Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
insiden


__ADS_3

Hyerin merenung bingung menatap seorang wanita di hadapannya yang baru saja 2 kali dia temui. Sebenarnya tidak ada yang salah jika dia mendengarkan sesuatu yang fatal tentang dirinya dari orang lain, tapi apakah harus semudah itu untuk percaya?


"Apa yang kau tunggu lagi?" Tegur wanita itu membuyarkan lamunan. Hyerin tidak yakin dengan tindakannya kali ini karena itu dia terus memikirkannya tadi.


"Apa harus sekarang?" Tanya Hyerin yang langsung menghentikan kegigihan wanita itu yang sangat yakin untuk memberitahu Hyerin.


Tiba-tiba ekspresinya langsung berubah setelah mendengarkan kata-kata Hyerin yang menunjukkan rasa tidak percayanya. Wanita itu hanya menghela napas dan kembali diam memikirkan semua hal di hadapan Hyerin.


"Ayo kita pergi sekarang!" Ucap Rai sebagai satu-satunya orang yang mengawali pembicaraan lagi.


Wanita itu langsung melihat Rai dengan penuh marah. "Pasti ada yang kau sembunyikan?" Tuduh wanita itu spontan.


Rai tidak bersuara begitupun Hyerin.


"Kenapa apa ada yang salah jika dia sendiri harus tahu bahwa sebenarnya dia belum mati?" Simpul lagi wanita itu semakin marah apalagi melihat Rai yang masih belum bereaksi.

__ADS_1


"Apakah hal itu sangat salah dan tidak baik?" Tanya Hyerin kembali menegaskan suasana yang tegang.


Wanita itu hanya menatap Hyerin sekilas, lalu kembali memperhatikan Rai lagi dengan penuh amarah. "Ini sangat fatal, kau sudah memperdaya manusia tidak bersalah demi untuk rencana dan kepentingan pribadi." Wanita itu sangat marah namun tidak berdaya, karena Rai tidak menunjukkan rasa bersalahnya. Sudah jelas sangat salah. Menahan roh yang masih hidup di tempat yang tidak seharusnya hanya akan membuatnya benar-benar mati secara perlahan.


Sedangkan Hyerin tidak bisa menghentikan perdebatan sepihak di depan matanya sendiri. Dia seperti orang linglung. Tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar karena dia masih kehilangan sebagian ingatannya yang penting.


"Aku belum mati? Apa itu benar? Jika benar bagaimana dengan kehidupan ku?" Tidak terasa hatinya bertanya-tanya. Hyerin menjadi pendiam setelah mendengarkan ocehan wanita tadi yang kali ini sudah tidak ada di hadapannya lagi. Tiba-tiba matanya membulat dengan kesadaran yang baru saja membuat dia langsung spontan berlari menyusul ke arah wanita itu pergi.


Rai hanya melihat sekilas dan membiarkan Hyerin berlari di hadapannya. Sebenarnya dia tahu suatu saat kejadian seperti ini pasti akan terjadi. Namun ada satu hal yang penting. Keadaan sekarang sudah di luar kendalinya, dia hanya ingin menyelamatkan Hyerin dari orang yang terus mengancamnya dengan tidak memberitahu Hyerin semua keadaan yang sebenarnya. Namun dia sendiri dengan takdir yang sudah memapahnya pada kenyataan yang akhirnya dia harus tahu sampai sejauh ini. Rai sangat bingung menyusun sebuah rencana yang semakin hari tubuhnya bisa saja semakin lemah menahan Hyerin di tempat ini lebih lama lagi. Ada sebuah alasan, yang dia pikirkan hanya menahan Hyerin sebentar saja di tempat ini sampai dia benar-benar kembali ke tempat nya atau menetap di dunia ini.


Hyerin berlari sejadinya, mata yang terus fokus memperhatikan ke semua tempat yang terlihat, namun gagal dia tidak menemukan wanita tadi dimana pun. Satu hal yang terpikirkan olehnya kini, dia harus mencari alasan yang pasti mengapa wanita itu mengatakan semua hal tentangnya yang lebih membingungkan. Bukan kabar buruk juga jika akhirnya dia masih hidup, mungkin ada alasan dia tetap di dunia ini.


