Diasingkan Waktu.

Diasingkan Waktu.
Kemunculan pintu iblis


__ADS_3

Ken berjalan percaya diri menuju keramaian di pusat kota, dia melihat kerumunan orang dan beberapa orang lain lagi di sekitar yang jumlahnya terlalu banyak. Perlahan dia menarik napas mengumpulkan niat dan keberanian yang terus dibayangkan dari tadi, tapi saat berbalik memastikan lagi matanya terbelalak menangkap sekelompok orang tadi yang banyak berlarian ke arahnya. Ken gugup dan takut spontan membuatnya menghentikan kaki dan bersiap melarikan diri. Tapi belum sempat berbalik arah orang-orang sudah mendekat dan berlalu melewati begitu saja. Dari kanan dan kiri dia bisa melihat jelas ekspresi orang-orang berlari dengan panik, hingga Ken menghentikan kakinya menunggu membalikan badan dan memastikan sesuatu.


Matanya melihat ke depan dimana orang-orang berlarian dari arah itu, Ken berjalan pelan berlawanan dengan orang-orang, matanya meneliti setiap gerakan mencari penyebab dari ketakutan orang-orang. "Iblis?" Ucap Ken tidak percaya.


Beberapa saat Ken langsung mematung bingung, matanya terpaku dengan penglihatannya itu, dalam hati dia tidak bisa percaya, karena bentuk dan wujud yang ada di depan matanya sesuatu yang baru pertama kali dia lihat. Rasa penasaran membuat Ken terus berdiri melihat iblis yang berjalan pelan mulai tidak berjarak lagi dengan tempatnya. Sekelumit ingatan bermunculan, terakhir kali dia melihat iblis yang serupa dengan Rai. Tapi sekarang dia melihat iblis dengan rupa yang berbeda dan menakutkan, lebih bisa dikatakan seperti monster. Mungkinkah itu wajah aslinya? Simpul Ken dan kembali melayangkan penglihatan ke arah iblis itu.


Belum sempat lagi dia berpikir, selanjutnya kedua matanya menyaksikan langsung bagaimana iblis itu meraih orang-orang menarik mereka paksa dengan tangan yang besar hingga orang itu menghilang dalam cengkraman dan langsung berubah menjadi abu dalam hitungan detik. Ken sampai tidak bisa mengedipkan mata bahkan sekarang untuk bernapas pun sudah terasa sulit. Ken tidak tahu jika pemandangan yang baru saja dia lihat adalah sesuatu yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya, dan sekarang dia jelas melihat langsung kejadian mengerikan dan membuat orang yang melihatnya menjauh ketakutan.


Tidak menunggu waktu perlahan Ken menarik mundur langkah kakinya, hingga dia bisa pergi menjauh menyelamatkan diri seperti orang-orang. Ken berlari mengikuti orang-orang yang pasti memiliki pemikiran sama dengannya. Dan bayangan kengerian iblis bisa benar-benar mengubah hidup orang lain hingga mengakhirinya mudah hanya dengan genggaman tangan, ingatan itu terus mengejar dan menghantui tanpa sabar.


Keributan tidak bisa dihindari lagi, dimana-mana terdengar suara histeris, banyak suara hingga dia tidak tahu seberapa banyak orang yang ada.


Ken melihat lagi ke arah belakang, dia tidak bisa berhenti dari rasa penasarannya. Apalagi tentang alasan kemunculan iblis itu.

__ADS_1


Lagi-lagi dia hanya bisa terkejut, matanya melihat ada 2 iblis yang muncul. Jika sekarang dia melihat 2 iblis apakah mungkin akan ada iblis lain lagi? Mengapa bisa seperti itu? Mengapa kejadian ini bisa terjadi? Apa sebabnya? Ken masih tidak bisa berhenti dari rasa penasaran yang mengusik, padahal dia sendiri tidak tahu pasti tentang keselamatannya itu.


Ken masih fokus untuk berlari hingga dia sadar orang-orang di belakangnya satu persatu menghilang tanpa kendali.


