
Sani terdiam lagi, dia sudah kehilangan kata-kata untuk melawan Ken yang memberinya perintah.
"Sekarang kita tunggu Rai di sini, kau sebaiknya mengikuti dia dan aku akan cari informasi lain dari orang-orang." Jelas Ken.
Tatapan Ken mengarah kepada Sani yang masih membisu. Dari garis wajahnya Ken bisa memastikan jika Sani sangat kesal dia mungkin tidak akan menuruti kata-katanya dan melakukan semua rencana dengan baik.
"Tania sudah tiada, aku tidak tahu pasti apa sebabnya. Namun dari penglihatan itu aku melihat Rai, seorang wanita bernama Hyerin, dan Tania. Hyerin dan Tania terluka kemudian Rai datang membawa Hyerin yang masih bisa diselamatkan." Ken menjelaskannya dengan perasaan yang berat.
Akhirnya Sani mulai menatap Ken dan berharap Ken tidak memberikannya sebuah cerita yang bohong.
"Apa yang terjadi dengan Tania dan Hyerin? Mengapa Tania bisa tiada?" Ucap Sani yang sudah tidak bisa menahan sesak yang mendesak dadanya saat itu. Perasaan sedih berurai air mata, Sani tidak bisa menerima temannya yang tiada.
"Sudah ku katakan, aku tidak tahu pastinya dan itu yang aku tahu." Jelas Ken mendekat ke arah Sani dan menenangkannya.
"Sebaiknya kau tanya langsung nanti pada Rai!" Sambung Ken dengan ucapannya yang membuat Sani terperanjat saat itu juga.
"Apa yang kamu pikirkan? Apakah kamu ingin bekerja sama dengan lelaki itu? Apa itu boleh?" Tanya Sani tidak terima karena rencana Ken sudah berbeda dengan misi mereka dari awal.
"Lupakan saja!" Jawab Ken singkat. Ken juga tidak bisa menyembunyikan perasaannya yang khawatir saat itu, dia juga tidak yakin harus meminta Sani untuk melakukannya rencana itu terdengar tidak mungkin saja.
"Baiklah. Mungkin itu uang terbaik kan untuk saat ini?" Perkataan Sani langsung mengejutkan Ken.
"Lagi pula tidak ada cara lain kan? Tidak salah juga kan jika kita mengubah rencananya? Dan mungkin saja Rai bisa bekerja sama. Seperti itu yang kamu pikirkan?" Tebak Sani dengan lancar mengutarakan pikirannya saat itu.
Ken hanya melihat dan menarik napas. Dia tidak menjawab karena mungkin Sani akan mengerti dengan rencananya.
"Aku akan menjaga diri baik-baik, dan kita bertemu lagi di tempat ini kan?" Tanya Sani.
Ken mengangguk pelan, jauh dari yang dipikirkan tentang Sani. Ternyata Sani bisa langsung mengerti tentang jalan pikirannya, hal itu bagus karena Ken tidak perlu menjelaskan lagi.
"Sudah drama nya?" Tiba-tiba suara yang tidak asing memecah suasana haru ke duanya.
Ken dan Sani langsung membalikan wajah dan melihat ke sumber suara jika Rai ada di antara mereka dan mungkin Rai sudah menyimak semua rencananya.
Raut wajah Sani tidak berbeda dengan Ken, keduanya merasa sudah ketahuan dan sedikit gugup. Alih-alih menjawab keduanya hanya saling pandang dengan ragu-ragu.
__ADS_1
"Apa nya yang kerja sama. Aku juga tidak tahu apa rencana kalian. Ayo sekarang jelaskan!" Pinta Rai tanpa memberikan kesempatan Kem dan Sani untuk menjawab dulu.
Seharusnya Ken sudah menyadari dari awal jika dia sedang berada di tempat siapa. Tentu saja jika tempat itu adalah tempat Rai, maka Rai juga ada di sana.
"Jawab!" Pinta lagi Rai dengan nada cuek.
"Sebenarnya. Em. Pertama banyak yang ingin kami tanyakan darimu tentang semua yang ingin kami ketahui." Ucap Ken dengan menundukkan wajah.
"Intinya saja!" Ucap Rai tidak sabar mendengarnya.
Ken terdiam sejenak, dia tahu bahwa untuk mengatakannya pada Rai tidaklah mudah. "Bagaimana dengan Tania? Aku ingin tahu alasannya kenapa dia tiada."
Pertanyaan Ken langsung membuat Sani terperanjat dan segera memperhatikannya.
Ken tidak bereaksi meski dia sudah berterus terang tentang pertanyaannya itu.
"Satu insiden sudah terjadi dan di luar kendaliku. Bukan hanya Tania, waktu itu beberapa roh yang lain keadaannya lebih parah." Jawab Rai dengan nada santai seperti tidak ada perasaan terpaksa atau merasa berat untuk mengatakannya.
