Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Kejadian tak beralasan


__ADS_3

Setiba di tempat tepatnya alun-alun kota, di sana terlihat ramai berbeda dari biasanya. Ken sangat hati-hati mengintip orang-orang yang tidak dikenalnya.


Seperti tidak pernah terjadi sesuatu, Ken merasa heran karena tempat ini sebelumnya terjadi keributan. Ken berjalan sendirian beruntung dia tidak menjadi pusat perhatian orang-orang. Dari gedung yang berjajar di sana akhirnya dia melihat Hyerin, kemudian Ken cepat mendekat untuk segera menyapanya. Saat berjarak tinggal berapa meter lagi tiba-tiba Ken langsung menghentikan langkahnya, tertegun melihat Hyerin sedang berbicara serius dengan orang yang baru datang. Ken melihat ke arah lain di dekatnya juga ada orang yang bagi Ken itu bukan asing lagi. Seorang wanita yang sempat mengejarnya dan Hyerin dengan alasan ingin menyelesaikan masalah dan menyelamatkan teman jika Hyerin berhasil menjadi jaminan.


Rere wanita itu bisa akrab dengan Hyerin? Tak tertinggal teman lelakinya yang berdiri mengawasi.


Sebenarnya apa yang sedang terjadi?


Ken mematung sambil membaca situasi yang saat itu terasa sudah berubah. Padahal sebelum Hyerin hilang dia tidak dekat dengan orang-orang yang sekarang berbicara serius padanya.


Sebenarnya apa yang sedang terjadi?


Ken berusaha memahami situasinya tapi tidak ada satupun ingatan yang bisa menjelaskan. Hyerin bahkan berubah, dia boleh saja menangis saat pertama kali kembali tapi setelahnya dia bersikap dingin dan tidak banyak bercerita.


Ken masih mematung merasa sudah menjadi orang yang tidak diinginkan atau tidak penting, itu terkesan menyakitkan apalagi Hyerin adalah satu-satunya alasan mengapa dia bisa kembali melanjutkan hidup setelah kehilangan Sani.


Sekarang apakah perlu Ken lebih mendekat dan membuat Hyerin sadar ada dia di dekatnya, atau lebih baik abaikan saja. Ken hanya bisa merenung tak berani lagi apalagi saat melihat Hyerin yang serius mendiskusikan entah apa dan tanpa melibatkannya.


Dari pada sakit hati dan terus bertanya-tanya Ken memilih mundur, menjauh sampai dia bisa tenang dan menghilangkan pikiran yang akan mengganggunya.


Dari tempat lain Ken berdiam diri sendirian membayangkan kejadian tadi tepat di depan matanya, dia pikir Hyerin sudah memilih jalannya, Hyerin tidak butuh jika harus ada perannya lagi. Terdengar sedikit menyedihkan, selain harus menelan pahit kenyataan dia merasa semua terjadi begitu cepat.

__ADS_1


Sebagian hatinya tak menginginkan ada perubahan seperti itu, tapi dia harus berpikir jika saat ini dia bisa kemanapun tanpa Hyerin dan mulai tidak mengharapkannya. Itu kan yang seharusnya dia sadari, dan sebenarnya itu kan jalan pikiran biasanya.


Ken mematung diam, melamun dan hanya bisa merenungi semua kejadian itu.


Satu persatu kejadian dia ingat lagi dan mencoba mencari jawaban lain dari permasalahannya, dia ingin tahu apakah kenyataan dari kemarin itu ada sesuatu yang terasa aneh dan hal lain yang akan menjelaskannya.


Ken semakin fokus mengartikan setiap ingatan yang dia pikir itu penting, dari setiap kejadian yang terjadi tiba-tiba.


Sejak kemarin kejadian yang terkesan tidak biasa yaitu setelah Hyerin menghilang di tengah gencaran orang-orang yang menjadikan Ken dan Hyerin sebagai buronan. Saat menghilang di waktu yang cukup lama bagi Ken, dan entah apa yang terjadi selama itu. Kemudian Ken mengalami kejadian dimana iblis menjadi peran utamanya, yaitu saat iblis menimbulkan keributan dan satu persatu pembantaian di lakukan, terakhir Ken mengalami saat dia dijebak oleh iblis itulah yang menyebabkan pertemuannya lagi dengan Hyerin. Iblis pun dengan mudahnya membebaskan Hyerin di hadapan Ken.