Jika keadaan seperti ini terus berlangsung mungkin orang-orang tidak akan bersisa lagi. Dan sampai mana dia harus terus berlari lagi?


Ken menunggu waktu, tiba-tiba dia berhenti di tengah kerumunan orang yang berlari. Dia merasa napasnya seperti akan berakhir, bayangan kematian mulai muncul, dia masih tidak memiliki keyakinan dan keberanian yang cukup, dan entah apa yang terjadi jika dia yang masih ragu akan melakukannya dengan sulit atau bahkan gagal, apalagi sekarang iblis itu sudah melihat ke arahnya. Membalas tatapan iblis, menghadapinya dengan raga yang rapuh, dan perasaan ragu. Hanya dalam 2 detik, waktu yang sangat singkat sekejap mata, saat tangan iblis yang besar dan hawanya yang panas seperti api dalam 100 Drajat, jarak pandang antara mata Ken dan mata iblis yang besar dan sorot penglihatannya yang haus, rakus, seperti ingin melahap Ken hidup-hidup. Saat akan meraih tubuh Ken yang mematung secepat kilat Ken berhasil melarikan diri dengan menghilang dari tempat itu. Ken hanya bisa memejamkan mata meski tahu hanya satu inci jarak yang tersisa, tapi dia berhasil melakukannya. Tidak ada lagi perbuatan nekad yang lebih dari momennya itu. Di akhir Ken tahu dia sudah berpindah tempat dan mendapatkan napasnya lagi meski sisa dari kengerian tadi masih melekat dalam seluruh raganya.


Ken berdiri di suatu tempat lagi. Napasnya masih naik turun dan cepat.


Ding...Ding...Dong...


Suara jam dinding berdentang menarik perhatian Ken.

__ADS_1


Ken terlihat menarik napas dan melihat ke sekeliling.


Seiring waktu dengan cepat semua berubah di matanya. Semuanya masih normal pergantian waktu tetap berjalan, hanya tadi kejadian itu terus terngiang.


Ken tetap berdiri dan tak bergeming.


Sekarang sudah muncul banyak orang yang berlalu lalang di depan matanya. Kehidupan normal manusia masih tetap berlangsung seperti yang sudah-sudah. Tetap saja Ken merasa yakin pasti ada sesuatu yang sudah berubah.


Dari kerumunan orang Ken berjalan sendirian melewati satu persatu gedung yang ada di pusat alun-alun kota.


Seketika matanya terkesiap, menoleh ke arah langit dan garis retak muncul pada satu sisi langit di atasnya. Dia tidak pernah melihat pemandangan itu, Ken heran apa yang sedang terjadi?


Mata Ken masih fokus memperhatikan retakan di langit dan mengikuti garis retakannya y.ang entah sampai mana. Dia mulai berjalan sambil mata yang tidak pernah lepas dari pandangan itu, hingga Ken sudah ada di tempat yang jauh. Tapi retakan itu masih ada.

__ADS_1


Saat Ken mengalihkan pandangan dia melihat beberapa roh melakukan hal yang sama dengannya. Berarti bukan hanya matanya saja, tapi retakan itu dilihat oleh semua. Ken merasa khawatir kembali, dia merasa sesuatu yang tidak bisa diduganya sudah mengintai dan itu pasti ada kaitannya dengan kejadian tadi yang baru saja dilewatinya. Tentang kemunculan iblis, dan keberadaannya pasti memiliki kaitan yang jelas.


Ken kembali berjalan tanpa tujuan. Bayangan dari kejadian tadi masih jelas terekam oleh memorinya, dan sekarang dia harus merasa tidak aman karena kemunculan sesuatu hal yang sangat ganjil lagi. Dia merasa khawatir jika saja iblis itu muncul dari langit sana, dan jumlah mereka banyak dimana-mana. Saat melihat lagi ke sekitar menelitinya dengan seksama, Ken merasa tidak ada sesuatu yang mencurigakan dan semua masih berjalan dengan normal, kecuali satu pemandangan di langit itu.


__ADS_2