"Penyebabnya?" Ken masih penasaran.
"Siapa?" Tanya Ken lebih terlihat penasaran.
Rai tidak langsung menjawab dia sedikit memperhatikan Ken melalui sorot matanya. Ada sesuatu yang didapatkan, Rai mengerti jika Ken tidak tahu tentang iblis itu, tentang semua kejadian yang terjadi di tempat ini.
"Tania tidak mengatakan apapun juga?" Rai balik bertanya seperti memastikan.
Ken dan Sani hanya terdiam satu sama lain menunjukkan bahwa mereka tidak tahu apapun.
Di satu sisi Rai diuntungkan dengan situasi sekarang, tapi di sisi lain kekhawatiran muncul padanya jika suatu saat mereka tahu yang sebenarnya apa yang akan terjadi?
"Lalu tujuanmu apa sebenarnya?"
"Memastikan Tania teman kami, dan juga mencari tahu tentang kalian." Jawab Ken mendahului. Terlihat Sani yang kecewa saat melihat Ken menghentikan kesempatan baginya untuk berbicara, Sani juga terlihat tidak puas dengan jawaban Ken seperti ada yang kurang atau salah.
"Hanya itu tidak ada yang lain." Lanjut Ken berusaha meyakinkan.
__ADS_1
Rai mulai mencerna setiap penjelasan dari Ken, dia terdiam beberapa waktu yang dibutuhkannya untuk berpikir lagi.
Di satu kesempatan Sani berhasil menatap Ken dan menunjukkan kekecewaannya itu, tapi Ken terus menenangkannya dan menginginkan Sani agar diam dan mengikuti rencananya itu.
"Baiklah akan ku ceritakan, tapi apa kalian yakin tidak ada lagi yang diperlukan selain itu?" Rai mulai serius dengan bertanya.
"Hanya itu yakinlah!" Balas Ken. Seperti biasa cepat menanggapi dan tidak membiarkan Sani untuk berbicara.
"Sekarang ceritakan yang sebenarnya!" Pinta Ken yang saat itu untuk kedua kalinya Sani dibuatnya tidak percaya karena Ken yang terlalu berterus terang pada Rai.
"Pasti ku ceritakan. Tapi."
"Tapi apa?" Cela Sani mendahului.
"Jika kamu sepenuhnya bisa percaya." Jawab Rai.
"Baiklah sekarang ceritakan!" Ken langsung membicarakan intinya, dia tidak bisa lagi terus menunggu.
"Sebenarnya di tempat ini ada kejadian yang terus terjadi setelah kedatangan Hyerin. Waktu itu orang-orang hilang tanpa jejak dan tidak bisa ditemukan lagi. Aku tidak mencari tahunya dan orang-orang berpikir jika aku adalah penyebab semua insiden itu. Kali ini pun setelah kejadian Tania orang-orang masih menganggap bahwa aku penyebab utamanya."
"Lantas bagaimana dengan Tania, apa yang menyebabkannya tiada?" Rai langsung bertanya tentang Tania.
"Di tempat itu, tepatnya di gedung tempat Hyerin aku menyarankan agar mereka menjauhi tempat itu lebih dulu, karena semua orang tahu kan bahwa gedung itu adalah tempat terlarang." Jelas Rai mulai mengubah alur ceritanya, dia tidak menjelaskan bahwa ada iblis di sana.
"Dan apa kaitannya dengan Tania?" Ken masih tidak mengerti.
"Tania pergi ke sana dan dia ditemukan sudah tiada hilang menjadi devu di sapu angin." Jawab Rai dengan sedikit ragu.
"Jadi tidak ada yang tahu apa penyebabnya, dan kau bermaksud bahwa Tania salah satu korban dari insiden yang belum diketahui sebabnya itu?" Ken menyimpulkan dengan cepat.
Rai hanya mengangguk. Dia sedikit gugup dan tidak bisa membalas tatapan Ken saat itu. Dalam hatinya dia sedikit khawatir jika saja ada pertanyaan lain yang lebih dari itu, bagaimana dia akan menjawabnya?
"Baiklah aku mengerti, mulai dari sekarang kita akan mencari tahu semua sebab yang terjadi dan sudah menimpa Tania." Ucap Ken sekaligus mengajak Sani untuk melakukan misi barunya lagi.
Rai tercengang karena pertanyaannya hanya itu tidak ada yang lain. Tapi itu sedikit memberinya keberuntungan juga karena Rai tidak perlu menjelaskan tentang iblis itu. Tepatnya Rai tidak tahu bagaimana caranya untuk menyampaikan semua yang belum diketahui Ken.
__ADS_1