Apakah sebenarnya Hyerin adalah iblis yang memakai rupanya dan untuk bekerjasama dengan semua pihak?


Ken berpikir keras mengartikan segala sesuatu yang terjadi tiba-tiba.


"Rere." Ucap Ken masih bersikap dingin.


"Ayo gabung! Hyerin juga di sana." Ucap Rere. Bahkan itu tidak membuat Ken mengatakan sepatah katapun pada Rere. Ken diam dan semakin dingin.


Tak lama matanya menangkap sosok lelaki yang berjalan pasti kearahnya, ajudan Rere sudah datang. Ken bisa merasa lebih tidak tenang dan kesal saat berpapasan dengan wajah-wajah yang bisa membuat hati Ken kesal.


"Ken pasti tidak tahu apapun." Gumam Rere.

__ADS_1


Padahal Ken mendengarkannya tapi dia bersikap tak acuh.


Rere terlihat berpikir keras lagi, dia tahu dari ekspresi Ken saat itu menunjukkan jika kata-katanya akan sia-sia saja. Ken tidak sudah tidak percaya lagi dengannya. Seperti itu kan?


"Aku akan panggilkan Hyerin kemari." Cetus Rere setelah lama berpikir. Mata Ken langsung bereaksi menatapnya, itu terdengar seperti ide yang bagus.


"Tak tahu diri." Ucap lelaki yang tidak kalah memasang wajah kesal seperti Ken.


Mendengar kata-kata itu seolah menjadi sindiran tak berarti, Ken melihatnya tajam dan dia sedang tak ingin berdebat lalu kembali memalingkan wajahnya.


Sedangkan Rere sudah berjalan ke arah Hyerin, Ken tahu Rere serius dengan kata-katanya dan semoga saja itu masih Hyerin yang sama, dia tidak ingin tertipu dan terjebak dengan akal busuk dari orang-orang.


Sudah cukup baginya untuk membuka mata jika saja hampir semua orang beranggapan jika Ken dan Hyerin harus dijauhi. Itu menjadikannya alasan untuk tidak lagi berurusan dengan mereka, meski harus terus mencari pelarian dari satu tempat ke tempat lain. Ken tidak peduli asalkan dia selamat dari orang-orang dan dari perburuan iblis terhadapnya.


Tapi Ken harus menghela napas lagi, dia terlalu tidak banyak mengerti dan paham, satu detik situasinya berubah di depan mata. Orang yang tadinya berharap Ken dan Hyerin segera diserahkan kepada iblis malah terlihat akrab dan mudah berbicara dengan Hyerin. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?


Ken tidak tahu apa isi pikiran Hyerin dan apakah Hyerin tahu jika di tempat ini sekarang iblis pernah melakukan perburuan, mengapa dia bisa santai dan malah bekerja sama dengan mereka dalam situasi lengah seperti ini. Seharusnya Hyerin bisa lebih waspada.


Apakah dia memang Hyerin atau iblis yang sedang menyalin rupanya? Lagi-lagi pikiran itu mendarat di pikiran Ken.


Ken menyerah dia tidak bisa membenarkan fakta yang kadang berarti sama dengan cara berpikirnya atau malah sebaliknya. Ken tidak tahu apa artinya itu.

__ADS_1


Tak lama Hyerin berjalan dengan Rere yang saling diam dan tak lama dalam hitungan Hyerin sudah berdiri di hadapan Ken.


Ken menunggu sangat ingin mendengar apa yang akan dikatakan Hyerin saat itu. Matanya terus memandangi Hyerin dengan penuh tanya, ada harapan di dalamnya, Ken berharap Hyerin masih orang yang sama atau orang yang ada di sisinya dan bisa diharapkan.


__ADS_2