
Hyerin menjadi sendirian yang tersisa hanya hatinya dan kepercayaan yang sudah hilang, begitupun dengan hidupnya yang entah kemana akan membawanya pergi sejauh mungkin.
Tak ada satupun orang yang bisa dipercayainya sekarang, entah mengapa lambat laun perasaan ragu tentang Rere semakin nyata saja.
Hyerin pergi ke sudut-sudut kota saat itu, dia pikir keadaannya tak ada yang berubah karena di sana masih tidak ada orang-orang. Sebenarnya kemana pergi orang-orang itu.
Beberapa saat lamunan panjang membuat dia berpikir cukup keras, tapi satu asumsi beruntung didapatkannya.
Selagi duduk saja dia tidak pernah bisa mendapatkan sesuatu, mungkin saja jika orang-orang ada di tempat lainnya. Tugasnya hanya mencari mereka dimana, seperti itu kan?
Tak ada waktu lagi bahkan untuk sekedar bernapas dan membuang penat yang menyiksa.
__ADS_1
Hyerin berdiri diantara keadaan yang tak berubah, beruntung memang jika dia adalah dewa kematian pengganti, itu artinya dia selamat dari insiden yang akan membuat dia selamanya pergi. Tapi karena ulahnya dia juga kehilangan banyak orang.
Sesaat hatinya berpikir wajar mungkin Rere tak salah, dia melakukan perjanjian itu karena dirinya ingin selamat kan?
Entahlah tidak ada pikiran yang membuatnya tenang dengan mudah.
Hyerin ingin melupakan semuanya dan cepat pergi, dalam hitungan detik tubuhnya langsung menghilang sudah pergi ke bagian tempat lain.
Dan tanpa sadar tujuan yang tanpa satu kesengajaan itu membawanya ke tempat dimana dulu dia pernah hidup di sana sebagai manusia dan sekarang di depan matanya ada begitu banyak roh yang berkumpul dan berdiam diri.
Bagaikan bermimpi di siang hari, jadi roh itu menghilang karena mereka sudah pergi ke dimensi yang berbeda dan mungkin saja mereka juga melakukan hal yang tidak disengaja sama seperti yang dilakukannya.
__ADS_1
Hyerin hampir kehilangan napasnya, saking tak percaya dan merasa takjub saat itu. Padahal dari tadi dia sangat bersusah payah untuk menemukan orang-orang yang tak ada satupun mengisi kita. Ternyata orang-orang kompak di tempat yang sama.
Tanpa sadar Hyerin berjalan,.perasaannya merasakan jika dia sudah menjadi orang asing dan yang paling tak tahu apapun. Tapi langkahnya terhenti lagi karena dia merasa sudah mendengar tentang pembicaraan roh di sekitarnya. Mereka masih membahas masalah di dimensi roh yang tak kunjung mendapatkan solusinya. Dia juga baru tersadar setelah mendengar seberapa besar resiko yang akan ditanggung jika seorang roh bertahan lebih lama di dimensi manusia. Itu hanya teka-teki.
Sekarang adalah kesempatannya. Hatinya bertekad untuk melakukan sesuatu yang tak pernah dia lakukan sebelumnya. Dan mungkin tak ada keberanian sampai sana.
Hyerin melihat satu persatu orang, setiap ekspresi wajah yang diperhatikannya dengan detail, obrolan yang terdengar keluar masuk ke telinganya, dan riuh obrolan keakraban dari orang-orang yang tak pernah dia lakukan. Semua roh bisa berinteraksi, mengapa dia tidak bisa sampai sejauh ini?
Tak disangka Hyerin memberanikan diri, mendekat pada salah seorang roh yang berkumpul dan sedang mengobrol. Tapi langkahnya mundur dengan teratur kembali, Hyerin tak mungkin berani sekaligus bicara pada orang-orang itu, dia hanya butuh satu atau dua orang saja kan.
Matanya kembali mengabsen dengan teliti mencari satu-satunya orang yang bisa diajaknya berbicara untuk pertama kalinya.
__ADS_1