Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Fakta Kematian Rai


__ADS_3

"Kamu sudah menjadi iblis kan? Sekarang sudah bisa sombong padahal tahu sendiri kalau melakukan perjanjian itu, nanti setelah mati kamu tidak akan pernah bisa bereinkarnasi lagi."


Sekali lagi perkataan Ken terngiang jelas dan terus berulang diingatan Hyerin.


Apa benar seperti itu?


"Ken itu benar?" Tanya Hyerin menyela perdebatan yang dilakukan mereka.


Ken langsung diam seperti baru disadarkan sesuatu lagi ketika mendengar Hyerin bertanya.


Keadaan langsung canggung.


Ketiganya diam.


"Dia belum tahu sepertinya." Ucap wanita itu menghentikan keheningan.


Hyerin melihat wanita itu dengan perasaan sesak. "Rai. Dimana Rai? Aku akan bertemu dengan Rai kan?" Tiba-tiba Hyerin mengeluarkan kata-katanya dengan nada tinggi. Napasnya masih tidak beraturan seperti sengaja sedang menahan sesuatu yang tersimpan di hatinya.


Wanita itu hanya membalas Hyerin dengan senyuman sinis dan dari tingkahnya dia seperti akan meninggalkan mereka.


"DIMANA RAI? DIMANA?" Teriak Hyerin seperti semua beban keluar begitu saja melalui perkataannya. Hyerin juga menarik lengan wanita itu dengan kesal, membuat ekspresi dari wanita itu berubah.


Enggan melihat Hyerin yang terus bersikeras dan mencoba menahannya wanita itu terus berontak melepaskan tangan Hyerin, hingga akhirnya berhasil.

__ADS_1


Ken hanya diam, dia tidak bereaksi sedikitpun.


"Kau bawa kemana Rai? Kalian bawa kemana Rai?" Hyerin sekali lagi bertanya dengan nada emosi. Dan usahanya untuk menyerang wanita itu kembali diulangi, tapi Ken sigap menahan Hyerin enggan melihat Hyerin melakukan hal bodoh pada orang yang tidak pernah akan sedikit memiliki perasaan.


"Cepat pergi. PERGI!" Teriak Ken pada wanita itu.


"Kembalikan Rai, cepat kembalikan! Rai!" Ucap Hyerin tak hentinya. Dia sudah hilang kendali dan tidak lagi memikirkan apa yang dia lakukan itu sesuatu yang sangat menyedihkan.


Alih-alih merasa tersentuh atau iba wanita itu malah tersenyum sinis lagi memperlihatkan rasa puas di wajahnya. "Dia mati sudah mati!" Ucapnya dan langsung berjalan lenggang dengan santai seperti memang tidak mempunyai perasaan atau merasa sedikit bersalah.


"Ken, itu bohong kan! Padahal dia mengatakannya kalau ingin bertemu Rai semua akan terjadi atas izinnya." Ucap Hyerin tak kuasa. Bahkan kakinya mungkin sangat lemas hingga tidak begitu baik menopang tubuhnya yang Limpung. Beruntung Ken sudah menahan tubuh Hyerin dan memegangnya dengan hati-hati.


Ken diam tidak menjawab. Mendengar kata-kata itu membuat hatinya terenyuh, seperti dia juga sedang menanggung kesedihan yang sama juga. Ken tidak bisa menampik jika awalnya dia ingin sekali melihat kondisi Hyerin seperti ini, tapi ternyata itu tidak mudah, dia bukan seorang iblis yang tidak memiliki perasaan.


"Wanita itu benar." Ucap Ken datar.


Dan sudah bisa ditebak seterusnya.


Hyerin langsung ambruk jatuh ke lantai. Dia histeris dan tidak bisa mengendalikan emosi juga kesedihan yang sangat membuatnya tidak sanggup. Sudah bisa dibayangkan seberapa berat beban ini yang harus ditanggung hatinya. Apalagi Hyerin pernah mengatakan jika kisahnya itu sudah berlangsung sangat lama. Dan Ken yang kehilangan Sani itu masih tidak sebanding juga tidak seberapa.


