihat para penjaja makanan di jalan.


"Hey, kau harus mempunyai uang untuk membelinya. Kau memangnya mempunyai uang?" Tanya Rai yang langsung membuat Hyerin manyun, benar saja dia tidak mempunyai ya sepeser pun. Andaikan saja uang bisa ditemukan dengan mudah.


Sambil berjalan dan menatap satu persatu makanan yang menggugah selera, tiba-tiba selembar uang kertas terbang ke arahnya sampai menutupi wajah Hyerin.


"Wah, uang ini terbang sendiri. Rai! Aku punya uang!" Oceh Hyerin yang sangat senang.


Benar saja selembar uang didapatkan Hyerin, dewa keberuntungan sedang berpihak padanya.


Hyerin tak menunggu waktu lagi, dia sekarang membeli banyak sekali makanan.


"Kau akan menghabiskannya? Semua?" Rai tak percaya ketika Hyerin tampak membawa beberapa kantong kresek makanan.


Hyerin tersenyum. "Uang yang ku temukan sangat banyak nominalnya. Aku masih mendapatkan sisanya. Cepat kita nikmati sekarang makanan nya!" Seru Hyerin tak sabar lagi.

__ADS_1


Rai mengikutinya berjalan ke salah satu gedung, Hyerin bermaksud untuk naik ke balkon lantai, dari tempat seperti itu Hyerin bisa melihat pemandangan kota yang menakjubkan.


"Sekarang kau katakan saja jika aku ini pembawa keberuntungan. Enak kan! Kau akhirnya bisa menikmati hidup mu lagi!" Hyerin berbicara sambil tak hentinya menyiapkan makanan yang dia pegang.


Di bawahnya adalah pemandangan kota yang menakjubkan. Ada begitu banyak keindahan yang dihasilkan oleh lampu-lampu, ditambah dengan bayangan langit yang tak berujung di atas kepalanya, beruntung sekali karena bintang ada begitu banyak bertaburan.


Akhirnya Rai bisa merasakan lagi, sebuah kehidupan yang sudah lama sekali dia nantikan. Bayangannya tak terasa kembali melayang pada sosok perempuan yang sama. Rasa bahagianya, perasaannya, semuanya sama seperti waktu itu. Dan sekarang Rai sudah bersama seorang perempuan yang mengingatkannya pada momen tak terlupakan.


Rai sangat penasaran, Hyerin bukan roh biasa yang dia temui. Meski dia dan Hyerin sama-sama berasal dari dimensi yang sama namun ada begitu banyak yang membuatnya takjub. Dia jadi penasaran bagaimana perjalanan hidupnya dulu, apakah ada sesuatu yang berbeda?


Rai menarik napas dalam-dalam, dia sengaja melakukannya agar Hyerin langsung memperhatikannya. "Aku cukup senang, setidaknya ada banyak kenangan yang bisa aku ingat kembali ketika dulu. Kau seperti itu juga kan?" Tanya Rai memulai niatnya.


"Kenangan ya?" Gumam Hyerin.


"Aku tidak begitu banyak memiliki kenangan yang bagus, tapi setidaknya aku sangat menikmati hidupku." Ucap Hyerin.


"Ia ada beberapa. Tapi aku tidak suka sebenarnya mempunyai teman, akhirnya mereka pergi juga." Terang Hyerin.


"Kau selalu ditinggalkan?" Rai mulai memancing lagi Hyerin agar tetap bicara.


Hyerin menarik napas. "Aku tidak pernah bisa selalu bersama dengan seseorang, kadang takdir selalu mempermainkan ku agar aku tidak pernah bisa bersama seseorang."


Rai mulai sedikit diam, akhirnya dia sudah tahu apa jawabannya. Dan sebaiknya Rai tidak banyak bertanya lagi karena Hyerin sudah mengubah ekspresi wajahnya.


"Kau sangat menikmatinya." Komentar Rai ketika melihat Hyerin yang asyik makan perlahan sampai jajanan yang dia bawa habis.


Hyerin melihat ke arah Rai. "Habiskan! Siapa tahu besok kamu gak bisa makan makanan itu lagi kan!" Dengan mulut yang masih mengunyah makanan Hyerin berbicara semangat pada Rai.


"Sebenarnya aku ingin bertanya tadi, apa yang membuatmu hidup dan melakukan perjanjian itu dengan iblis, kau pasti tidak sebodoh itu kan." Batin Rai.

__ADS_1


Suasana malam yang sejuk, dingin angin malam, ditambah suasananya. Rai menatap lagi Hyerin di sampingnya, sama persis ketika dia melihat perempuan yang selalu dibayangkan olehnya. Entah mengapa perasaan yang sama dia rasakan ketika melihat Hyerin.


"Rai, kok bisa ya kamu mempunyai banyak teman kaya gitu." Ucap Hyerin membuat Rai mempertajam matanya.


"Penting banget ya kamu harus tahu?" Ledek Rai yang sudah mulai lagi mempermainkan Hyerin.


"Baru gitu aja sudah sombong, kan ceritanya dari tadi kamu nanya terus, giliran dong." Hyerin sewot melihat tingkah Rai yang terus mempermainkannya.


"Jadi, aku memang sudah berteman dengan mereka sejak kita semua masih di dunia itu. Ajaibnya kita selamat. Sampai di tempat ini setelah aman aku baru mengumpulkan orang-orang banyak sekali." Terang Rai membuat Hyerin cukup berpikiran keras.


Hyerin baru berpikir bagaimana ya jika Rere, Kai, semuanya masih ada. Apa itu mungkin?


"Ada yang mau ditanyain lagi gak?" Rai balik bertanya ketika melihat Hyerin yang sedikit melamun.


"Banyak sebenarnya. Aku dulu juga mempunyai beberapa teman, tapi karena bencana itu mereka tidak bertahan dan pergi di tengah-tengah penyidikan kami semua." Hyerin mengatakannya dengan nada sedih.


"Yakin kamu kalau mereka gak pergi ke sini?" Hyerin langsung melihat ke arah Rai.


"Memangnya ada yang bisa selamat dari bencana itu?" Hyerin mulai serius bertanya.


"Kau pikir saja logikanya, memangnya roh yang ada di sini hanya orang-orang seperti mu? Diantaranya ada roh murni, yang memang mereka sempat pergi ke sini." Perkataan Rai membuat Hyerin berpikir kembali, merasakan jika ada kemungkinan tentang Rere, tentang Kai, jika saja mereka datang kesini itu artinya mereka ada di sini.


"Itu hanya menurut ku sih. Lupakan saja tidak ada yang penting kan!" Hyerin terdiam lagi sebentar, dia harusnya tidak begitu yakin karena saat terakhir itu sudah cukup menjelaskan jika mereka tidak ada yang selamat ke tempat ini.


Hyerin menatap lagi ke arah Rai, dia pikir akan bertanya sesuatu yang lain. Tapi sepertinya dia terlalu bodoh jika berpikir Rai masih selamat.


"Mau tanya lagi?" Rai berusaha membuat Hyerin agar tidak terus melamun.


"Udah gak ada. Kayaknya sekarang aku harus bisa move on. Lebih baik memikirkan tentang kehidupan ku yang sekarang, bagaimanapun waktu tidak bisa bergerak mundur kan?" Tegas Hyerin.

__ADS_1


__ADS_2