Saat berlari dan terus menelusuri jalanan yang sama sekali Hyerin tidak memperhatikan semua orang, dia tidak peduli lagi. Hyerin hanya butuh untuk bertemu dengan wanita itu.


Saat perasaan putus asa mulai menghampirinya lagi, tiba-tiba Hyerin menghentikan langkahnya dengan terburu-buru. Dia melihat sosok yang tidak asing meski dilihat dari belakang. Tubuh Rai, tapi lagi-lagi dia tidak merasakan jika orang itu adalah Rai yang asli. Menyimpulkan sebuah kenyataan yang sangat membuatnya takut, tubuhnya hanya mematung di tengah jalan yang tampak dari sudut matanya tidak ada satu orangpun.

__ADS_1


Sangat berbahaya, nalurinya lebih mengatakan jika keadaannya tidak memungkinkan untuk Hyerin pergi dari tempat, mengingat sekilas bagaimana yang sudah menimpanya pada kejadian itu dan hal apa yang dilakukan oleh orang itu.


Dalam keadaan yang sangat genting dan pikirannya tertekan karena ulah semua kejadian yang sudah menimpanya baik yang dia ketahui maupun tidak. Dan sekarang dia sudah mendengarkan pernyataan baru dari seseorang yang tidak dikenalnya. Jauh dari semua harapan Hyerin harus bertemu lagi dengan sosok orang yang selalu membuatnya takut. Apakah sekarang adalah akhirnya? Tanpa diharapkan pikiran itu terus muncul. Perasaan kalut dan takut berubah menjadi ketenangan yang kosong. Dia tidak mengerti dan tidak mengharapkan jika sekarang adalah waktunya dia mengakhiri semua kehidupannya, bukan karena sangat putus asa tapi dia hanya merasakan sebuah fakta yang akan mengakhiri hidupnya.


Hyerin yang mematung semakin tenang dan terus terdiam merasakan bagaimana angin mendingin menyerap ke dalam pori-pori kulitnya. Perasaannya terus mengudara hingga dia hanya memejamkan mata seperti sudah sepenuhnya pasrah dengan hal yang akan terjadi selanjutnya.


"PERGI!!" Teriak seseorang yang suaranya langsung terdengar menusuk di telinga. Pikiran Hyerin langsung buyar, dia merasa ketenangannya sudah pergi.


"Sudah ku katakan sebelumnya, jangan ganggu dia!" Teriakan dari orang yang sama dan berhasil membuat Hyerin membuka matanya.


Dua orang yang memiliki wajah yang sama dan penampilan yang berbeda. Ada dua orang Rai di hadapannya kini. Dan salah satunya Dia yang ada di dekatnya adalah Rai yang asli. Tempatnya menghalangi tubuh Hyerin dari orang yang ada di hadapannya saat itu.


Dari satu sisi Rai yang ada di seberang nya terlihat sekilas tersenyum licik. Hyerin sangat khawatir ketika melihatnya. Dengan gerakan yang spontan dia menarik lengan Rai dari arah belakang dan menyeretnya berlari. Sangat percaya diri Hyerin berlari melewati semua tempat di sepanjang jalan dengan sangat semangat. Satu hal dalam pikirannya untuk segera selamat dengan melarikan diri sejauh mungkin.


"Kenapa berhenti? Cepat pergi dari tempat ini!" Rengek Hyerin karena dia tiba-tiba berhenti saat tangan dan tubuhnya kesulitan menyeret Rai untuk berlari lagi. Hyerin sangat berusaha menarik lengan Rai yang nyatanya tidak mudah untuk digerakkan. Hingga kesadarannya benar-benar kembali. Hyerin seketika berhenti dengan ekspresi yang tidak percaya. Dia mengawasi ke semua tempat dan sudah tidak melihat kejadian tadi. Dia juga melihat tempat berbeda dari kejadian tadi, mungkinkah dia sudah berhasil melarikan diri. Semudah itu?

__ADS_1


Hyerin terus tercengang tidak percaya. Dia melihat lagi ke arah Rai, tidak dipercaya jika Rai masih berekspresi sama seperti biasanya. Tanpa diinginkan perasaan kesal sudah mengudara di pikirannya sampai membuat Hyerin terdiam.


__ADS_2