Ken yang awalnya pernah merasa emosi, kesal, dan sangat ingin membalas semua kesedihan yang dirasakannya. Kini semua terasa langsung hilang, dari awal perasaannya tidak pernah menyetujui niatan untuk dendam apalagi melihat orang lain lebih menderita darinya. Ternyata nalurinya itu ingin menunjukkan sebuah perasaan yang lebih akan dikenang dengan luka yang baru untuknya. Seperti saat ini, hatinya benar tak kuasa menyaksikan Hyerin hancur dengan kesedihannya sendiri. Melihatnya membuat luka itu tertanam 2 kali lipat, Ken bisa kembali mengingat tentang Sani dan lukanya dulu juga beban perasaan setelah melihat Hyerin karena kebohongan yang dia sembunyikan sebelumnya.


Tidak ada yang bisa disampaikan Ken sebagai perasaan iba dan kesedihannya juga. Dia hanya ingat jika kesedihan itu perlu larut dalam air mata hingga tidak membekas menjadi sesak di hatinya. Itulah alasan Ken langsung menjawab pertanyaan Hyerin dengan berterus terang tanpa menutupi apapun lagi. Jika dia berbohong hanya untuk menyembunyikan semua kenyataan atau hanya untuk melihat Hyerin tidak seperti sekarang, itu bukan alasan yang bijak. Karena tetap saja Hyerin akan menemukan sendiri fakta itu dari orang lain, dan waktu yang digunakannya untuk mencari fakta itu hanya bisa memberinya luka 2 kali. Seperti yang sudah dilakukan Ken setelah berusaha menyembunyikan kebenaran itu dari Hyerin.

__ADS_1


Sialnya perasaan bersalah Ken tidak bisa ia lupakan dengan mudah. Apa yang akan dilakukannya untuk menebus semua perasaan itu?


Beberapa saat Ken langsung sadar jika dia masih berada di tempat musuh, bisa dikatakan seperti itu. Dia hanya berniat sebentar saja di sini lalu pergi, itu dilakukan untuk menghilangkan jejaknya saja dari iblis tadi. Ken langsung kembali meraih pundak Hyerin berusaha untuk membuatnya bangun.


"Ngapain kalian di sini? Tidak ada koordinasi rapat kan?" Tegur seseorang membuat Ken sangat kaget dibuatnya.


Hyerin masih tidak bisa mengumpulkan kesadaran secara utuh, pandangannya kosong, dan mungkin pikirannya juga tidak stabil.


Ken memandangi seorang wanita yang tiba-tiba datang lagi. Dengan hati-hati Ken membaca situasinya saat itu.


"Malah diam, ngapain kalian di sini? Jangan pacaran ya!" Cetusnya.


Ken langsung salah tingkah. "Kami hanya ingin ke sini, apa urusannya?" Balas Ken terdengar tidak terima dengan tebakan wanita itu.


"Masih sempat saja berduaan bukannya pergi selesaikan masalah." Ucap wanita itu jutek sambil membawa kursi untuk duduk.


Ken diam dan sedikit berpikir mencerna perkataan wanita itu. Ada dua kemungkinannya, jika wanita itu bukan teman dari iblis wanita tadi bisa jadi dia belum tahu apapun, atau kemungkinan buruk dia hanya berpura-pura saja dan jika ada kesempatannya dia akan membuat keadaan Ken lebih buruk lagi.


"Eh itu Hyerin kan?" Tebak wanita itu terdengar tidak percaya.


Ken sigap segera menutupi Hyerin. "So tahu banget. Siapa Hyerin?" Ucap Ken beralibi.


"Oh bukan? Padahal kasihan Hyerin kabarnya Rai sudah mati oleh iblis yang sudah melakukan perjanjian dengannya. Merinding sekali kenapa sih sempat-sempatnya berpikir untuk bekerja sama dengan iblis." Komentarnya terdengar seperti tidak mengetahui tentang dirinya dan Hyerin. Padahal dirinya sudah menjadi target oleh iblis dan anggota yang bekerjasama dengan iblis itu, pikir Ken yang terus memandangi wanita itu. Tapi mendengar perkataan wanita itu memberikan Ken alasan jika dia belum terlibat. Apa mungkin Ken bisa memberitahunya sesuatu? Apakah dia bisa melakukannya? Pikir Ken begitu sulit memikirkannya.

__ADS_1


Hyerin sedikit beraksi setelah mendengar perkataan wanita itu, saat Hyerin berusaha bangkit tapi Ken langsung menahannya dan membawa dia sebelum berhasil mengatakan apapun pada wanita itu. Sudah jelas tidak baik karena belum bisa diyakinkan dengan jelas jika wanita itu tidak bekerja sama dengan iblis.


__ADS_2